Tangerang, lensafokus.id - Satresnarkoba Polresta Tangerang mengungkap dua kasus peredaran obat keras daftar G. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan enam tersangka beserta ribuan butir obat keras ilegal siap edar.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, awal pengungkapan pada Senin, (18/5/2026) di wilayah Sepatan. Pada saat itu, polisi mengamankan seorang pria berinisial M.
"Dari tangan tersangka M, petugas menemukan 483 butir tramadol dan 292 butir hexymer yang telah dikemas dalam 73 plastik klip kecil," kata Indra Waspada, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka M, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tiga tersangka lainnya berinisial A, JS dan H di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Pondok Rejeki, Pasar Kemis.
"Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 1.100 butir tramadol," ujarnya.

Secara keseluruhan, lanjut Indra Waspada, dalam kasus itu polisi mengamankan 1.583 butir tramadol, 292 butir hexymer, uang tunai Rp1,5 juta, serta empat unit telepon genggam milik para tersangka.
Petugas terus melakukan pengembangan dengan memeriksa intensif para tersangka yang telah diamankan. Dari pengembangan itu, polisi bergerak daerah Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga.
"Dalam operasi tersebut, petugas menangkap seorang pria berinisial I dengan barang bukti 550 butir tramadol," ujar Indra Waspada.
Petugas kemudian melakukan penggeledahan lanjutan di rumah tersangka I di kawasan Teluknaga dan menemukan 5.150 butir tramadol serta 2.000 butir hexymer. Dari hasil interogasi, tersangka I mengaku mendapatkan pasokan obat keras dari pria berinisial FM yang kemudian berhasil ditangkap di wilayah Neglasari, Kota Tangerang.
Tersebut FM mengaku memperoleh pasokan dari seorang pria berinisial T yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran polisi.
"Total barang bukti yang diamankan dalam kasus kedua yakni 5.710 butir tramadol, 2.000 butir hexymer serta sejumlah telepon genggam milik tersangka," beber Indra Waspada.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. (Mala)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah secara simbolis bantuan kepada para pelaku UMKM dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Tigaraksa, Selasa (26/05/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong penguatan dan pengembangan UMKM dan para pelaku ekonomi kreatif sebagai penggerak perekonomian dan membuka lapangan kerja. UMKM dan para pelaku ekonomi kreatif memiliki peranan yang sangat penting dalam memperkuat perekonomian daerah dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memberikan dukungan para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, pemasaran, hingga bantuan peralatan usaha guna meningkatkan kapasitas dan produktivitas para pelaku usaha. Mereka ini tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Wabup Intan
Ia berharap bantuan peralatan yang diserahkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas peluang pemasaran.
"Jadikan bantuan ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan naik kelas dari usaha mikro menjadi usaha kecil yang lebih maju dan berdaya saing," tandasnya
Lanjut dia, keberadaan RTH seperti di Kelurahan Tigaraksa merupakan kebanggaan dan milik masyarakat yang keberadaannya harus senantiasa dijaga oleh seluruh elemen masyarakat, baik kebersihannya maupun kerapihannya.
Selain itu, keberadaan RTH tersebut juga diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat, tempat berkumpulnya ide-ide kreatif, promosi produk lokal, serta ruang interaksi yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
"Saya mohon kepada seluruh pelaku UMKM dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas produk dan perkuat branding serta memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran. Cuma saya pesan RTH ini juga dijaga, kebersihan, kerapihan, jangan buang sampah sembarangan dan ditanami lebih banyak pohon," imbuhnya
Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama terus memperkuat semangat sinergi dan kolaborasi agar ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat lokal, agar semakin mandiri, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman," pungkasnya
Pihaknya pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Kecamatan dan Kelurahan Tigaraksa dan yang terus berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Rd. Anna Ratna Maeamunah melaporkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendekatan langsung pemerintah daerah kepada masyarakat dan pelaku UMKM di wilayah kecamatan guna menyerap aspirasi, memetakan potensi usaha, serta memberikan pembinaan dan fasilitasi secara langsung kepada pelaku usaha mikro.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi koperasi dan pengusaha mikro, meningkatkan daya saing produk koperasi dan usaha mikro, membuka peluang kemitraan dan kerja sama bisnis, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan usaha mikro dan koperasi," jelasnya
Adapun bantuan yang diserahkan antara lain: blender, kompor, tenda, showcase, freezer, rak display, meja, tong sampah, dispenser, meja lipat, meja payung dan cup sealer
Setelah acara, Wabup Intan bersama Kadiskum, Camat dan Lurah meninjau langsung RTH Kelurahan Tigaraksa. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di peternakan Indojaya Farm, Kec. Pagedangan, Selasa (26/5/26).
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa monitoring tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat, aman dan halal untuk dikonsumsi.
“Alhamdulillah hari ini kami melakukan pengecekan langsung di Indojaya Farm bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Satgas Kurban Kabupaten Tangerang untuk memastikan seluruh hewan kurban yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam kondisi sehat, terawat, serta memenuhi standar ASUH; Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," ungkap Wabup Intan
Di lokasi peternakan Indofarm, Wabup Intan meninjau langsung sejumlah hewan kurban yang terdiri dari sapi Bali, sapi Simental, dan sapi Limosin. Ketiga jenis sapi tersebut menjadi bagian dari hewan kurban yang dipersiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.
"Kami memastikan hewan-hewan kurban yang ada di sini, mulai dari sapi Bali, Simental hingga Limosin, seluruhnya dalam kondisi sehat dan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Lanjut dia, pemeriksaan dari tim Satgas Kurban meliputi pengecekan kesehatan fisik hewan untuk memastikan hewan dalam kondisi aktif dan tidak menunjukkan gejala sakit dan pemeriksaan umum sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit hewan menular. Selain itu, petugas juga mengecek kebersihan kandang dan lingkungan peternakan, ketersediaan serta kualitas pakan, hingga memastikan pola pemeliharaan hewan dilakukan dengan baik sesuai standar kesehatan peternakan," imbuhnya
Ia menambahkan, selain kondisi kesehatan hewan, perhatian terhadap kebersihan kandang dan kualitas pakan juga menjadi faktor penting dalam menjaga mutu hewan kurban hingga saat hari pendistribusian
“Kebersihan kandang dan kualitas pakan juga kami pastikan terjaga dengan baik. Ini penting agar hewan tetap sehat sampai nanti diterima masyarakat dan pelaksanaan ibadah kurban berjalan aman serta nyaman,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan di berbagai titik peternakan dan lapak penjualan hewan kurban sebagai langkah preventif sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang beredar telah melalui pemeriksaan petugas. Dia juga berharap proses pendistribusian hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H berjalan lancar sehingga seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan rasa aman serta penuh keberkahan.
“Insyaallah hewan-hewan kurban di Kabupaten Tangerang seluruhnya sehat, layak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan khusyuk,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Polresta Tangerang berhasil mengungkap kasus tawuran antar kelompok remaja yang terjadi di Jalan Raya Otonom Pasar, Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Rabu (20/5/2026) dini hari.
Akibat peristiwa itu, seorang berinisial RW (14) mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam di bagian kepala.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, tawuran terjadi karena dipicu aksi saling tantang melalui media sosial.
"Dua kelompok remaja yang saling tantang bernama Kilometer 18 dan Mystery 16," kata Indra Waspada, pada konferensi pers, Selasa (26/5/2026).
Indra Waspada melanjutkan, kedua kelompok kemudian sepakat bertemu di lokasi hingga berujung bentrokan. RW yang berasal dari kelompok Kilometer 18 yang Mystery 16. Korban terkena sabetan senjata tajam jenis corbek pada bagian belakang kepala saat masih berada di atas sepeda motor.
"Akibat kejadian itu korban mengalami luka serius," ujarnya.
Setelah korban ambruk, kelompok lawan langsung melarikan diri. Rekan-rekan korban kemudian mengevakuasi RW ke rumah sakit di wilayah Jati Uwung untuk mendapatkan penanganan medis.

Mendapat laporan dari pihak rumah sakit, jajaran kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, menganalisis rekaman CCTV, hingga mengumpulkan alat bukti lain. Polisi kemudian berhasil mengidentifikasi terduga pelaku pembacokan yakni MIP (18).
"Dalam waktu kurang dari 24 jam, tersangka MIP berhasil kami amankan di tempat persembunyiannya di kontrakan ibunya di wilayah Bekasi," ujar Indra Waspada.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis corbek, pakaian yang digunakan saat kejadian, serta sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 467 ayat (2) dan/atau Pasal 307 ayat (1) KUHP Baru dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun.
Indra Waspada mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak. Terutama penggunaan media sosial dan aktivitas di malam hari guna mencegah terulangnya aksi tawuran remaja. (Mala)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang bekerja sama dengan Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu) menggelar agenda tahunan Lomba Posyandu Berprestasi dan Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Kota Tangerang Tahun 2026 di Gedung Nyimas Melati Kota Tangerang, Senin (25/5/2026).
Ajang tahunan ini diikuti oleh posyandu-posyandu terbaik yang menjadi perwakilan dari 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, indikator penilaian pada kompetisi tahun ini mengalami peningkatan instrumen yang lebih komprehensif dengan mengacu pada pemenuhan hak dasar masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menerangkan, instrumen penilaian tahun ini dirancang lebih luas guna mengukur kesiapan posyandu dalam mendukung program pemerintah pusat maupun daerah.
"Tahun ini penilaiannya lebih masuk ke 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM). Jadi kalau kemarin-kemarin kita masih fokus di bidang kesehatan saja, sekarang tetap kita melihat dan menilai 5 SPM yang lainnya. Jadi keseluruhan 6 SPM itu dinilai secara terintegrasi," jelas dr. Dini.
Ia memaparkan, seleksi ketat ini meloloskan perwakilan dari 13 kecamatan, yang dievaluasi mulai dari kelengkapan administrasi hingga kemampuan kader dalam memaparkan inovasi pelayanan di wilayahnya.
"Semua pelayanan dan inovasi kader dinilai langsung oleh juri. Hasilnya akan disaring menjadi 3 posyandu terbaik untuk verifikasi lapangan bersama TP Posyandu, sebelum diumumkan pada Agustus 2026," kata dr. Dini.
Di tempat sama, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tangerang Masturoh Sachrudin menegaskan, perlombaan ini merupakan bagian dari penguatan fungsi pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah bersama kader penggerak TP Posyandu di akar rumput.
"Setiap bulan kami dari Tim Pembina Posyandu terus melakukan monitoring pembinaan ke lapangan untuk memastikan 6 SPM ini berjalan baik di masyarakat. Lewat momentum evaluasi dan lomba inilah, kita bisa menilai secara riil seberapa jauh keberhasilan dan efektivitas pelayanan posyandu yang sudah berjalan," ungkap Masturoh.
Melalui sinergi kuat antara Dinas Kesehatan, TP Posyandu Kota Tangerang dan para kader, Penilaian Posyandu 2026 ini diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi wilayah untuk melahirkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang berbasis pada pemecahan masalah riil masyarakat di lingkungan masing-masing. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka kegiatan silaturahmi dan Workshop Guru Taman Kanak-Kanak (TK) dalam rangka puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kabupaten Tangerang. Acara tersebut digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Senin (25/05/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya kolaborasi yang baik antara keluarga dengan pihak sekolah dalam menghadapi tantangan di era digital yang sarat dengan persaingan global dan penguasaan teknologi yang dinamis
"Era digital membawa perubahan yang sangat cepat. Anak-anak akan menghadapi persaingan global dan perkembangan teknologi yang dinamis. Pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada guru dan sekolah saja, melainkan harus melibatkan peran aktif orang tua," tandas Wabup Intan
Menurut dia, era digital menuntut semua pihak, termasuk di sekolah untuk terus melakukan inovasi dan terobosan baru agar proses belajar mengajar berjalan dinamis. Selain itu, kolaborasi dan komunikasi yang baik harus terus diperkuat agar mampu melahirkan sistem pendidikan terbaik dan berkualitas.
"Pendidikan terbaik dan berkualitas lahir dari kolaborasi yang baik antara keluarga, guru dan sekolah. Ketika komunikasi antara guru, pihak sekolah dan orang tua terjalin dengan baik, maka anak-anak akan tumbuh dalam lingkungan yang positif, penuh perhatian dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal," ujarnya
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang, melalui Dinas Pendidikan berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan, mulai dari program beasiswa untuk penguatan kompetensi guru hingga program sekolah bersubsidi jenjang SD dan SMP serta upaya lainnya sebagai respond atas kebutuhan dan perkembangan di lapangan.
"Merespons kebutuhan lapangan, Pemda juga tengah menyiapkan program pelatihan deteksi dini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bagi para guru TK secara bertahap dan rencana menggelar seri webinar parenting di era digital dengan mengundang perwakilan IGTKI, Forum PAUD, PKK hingga ibu-ibu kepala desa dan menghadirkan psikolog Ibu Desi Ratnasari serta praktisi anak Kak Danang sebagai narasumber," jelasnya
Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut dapat menjadi ruang saling menguatkan semangat dan menambah wawasan serta belajar bagi para guru TK di Kabupaten Tangerang.
"Acara ini diharapkan menjadi ruang untuk saling belajar, memperkuat semangat, dan meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Tangerang," harapnya
Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Tangerang, Hj. Eulis Aan Rodiantini melaporkan bahwa acara dalam rangka HUT ke-76 IGTKI-PGRI Kab. Tangerang tersebut dihadiri oleh 700 peserta dari perwakilan kepala sekolah dan guru TK dari berbagai lembaga se-Kabupaten Tangerang, sekaligus menegaskan komitmen kuat organisasi yang mempunyai motto utama: "Kerja Keras, Kerja Tuntas, Kerja Cerdas, dan Kerja Berkualitas".
"Di HUT yang ke-76 ini, IGTKI-PGRI Kabupaten Tangerang siap menjadi garda terdepan untuk selalu melayani dan memberikan inovasi pembelajaran demi kebaikan para peserta didik di lembaga masing-masing," ujar Hj Eulis
Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas perhatian nyata terhadap kesejahteraan guru salah satunya berupa insentif daerah yang telah dirasakan manfaatnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan didampingi Ketua Bunda PAUD Kab. Tangerang Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menyerahkan piala kepada pemenang lomba Best Committee Award yang diraih oleh IGTKI Kec. Panongan sebagai juara I, IGTKI Kec. Curug juara kedua dan peringkat ketiga diraih IGTKI Kec. Balaraja. (Red)