TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maeysal Rasyid menghadiri acara peresmian sekaligus serah terima hasil program bedah rumah bagi warga kurang mampu di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Selasa (12/05/26).
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang. Penerima manfaat program bedah rumah tersebut adalah Bapak Amrin, warga Desa Badak Anom, yang kini dapat menempati rumah layak huni setelah dilakukan rehabilitasi secara menyeluruh. Selain perbaikan struktur bangunan, rumah tersebut juga telah dilengkapi akses pelayanan air bersih yang memadai bagi keluarganya.
Di sela-sela acara tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah tersebut dan berharap bantuan itu mampu meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan keluarga penerima manfaat.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama teman-teman dari Baznas bisa hadir untuk menyerahkan hasil rehab rumah bagi Bapak Amrin. Rumah ini kini sudah layak huni dan diharapkan dapat meningkatkan kesehatan, di mana beliau juga sudah mendapatkan pelayanan air bersih yang bagus,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus melanjutkan program serupa di wilayah lainnya yang masih memiliki rumah tidak layak huni (RTLH). Menurutnya, peran aktif camat dan kepala desa juga sangat penting dalam mendata masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya program bedah RTLH
“Nanti pelan-pelan kita cari lagi lokasi-lokasi lain sesuai dengan kebutuhan dan ketetapan dari Pak Kades maupun Pak Camat. Kami berharap bantuan dari Baznas dan Pemkab Tangerang ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Amrin selaku penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya kepada Bupati Tangerang, atas bantuan yang diberikan kepada keluarganya. Saat ini dia dan keluarganya bisa lebih nyaman dan aman menempati rumahnya.
“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Maesyal. Sebelumnya rumah saya sangat tidak layak, dan sekarang alhamdulillah saya beserta keluarga bisa tidur nyenyak dan nyaman tanpa perlu khawatir kehujanan maupun rumah roboh,” ungkap Amrin haru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Baznas Kabupaten Tangerang, Camat Sindang Jaya, Kepala Desa Badak Anom, serta tokoh masyarakat setempat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Peluncuran Nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026 yang digeler di Kantor Bawaslu Kabupaten Tangerang, (12/05/26).
Kabupaten Tangerang menorehkan catatan penting dalam sejarah pengawasan pemilu dengan menjadi daerah pertama dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia yang menyelenggarakan Kick-Off Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Anggota Bawaslu RI, Ibu Lolly Suhenty.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Bawaslu RI yang telah menetapkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah pertama dari 514 kabupaten/kota di Indonesia sebagai Peluncuran Nasional Pendidikan Pengawas Partisipatif 2026
“Kami bangga dan bersyukur dapat melaksanakan tugas mulia ini, dalam program Pendidikan Pengawas Partisipatif, di mana Kabupaten Tangerang menjadi daerah pertama dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang melaksanakannya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, capaian dan kepercayaan yang diberikan Bawaslu Pusat dan KPU ini menjadi awal baik bagi Kabupaten Tangerang untuk terus menjaga dan meningkatkan dinamika politik dan iklim demokrasi yang kondusif dan semakin dewasa serta bisa menginspirasi daerah lainnya. Sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bawaslu, KPU dan seluruh jajaran Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan untuk menentukan keberhasilan penyelenggaraan Pemilu yang aman, kondusif dan bermartabat.
"Koordinasi dan sinergi lintas sektor adalah kunci utama. Saya ingat betul bagaimana komunikasi dan koordinasi yang intensif, bahkan hingga dini hari, dilakukan demi memastikan situasi tetap terkendali tanpa mengintervensi norma hukum yang ada," ungkapnya
Dia berharap program Pendidikan Pengawas Partisipati yang mengusung jargon "Berfungsi dan Bergerak Untuk Pemilu 2029 Yang Bermartabat" tersebut mampu membekali para kader pengawas partisipatif untuk menjadi mata dan telinga dalam menjaga integritas dan tegaknya demokrasi.
“Saya berharap program ini para kader pengawas semakin berintegritas dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tegasnya, menjaga integritas dan tegaknya demokrasi. Selain itu, literasi politik masyarakat harus diperkuat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau upaya memecah belah persatuan,” harapnya
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, menegaskan bahwa demokrasi yang sehat dan bermartabat itu tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan membutuhkan proses dan komitmen seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan unsur Forkopimda
“Pengawasan partisipatif adalah salah satu instrumen krusial untuk mempersempit ruang gerak politik uang dan politisasi SARA. Para Kader Pengawas Partisipatif adalah mata dan telinga yang memastikan setiap suara terjaga demi tegaknya keadilan pemilu,” jelas Lolly
Pihaknya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus konsisten memberikan dukungan penuh Bawaslu. Meskipun Kabupaten Tangerag sempat dikategorikan rawan tinggi berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu, namun berkat kolaborasi yang kuat dan netralitas ASN yang baik, kerawanan tersebut dapat dimitigasi dan diatasi. sehingga wilayah ini dipilih sebagai lokasi kick-off nasional yang disaksikan oleh perwakilan dari 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia.
“Terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah memberikan dukungan penuh dan fasilitas demi suksesnya agenda nasional in. Sinergi dan kolaborasi ini diharapkan juga terus menginspirasi daerah lain di seluruh belahan kabupaten/kota lainnya,” ujarnya. (Red)
Lebak, lensafokus.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak menegaskan komitmennya untuk terus mempererat hubungan silaturahmi dan kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/05/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan hubungan harmonis antara insan pers dan instansi pemerintah memiliki peran penting dalam mendukung penyebaran informasi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian.
Menurutnya, melalui hubungan yang baik antara pemerintah daerah dan media, berbagai program serta kebijakan pertanian dapat tersampaikan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan akurat.
“Kami tidak akan berhenti untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan Dinas Pertanian. Hubungan ini bukan hanya sekadar pertemuan rutin, melainkan sarana untuk membangun sinergi dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi kemajuan daerah,” ujar Rahmat Yuniar.
Ia menambahkan, pihaknya mendukung peran pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan program-program pembangunan pertanian demi meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Lebak.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, menyampaikan bahwa kemitraan antara organisasi wartawan dan pemerintah daerah perlu terus dijaga dalam semangat profesionalisme dan keterbukaan informasi publik.
Menurutnya, PWI Lebak berkomitmen menjalankan fungsi pers secara profesional, independen, dan sesuai dengan kode etik jurnalistik, sekaligus mendukung penyebaran informasi pembangunan yang edukatif dan berimbang kepada masyarakat.
“Sinergi antara PWI dan Dinas Pertanian diharapkan dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai informasi terkait program pertanian dan pembangunan daerah dapat diketahui masyarakat secara luas,” kata pria yang akrab disapa Ajat.
Dengan terjalinnya hubungan yang erat antara kedua pihak, diharapkan kolaborasi dalam penyebaran informasi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Lebak dapat semakin optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Cecep)
TANGERANG, lensafokus.id – Suasana penuh antusias dan kebahagiaan mewarnai kegiatan Pengundian Hadiah Umroh yang digelar pihak pengembang Batara Parkview di Marketing Gallery Batara Parkview, Minggu (10/5/2026). Program spesial dari Badak Perkasa Group ini menjadi bentuk apresiasi nyata kepada para konsumen yang telah mempercayakan pilihan hunian mereka di kawasan tersebut.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB itu dihadiri ratusan konsumen, tamu undangan, serta sejumlah pihak terkait yang turut menyaksikan langsung proses pengundian hadiah umroh. Program ini diperuntukkan bagi konsumen yang telah menyelesaikan pembelian unit dan merealisasikan akad sesuai periode dan ketentuan yang berlaku.
Dari hasil verifikasi data yang dilakukan secara ketat, tercatat sebanyak 113 peserta sah berhak mengikuti pengundian hadiah tersebut.
Untuk memastikan proses berjalan adil dan transparan, pengundian dilakukan menggunakan sistem digital secara real-time dan ditampilkan langsung melalui layar lebar agar dapat disaksikan seluruh peserta yang hadir. Selain itu, kegiatan ini juga disaksikan oleh sejumlah saksi resmi dari berbagai instansi, mulai dari notaris, Dinas Sosial, kepolisian, pihak perbankan, hingga tokoh masyarakat setempat.
Suasana acara berlangsung meriah dan hangat. Para konsumen tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan acara, penjelasan mekanisme pengundian, hingga momen penentuan pemenang hadiah umroh yang menjadi puncak acara.
Perwakilan Badak Perkasa Group menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Batara Parkview.
“Program Umroh ini adalah wujud nyata rasa terima kasih kami. Kepercayaan masyarakat memilih Batara Parkview sebagai tempat tinggal adalah kebanggaan terbesar kami. Semoga apresiasi ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh konsumen yang telah menjadi bagian dari keluarga besar kami,” ujarnya.
Pihak pengembang juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program menarik dan bermanfaat bagi konsumen, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan serta pengembangan hunian yang nyaman, aman, dan bernilai tinggi.
Kegiatan pengundian hadiah umroh tersebut ditutup dengan penuh kebahagiaan. Seluruh peserta, baik yang berhasil memenangkan hadiah maupun yang belum beruntung, tetap pulang dengan rasa puas atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Batara Parkview. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id — Proyek rehabilitasi GOR Nambo yang berlokasi di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp1.439.826.670 itu diduga terhenti tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pekerjaan terlihat tidak berjalan. Kondisi bangunan GOR Nambo pun dinilai belum mengalami perubahan signifikan. Sejumlah bagian bangunan masih tampak usang, sementara pekerjaan yang terlihat hanya sebatas pemasangan keramik pada tiang bagian luar gedung.
“Awalnya memang ada aktivitas pekerjaan, tetapi hanya pemasangan keramik di bagian luar. Setelah itu tidak terlihat lagi adanya pekerjaan sampai sekarang,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan alasan rehabilitasi kembali dilakukan, mengingat GOR Nambo disebut belum lama diresmikan. Selain itu, terhentinya pekerjaan tanpa kejelasan dinilai menimbulkan dugaan adanya persoalan dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penghentian pekerjaan diduga berkaitan dengan persoalan teknis dan perencanaan. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang.
Diketahui, proyek rehabilitasi tersebut dikerjakan oleh PT Cisadane Makmur Bersama dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Sejumlah pihak menilai, apabila proyek benar-benar terhenti tanpa alasan yang jelas, Pemerintah Kota Tangerang perlu segera melakukan evaluasi dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Pasalnya, proyek tersebut menggunakan anggaran daerah yang berasal dari uang pajak masyarakat sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, kualitas perencanaan proyek juga menjadi perhatian. Masyarakat berharap proyek rehabilitasi fasilitas olahraga milik pemerintah tidak hanya menghabiskan anggaran besar, tetapi juga memberikan hasil nyata yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dispora Kota Tangerang maupun kontraktor pelaksana belum memberikan tanggapan terkait dugaan terhentinya proyek rehabilitasi GOR Nambo tersebut. (Sumarna)
Jakarta, lrnsafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi yang digelar di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Senin (11/05/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen dalam pembentukan karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa sejak dini.
"Kami mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian untuk menguatkan pembentukan karakter dan kepribadian bangsa di jenjang sekolah dasar dan menengah," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, nilai-nilai kejujuran, budi pekerti dan adab harus ditanamkan sejak dini, bukan hanya di lingkungan sekolah namun juga di keluarga dan masyarakat
"Budaya jujur, bersih dan beradab itu harus dimulai sejak dini. Anak didik kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kurikulum sekolah tapi juga pengalaman dari lingkungan keluarga dan masyarakat," tandasnya
Pihaknya berharap dengan adanya Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi tersebut dapat membantu para tenaga pendidik di jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam memberikan arah dan metode mengajar yang lebih jelas terhadap penanaman nilai-nilai kejujuran, bersih dan anti korupsi kepada para anak didiknya
"Dengan buku ini diharapkan para guru bisa mendapatkan gambaran dan arah yang lebih jelas untuk mengajarkan nilai-nilai kejujuran, budaya bersih dan anti korupsi yang bermuara pada pembentukan dan penguatan karakter bangsa," ujarnya
Sentara itu, Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya terus berusaha menjadikan sekolah sebagai role model pembentukan karakter dan kepribadian bangsa yang kuat dan tangguh di semua jenjang pendidikan.
"Dengan peluncuran buku panduan tentang pendidikan antikorupsi ini, kami berkomitmen bahwa sekolah dapat menjadi model bagaimana budaya jujur, budaya bersih, budaya antikorupsi itu tidak sebatas hanya pengetahuan tapi menjadi budaya dan peradaban utama," ungkapnya
Lanjut dia, panduan pendidikan antikorupsi tersebut bukan sekedar buku semata, melainkan peta jalan strategis dalam membangun generasi bangsa yang berintegritas. Buku ini dirancang secara sistematis dan berjenjang. Panduan ini menjadi acuan nasional bagi satuan pendidikan dan pemangku kepentingan dalam menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini hingga menengah
"Panduan pendidikan antikorupsi ini menyajikan peta kompetensi yang jelas serta langkah langkah implementatif, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menumbuhkan pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan," imbuhnya
Ketua KPK, Komjen Pol. (Purn) Setyo Budiyanto Ketua KPK yang juga hadir pada acara tersebut berharap buku panduan pendidikan anti korupsi tersebut bisa semakin memperkuat penanaman budaya bersih dan anti korupsi sejak dini kepada para peserta didik.
"Saya berharap bahwa untuk hari Ini, esok dan masa depan, antikorupsi tidak dimulai dari ruang persidangan tapi dari ruang kelas. Anak cucu kita sejak dini sudah bisa memahami budaya hidup jujur dan bersih serta bagaimana proses pencegahannya," harapnya. (red)