Kota Tangerang, lensafokus.id — Proyek rehabilitasi GOR Nambo yang berlokasi di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp1.439.826.670 itu diduga terhenti tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pekerjaan terlihat tidak berjalan. Kondisi bangunan GOR Nambo pun dinilai belum mengalami perubahan signifikan. Sejumlah bagian bangunan masih tampak usang, sementara pekerjaan yang terlihat hanya sebatas pemasangan keramik pada tiang bagian luar gedung.
“Awalnya memang ada aktivitas pekerjaan, tetapi hanya pemasangan keramik di bagian luar. Setelah itu tidak terlihat lagi adanya pekerjaan sampai sekarang,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan alasan rehabilitasi kembali dilakukan, mengingat GOR Nambo disebut belum lama diresmikan. Selain itu, terhentinya pekerjaan tanpa kejelasan dinilai menimbulkan dugaan adanya persoalan dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penghentian pekerjaan diduga berkaitan dengan persoalan teknis dan perencanaan. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang.
Diketahui, proyek rehabilitasi tersebut dikerjakan oleh PT Cisadane Makmur Bersama dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Sejumlah pihak menilai, apabila proyek benar-benar terhenti tanpa alasan yang jelas, Pemerintah Kota Tangerang perlu segera melakukan evaluasi dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Pasalnya, proyek tersebut menggunakan anggaran daerah yang berasal dari uang pajak masyarakat sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, kualitas perencanaan proyek juga menjadi perhatian. Masyarakat berharap proyek rehabilitasi fasilitas olahraga milik pemerintah tidak hanya menghabiskan anggaran besar, tetapi juga memberikan hasil nyata yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dispora Kota Tangerang maupun kontraktor pelaksana belum memberikan tanggapan terkait dugaan terhentinya proyek rehabilitasi GOR Nambo tersebut. (Sumarna)
