Banten

Banten (6890)

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak para guru Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk terus menguatkan pendidikan karakter dan terus berinovasi menghadapi tantangan moral dan sosial di era digital dan pesatnya perkembangan informasi global saat ini. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Wilayah I yang berasal dari 11 kecamatan. Acara tersebut digelar di GSG Kecamatan Sukamulya, Kamis (21/05/26)

“Saya mengajak seluruh guru PAI, khususnya di wilayah I ini untuk terus menguatkan pendidikan karakter kepada anak didik dan mampu berinovasi menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi digital secara positif dalam proses Pendidikan,” ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa guru agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.Para guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan dan memberikan ilmu pengetahuan namun juga harus menjadi teladan bagi para anak didiknya

“Guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral bagi peserta didik,” tegasnya

Lanjut dia, tantangan moral dan sosial pesatnya pekembangan teknologi dan informasi yang dampaknya banyak dirasakan berupa merosotnya moral, kepedulian sosial, intoleransi, meningkatknya tindak kekerasan dan pelecehan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama, sedini mungkin baik oleh pemerintah, sekolah, keluarga maupun masyarakat

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tandasnya

Dia berharap kegiatan tersebut selain untuk menguatkan silahturahmi juga melahirkan semangat, wawasan, serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam demi menciptakan generasi muda Kabupaten Tangerang yang religius, berkarakter, toleran, dan berintegritas.

“Saya harap kegiatan ini, kita tidak hanya bisa saling bersilahturami, tapi juga melahirkan semangat dan wawasan baru dan meningkatkan kompetensi serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, karakter dan ahklak para generasi penerus bangsa,” harapnya

Menyoroti masih belum meratanya kebutuhan guru PAI di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata.

“Pemerintah daerah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata meskipun bertahap,” pungkasnya. (red)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong transformasi perpustakaan untuk lebih menarik dan berwarna guna meningkatkan minat dan kujungan generasi muda, khususnya Gen Z dan Apha Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut diutarakan, Wabup Intan saat menutup Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 di Halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kamis (22/05/26)

"Saya minta berubah semua, supaya perpustakaan itu bisa lebih menarik, modern, lebih berwarna, dan penataannya lebih enak serta nyaman. Kalau zaman sekarang anak-anak bilangnya Instagramable," ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami informasi dan berita yang beredar di masyarakat

"Literasi sebagai budaya dan kebutuhan dalam memahami setiap informasi itu sangat penting agar kita mampu berpikir kritis, kreatif, cerdas dan membangun karakter yang berkualitas," tandasnya

Menurut dia, kemampuan berpikir kritis dan cerdas bukan hanya membaca dan mudah percaya informasi berdasarkan judul atau cuplikan singkat di media sosial yang sering kali menimbulkan misinformasi yang merugikan dan membahayakan keharmonisan. Untuk itu kemampuan berpikir cerdas dan kritis itu harus dibangun dengan membaca dan melihat sebuah berita secara utuh dan valid kebenarannya

"Berpikir kritis itu bukan hanya membaca dan mudah percaya berita yang sepotong-potong di media sosial, tapi kemampuan dan keterampilan untuk memahami berita atau informasi secara utuh dan cek kebenarannya," tandasnya

Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa meningkatkan minat baca masyarakat, kreatifitas dan mendorong munculnya karya-karya literasi yang dibuat oleh generasi muda serta menjadikan perpustakaan semakin aktif berperan sebagai pusat pembelajaran

"Melalui kegiatan ini, kami berharap minat baca masyarakat semakin meningkat, perpustakaan semakin aktif menjadi pusat pembelajaran, dan generasi muda semakin terdorong untuk berkarya serta berprestasi," tandasnya

Wabup Intan juga mendorong Dinas Perpusip untuk lebih berani dan rutin menggelar kegiatan yang dapat meningkatkan minat baca dan kreatifitas generasi muda, khususnya anak-anak sekolah

"Untuk memacu kreativitas, Saya usul agar tahun depan, Dinas Perpusip bisa adakan lomba menulis bagi anak sekolah. Karya-karya terbaik nantinya akan dicetak dan dijadikan koleksi resmi di Perpustakaan Kabupaten Tangerang," ujarnya

Dia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, para panitia, komunitas literasi, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan menarik

"Kepada seluruhnya, saya berharap festival ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan memperluas wawasan," pungkasnya

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan talkshow bersama Maman Suherman (Kang Maman) dan Shahnaz Haque, penyerahan piagam penghargaan, pameran dan persembahan tarian dan lagu dari anak-anak. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Puluhan Kepala Keluarga di Kampung Suka Maju, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengeluhkan pelayanan listrik dari PLN Rangkasbitung. Pasalnya, aliran listrik di wilayah tersebut kerap mengalami “spaning” atau tegangan tidak stabil setiap malam hari.

Gangguan listrik itu disebut rutin terjadi mulai pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB, terutama saat memasuki waktu Maghrib.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah peralatan elektronik milik warga dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari komputer, AC, hingga lemari pendingin.

Salah seorang warga Kampung Suka Maju, Gilang Ramadhan mengatakan, gangguan listrik tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat meresahkan masyarakat.

“Setiap Magrib listrik di kampung kami spaning, sehingga menyebabkan alat-alat elektronik menjadi rusak,” ujar Gilang, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, persoalan itu telah berlangsung hampir satu tahun, namun hingga kini belum ada penanganan serius dari pihak PLN.

Ia mengaku banyak warga yang dirugikan akibat kerusakan perangkat elektronik rumah tangga yang diduga disebabkan oleh tegangan listrik tidak stabil.

“Hampir satu tahun terjadi. Banyak alat elektronik warga yang rusak. Kami meminta PLN segera turun tangan dan memeriksa jaringan listrik di kampung kami,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Aris. Ia menilai kondisi listrik yang kerap spaning sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari.

Selain menyebabkan pasokan listrik tidak normal, kata Aris, kondisi tersebut juga berpotensi merusak berbagai peralatan elektronik rumah tangga yang memiliki nilai cukup mahal.

“Akibat spaning ini, banyak peralatan rumah tangga seperti komputer, AC, kulkas dan perangkat lainnya jadi cepat rusak. Tentu masyarakat sangat dirugikan,” ungkapnya. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus memperkuat sistem perlindungan anak berbasis masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat Ruang Bersama Indonesia (PATBM-RBI) yang digelar di Gedung Nyi Mas Melati, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri dari Ketua RT/RW serta para kader dari berbagai kelurahan se-Kota Tangerang.

Acara dibuka langsung oleh Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Dr. Tihar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, melalui program PATBM-RBI, masyarakat tidak hanya menjadi penonton ketika terjadi kasus kekerasan terhadap anak, melainkan harus menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan perlindungan.

“Sosialisasi ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif. Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan PATBM, masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari kekerasan dan eksploitasi,” ujar Tihar.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut nantinya dapat terbentuk forum PATBM di setiap kelurahan sehingga sistem perlindungan anak di lingkungan masyarakat dapat berjalan lebih efektif, terstruktur dan berkelanjutan.

Tihar juga mengimbau kepada seluruh peserta, khususnya para kader dan pengurus lingkungan, agar berani melapor apabila menemukan adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual maupun kekerasan terhadap anak.

“Saya berharap ibu-ibu dan bapak-bapak yang hadir dalam sosialisasi ini dapat menyampaikan kepada masyarakat agar tidak takut melapor jika terjadi kekerasan terhadap anak maupun pelecehan seksual,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Tangerang, Wiloko Tetoko menjelaskan bahwa program PATBM-RBI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan, deteksi dini serta respons cepat terhadap kasus kekerasan dan eksploitasi anak.

Menurutnya, keberhasilan perlindungan anak sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat mulai dari lingkup keluarga hingga tingkat kelurahan.

“Melalui program ini masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi kekerasan terhadap anak, segera melaporkannya kepada pihak berwenang, sekaligus melakukan langkah pencegahan awal sebelum kasus ditindaklanjuti lebih lanjut,” jelas Wiloko. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan dan pertemuan lanjutan dengan jajaran manajemen Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC), di Kecamatan Legok, Rabu (20/5/26).

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul di bidang penerbangan, khususnya bagi putra-putri asli Kabupaten Tangerang agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional

Dalam keterangannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan pertemuan tersebut membahas tindak lanjut program penerimaan calon mahasiswa atau taruna melalui skema Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemkab Tangerang telah menyiapkan putra-putri terbaik untuk bisa mendapatkan kesempatan pendidikan di dunia penerbangan melalui PPIC.

“Kita telah menyiapkan putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang yang dipersiapkan menjadi pilot yang benar-benar asli Kabupaten Tangerang di PPIC ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia mengungkapkan, dirinya memiliki mimpi besar agar nantinya ada generasi muda asli Kabupaten Tangerang yang berhasil menjadi pilot lulusan PPIC dan mampu mengharumkan nama daerah.

“Saya punya mimpi ada anak asli Kabupaten Tangerang yang jadi pilot lulusan dari sini. Saya akan bangga sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemkab Tangerang telah menyiapkan kuota sekitar 9 orang calon taruna yang akan mengikuti pendidikan di PPIC melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang.

Dari jumlah tersebut, dua (2) orang dipersiapkan untuk mengambil program pendidikan pilot, sementara sisanya diarahkan ke bidang teknis penerbangan lainnya seperti mekanik dan program keahlian pendukung lainnya.

“Kami menyiapkan kuota sembilan orang yang akan masuk di PPIC, dengan kuota menjadi pilot dua orang, dan sisanya menjadi mekanik serta bidang lainnya,” tambahnya.

Pihaknya berharap kerja sama ini mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat serta melahirkan generasi profesional di sektor penerbangan yang berasal dari Kabupaten Tangerang.

Selepas pertemuan, Bupati Tangerang berkesempatan berkeliling meninjau fasilitas yang dimiliki oleh PPIC, salah satunya adalah Flight Simulator dan mencoba menerbangkan pesawat melalui Flight Simulator tersebut. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang secara resmi memulai rangkaian program akselerasi digitalisasi administrasi kependudukan melalui kegiatan bertajuk "Talkshow & Sosialisasi Aplikasi IKD Goes to Campus".Universitas Prasetiya Mulya Kampus BSD terpilih menjadi perguruan tinggi pertama sekaligus pelopor dalam pelaksanaan gerakan sosialisasi yang menyasar langsung kelompok civitas akademika dan generasi muda ini, Selasa(19/05/26).

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi pemerintah daerah dalam merespons perkembangan teknologi yang kian masif, sekaligus merombak sistem pelayanan publik konvensional berbasis fisik menuju ekosistem digital yang efisien melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dalam kesempatan ini, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang Fachrul Rozi, menekankan betapa krusialnya peran Administrasi Kependudukan (Adminduk) sebagai fondasi utama dari seluruh roda pelayanan publik di Indonesia. Adminduk bukan sekadar pelayanan dasar, melainkan pintu gerbang utama yang mengintegrasikan masyarakat dengan berbagai fasilitas negara, mulai dari sektor kesehatan, jaminan sosial, hingga sektor pendidikan tinggi.

"Adminduk ini seperti jargon yang selalu dilontarkan, bukan pelayanan dasar, tapi menjadi dasar bagi semua pelayanan. Mau ke rumah sakit, kesehatan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Pasti ber-urusan dengan adminduk. Kita mencatat semua, dari mulai lahir sampai meninggal, itu kita catat semua," ujar Kadisdukcapil Fachrul Rozi.

Lebih lanjut, ia memaparkan tantangan geografis dan demografis luar biasa yang dihadapi oleh Kabupaten Tangerang. Dengan luas wilayah mencapai 1.001 kilometer persegi dan total populasi yang melonjak hingga 3.500.000 jiwa pada tahun 2025, sentralisasi pelayanan publik di masa lalu sempat menimbulkan hambatan serta keterlambatan dalam pemenuhan hak-hak sipil warga.

Mengantisipasi hal tersebut, Disdukcapil telah melakukan ekspansi layanan secara agresif sepanjang tahun 2025 dengan membuka loket pelayanan di 29 kecamatan, satu Mall Pelayanan Publik (MPP), serta satu Gerai Pelayanan Publik. Penambahan titik layanan baru pun dijadwalkan rampung pada Oktober mendatang guna mendekatkan jarak birokrasi kepada masyarakat urban dan sub-urban.

"Dulu Kabupaten Tangerang pelayanan adminduk itu masih terfokus di dinas. Dengan luas wilayah 1.001 kilometer persegi, jumlah penduduk 3.500.000 (2025), itu ada sedikit hambatan dan terganggu pelayanan. Sehingga di tahun 2025 di bulan April, kemudian November, kita sudah membuka loket pelayanan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang, 29 kecamatan. Satu Mall Pelayanan Publik, satu Gerai Pelayanan Publik, dan nanti di bulan Oktober kita juga akan membuka lagi Mall Pelayanan Publik yang daerah Suvarna Sutera, satu di Citra, kemudian di Termoda," jelas Kadisdukcapil Fachrul Rozi.

Meskipun infrastruktur fisik terus diperluas, Disdukcapil menilai bahwa digitalisasi penuh melalui IKD merupakan solusi jangka panjang yang paling mutakhir dan efisien. Aplikasi IKD dirancang untuk mengintegrasikan dokumen kependudukan esensial seperti KTP-el, Kartu Keluarga (KK), data biodata keluarga, hingga akta kelahiran langsung ke dalam gawai pintar (smartphone) milik penduduk.

"Tujuannya Agar pelayanan lebih dekat ke masyarakat. Ditambah sekarang era digitalisasi, kedepanya pelayanan adminduk itu bisa dilakukan secara lebih efisien melalui aplikasi digital. Salah satunya nanti yang akan disampaikan oleh Pak Suseno terkait IKD," tambahnya.

Implementasi IKD ini juga diproyeksikan menjadi jawaban konkret atas permasalahan klasik kelangkaan blangko KTP fisik yang kerap dikeluhkan warga di masa lampau. Walaupun Disdukcapil menjamin ketersediaan pasokan blangko fisik di Kabupaten Tangerang aman hingga akhir tahun anggaran berkat skema belanja hibah, peralihan ke format digital dipandang jauh lebih praktis dan adaptif terhadap gaya hidup mobile generasi masa kini.

"Dulu ramai, Blangko kosong, KTP tidak bisa dicetak, Tapi untuk kabupaten insyaallah untuk blangko kita aman sampai dengan akhir tahun karena kita sudah belanja hibah. salah satu alternatif supaya untuk tidak terlalu monoton di blangko, adalah IKD," jelasnya lagi.

Dalam kegiatan tersebut, isu krusial mengenai privasi dan keamanan data siber yang kerap menjadi kekhawatiran publik dikupas secara tuntas oleh Pak Suseno, seorang pakar keamanan informasi yang dihadirkan langsung sebagai narasumber utama. Sesi interaktif ini dimanfaatkan oleh para mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya untuk bertukar pikiran dan mendalami sistem proteksi enkripsi yang diterapkan dalam platform IKD.

Menutup agenda sosialisasi, Kadisdukcapil Fachrul Rozi menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan serta seluruh civitas akademika Universitas Prasetiya Mulya atas keterbukaan mereka menjadi mitra pertama program ini. Kerja sama ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi riset, pengabdian masyarakat, serta perluasan layanan adminduk berbasis kampus yang lebih luas ke depan di wilayah Kabupaten Tangerang. (Red)

Page 40 of 689
Go to top