Index Berita Lensa Fokus

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan Program Sekolah Swasta Gratis harus mampu dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Evaluasi Program Sekolah Swasta Gratis/Setara Tahun 2026 di Hotel Vega Gading Serpong, Senin (28/9/2026).

“Program sekolah gratis tidak hanya soal membebaskan biaya pendidikan. Harus dibarengi dengan peningkatan mutu pembelajaran, sarana dan prasarana, serta kompetensi para tenaga pendidik. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Bupati Maesyal.

Menurutnya, kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan lembaga pendidikan swasta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Keberadaan sekolah swasta dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh anak di Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

“Sekolah swasta bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra utama pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kabupaten Tangerang. Tanpa peran aktif sekolah swasta, pemerataan akses pendidikan tidak akan tercapai secara optimal,” ujarnya.

Bupati Maesyal juga meminta pengelolaan dana Program Sekolah Swasta Gratis/Setara dilakukan secara terbuka, tepat sasaran, dan akuntabel. Ia mengatakan, kegiatan evaluasi menjadi momentum untuk memetakan berbagai kendala administratif maupun operasional yang dihadapi sekolah, sekaligus mencari solusi bersama untuk penyempurnaan program.

“Pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta tepat sasaran. Kita ingin manfaat program ini benar-benar dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Tercatat, pada tahun 2026 Program Sekolah Swasta Gratis/Setara mencakup 71 sekolah dasar (SD) dengan jumlah peserta didik sebanyak 9.676 siswa. Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), program tersebut mencakup 193 sekolah dengan total 27.886 siswa.

Adapun alokasi anggaran yang disiapkan untuk jenjang SD mencapai Rp13.989.200.000, sedangkan untuk jenjang SMP sebesar Rp54.010.800.000. Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong agar pelaksanaan program sekolah swasta gratis tersebut dapat berjalan tepat sasaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah swasta.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan berkas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) hasil perbaikan kepada Tim Dinas Pendidikan. Bupati mengingatkan seluruh kepala sekolah dan pengelola lembaga pendidikan agar memastikan kelengkapan dokumen sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Perbaikan berkas NPHD ini merupakan bagian dari tertib administrasi dan menjadi landasan hukum dalam penyaluran serta pertanggungjawaban dana hibah. Pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari,” pungkasnya.

Bupati Maesyal juga turut mengapresiasi BMPS dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang terus melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah dalam penyempurnaan dokumen NPHD.

"Kita berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga Program Sekolah Swasta Gratis/Setara dapat berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Jakarta, lensafokus.id - Cakupan konektivitas digital Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen.

Pemerintah kini mengarahkan pembangunan tidak hanya pada perluasan cakupan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan agar konektivitas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan, kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo saat bertemu awak media usai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).

Menurut Wamen Angga Raka Prabowo, peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi digital yang lebih baik.

“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri, hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat, nah inilah semangat itu yang sedang kita tumbuhkan,” jelas Wamen Angga Raka Prabowo.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemanfaatan frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan layanan 4G dan menutup wilayah yang masih mengalami blank spot.

Frekuensi tersebut dinilai penting bagi operator seluler dalam memperkuat cakupan layanan.

“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz, 700 MHz bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 MHz digunakan untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkapnya.

Sementara itu, frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas layanan 5G.

Pemerintah telah menggelar frekuensi tersebut dan seluruh operator seluler telah memilikinya.

“2.600 MHz untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita masih belum luas sebarannya, Alhamdulillah dengan 2.600 MHz ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki,” kata Wamen Angga Raka Prabowo.

Pemerintah menargetkan perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar dan semakin baik dalam tiga tahun ke depan.

Peningkatan tersebut terutama diarahkan pada kualitas layanan kepada publik.

“Harapannya 3 tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya,” tegas Wamen Angga Raka Prabowo.

Menurut Wamen Angga Raka Prabowo, peningkatan konektivitas dan kualitas layanan merupakan bagian dari arah transformasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital yang bertumpu pada tiga hal yakni masyarakat semakin terkoneksi, ekonomi dan inovasi terus tumbuh, serta pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.

“Hari ini kita sedang menuju ke arah transformasi digital, dari Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri, kita mengedepankan terhubung, tumbuh dan terjaga,” pungkas Wamen Angga Raka Prabowo. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan peran penting guru ngaji sebagai salah satu pilar dalam pembentukan karakter dan akhlak generasi muda di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikan Maesyal Rasyid saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Lahir (Harlah) ke-2 Ikatan Guru Ngaji Maghrib Indonesia (IGNMI), serta diskusi publik di Ponpes Albadar 2, Kec. Jayanti, Senin (28/9/26).

“Guru ngaji adalah garda terdepan yang menanamkan kesadaran spiritual, kejujuran, kedisiplinan, karakter, akhlak serta rasa hormat kepada orang tua dan sesama,” ujar Bupati Maesyal.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya didapatkan anak-anak melalui pendidikan formal di sekolah. Peran guru ngaji di masjid, musala, majelis taklim, maupun pesantren juga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, kejujuran, kedisiplinan, serta rasa hormat kepada orang tua dan sesama. Pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.

Bupati Maesyal juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian dan dukungan agar peran lembaga pendidikan semakin optimal, termasuk kesejahteraan para guru ngaji di Kab. Tangerang

"Pemkab Tangerang terus berkomitmen untuk memberikan dukungan dan perhatian terhadap pendidikan keagamaan dan kesejahteraan para guru ngaji," tandasnya

Pihaknya juga terus mendorong penguatan sinergi antara IGNMI, pemerintah daerah, kepolisian dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, ketika masjid dan majelis ngaji menjadi pusat aktivitas anak-anak pada sore hingga malam hari, maka lingkungan tersebut turut menjadi benteng dalam menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.

"Ketika masjid dan majelis ngaji menjadi pusat aktivitas anak-anak pada sore hingga malam hari, kita sedang bersama-sama menyelamatkan masa depan bangsa ini,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Badar 2 Jayanti, KH. Uwesulkurni, mengungkapkan bahwa lahirnya IGNMI berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri kepada masyarakat, tetapi belum memiliki wadah organisasi sekaligus perhatian yang memadai.

"Kondisi ini menjadi salah satu alasan saya bersama sejumlah tokoh dan guru ngaji menggagas terbentuknya wadah bagi para guru ngaji. Sebab, guru ngaji hampir selalu ada di setiap kampung, namun belum memiliki organisasi yang secara khusus menghimpun dan memperjuangkan kepentingan mereka," ungkapnya.

KH. Uwesulkurni juga mengapresiasi Pemkab Tangerang yang sejak awal telah memberikan perhatian kepada guru ngaji melalui program insentif. Ia berharap perhatian tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak guru ngaji yang dapat merasakan manfaatnya.

“Kami mengapresiasi kebijakan Bapak Bupati yang telah memberikan insentif kepada para guru ngaji. Mudah-mudahan ke depan perhatian terhadap guru ngaji semakin kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa IGNMI tidak hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, perjuangan dan kesejahteraan para guru ngaji. (Red)

Published in Banten

TIGARAKSA, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Apel Pagi pekan keempat di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (28/09/26).

Apel pagi minggu ke-4 bulan September dipimpin langsung oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Yudiana, serta diikuti oleh para Asisten Daerah, Kepala OPD, Direksi RSUD (Tangerang, Balaraja, Tigaraksa, Paku Haji), Pejabat Eselon III dan IV, Pejabat Fungsional, hingga seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Tangerang.

Dalam amanatnya, Yudiana mengawali dengan menyampaikan apresiasi tingginya kedisiplinan para peserta apel pagi. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan harian merupakan fondasi utama pencapaian kinerja organisasi yang berdampak luas.

"Disiplin kecil yang kita lakukan hari ini, insya Allah akan memberikan hasil yang luar biasa pada esok hari," tegas Yudiana.

Ia juga mengingatkan, saat ini telah memasuki minggu terakhir bulan September, seluruh OPD segera melakukan evaluasi pelaksanaan program kerja pada Triwulan III tahun anggaran 2026.

"Saya mengingatkan kepada seluruh perangkat daerah dan para Kepala OPD untuk memastikan program kegiatan yang ada di Triwulan 3 ini betul-betul sudah dilaksanakan dengan baik, baik secara fisik maupun pertanggung jawaban keuangannya," jelasnya.

Selain penuntasan APBD murni, Yudiana menyampaikan bahwa pada hari yang sama dijadwalkan agenda persetujuan bersama dengan Bupati Tangerang terkait rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Oleh karena itu, seluruh OPD diminta untuk melakulan penyelarasan dan menyiapkan agenda kegiatan pada APBD Perubahan secara cermat dan tepat waktu.

Menyongsong Peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang yang jatuh pada 13 Oktober mendatang, Pemkab Tangerang akan merangkum seluruh capaian kinerja dan program strategis Bupati Tangerang selama satu tahun terakhir.

Yudiana mengimbau seluruh koordinasi di bawah Asisten Daerah (Asda 1, Asda 2, dan Asda 3) untuk segera merangkum, menginventarisasi data capaian program, serta menyusun materi publikasi sebelum tanggal 13 Oktober.

"Pada saat hari hari jadi nanti, akan ada penayangan capaian kinerja Bapak Bupati selama satu tahun terakhir beserta berbagai prestasi yang telah diraih. Mohon kerja samanya agar seluruh data capaian strategis dan prestasi di masing-masing lingkup OPD sudah siap dan terdesain dengan rapi sebelum hari H," tambahnya.

Dalam apel tersebut, Staf Ahli Bupati juga menyampaikan kabar gembira dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran ASN atas raihan prestasi Pemkab Tangerang yang baru saja menerima penghargaan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik se-Jawa dan Bali pada Kamis pekan lalu.

Capaian ini melengkapi deretan prestasi prestisius Pemkab Tangerang sebelumnya di berbagai sektor strategis, seperti predikat terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan (program beasiswa dan sekolah gratis) serta pengembangan sektor Ekonomi Kreatif. (Red)

Published in Banten

KOTA BOGOR, lensafokus.id — Pemerintah Kecamatan Tanah Sareal mematangkan berbagai persiapan untuk menyambut kunjungan kerja delegasi Pemerintah Pakistan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Kunjungan internasional yang dijadwalkan berlangsung pekan ini tersebut akan berfokus pada studi tiru program pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta manajemen pengendalian jumlah penduduk.

Camat Tanah Sareal, Rokib, mengungkapkan bahwa pusat studi banding antarnegara tersebut dipusatkan di Kampung Tematik Kebon Pedes. Lokasi ini dinilai ideal karena memiliki kesamaan karakteristik geografis dan demografis, serta telah lolos seleksi di tingkat kota dan Provinsi Jawa Barat untuk maju ke tingkat nasional.

Dalam pemaparannya, Rokib menguraikan perkembangan wilayah Tanah Sareal sebagai kecamatan termuda di Kota Bogor. Memiliki luas 20,60 kilometer persegi, kecamatan ini dihuni oleh sekitar 239 ribu jiwa yang tersebar di 11 kelurahan dengan dinamika akulturasi budaya Betawi dan Sunda Bogor.

Kendati tumbuh pesat sebagai pusat pertumbuhan baru akibat urbanisasi, tantangan sosial seperti penanganan lebih dari 13 ribu warga miskin ekstrem tetap menjadi fokus utama melalui pemutakhiran data desil secara bertahap.

Di bidang tata kelola pemerintahan, Tanah Sareal menorehkan prestasi gemilang, di antaranya: memimpin persentase Identitas Kependudukan Digital (IKD) tertinggi di Kota Bogor, masuk dalam tiga besar terbaik nasional/daerah dalam penilaian pelayanan dan tupoksi pada 2025.

Tiga Program Inovasi Unggulan: Nguriling Lembur (pelayanan jemput bola dan Jumat Berbagi), Santuy (penataan PKL humanis dengan Sentra Kuliner resmi), Wasdalbang (pengawasan pembangunan melibatkan RT/RW).

Memasuki periode pembangunan 2026–2027, sejumlah proyek besar disiapkan di wilayah Tanah Sareal, mulai dari pembangunan SMAN baru di Kelurahan Kayumanis, perencanaan rumah sakit, hingga proyek infrastruktur lalu lintas.

Terkait perlintasan Kebon Pedes, Rokib mengonfirmasi adanya perubahan konsep dari rencana awal underpass menjadi pembangunan jembatan layang (flyover) yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027. Skema ini dinilai lebih efisien dari segi anggaran, mengingat kontur tanah yang labil serta efisiensi pembebasan lahan yang rencananya dikerjakan bersama PT KAI dengan konsep menyerupai Flyover R.E. Martadinata.

Sementara itu, untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kayumanis, pengerjaan saat ini masih berfokus pada pembukaan akses jalan dan cut and fill akibat kontur tanah yang cukup berat dengan beda ketinggian mencapai lebih dari 10 meter.

Menutup keterangannya, Rokib turut mengklarifikasi isu pemekaran wilayah yang sempat beredar di media massa. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada arahan atau petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat maupun instansi berwenang terkait wacana pemekaran maupun penggabungan wilayah di Tanah Sareal. (Zulfi kusuma)

Published in Nasional

BOGOR, lensafokus.id — Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor menggelar forum strategis bertema "Sinergi, Literasi, dan Apresiasi: Bersama Media Menguatkan Perpustakaan dan Kearsipan" di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang sosialisasi program layanan publik di bidang perpustakaan dan kearsipan daerah.

Kepala Diarpus Kota Bogor, Taufik, menegaskan bahwa peran insan pers sangat krusial dalam memperluas jangkauan informasi. Kolaborasi ini diharapkan membuat fasilitas dan program literasi pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

"Kami sangat berterima kasih difasilitasi oleh Diskominfo. Kami ingin teman-teman media ikut menginformasikan program-program perpustakaan agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat," ujar Taufik dalam sambutannya.

Dalam pemaparannya, Taufik membeberkan sejumlah keunggulan fasilitas yang dikelola Diarpus Kota Bogor:

• Koleksi & Prestasi: Mengelola sekitar 80.862 eksemplar buku dengan belasan ribu judul. Institusi ini juga pernah meraih predikat sebagai perpustakaan terbaik kedua di Jawa Barat pada akhir 2022.

• Jam Operasional Fleksibel: Buka tujuh hari seminggu—Senin hingga Kamis pukul 08.00–18.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 08.00–16.00 WIB—dengan rata-rata kunjungan harian mencapai ratusan orang.

• Jangkauan Luas: Mengoperasikan tiga unit armada perpustakaan keliling yang melayani 220 Sekolah Dasar (SD) di seluruh Kota Bogor, serta menyediakan lima titik baca digital di ruang publik seperti Taman Sempur.

• Program Literasi: Rutin menggelar Pemilihan Duta Baca dan pelatihan mendongeng bagi tenaga pengajar untuk membangun karakter anak sejak dini.

Selain literasi, Diarpus Kota Bogor mengemban mandat tata kelola kearsipan daerah, mulai dari arsip dinamis kedinasan hingga arsip statis bersejarah rekam jejak kepemimpinan daerah.

Guna menjaga dokumen bernilai sejarah tinggi, Diarpus menerapkan standardisasi khusus seperti pengaturan suhu ruangan konstan, fumigasi berkala, akselerasi digitalisasi surat-menyurat di seluruh Perangkat Daerah (PD), serta penyediaan Depo Arsip berkapasitas hingga 100 ribu dokumen.

Sebagai bentuk keterbukaan, Diarpus juga mempersilakan masyarakat, komunitas, hingga insan pers untuk memanfaatkan fasilitas Auditorium Bima Arya berkapasitas 80 hingga 100 kursi secara gratis untuk kegiatan diskusi maupun pertemuan mitra kerja.

Melalui kemitraan strategis bersama PWI Kota Bogor ini, Diarpus optimis indeks literasi masyarakat akan terus terdongkrak, sejalan dengan penguatan transparansi informasi sejarah dan kearsipan daerah. (Zulfi kusuma)

Published in Nasional

TANGERANG, lensafokus.id — Ajang Walikota Cup 3rd Gymnastics Tangerang Open 2026 kembali digelar dengan skala yang lebih besar. Kejuaraan open tingkat nasional tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari 26 klub gymnastics dari berbagai daerah di Indonesia.

Jumlah peserta meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 300 peserta. Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya klub dan atlet yang berpartisipasi dalam kompetisi gymnastics di Kota Tangerang.

Ketua Federasi Gymnastics Indonesia (FGI) Kota Tangerang Sumarti, didampingi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) FGI Heru Minwardiani, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pembinaan dan perkembangan gymnastics di Indonesia.

“Walikota Cup 3rd Gymnastics Tangerang Open 2026 akan berlangsung selama lima hari di Hall Gymnastics Tangerang Convention Center (TCC),” ujar Sumarti, Sabtu (12/9/2026).

Kompetisi tahun ini mempertandingkan dua disiplin gymnastics, yakni Artistic Gymnastics dan Aerobic Gymnastics.

Artistic Gymnastics dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September 2026, mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

Sementara Aerobic Gymnastics digelar pada 28–29 September 2026, dengan jadwal pertandingan pukul 07.00 hingga 21.00 WIB.

Sebagai kejuaraan tingkat nasional, kompetisi mempertemukan atlet dari berbagai klub dan daerah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

Selain memperebutkan gelar juara, ajang ini juga menyediakan Piala Walikota Tangerang serta uang pembinaan bagi tiga besar juara umum.

Rinciannya:

- Juara Umum I: Rp9 juta
- Juara Umum II: Rp6 juta
- Juara Umum III: Rp4 juta

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang mengatakan penyelenggaraan kejuaraan olahraga berskala nasional turut memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai sport city.

Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga serta sarana pendukung seperti hotel dan rumah sakit menjadi modal bagi Kota Tangerang untuk menjadi lokasi berbagai kegiatan olahraga.

“Sebagai Sport City, Kota Tangerang sangat terbuka untuk menjadi arena perhelatan olahraga tingkat nasional dan internasional. Di Kota Tangerang bukan cuma venue yang tersedia, tetapi sarana penunjangnya seperti hotel dan rumah sakit banyak berdiri di sini,” ungkap Kaonang.

Ia menilai kegiatan olahraga berskala nasional juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat melalui kunjungan peserta, pendamping dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Heru Minwardiani menambahkan, meningkatnya jumlah peserta dari sekitar 300 menjadi 500 atlet serta keterlibatan 26 klub menjadi gambaran meningkatnya partisipasi dalam kompetisi gymnastics di Tangerang.

“Kehadiran klub-klub dari berbagai wilayah juga diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengalaman, meningkatkan kualitas kompetisi, serta memberikan kesempatan kepada atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level nasional,” jelas Heru. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top