Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pengajian rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Majelis Taklim Al-Munir yang digelar di Gedung Majelis Taklim Al-Munir Kec. Pagedangan, Sabtu (31/01/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyambut baik dan mendukung kegiatan pengajian dan peringatan hari besar Islam yang dilakukan Majelis Taklim Al-Munir. Selain untuk menguatkan tali silahturahmi juga mempertebal keiman dan ketaqwaan.
"Pengajian setiap dua minggu sekali yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi'raj ini merupakan cerminan atau wujud nyata kita semua bisa menguatkan silaturahmi sekaligus mempertebal keiman dan ketaqwaan," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, melalui pengajian rutin, para jamaah yang hadir mendapatkan ilmu untuk mempertebal keimanan dan ketakwaan, baik dari sisi sikap, perilaku, tutur kata dan perbuatan sehari-hari serta membuka pintu keberkahan dari Allh SWT.
"Pengajian ini tidak hanya mendapatkan ilmu saja tapi dapat juga keberkahan. Ini sesuai dengan ajaran anjuran nabi kita, Nabi Besar Muhammad SAW. Jadi kalau sering silaturahmi, insyaAllah nambah rizki dan nambah panjang umur, memperpanjang persaudaraan, mempertebal ilmu sekaligus juga meningkatkan keimanan ketakwaan kita kepada Allah SWT," tandasnya
Pihaknya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Majelis Taklim Al-Munir yang telah konsisten dan berkelanjutan melaksanakan pengajian dan kegiatan sosial lainnya yang berkontribusi positif terhadap pembangunan keagamaan di Kab. Tangerang.
"Saya mengucapkan terima kasih sekaligus juga selamat melaksanakan rutinitas pengajian di Al-Munir yang diikuti Majelis Taklim Al-Munir dari lima kecamatan jamaahnya Pagedangan, Legok, Cisauk, Curug, Kelapa Dua," imbuhnya
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Munir, KH Romli menekankan pentingnya menjaga silahturahmi dan kekompakan para alumni dan jamaah untuk bersama-sama melaksanakan program dan kegiatan Majelis Taklim Al-Munir, terutamanya di bidang pendidikan dan dakwah sesuai dengan kemampuan masing-masing
"Mari kita berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bagi yang memiliki tenaga, bantulah dengan tenaga. Yang memiliki pemikiran, bantulah dengan ide. Dan bagi yang memiliki kelebihan harta, bantulah dengan hartanya. Bantuan tidak selalu harus berupa materi," ujar KH. Romli. (Red)




