Banten

Banten (6438)

Tangerang, lensafokus.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, melakukan monitoring langsung pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan mendatangi salah satu rumah pegawai pada hari kerja.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda didampingi oleh jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang. Monitoring dilakukan secara mendadak guna memastikan implementasi kebijakan WFH berjalan sesuai rencana dan tanpa rekayasa.

“Saya hari ini didampingi oleh teman-teman BKPSDM meninjau langsung pelaksanaan work from home. Ini dadakan, Kita kebetulan mampir di rumah Ibu Sri, staf di Bagian Organisasi,” ujar Soma Atmaja saat disela sela monitoring, Jumat, (17/04/2026).

 

Dari hasil peninjauan tersebut, Sekda mendapati bahwa pegawai yang dikunjungi tetap menjalankan tugasnya dengan baik dari rumah, termasuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh pimpinan. Hal ini menjadi bukti bahwa sistem kerja fleksibel tetap dapat berjalan optimal.

“Kita ingin membuktikan bahwa pelaksanaan WFH ini bisa berjalan dengan baik seperti yang kita rencanakan. Alhamdulillah, beliau sedang melaksanakan tugas dari pimpinannya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Soma menyampaikan bahwa kebijakan WFH ini diikuti oleh sekitar 1.600 pegawai yang dijadwalkan bekerja dari rumah setiap hari Jumat, dan akan berlangsung selama dua bulan ke depan sebagai masa uji coba dan evaluasi.

“Kurang lebih ada sekitar 1.600 staf yang melaksanakan tugas dari rumah setiap hari Jumat, dan insya Allah akan kita evaluasi dalam dua bulan ke depan,” jelasnya.

Soma berharap, meskipun bekerja dari rumah, para ASN tetap menjaga kinerja, disiplin, serta produktivitas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan tetap efektif dan produktif. Itu yang kita harapkan. Walaupun mereka tidak ke mana-mana, bahkan tidak mengeluarkan setetes pun bensin hari ini, tetapi kinerjanya tetap maksimal,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan WFH, guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal serta memberikan fleksibilitas kerja yang berdampak positif bagi ASN. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan kegiatan Jum’at Keliling (Jumling) di Masjid At-Taqwa, Kampung Bunar, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Jumat (17/4/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi jajaran Forkopimcam Cisoka, Kepala Desa Sukatani, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran Bupati disambut hangat oleh jamaah dan warga sekitar.

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kegiatan Jumling bukan sekadar agenda rutin, melainkan juga jadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.

“Lewat Jumling ini, kami ingin memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir, bukan hanya di kantor, tapi di tengah masyarakat. Kami datang untuk mendengar langsung, melihat langsung, dan merasakan apa yang dirasakan warga,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat peradaban umat, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan sosial dan pendidikan keagamaan.

“Masjid harus menjadi pusat kehidupan umat. Dari sinilah nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan akhlak mulia tumbuh dan menguat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam suasana penuh keakraban, Bupati juga mengapresiasi semangat gotong royong warga Desa Sukatani yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah. Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh seberapa besar partisipasi aktif masyarakat.

“Pembangunan itu bukan hanya soal jalan dan bangunan, tapi juga soal kebersamaan. Kalau warganya kompak, saling peduli, dan mau bergerak bersama, insyaAllah tantangan sebesar apa pun bisa kita hadapi,” tandasnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan pelayanan publik di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Menutup sambutannya, pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang kita bangun bukan hanya wilayahnya, tapi juga manusianya. Kalau masyarakatnya kuat, berakhlak, dan rukun, maka daerah ini akan maju dengan sendirinya,” tutupnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, secara resmi menutup kegiatan Pengembangan Kompetensi Pelatihan Policy Brief Angkatan I bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026 .

Pelatihan Policy Brief Angkatan I bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang ini diikuti 40 peserta setingkat Wakil Direktur pada RSUD, Sekretaris Dinas, Sekretaris Badan, Camat, Sekretaris Kecamatan dan Kepala Bidang pada perangkat Daerah.

Dalam kesempatannya, Sekda Soma Atmaja menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas ASN, khususnya dalam merumuskan kebijakan yang cepat, tepat, dan berbasis data. Ia menyampaikan bahwa tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut ASN tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai perumus kebijakan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

“Pelatihan ini menjadi bagian penting dalam mendorong ASN agar mampu menghasilkan policy brief yang tidak hanya tajam secara analisis, tetapi juga solutif dan aplikatif dalam mendukung pengambilan keputusan,” ujar Soma di Gedung Diklat Kitri Bakti Kec. Curug, Jumat, (17/04/26).

Lebih lanjut, Soma menekankan bahwa keberhasilan ASN tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga oleh karakter dan integritas yang kuat melalui penerapan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai core values ASN. Ia menjelaskan bahwa setiap policy brief harus berorientasi pada pelayanan publik, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“Dengan mengintegrasikan kemampuan teknis dan nilai-nilai BerAKHLAK, ASN Kabupaten Tangerang diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat dalam integritas dan moralitas,” tambahnya.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik awal transformasi dalam pola pikir dan cara kerja ASN.

"Saya harap peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di unit kerja masing-masing, serta memanfaatkan jejaring yang telah terbangun untuk mendorong kolaborasi dan inovasi kebijakan ke depan," harapnya

Dirinya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BKPSDM Kabupaten Tangerang selaku penyelenggara, para narasumber, fasilitator, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menilai dedikasi dan kolaborasi yang terjalin mencerminkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya dalam aspek kolaboratif dan harmonis.

"Terima kasih kepada BKPSDM, narasumber dan segenap panitia. Penghargaan juga kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, disiplin, dan komitmen. Semoga ini menjadi modal penting dalam menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat," ucapnya

Sekda Soma mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga semangat belajar, meningkatkan kompetensi, serta mengamalkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.

“Jadilah ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas, yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” pesannya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Dwi Chandra Budiman sekaligus Sekretaris Kecamaran Kelapa Dua, manuturkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan, dapat mengikuti kurang lebih 7 hari pelatihan di policy brief. Berbagai materi yang luar biasa didapatkan dalam mempelajari sebuah masalah, akar masalah, dampak dan juga solusi-solusi yang bisa diberikan.

"Semoga kami bisa implementssikan dengan menggunakan pendekatan ilmu, teoretis, praktik dan lain-lain sehingga Kabupaten Tangerang semakin gemilang dan masyarakat Kabupaten Tangerang semakin dapat disejahterakan sebagaimana mestinya," ujar Dwi Chandra.

Pelatihan Policy Brief Angkatan I ASN Kabupaten Tangerang juga memberikan penilaian dan penghargaan kepada 3 Peserta terbaik.

1. dr. Ferry Irwansyah Wakil Direktur Administrasi Umum, SDM, dan Keuangan pada RSUD Balaraja.

2. Dwi Chandra Budiman, Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua

3. Wahyu Widayati, Kepala Bidang Evaluasi Kinerja dan Pembinaan Aparatur pada BKPSDM

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong generasi muda, khususnya Kang dan Nong Kab. Tangerang untuk terus meningkatkan kompetensi diri dalam kemampuan komunikasi publik, kepercayaan diri, dan personal branding dalam mendukung promosi dan memajukan pariwisata daerah.

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat membuka kegiatan Pembinaan Kang Nong Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, di Ruang Rapat Solear, Jumat (17/4/2026).

"Saya mohon para Kang Nong harus terus meningkatkan kompetensi diri, dalam hal komunikasi publik, kepercayaan diri dan mampu membentuk personal branding untuk aktif mendukung promosi dan peningkatan kemajuan pariwisata daerah," ujar Wabup Intan.

Dia menandaskan bahwa Kang Nong merupakan duta-duta yang merepresentasikan wajah daerah. Untuk itu Pemkab Tangerang berkomitmen memberikan pembinaan dan pendampingan agar mereka bisa bersinergi dan berkolaborasi bersama dalam membangun citra positif daerah secara luas.

“Kang Nong ini merupakan representasi wajah daerah yang mencerminkan kecerdasan, karakter, serta nilai-nilai budaya Kabupaten Tangerang. Kegiatan pembinaan ini tidak hanya membentuk generasi muda yang percaya diri, tetapi juga melahirkan sosok-sosok yang memiliki kapasitas sebagai duta pariwisata daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Kang Nong merupakan duta budaya dan pariwisata daerah. Menjadi Kang Nong bukan hanya soal penampilan, tetapi ada tanggung jawab yang melekat untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah serta memajukan pariwisata daerah.

“Kang Nong harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan budaya Kabupaten Tangerang, sekaligus menjadi generasi yang tetap berakar pada nilai-nilai luhur di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.

Dia juga meminta Kang dan Nong Kabupaten Tangerang tersebut mampu cakap dan bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan media sosial yang dimiliki sebagai sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi daerah.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif. Kenalkan daerah kita, angkat potensi kita, dan bangun citra baik Kabupaten Tangerang, baik di tingkat daerah maupun nasional” pintanya.

Pihaknya berharap melalui kegiatan pembinaan tersebut, Paguyuban Kang Nong Kab. Tangerang dapat menjadi wadah pengembangan diri, tempat belajar, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan jejaring yang positif untuk bersama-sama bersinergi memajukan Kabupaten Tangerang.

"Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga mampu menjadi representasi positif mempromosikan potensi pariwisata serta budaya Kabupaten Tangerang secara luas," pungkasnya.

TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang menggelar rapat koordinasi antara Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama dan PPID Pelaksana. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh perangkat daerah, ternasuk kecamatan dan kelurahan bertujuan untuk memperkuat transparansi dan meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatannya, Ketua Tim Informasi Publik Eva Rian Novita, menekankan bahwa dalam mengelola informasi yang berkaitan dengan pelayanan publik, pihaknya terus mendorong seluruh element perangkat daerah untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan sederhana.

"Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi melalui PPID kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan sederhana, baik melalui website PPID, media sosial, maupun langsung ke sekretariat PPID di masing-masing Perangkat Daerah berdasarkan regulasi yang berlaku," ujar Eva.

Eva juga menyoroti pentingnya pengoptimalan pelayanan informasi publik di seluruh PPID Pelaksana, yang menjadi bagian penting dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Merujuk pada Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021, ia menjelaskan bahwa setiap Badan Publik wajib menyediakan sarana dan prasarana pelayanan informasi publik baik melalui sistem elektronik maupun non-elektronik.

"Dengan adanya rapat peningkatan seperti ini, Kami berharap seluruh PPID Pelaksana melakukan optimalisasi pelayanan publik dengan memastikan tempat dan diumumkannya informasi berkala, setiap saat, dan serta-merta pada website PPID," jelasnya.

Di kesempatan yang sama Ketua Komisi Informasi Provinsi Banten Zulfikar mengaskan, masih perlunya pemahaman baik secara regulasi maupun pelayanan publik.

"Di semua daerah kelemahannya memang sering berganti-ganti PPID Pelaksana dikarenakan adanya promosi dan mutasi, namun dengan kesempatan ini kami ingin terus mengingatkan peran PPID di Lembaga pemerintahan," kata Zulfikar.

Selain itu, Zulfikar juga mengingatkan bahwa ketersediaan ruang pelayanan informasi yang dilengkapi dengan buku register permohonan, formulir permohonan, formulir keberatan, dan tanda terima permohonan harus dipastikan ada di setiap PPID Pelaksana.

"Kami dari Komisi Informasi Provinsi berharap PPID Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat selalu konsisten dan berdedikasi tinggi dalam pelayanan informasi publik bagi masyarakat," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi atas pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4/26).

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Menko AHY ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang bersama jajaran kementerian terkait, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Gubernur Banten.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi Bupati Tangegerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung hasil pembangunan rumah terintegrasi hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta.

“Ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang, dalam menghadirkan kawasan hunian yang lebih layak dan tertata bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY.

Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pada pengembangan ekosistem ekonomi masyarakat. Di Desa Tanjung Anom, telah dibangun sebanyak 110 unit rumah layak huni bagi nelayan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk Habitat for Humanity dan koperasi setempat. Sementara itu, di kawasan Ketapang Aquaculture, terdapat sekitar 127 rumah yang telah ditata menjadi lingkungan yang lebih asri dan produktif.

“Kita ingin memastikan kawasan ini tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga produktif. Para nelayan bisa meningkatkan nilai ekonomi, sementara keluarga juga dapat mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah,” jelasnya.

Selain itu, Menko AHY juga meninjau kawasan mangrove di Desa Ketapang yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap abrasi sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan (ecotourism) dan olahraga (sport tourism).

“Penanaman mangrove ini sangat penting sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir. Ke depan, kawasan ini juga bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Program penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya transformasi kawasan kumuh melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), serta didukung oleh pendanaan APBN, APBD, dan sinergi lintas sektor.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menjalankan program bedah rumah melalui program unggulan Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin) dengan target pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun.

Pemkab Tangerang juga akan menindaklanjuti arahan Menko AHY terkait penyediaan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan tanggul penahan abrasi (breakwater), normalisasi sungai, serta fasilitas penunjang lainnya guna memperkuat kawasan pesisir.

“Program 1.000 rumah layak huni akan terus kami lanjutkan hingga seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang mendapatkan hunian yang layak. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak, diharapkan penataan kawasan pesisir di Kecamatan Mauk dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan kami, semoga sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan swasta ini terkait penataan kawasan pesisir dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir yang tidak hanya membangun hunian yang layak tapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya. (Red)

Page 10 of 644
Go to top