Banten

Banten (6278)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di wilayah Kabupaten Tangerang, Minggu, (8/3/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid yang didampjngi didampingi oleh jajaran perangkat daerah terkait seperti BPBD, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Sosial, serta unsur PMI meninjau beberapa titik banjir di antaranya Kelurahan Bencongan Kecamatan Kelapa Dua, Desa Kadu Jaya Kecamatan Curug, serta Perumahan Nuansa Mekarsari 2 Desa Rajeg Mulya Kecamatan Rajeg. Bupati

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan bahwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang berlangsung cukup lama sejak malam hingga pagi hari.

“Saya mendapat laporan dari Kepala BPBD bahwa ada kurang lebih sekitar 15 kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi dan durasinya cukup lama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BPBD, Dinas Bina Marga, Dinas Sosial, serta PMI langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir dan harus mengungsi di masjid maupun balai warga.

Menurutnya, dari hasil peninjauan di lapangan terdapat beberapa faktor penyebab banjir selain curah hujan tinggi, di antaranya kondisi pintu air yang tidak berfungsi optimal serta tingginya debit air di Sungai Cilongok yang bermuara ke Sungai Cirarab.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Tangerang akan melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya menyiagakan pompa air di wilayah yang merupakan daerah cekungan agar air dapat segera dipompa keluar menuju sungai.

“Pompa air akan kita siagakan, terutama di kawasan perumahan yang merupakan cekungan. Jika air tidak dapat mengalir ke sungai maka akan kita pompa menggunakan pompa berdiameter 12 inci seperti yang sudah dilakukan di Bencongan,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga memastikan kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah daerah telah menyiapkandan menyiagakan petugas kesehatan dari Puskesmas, obat-obatan, tempat tidur bagi lansia, selimut, serta bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, dan minyak goreng. Dapur umum juga akan didirikan untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa warga terdampak.

“Tadi sudah disepakati bersama RT dan RW setempat untuk membuka dapur umum guna memenuhi kebutuhan makan warga yang mengungsi,” ungkapnya.

Selanjutnya, ke depan, Pemkab Tangerang juga akan melakukan berbagai langkah penanganan jangka menengah seperti pemasangan pompa air tambahan di Bencongan, pembangunan tanggul di Kali Sabi sepanjang sekitar satu kilometer dengan tinggi sekitar 1 meter, serta normalisasi dan pelebaran sungai di wilayah Kadu Jaya yang mengalami penyempitan.

Menyikapi prediksi cuaca ekstrem dari BMKG hingga beberapa hari ke depan, ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah terkait telah diinstruksikan untuk siap siaga dan melakukan langkah antisipasi menghadapi berbagai potensi bencana yang akan terjadi

“Saya sudah menginstruksikan para camat, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Bina Marga untuk tetap standby menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kita juga melakukan kerja bakti pembersihan sampah di sungai bersama DLHK serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta para camat untuk menyiapkan lokasi pengungsian seperti masjid, sekolah, maupun balai warga apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“Semoga tidak terjadi banjir yang lebih luas, namun jika terjadi kita sudah melakukan berbagai upaya antisipasinya,” pungkasnya. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Praktik penerimaan barang gadai berupa telepon genggam (HP) di sejumlah gerai Pusat Gadai Indonesia di wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan. Hal itu menyusul adanya dugaan penerimaan barang gadai tanpa kelengkapan sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, gerai Pusat Gadai yang berlokasi di Jalan Multatuli, Kelurahan Muara Ciujung Barat, serta gerai di Jalan Sunan Kalijaga, tepatnya di depan Terminal Rangkasbitung, diduga menerima gadai HP tanpa disertai kelengkapan seperti dus dan charger.

Salah satu pegawai Pusat Gadai di Jalan Multatuli yang diketahui bernama Nopi saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa pihaknya masih menerima gadai HP meski hanya berupa unit atau “batangan”, selama barang tersebut diakui milik pribadi nasabah.

“Tidak masalah kalau konsumen gadai HP hanya unitnya saja, yang penting milik sendiri dan disertai KTP asli,” ujar Nopi. Sabtu 7/03/2026

Saat ditanya mengenai kemungkinan barang tersebut bukan milik pribadi atau berasal dari pihak lain, Nopi menyatakan bahwa persoalan tersebut dapat dicarikan solusi jika terjadi masalah di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, seorang aktivis di Kabupaten Lebak, Adnan, mengingatkan agar pihak perusahaan pergadaian lebih berhati-hati dalam menerima barang jaminan dari masyarakat.

Menurut Adnan, penerimaan barang gadai seharusnya mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Perusahaan sebaiknya tidak ceroboh dalam menerima barang gadai. Misalnya untuk HP, seharusnya disertai kelengkapan seperti dus dan charger agar jelas asal-usul dan kepemilikannya,” kata Adnan.

Ia menambahkan, aturan internal perusahaan umumnya telah mengatur bahwa barang jaminan harus disertai kelengkapan sebagai bagian dari verifikasi kepemilikan.

“Jika tidak disertai kelengkapan sesuai aturan, dikhawatirkan bisa menimbulkan persoalan, termasuk dugaan penerimaan barang yang tidak jelas asal-usulnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, layanan pergadaian yang dijalankan oleh Pusat Gadai Indonesia disebut telah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam ketentuannya, nasabah yang ingin melakukan gadai diwajibkan membawa identitas asli seperti KTP, SIM, atau paspor, serta barang jaminan milik pribadi dalam kondisi baik dan berfungsi normal. Untuk barang elektronik seperti HP atau laptop, biasanya juga diminta kelengkapan seperti charger.

Selain itu, tenor pinjaman umumnya berlangsung selama satu bulan dengan opsi perpanjangan melalui pembayaran bunga. Nasabah juga akan menerima Surat Bukti Gadai (SBG) sebagai dokumen resmi transaksi, sementara barang jaminan disimpan dan diasuransikan oleh pihak perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen pusat Pusat Gadai Indonesia terkait dugaan praktik penerimaan barang gadai tanpa kelengkapan tersebut. (Cecep)

‎TANGERANG, lensafokus.id – Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama di bulan suci Ramadan 1447 H, Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar aksi sosial berupa pembagian takjil gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan di wilayah Kecamatan Solear, Sabtu (07/03/2026).

‎Kegiatan yang dipusatkan di titik strategis kawasan Solear, yakni tepat di Kantor Sekretariat DPC KWRI Kabupaten Tangerang, kegiatan ini diikuti oleh puluhan pengurus dan anggota KWRI Kabupaten Tangerang.

‎Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, pengemudi ojek online, ojek pangkalan, hingga sopir angkot yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

‎Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang Heri, menyatakan bahwa aksi ini merupakan agenda rutin organisasi untuk mempererat tali silaturahmi antara insan pers dengan masyarakat.

‎"Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini. Selain menjalankan tugas jurnalistik, wartawan juga harus hadir di tengah masyarakat melalui aksi sosial nyata," ujar Heri.

‎Aksi bagi-bagi takjil ini mendapat respon positif dari warga setempat. Banyak pengendara yang merasa terbantu, terutama mereka yang masih dalam perjalanan saat adzan maghrib berkumandang.

‎Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat kolaborasi di Kabupaten Tangerang, di mana berbagai elemen masyarakat aktif melakukan Safari Ramadhan dan kegiatan santunan selama bulan puasa.

‎Acara ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama seluruh anggota KWRI guna memperkuat soliditas internal organisasi.

‎Melalui aksi ini, KWRI Kabupaten Tangerang berharap dapat terus berkontribusi positif bagi kemanusiaan serta meningkatkan citra wartawan sebagai mitra masyarakat yang peduli. (Her)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Suasana kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang digelar Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Jumat (6/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, perusahaan daerah ini juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang.

Acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB itu dihadiri lebih dari 150 peserta, termasuk jajaran pejabat Pemerintah Kota Tangerang. Turut hadir Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Drs. Herman Suwarman, M.Si, serta sejumlah pejabat dari instansi terkait lainnya.

Kegiatan diawali dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang disampaikan oleh seorang ustaz. Dalam ceramah singkat tersebut, disampaikan pesan tentang pentingnya meningkatkan kepedulian sosial terhadap anak yatim dan kaum duafa, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengapresiasi Perumda Tirta Benteng yang secara konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan, terutama di bulan suci Ramadan.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan,” ujar Maryono.

IMG 20260306 WA0071

Ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan Ramadan yang penuh berkah.

Pada akhir acara, seluruh anak yatim yang hadir menerima santunan berupa uang tunai, bingkisan, serta perlengkapan sekolah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan mereka sekaligus memberikan motivasi untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, SH, mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial masyarakat Kota Tangerang.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan serta memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya anak yatim dan kaum duafa,” ujar Doddy.

Ia menambahkan, Perumda Tirta Benteng akan terus berupaya menjalankan berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai bagian dari peran perusahaan daerah dalam mendukung kesejahteraan warga Kota Tangerang. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Peringatan Nuzulul Qur’an yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Al-Amjad, Jumat (6/3/26).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sebagaimana tema yang kita usung yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh rahmat dan keberkahan dari Allah SWT,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya program Tarawih Keliling (Tarling) di 29 kecamatan serta Jumat Keliling (Jumling) yang digelar secara bergiliran di masjid-masjid yang berada di desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Selain itu, lanjut dia melalui Baznas Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan dalam rangka program Gema Ramadan dan kegiatan Tarawih Keliling.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ungkapnya.

Di bidang pendidikan, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Tangerang yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar daerah.

“Kami ingin memastikan generasi muda Kabupaten Tangerang memiliki kesempatan meraih pendidikan tinggi demi masa depan yang lebih baik, khususnya bagi masyarakat yang kondisi ekonominya terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, mulai tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Sekolah Tinggi Penerbangan serta universitas yang memiliki program studi kedokteran.

“Insyaallah mulai tahun 2026 ini masyarakat Kabupaten Tangerang berprestasi namun ekonominya terbatas bisa kuliah di Sekolah Tinggi Penerbangan hingga kelak menjadi pilot, ataupun menempuh pendidikan kedokteran hingga menjadi dokter. Mudah-mudahan ada putra daerah Kabupaten Tangerang yang menjadi pilot dan dokter dari keluarga sederhana,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat program keagamaan melalui pembangunan fasilitas pondok pesantren secara bertahap, termasuk pembangunan asrama serta peningkatan sanitasi di lingkungan pesantren.

“Hal ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara ulama dan umara di Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bekerja, memimpin, dan melayani masyarakat.

“Insyaallah dengan nilai-nilai Qur’ani, Kabupaten Tangerang akan terus semakin religius, maju, dan sejahtera. Mari kita jaga kondusivitas daerah, memperkuat kebersamaan, serta mengisi bulan Ramadan dengan amal ibadah terbaik,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang meraih Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi dari Ombudsman Republik Indonesia dalam penilaian penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2025. Penyerahan hasil penilaian tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Jumat (6/3/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, opini yang diberikan Ombudsman RI merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kami mendapatkan opini dari Ombudsman RI dengan nilai kualitas tinggi tanpa maladministrasi dalam pelayanan publik di Kabupaten Tangerang tahun 2025. Ini merupakan penilaian yang sangat baik, bahkan menjadi opini tertinggi yang diberikan Ombudsman RI kepada instansi pemerintah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan palayanan. Menurut dia, prestasi yang diraih ini harus dijadikan motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Nilai yang tinggi ini bukan tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Namun tentu saja penilaian ini menjadi motivasi dan pelecut semangat bagi kita semua untuk terus melakukan yang terbaik,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, agar terus meningkatkan profesionalitas dan kualitas layanan.

“Saya harapkan OPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat benar-benar memberikan pelayanan yang maksimal, cepat, dan transparan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten, Fadli Afriadi menyampaikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.

Ia menjelaskan bahwa sistem penilaian yang digunakan Ombudsman saat ini telah mengalami perubahan dari sebelumnya yang berbasis kepatuhan terhadap standar pelayanan, menjadi penilaian berbasis opini terhadap kualitas pelayanan publik dan potensi maladministrasi.

“Sekarang penilaian tidak lagi hanya melihat ada atau tidaknya standar pelayanan, tetapi juga menilai kualitas tata kelola pelayanan publik, dampaknya terhadap masyarakat, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah,” jelas Fadli.

Menurutnya, ada tiga (3)komponen utama dalam penilaian tersebut, yaitu tata kelola pelayanan publik (70 persen), tingkat kepercayaan masyarakat (30 persen), serta kepatuhan terhadap tindakan korektif yang diberikan Ombudsman.

"Capaian Opini Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi yang diraih Kabupaten Tangerang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan publik sudah baik serta seluruh rekomendasi dan tindakan korektif dari Ombudsman telah ditindaklanjuti dengan baik oleh pemerintah daerah," ungkapnya

Pihaknya pun mengapresiasi Pemkab Tangerang yang terus melakukan pembenahan dan tindak lanjut yang direkomendasikan Ombusman RI sehingga pelayanan yang diberikan semakin baik

“Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tangerang karena berbagai masukan dan tindakan korektif yang pernah kami sampaikan telah ditindaklanjuti dengan baik, sehingga hasil penilaiannya menjadi kualitas tinggi tanpa maladministrasi,” ujarnya.

Pihaknya berharap sinergi antara Ombudsman dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat terus terjalin dengan baik dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. (Red)

Page 6 of 628
Go to top