Banten

Banten (6438)

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, secara resmi memulai langkah besar dalam pembenahan infrastruktur estetika kota melalui kegiatan relokasi kabel udara fiber optik menjadi kabel tanam bawah tanah. Seremoni pemotongan kabel sebagai tanda dimulainya proyek ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, di ruas Jalan Syekh Nawawi, Kecamatan Tigaraksa, pada Rabu (29/04).

Langkah strategis ini merupakan kolaborasi antara Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, serta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) wilayah Banten. Transformasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih asri, rapi, dan meningkatkan faktor keselamatan bagi pengguna jalan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatan ini, Wabup Intan menegaskan bahwa penataan ini adalah komitmen pemerintah dalam mewujudkan visi "Kabupaten Tangerang Gemilang".

"Hari ini kita memulai seremonial pemotongan kabel yang semrawut di ruas Jalan Syekh Nawawi. Target kita untuk tahun ini ada 15 ruas jalan yang akan direlokasi ke bawah tanah, dengan 10 ruas prioritas awal termasuk ruas Legok-Karawaci dan Syekh Nawawi Tigaraksa," ujar Intan.

Beliau menambahkan bahwa keberadaan kabel udara yang tidak teratur tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga seringkali menjadi penyebab kecelakaan dan ketidaknyamanan masyarakat. Dengan pemindahan ke sistem kabel bawah tanah menggunakan pipa HDPE, diharapkan Kabupaten Tangerang akan terbebas dari pemandangan kabel melintang yang mengganggu.

"Kita ingin Kabupaten Tangerang benar-benar Gemilang. Tidak ada lagi kabel semrawut yang mengganggu pandangan dan membahayakan warga. Penataan bawah tanah adalah solusi jangka panjang untuk kota yang lebih rapi dan nyaman." jelas Wabup Intan.

Wabup Intan mengimbau masyarakat untuk bersabar apabila selama proses relokasi terjadi sedikit gangguan arus lalu lintas. Program ini diharapkan menjadi standar baru pembangunan infrastruktur digital yang ramah lingkungan dan estetis di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris DBMSDA Kabupaten Tangerang, Endang Sukendar, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari penataan infrastruktur jangka panjang.

"Sesuai arahan Ibu Wakil Bupati, kita ingin menciptakan keindahan dan kenyamanan. Jalan yang banyak kabel menjuntai itu sangat berisiko bagi keselamatan. Kami memohon dukungan masyarakat selama proses pengerjaan ini berlangsung," ungkap Endang.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Apjatel Banten, Noviana, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Pemkab Tangerang. Ia menjelaskan bahwa seluruh pendanaan proyek relokasi ini bersumber dari dana swasta (non-APBD) sebagai bentuk kepedulian para penyelenggara telekomunikasi terhadap penataan ruang publik.

"Kami memiliki komitmen untuk menyelesaikan relokasi di 15 ruas jalan ini dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Memang ada tantangan terkait kenaikan harga bahan baku pipa, namun para rekan-rekan operator tetap berupaya maksimal agar tahun depan Kabupaten Tangerang bisa lebih tertata rapi tanpa ada lagi penggalian berulang untuk kabel telekomunikasi," jelas Noviana. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Puskesmas Jambe terus menggencarkan upaya pencegahan penyakit campak di wilayah kerjanya melalui berbagai langkah promotif, preventif, hingga kuratif. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya balita.

Kepala Puskesmas Jambe, drg. Eko Hartati, menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan campak secara menyeluruh. Upaya tersebut meliputi promosi kesehatan kepada masyarakat, peningkatan kesadaran akan pentingnya imunisasi, serta pelayanan pengobatan bagi kasus yang ditemukan.

“Pencegahan campak tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami mengedepankan pendekatan promotif melalui edukasi kepada masyarakat, preventif dengan imunisasi, serta kuratif bagi balita yang terindikasi sakit. Semua ini dilakukan secara terpadu agar penyebaran campak dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Eko saat diwawancara tim Diskominfo, Selasa (28/04/2026).

Ia juga menjelaskan, capaian imunisasi di wilayah Jambe menunjukkan hasil yang sangat baik. Terhitung sejak 30 Maret hingga 21 April, Puskesmas Jambe telah memberikan imunisasi lengkap kepada 2.406 balita atau mencapai 98 persen dari total sasaran yang ada.

“Alhamdulillah, dari total sasaran 2.406 balita, kami sudah berhasil memberikan imunisasi hampir secara menyeluruh. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama bagi anak dari penyakit campak,” jelasnya.

Meski capaian imunisasi sudah tinggi, Eko tetap mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga kesehatan anak, salah satunya dengan rutin datang ke posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Jambe agar tidak lengah. Pastikan anak mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal, Untuk ori campak sasarannya adalah bayi balita usia 9-59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya Dan untuk imunisasi campak di berikan di usia 9 bulan untuk dosis 1, usia 18 bulan untuk dosis 2 (booster) dan usia 5-7 tahun untuk dosis 3 (booster) saat SD kelas 1,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama , dr. Restu Laila Fitri Zachriani salah satu dokter umum Puskesmas Jambe menegaskan beberapa langkah penting yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk mencegah anak terkena gejala campak. Menurutnya, pencegahan tidak hanya melalui imunisasi, tetapi juga melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

“Orang tua perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk sementara waktu, terutama saat ada kasus campak di lingkungan sekitar. Selain itu, kurangi kontak dengan orang lain yang berpotensi menularkan penyakit, biasakan anak rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar, tidak sembarangan,” ungkap Rustulaila.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan gejala campak, sehingga dapat segera ditangani oleh tenaga medis.

“Jika ada gejala seperti demam, mata merah, pilek, batuk, atau diare, segera periksakan ke puskesmas. Pastinya kami akan melakukan anamnesis terlebih dahulu, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Setelah itu, pasien akan mendapatkan penanganan sesuai kondisi, termasuk pemberian vitamin A yang disesuaikan dengan usia anak,” jelasnya.

Puskesmas Jambe berharap, dengan sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, wilayah Jambe dapat terbebas dari kasus campak serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, melakukan kunjungan ke Posyandu Matahari 14, Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasarkemis, Rabu (29/4/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini diterapkan sebagai bentuk penguatan pelayanan masyarakat berbasis siklus kehidupan.

Rismawati menyampaikan, transformasi Posyandu 6 SPM merupakan implementasi dari semangat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, di mana Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan masyarakat yang melayani seluruh tahapan kehidupan.

“Sesuai semangat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu saat ini tidak lagi hanya melayani bidang kesehatan, tetapi melayani seluruh siklus kehidupan mulai dari bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia. Transformasi ini menjadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang semakin strategis di tingkat lingkungan,” ujar Ketua Tim Pembina Posyandu.

Ia mengungkapkan rasa bangganya atas kesiapan dan capaian Posyandu Matahari 14 yang dinilai telah mengintegrasikan pelayanan 6 Standar Pelayanan Minimal, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

“Saya sangat bangga melihat Posyandu Matahari 14 telah mengimplementasikan transformasi Posyandu 6 SPM dengan sangat baik. Ini menunjukkan bahwa Posyandu mampu bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat yang terpadu, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan warga,” tambahnya.

Pada momentum Hari Posyandu Nasional tersebut, Rismawati menegaskan bahwa peringatan Hari Posyandu Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran Posyandu dalam pembangunan bangsa.

“Hari Posyandu Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa Posyandu memiliki peran vital dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan pembangunan kualitas sumber daya manusia sejak dini,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan untuk terus memberikan dukungan optimal terhadap penguatan Posyandu di wilayah masing-masing.

“Saya berpesan kepada desa, kelurahan, dan kecamatan untuk terus mendukung operasional Posyandu, memberikan pelatihan berkelanjutan bagi kader, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pelayanan Posyandu semakin optimal,” ujarnya.

Menutup kunjungannya, Rismawati menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar Posyandu Matahari 14 terus berkembang menjadi Posyandu yang unggul dan inovatif.

“Semoga Posyandu Matahari 14 semakin maju, aktif, dan inovatif dalam melayani masyarakat,” pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi sebagai bagian dari rangkaian Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Hotel Novotel, BSD City, Rabu (29/4/2024).

Penunjukan tuan rumah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan kolaboratif antara wilayah penyangga dan DKI Jakarta serta daerah di Banten dan Jawa Barat, sebagai respons terhadap kebijakan aglomerasi pemerintah pusat.

Dalam kesempatannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan antarwilayah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Pemkab Tangerang berkomitmen penuh dan siap bersinergi serta berkolaborasi untuk mengembangkan wilayah yang terpadu dan saling berhubungan.

"Kabupaten Tangerang sangat siap menjalankan peran strategis ini. Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola wilayah yang sudah saling terhubung secara ekonomi dan sosial," ujar Bupati Maesyal

Lanjut dia, salah satu fokus utama dalam seminar nasional ini adalah integrasi transportasi dan infrastruktur, termasuk rencana pengembangan MRT yang menghubungkan Jakarta dan Tangerang guna meningkatkan mobilitas masyarakat.

"Integrasi sarana transportasi, khususnya pengembangan MRT Jakarta-Tangerang, adalah kebutuhan mendesak agar masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang efisien, aman, dan terintegrasi," tandasnya

Selain itu, sektor lingkungan juga menjadi perhatian, khususnya rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Jatiwaringin yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah terkait infrastruktur dan logistik.

"Terkait pengolahan sampah di Jatiwaringin, kita merancang integrasi mulai dari akses jalan hingga teknologi pengolahan agar memberi nilai tambah berupa listrik," jelasnya.

Di sektor ekonomi, penguatan pertanian dan ekonomi kerakyatan juga dibahas melalui sinkronisasi program Asta Cita untuk mendorong pembangunan dari tingkat desa.

"Kita ingin aglomerasi tidak hanya dinikmati industri besar, tetapi juga memperkuat ekonomi desa agar petani dan UMKM tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tegasnya

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini merupakan respons atas dinamika pembangunan Kabupaten Tangerang yang semakin kompleks sebagai bagian dari kawasan aglomerasi Jabodetabekpunjur.

Perkembangan wilayah yang pesat, lanjutnya, membawa berbagai tantangan strategis seperti pengelolaan persampahan, konektivitas transportasi publik, serta ketahanan pangan di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi.

"Dalam konteks tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang memandang perlu adanya ruang diskusi strategis yang mampu mempertemukan berbagai perspektif, baik dari pemerintah, akademisi, maupun praktisi, guna merumuskan solusi yang komprehensif, terintegrasi, dan implementatif," ujar Soma.

Ia menambahkan, seminar nasional ini bertujuan mengidentifikasi isu-isu strategis, mendorong lahirnya gagasan inovatif, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan daerah dalam menentukan arah pembangunan ke depan.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa konsep aglomerasi memiliki prospek masa depan yang cerah, selama tidak terjebak dalam birokrasi kelembagaan formal yang rumit.

"Pemerintah pusat berkomitmen menjadi jembatan bagi para kepala daerah dalam mengakses dukungan kebijakan maupun pendanaan. Fokus pada isu sektoral, petakan masalahnya, dan langsung eksekusi," ujar Bima Arya.

Ia menambahkan, melalui kerja sama erat antara Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, serta dukungan pemerintah pusat, kawasan aglomerasi ini diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan terintegrasi bagi masyarakat luas.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan Deklarasi Aglomerasi yang ditandai dengan permainan angklung secara bersama-sama oleh perwakilan sejumlah daerah di kawasan Jabodetabekpunjur. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang dari Fraksi PKB Daerah Pemilihan (Dapil) 1, Ustur Ubadi S.Pdi, menggelar kegiatan reses masa sidang ke-3 Tahun 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Kantor DPC KWRI Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa malam (28/04/2026).

Dalam suasana penuh keakraban, reses kali ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara legislatif dengan masyarakat serta insan pers. Ustur Ubadi menegaskan bahwa kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap berbagai aspirasi yang nantinya akan dirumuskan menjadi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

“Kami siap menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen serta pengaduan masyarakat. Semua akan dihimpun, disusun menjadi Pokok Pikiran DPRD, dan diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai wakil rakyat, dirinya berkomitmen memperjuangkan setiap usulan agar dapat terakomodasi sesuai kebutuhan riil masyarakat di wilayah dapilnya. Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan momentum strategis untuk memastikan suara masyarakat benar-benar tersampaikan.

“Kami akan berupaya agar setiap aspirasi yang masuk dapat diperjuangkan dan direalisasikan sesuai skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustur Ubadi menekankan pentingnya reses sebagai sarana komunikasi dua arah antara legislatif dan konstituen. Ia berharap seluruh anggota DPRD dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal, tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

“Reses adalah kewajiban anggota DPRD. Ini menjadi jembatan komunikasi langsung dengan masyarakat yang harus dilakukan secara rutin dan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh anggota DPRD. Ia berharap sinergi antara legislatif dan insan pers dapat terus terjalin demi mendukung pembangunan daerah yang transparan dan berpihak pada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Visi Nusantara, Subandi Misbah, turut memberikan pandangan terkait pentingnya kode etik jurnalistik. Ia mengingatkan agar para wartawan dalam menjalankan tugasnya selalu berpegang pada prinsip profesionalitas dan tidak hanya mengedepankan opini semata.

“Jurnalis harus bekerja berdasarkan fakta dan aturan yang berlaku, agar informasi yang disampaikan benar-benar dapat dipercaya dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. (War)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri dan meninjau langsung kegiatan bakti sosial (Baksos) yang digelar Satuan Radar (Satrad) 401 Tanjung Kait.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid sangat mengapresiasi bakti sosial yang dilakukan Satuan Radar (Satrad) 401 Tanjung Kait dalam rangka HUT ke-80 TNI AU di Markas Satrad 401 Tanjung Kait Kec. Mauk, Selasa (28/04/26).

"Kami sangat apresiasi Dansatradar 401 Tanjung kait beserta jajaran di sini. Bapak bukan hanya menjalankan tugas kenegaraan selaku TNI tapi juga ikut serta mensukseskan membantu program pemerintah daerah dari sisi kesehatan dan juga dari berbagai kegiatan yang dijalankan oleh Bapak ke masyarakat di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, baksos tersebut merupakan bentuk sinergi dan berkolaborasi bersama antara TNI, khususnya TNI AU, pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

"Ini adalah momentum sinergi dan kolaborasi nyata untuk bersama-sama meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan kepedulian sosial bagi masyarakat kita yang membutuhkan," tandasnya.

Ia juga meminta kepada jajaran RSUD Pakuhaji, Puskesmas dan pihak yang terlibat langsung untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati, sehingga masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya merasa puas dan bahagia.

"Masyarakat cukup antusias dan ramai. Ada sekitar 500 orang yang datang memeriksa kesehatannya. Saya minta kepada pimpinan RSUD Pakuhaji dan Puskesmas melayani dengan optimal, kalau ada rujukan, langsung direspon. Kalau tidak ada obat yang belum tersedia saat ini, nanti bisa diantar langsung ke rumah-rumah," pintanya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Dansatrad 401 beserta jajarannya, RSUD Pakuhaji, Puskesmas, PLTU Lontar dan Walubi dengan dokter-dokternya yang telah bersama-sama kolaborasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

"Kami sekali lagi sangat berterima kasih. Momentum hari ulang tahun TNI AU yang ke-80 ini diperingati tidak dengan glamor atau hiburan, tapi berbaur dengan masyarakat langsung dan menerima pasien-pasien tepatnya pemeriksaan kesehatan," pungkasnya

Sementara itu, Komandan Satuan Radar (Dansatrad) 401 Tanjung Kait, Letkol Lek Aris Budi Wicaksono menjelaskan peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Udara bukan hanya sekedar momentum untuk mengenang sejarah, namun juga menjadi sarana untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah melalui kegiatan bakti sosial yang secara langsung menyentuh elemen masyarakat. Harapannya, kami dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Tangerang guna meningkatkan level atau tingkat kesehatan masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat," jelas Aris.

Lanjut dia, kegiatan bakti sosial tersebut dapat terlaksana dengan baik berkat adanya sinergi yang erat antara TNI AU, pemerintah daerah, PLTU Lontar, Walubi dan pihak-pihak yang telah mendukung dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Semoga kegiatan ini dqpat meningkatkan semangat kebersamaan, gotong royong, kepedulian dan kebersamaan serta mempererat hubungan antara TNI Angkatan Udara dengan rakyat," pungkasnya. (Red)

Page 4 of 644
Go to top