Banten

Banten (6955)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri yang digelar di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Kamis (24/7/26).

Bupati Tangerang bersama jajaran pemerintah daerah, panitia, serta warga turun langsung membersihkan lingkungan sekaligus menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengajak seluruh elemen masyarakat gencarkan kembali gotong royong kerja bakti membersihkan lingkungan dan bersama-sama menjaga kelestarian serta keasrian lingkungan

"Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak semua masyarakat mari kita terus galakan dan gencarkan gotong royong kerja bakti bersama, bersihkan lingkungan, jaga kelestarian dan keasriannya," ujar Bupati Maesyal

Ia menambahkan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong seluruh daerah untuk terus membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden. Mudah-mudahan semakin banyak elemen masyarakat yang tergerak untuk melakukan kegiatan serupa sehingga budaya menjaga kebersihan dan menanam pohon semakin tumbuh di tengah masyarakat," imbuhnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, serta berkelanjutan. Untuk itu, dia berharap Gerakan Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri tersebut bisa menjadi gerakan yang lebih luas cakupannya dan berkelanjutan, tidak hanya di satu wilayah tertentu namun juga di seluruh Kabupaten Tangerang nantinya

"Saya harap gerakan seperti Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan Kabupaten Tangerang yang semakin hijau, bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," harapnya

Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri. Bersama seluruh jajaran, setiap hari Jumat kami juga rutin melaksanakan kegiatan kurvei atau bersih-bersih di titik-titik yang telah ditentukan," ungkapnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Banten Festival Teknologi 2026 yang diselenggarakan atas inisiasi Perhimpunan Mahasiswa Informatika dan Komputer Nasional (PERMIKOMNAS) Wilayah IV Banten bersama Paguyuban Pasundan di Universitas Tangerang Raya (Untara), Jumat (24/07/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan Banten Festival Teknologi 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa, pelajar, komunitas teknologi, serta masyarakat untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi dalam menghadapi era transformasi digital.

"Saya mengapresiasi seluruh panitia, PERMIKOMNAS Wilayah IV Banten, Paguyuban Pasundan, Universitas Tangerang Raya, serta semua pihak yang telah menghadirkan kegiatan positif ini. Acara seperti ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkreasi, dan berkolaborasi," ujar Bupati Maesyal.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dimanfaatkan secara bijak dan produktif untuk kepentingan dan kemudahan bersama

"Saya yakin generasi muda saat ini cepat belajar, mudah beradaptasi, dan sangat dekat dengan teknologi. Hal itu merupakan modal besar bagi kemajuan bangsa kita. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Bupati Maesyal juga berpesan agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi dan mengembangkannya sehingga dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

"Jangan hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Jadilah pencipta inovasi, temukan solusi melalui teknologi, sehingga karya yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa," pesannya.

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dia juga menjelaskan bahwa Pemkab Tangerang telah menjalankan Program Beasiswa Tangerang Gemilang bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan sekolah kedinasan.

"Alhamdulillah, tahun ini sebanyak 1.170 masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan Beasiswa Tangerang Gemilang untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas. Terakhir, kami juga memberikan beasiswa kepada 12 pelajar untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan," ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Tangerang Raya (Untara), Mardiyana, mengatakan Banten Festival Teknologi 2026 merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan, organisasi mahasiswa, dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi unggul di era digital.

"Kami berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan pameran teknologi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan ide-ide kreatif serta inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di masyarakat," ujar Mardiyana.

Ia menambahkan, teknologi ini bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian daerah, sekaligus juga menuntut lembaga pendidikan untuk mendorong mahasiswanya secara adaptif dan mengembangkan teknologi yang dapat memberikan solusi dan manfaat yang lebih luas lagi

"Kehadiran Bupati Tangerang serta Wakil Gubernur Banten menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan berkelanjutan," pungkasnya. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), H. Eli Sahroni, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Cakra Y. Pamungkas, S.H., M.H. atas amanah barunya sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Jumat (24/7/2026).

Sebelum dipercaya mengemban jabatan tersebut, Cakra Y. Pamungkas diketahui menjabat sebagai Kasubsi II Intelijen Kejaksaan Negeri Lebak. Promosi ini dinilai sebagai bentuk apresiasi sekaligus kepercayaan institusi atas dedikasi, integritas, dan profesionalisme yang telah ditunjukkannya selama bertugas.

H. Eli Sahroni berharap, jabatan baru tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta menjadi momentum untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam penegakan hukum, khususnya di bidang tindak pidana khusus.

> "Kami keluarga besar Badak Banten Perjuangan mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Cakra Y. Pamungkas, S.H., M.H. atas amanah sebagai Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas serta terus mengedepankan profesionalisme, integritas, dan keadilan dalam penegakan hukum," ujar H. Eli Sahroni.

Menurutnya, promosi jabatan tersebut merupakan bukti bahwa dedikasi dan kinerja yang baik akan selalu mendapatkan kepercayaan dari institusi.

Ia juga berharap Cakra Y. Pamungkas dapat terus menjaga komitmen dalam memberantas tindak pidana khusus secara profesional, objektif, dan berintegritas, sehingga mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan dukungan Badak Banten Perjuangan kepada aparat penegak hukum yang terus mengabdikan diri dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil, transparan, dan berintegritas demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. (C2P)

TANGERANG, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Tangerang resmi memberangkatkan 100 kader terbaik untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra yang digelar di Bumi Perkemahan Walantaka, Kota Serang, Jumat (24/7/2026).

Prosesi pelepasan peserta berlangsung di depan Kantor DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang, Kadu Agung, Tigaraksa. Para kader yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.

Bendahara DPC Partai Gerindra Kabupaten Tangerang, Nanang Susandhy, mengatakan bahwa Laskar Gerindra merupakan bagian penting dalam upaya membangun kaderisasi partai yang kuat dan berkelanjutan.

"Mereka adalah kader pilihan yang direkrut secara khusus untuk digembleng melalui pendidikan fisik maupun nonfisik. Selama pelatihan, peserta akan dibekali materi kepartaian, wawasan kebangsaan, serta manajemen politik," ujar Nanang.

Menurutnya, melalui diklat tersebut para kader diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membesarkan Partai Gerindra sekaligus menjadi perpanjangan tangan partai untuk menyosialisasikan berbagai program strategis, termasuk program Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang juga merupakan pendiri Partai Gerindra.

IMG 20260724 WA0001

Secara keseluruhan, sebanyak 800 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti Diklat Laskar Gerindra yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Banten. Masing-masing DPC mengirimkan 100 kader terbaik sebagai peserta.

Tahap pertama pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu. Setelah itu, para peserta dijadwalkan mengikuti pelatihan lanjutan di lokasi khusus dengan materi yang lebih mendalam guna memperkuat karakter, loyalitas, serta soliditas antar kader.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Ranting Partai Gerindra Desa Selapajang, Haerudin. Ia mengaku bangga melihat kekompakan seluruh Ketua PAC dan Ketua Ranting se-Kabupaten Tangerang dalam menyukseskan pemberangkatan peserta Diklat Laskar Gerindra.

Haerudin turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas terselenggaranya program kaderisasi tersebut.

"Semoga melalui diklat ini lahir kader-kader Gerindra yang semakin solid, disiplin, berintegritas, dan mampu menjadi teladan, baik di lingkungan partai maupun di tengah masyarakat," pungkasnya. (Mala)

TANGERANG, lensafokus.id - Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2026–2030 resmi dilantik di Gedung Diklat Kitri Bakti, Curug, Kamis (23/7/2026).

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal dari amanah besar untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi momentum memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, gerakan koperasi, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan ataupun seremoni organisasi, melainkan awal dari amanah besar untuk memperkuat gerakan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan,” ujar Bupati Maesyal.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membangun koperasi di Kabupaten Tangerang. Fondasi yang telah dibangun tersebut diharapkan menjadi pijakan kuat bagi kepengurusan baru untuk menghadirkan inovasi dan memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat.

Bupati Maesyal menegaskan, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, koperasi tidak lagi dapat dikelola dengan cara-cara lama, tetapi harus bertransformasi menjadi organisasi yang modern, profesional, transparan, akuntabel, adaptif terhadap teknologi, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

“Saya berharap Dekopinda Kabupaten Tangerang dapat menjadi motor penggerak perubahan, menjadi rumah besar bagi seluruh gerakan koperasi, sekaligus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat melalui pembinaan koperasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, penguatan kelembagaan, hingga pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diharapkan mampu melahirkan koperasi yang sehat, produktif, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Maesyal menegaskan keberhasilan pengembangan koperasi tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, ia mengajak Dekopinda menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan membangun organisasi yang terbuka, responsif terhadap kebutuhan anggota, serta mampu menghadirkan solusi dan ruang inovasi agar koperasi semakin diminati generasi muda.

“Saya percaya, apabila seluruh pengurus mampu bekerja secara kolektif, menjaga kekompakan, serta membangun kolaborasi yang luas, maka koperasi di Kabupaten Tangerang akan semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Tangerang, Sukmajaya, mengatakan pelantikan tersebut menjadi awal untuk memperkuat pendampingan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mulai berkembang sejak program tersebut digagas pemerintah pusat. Menurutnya, Dekopinda harus hadir lebih dekat agar koperasi baru dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

“Setelah mereka lahir, kita harus bisa berdamping, kita harus bisa membersamai sehingga KDKMP yang bersama hadir akan menjadi warna untuk pertumbuhan ekonomi koperasi di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan Dekopinda periode 2026–2030 berkomitmen memperluas pembinaan koperasi sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dekopinda akan terus bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang untuk menghadirkan inovasi, komunikasi, dan penguatan kelembagaan bagi koperasi.

“Insya Allah, niat kami tetap, kami akan mengibarkan banyak-banyak koperasi untuk perekonomian masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” imbuhnya.

Sukmajaya menilai kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan gerakan koperasi. Dekopinda tidak dapat menjalankan perannya secara optimal tanpa dukungan pemerintah daerah, sehingga sinergi yang selama ini telah terbangun akan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan, termasuk pembinaan dan jambore koperasi.

“Dekopinda tidak akan berjalan dengan baik kalau tidak menyandarkan pemikiran dengan pemerintahnya. Alhamdulillah, kolaborasi antara Dinas dan Dekopinda sudah berjalan sehingga kami bisa bersama-sama melakukan inovasi dan pendampingan kepada KDKMP,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, Dekopinda bukan lembaga yang berorientasi mencari keuntungan, melainkan organisasi yang berfokus memperkuat gerakan koperasi demi kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin erat antara Dekopinda dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, pihaknya optimistis koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan cita-cita pembangunan ekonomi nasional.

“Insya Allah dengan bersatunya Dekopinda dan pemerintah daerah, perekonomian masyarakat kita akan naik dan berkembang sebagaimana cita-cita Bapak Presiden,” pungkasnya. (Red)

Jakarta, lensafokus.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi usia akses terhadap platform berisiko tinggi.

Menurutnya, platform digital juga harus bertransformasi menjadi ruang yang aman dan ramah anak agar anak Indonesia dapat tumbuh sesuai tahap perkembangannya.

"Kita ingin bahwa anak-anak ini cakap digital, tapi di saat yang bersamaan cakap digital itu juga berarti bisa mengimbangi kehidupan dia di ranah maya dengan kehidupan sehari-hari dengan orang tua, dengan teman dan sebayanya, sehingga anak-anak bisa kita kembalikan kepada jati diri mereka sebagai anak-anak," tegas Meutya Hafid saat dalam acara peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Meutya menjelaskan kemajuan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Namun, di sisi lain, berbagai risiko juga muncul, mulai dari gangguan pola tidur ( sleep deprivation), kecanduan media sosial dan platform digital, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.

Menurutnya, perubahan perilaku anak sering kali bukan disebabkan karakter anak itu sendiri, melainkan akibat paparan konten negatif yang diterima sebelum mereka memiliki kesiapan secara usia.

"Anak-anak kita bukan anak yang nakal. Mereka adalah tunas bangsa yang hebat. Tetapi jika anak-anak yang baik terus-menerus terpapar konten negatif ketika usianya belum siap, tentu perilaku mereka bisa berubah," ujarnya.

Selain paparan konten berbahaya, Meutya menyoroti risiko fitur interaksi pada berbagai platform digital yang memungkinkan orang asing menghubungi anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru.

Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kejahatan digital terhadap anak, termasuk praktik _child grooming._

Karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan penundaan akses media sosial berisiko tinggi hingga usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.

"Fitur kontak ini sangat berbahaya. Di sinilah kadang orang dewasa yang memiliki niat tidak baik melakukan komunikasi dengan anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru. Itulah salah satu alasan kami menunda usia anak sampai 16 tahun untuk masuk ke ranah digital dengan risiko tinggi," jelasnya.

Meski demikian, Meutya menegaskan pemerintah tidak menerapkan pendekatan pelarangan semata.

Sebaliknya, pemerintah memberikan ruang bagi perusahaan platform digital untuk melakukan pembenahan sehingga layanan mereka dapat dikategorikan sebagai platform berisiko rendah dan aman digunakan anak.

"Di Indonesia kita bukan sembarang melarang. Platform juga kita beri ruang untuk berlomba-lomba membuat platformnya menjadi lebih ramah anak. Kalau platform mau berubah, menghilangkan fitur kontak yang berbahaya dan memastikan hanya konten yang sesuai usia yang dapat diakses anak, maka platform tersebut bisa menjadi platform berisiko rendah dan anak-anak boleh masuk," jelasnya.

Platform digital, lanjut Meutya, perlu menghapus berbagai fitur yang mendorong kecanduan, memperkuat moderasi terhadap konten pornografi, perjudian daring, maupun bentuk kejahatan digital lainnya, sehingga ruang digital benar-benar menjadi lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

"Kita memberi waktu kepada platform untuk memperbaiki dirinya agar konten-konten seperti pornografi, kejahatan digital termasuk judi _online_ , serta fitur-fitur yang membuat anak sulit tidur dan sulit berkonsentrasi dibenahi terlebih dahulu. Ketika ruang digital sudah benar-benar ramah anak, maka mereka bisa kembali masuk dengan aman," katanya.

Meutya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata.

Menurutnya, anak-anak tetap membutuhkan interaksi langsung dengan keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitar agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara sosial dan emosional.

"Anak-anak tetap perlu bermain di lapangan, tetap perlu bermain bersama teman-temannya, mengenal permainan tradisional, berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cakap digital bukan berarti hanya hidup di dunia digital, tetapi mampu menyeimbangkan kehidupan di ruang maya dengan kehidupan nyata," ujarnya.

Menutup acara, momentum peringatan Hari Anak Nasional ini juga ditandai dengan pembacaan Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital oleh para tenaga pendidik dan perwakilan siswa dari delapan sekolah, yaitu SD Labschool FIP-UMJ, SMPN 208 Jakarta Timur, SMP Labschool Kebayoran, SMP Santa Theresia Jakarta, SMPN 11 Jakarta Selatan, SMPN 19 Jakarta Selatan, SMPN 29 Jakarta Selatan, dan SMPN 216 Jakarta Pusat.

Dalam deklarasi tersebut, sekolah-sekolah ini menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi PP TUNAS dengan menjadi warga digital yang cakap, aman, beretika, serta bertanggung jawab.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjaga data pribadi, menolak perundungan siber, serta menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara sistem elektronik. (Red)

Page 15 of 696
Go to top