Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Cisoka yang dipusatkan di KDMP Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kamis (22/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian lokal masyarakat. Untuk itu koperasi ini harus terus dikuatkan sejak awal sebagai fondasi pembangunan ekonomi kerakyatan
“Sesuai dengan asas yang disampaikan Bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto, pembangunan ekonomi itu harus dimulai dari bawah. Koperasi ini didirikan untuk menarik anggota sebanyak-banyaknya, sehingga timbal baliknya adalah kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan bahwa KDMP seperti di Desa Selapajang Kec. Cisoka telah menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gas elpiji dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Ini membuktikan koperasi bisa hadir untuk kepentingan masyarakat. Saya minta warga juga ikut membesarkan koperasi ini, belanjanya di sini. Dengan begitu, kontribusinya akan kembali ke masyarakat dan kesejahteraan bisa meningkat secara bertahap,” ujarnya.
Dia menambahkan keberadaan KDMP juga diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus bepergian jauh
“Dengan koperasi ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berbelanja. InsyaAllah koperasi ini akan terus berkembang,” tambahnya.
Terkait pengembangan KDMP, Bupati menjelaskan bahwa operasional koperasi di Cisoka merupakan tahap awal, mengingat secara nasional telah dibentuk sekitar 81.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang belum semuanya berjalan optimal karena berbagai hambatan, khususnya dukungan anggaran.
“Di Kabupaten Tangerang, kita mulai lebih dulu karena ada dukungan dana CSR dari pengembang. Ini sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Dia menyebutkan, setiap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapatkan modal awal sebesar Rp100 juta dari dana CSR. Dengan total 274 desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, nilai dukungan CSR untuk koperasi KDKMP mencapai sekitar Rp27,4 miliar.
“Kita percepat melalui dana CSR karena program-program Bapak Presiden sangat menyentuh langsung rakyat. Koperasi Desa Merah Putih ini salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Bahan Pokok Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah di Ruang Rapat Wareng Gd. Kantor Bupati Tangerang, Kamis (22/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2026, harus benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Komoditi yang ditawarkan juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar, dengan subsidi harga sekitar Rp.40.000-45.000,- perpaketnya.
“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 ini jangan hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Paketnya jangan dibakukan isinya. Komoditasnya harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi harga pasar. Kalau telur dan ayam yang mahal, itu yang harus kita hadirkan,” tegas Wabup Intan
Menurut dia, ketepatan sasaran penerima manfaat GPM sangat penting. Untuk itu, dia meminta para camat untuk melakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar subsidi pangan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah pesisir utara (Pantura) seperti Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Kronjo, Kemiri, dan Mekar Baru. Selain itu, dia juga meminta kepada OPD terkait agar terus mendorong keterlibatan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program GPM nantinya.
“Segera lakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem, mereka adalah prioritas utama penerima manfaat. Wilayah Kabupaten Tangerang juga memiliki potensi peternakan ayam pedaging dan petelur, khususnya di wilayah Kresek dan Gunung Kaler, yang dapat diberdayakan untuk mendukung GPM sekaligus menekan harga di pasaran,” tandasnya
Dia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi sangat berdampak pada sektor pertanian dan berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis, seperti antaranya beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai, dan bawang. Untuk itu dia juga semua pihak terkait untuk terus memonitoring kenaikan dan ketersediaan bahan pokok secara rutin dan berkala sehingga dapat diambil keputusan bersama lintas sektor untuk mengatasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.
“Faktor cuaca ini juga harus kita perhitungkan bersama, karena dampaknya bisa memicu kenaikan harga. Saya sudah cek langsung ke lapangan, minyak goreng mulai langka dan harganya di beberapa pasar sudah melampaui harga eceran tertinggi. Telur dan ayam juga menjadi komoditas yang sering naik pada waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.
Dia berharap melalui rakor tersebut bisa menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Tangerang, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Stabilitas pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi semua pihak, kita ingin masyarakat Kabupaten Tangerang dapat menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan dengan tenang, aman, dan sejahtera. Karena itu, kita harus bisa hadir dan memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak menurun,” pungkasnya
Pimpinan Perum Bulog Cabang Tangerang, Riki Pebriadi melaporkan bahwa kondisi stok pangan di wilayah Tangerang Raya masih aman dan mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki cadangan beras sekitar 54.300 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.
“Cadangan beras Bulog sekitar 54.300 ton saat ini. Stok minyak goreng “Minyak Kita” tercatat sekitar 11.000 ton, minyak premium, serta gula pasir dan komoditas pangan lainnya yang siap disalurkan untuk mendukung stabilisasi harga,” ungkapnya
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang, Resmiyati Marningsih menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi terkendali. Pihaknya bersama pihak terkait lainnya terus melakukan pemantauan harga mingguan serta intervensi pasar, termasuk fasilitasi distribusi minyak goreng langsung ke pengecer dan pelaksanaan Warung Tekan Inflasi secara berkala sepanjang tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, para camat/perwakilan kecamatan se-kabupaten Tangerang, Perum Bulog Cabang Tangerang, serta instansi terkait lainnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid betsama Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara yang digelar di Pendopo Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Aria Wangsakara Kec. Pagedangan, Rabu malam (21/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara selain untuk mengenang jasa dan perjuangan pahlawan nasional Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan dan membesarkan wilayah Tangerang juga merupakan momentum untuk menguatkan kembali komitmen bersama dalam meneruskan perjuangan beliau dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.
"Pada kesempatan ini, kita semua hadir di sini bukan hanya wajib mengenang, mengingat pemimpin kita yaitu seorang pahlawan nasional, Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan, memimpin dan juga membesarkan Tangerang, tapi juga menguatkan komitmen kita bersama untuk meneruskan perjuangannya dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, Raden Aria Wangsakara juga merupakan ulama dan pemimpin umat yang menyebarkan agama Islam serta menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya
"Raden Aria Wangsakara adalah sosok ulama dan pemimpin umat yang senantiasa menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya, baik saat mengusir penjajah maupun dalam menyebarkan agama Islam di Banten dan Tangerang pada khususnya. Ini yang harus kita lanjutkan sebagai generasi penerus," tandasnya
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada segenap panitia dan Pemkab Tangerang yang menggelar Haul Raden Aria Wangsakara yang mengambil tema 'Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya', sebagai upaya untuk terus menjaga dan melestarikan jasa-jasa para leluhur
"Saya, atas nama Pemerintah Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada panitia yang terus menjaga tradisi dalam rangka mengenang jasa-jasa para leluhur. Tema Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya adalah sesuatu yang betul," ujar Andra Soni
Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para Gubernur Banten sebelumnya yang telah banyak melakukan pembangunan dan menorehkan prestasi gemilang untuk kemajuan Provinsi Banten, salah satunya adalah Gubernur Wahidin Halim yang telah membangun jembatan fenomenal Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg.
"Alhamdulillah tadi juga diserahkan penghargaan, diberikan penghargaan. Dalam hal ini saya juga mewakili Bapak Wahidin Halim, Gubernur Banten sebelumnya, yang mana beliau telah banyak melakukan pembangunan-pembangunan di Provinsi Banten, salah satu yang fenomenal adalah membangun jembatan Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg," ungkapnya
Lanjut dia, Tangerang yang dikenal sebagai benteng Provinsi Banten mempunyai letak dan peran yang sangat strategis, khususnya dalam menopang pembangunan Provinsi Banten, salah satu sebagai penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang.
"Banten berbahagia karena kita punya pahlawan nasional, salah satunya adalah Raden Aria Wangsakara. Semangat yang bisa kita teladani adalah semangat untuk menjaga pemimpinnya. Sampai hari ini semua poin-poin plus yang tercatat dalam data-data statistik di Provinsi Banten, salah satu penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang," imbuhnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (21/1/2026).
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan Mars KWRI, menandai dimulainya rangkaian pelantikan kepengurusan baru organisasi wartawan tersebut.
Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah Efendi yang mewakili Bupati Tangerang, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud, Kepala Dinas Kominfo Dian Mayang, Sekretaris Dinas Pendidikan H. Agus Supriyatna, perwakilan Dispora, Danramil Tigaraksa, serta jajaran pengurus KWRI pusat dan daerah. Hadir pula Ketua DPP KWRI yang diwakili Sekjen DPP KWRI, Drs. Mico Kasah, M.Si, Ketua Bidang Hukum dan LPBH, Damai Hari Lubis, Ketua DPD KWRI Banten yang diwakili Ari Ashari Manan, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang Heriyanto, Dewan Kehormatan dan Etik, Agie Rahmatullah, Dewan Pertimbangan, Sudirman Indra, aktivis Subandi Misbah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Plh Sekda H. Iwan Firmansyah Efendi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang periode 2026–2029.
“Pelantikan kepengurusan baru ini menunjukkan bahwa roda organisasi berjalan dengan baik. Proses regenerasi dan keberlangsungan organisasi dapat terlaksana secara tertib,” ujarnya.
Ia berharap KWRI Kabupaten Tangerang semakin dewasa dan matang dalam bersikap serta berpikir, sehingga mampu menjalankan organisasi sesuai aturan dan etika jurnalistik.
“Bangun koordinasi dan komunikasi yang baik antara pengurus, anggota, masyarakat, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, insyaallah KWRI Kabupaten Tangerang dapat berkontribusi positif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang.
“Kami berharap ke depan DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak swasta, serta elemen masyarakat lainnya,” tuturnya.
Ketua Umum DPP Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang diwakili Sekjen DPP, Drs. Miko Kasah, M.Si juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan pers harus diiringi dengan profesionalisme dan tanggung jawab.
“Kemerdekaan pers belum tentu melahirkan pers yang berkinerja baik tanpa integritas. Oleh karena itu, insan pers harus menjaga marwah kemerdekaan pers yang independen dan bermartabat,” tegasnya.
Ia pun berharap DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan demi terwujudnya Kabupaten Tangerang yang gemilang.
Ketua terpilih DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyatakan komitmennya untuk mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami siap menjalin hubungan baik dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah, termasuk Polres, Kodim, Kejaksaan, OPD, dan stakeholder lainnya. Semoga kepengurusan ini dapat membawa KWRI Kabupaten Tangerang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang sehingga berjalan lancar dan sukses. (Asp)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Al-Amjad, Rabu (21/1/26).
Peringatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Hj. Risma Maesyal Rasyid jajaran Forkopimda, unsur pimpinan DPRD, para kepala OPD, tokoh agama, serta para pegawai di lingkungan Pemkab Tangerang
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan momentum refleksi spiritual yang sarat nilai keimanan dan ketakwaan, khususnya kewajiban sholat lima waktu.
“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sholat sebagai fondasi utama pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan integritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menambahkan, sholat berjamaah memiliki makna strategis dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan harmonis.
“Sholat berjamaah tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Dalam satu shaf, tidak ada perbedaan jabatan maupun kedudukan, semuanya setara sebagai hamba Allah,” tandasnya.
Dirinya pun mengajak seluruh ASN dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menjadikan sholat sebagai sumber kekuatan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Ia juga meyakini, sholat yang dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan akan melahirkan etos kerja yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, penceramah KH. Fikri Jainudin MZ dalam tausiah keagamaannya menekankan bahwa sholat merupakan tiang agama sekaligus cermin kualitas keimanan seorang muslim.
“Jika sholatnya baik dan dijaga dengan istiqamah, insya Allah akhlaknya akan baik, hidupnya tertata, dan persaudaraan di tengah masyarakat akan semakin kuat,” ujar KH. Fikri Jainudin MZ.
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga sholat berjamaah sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun ketenangan dan keberkahan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Kegiatan tersebut diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu (21/1/26).
Bupati mengatakan, penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.
“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang.
Ia menambahkan, pembangunan RTH bambu juga sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.
“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyampaikan bahwa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat
“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.
Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.
“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan mengembangkan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini adalah identitas sejarah dan budaya kita,
“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.
Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.
“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Rabu (21/1/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kunjungannya bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Camat Teluknaga, serta unsur Forkopimcam setempat merupakan wujud respons cepat atas aduan masyarakat terkait banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir
"Ini adalah bentuk respond cepat dan tindak lanjut atas laporan warga Desa Lemo terkait banjir. Kita bersama turun langsung ke lapangan juga untuk melihat secara langsung kondisi yang ada dan mencari akar permasalahan penyebab banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir di Desa Lemo sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.
Dia menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menangani permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
“Hasil temuan di lapangan ini akan langsung kami tindaklanjuti. Besok kami akan memanggil pihak pengembang, mengumpulkan dinas-dinas terkait, serta melibatkan masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.
“Tadi kita sudah mendengar langsung keluhan masyarakat. Besok akan kita rapatkan dan kita putuskan langkah-langkah ke depan agar ke depan Desa Lemo tidak lagi menjadi wilayah langganan banjir,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
"Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan sendiri. Koordinasi dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar solusinya nanti bisa menyeluruh, efektif dan berkelanjutan. Kita akan terus perkuat itu demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Pasar Kemis secara resmi menetapkan arah pembangunan untuk tahun anggaran 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Pasar Kemis, Rabu (21/1/2026). Forum ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan strategis Kabupaten Tangerang.
Camat Pasar Kemis, Nurhanudin mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proses musyawarah yang telah dimulai dari tingkat desa dan kelurahan tersebut. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk anggota DPRD tingkat Kabupaten maupun Provinsi, dinilai memperkuat legitimasi aspirasi masyarakat yang masuk.
Sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, Kecamatan Pasar Kemis telah mengerucutkan aspirasi warga menjadi 50 usulan prioritas. Usulan ini nantinya akan diperjuangkan dalam Forum Perangkat Daerah tingkat Kabupaten Tangerang.
"Kami mengajukan 50 usulan prioritas untuk masuk ke forum tersebut yang nantinya akan menjadi program kegiatan di perangkat daerah. Namun, usulan lain yang menjadi kewenangan kelurahan, desa, dan kecamatan juga kami usulkan," jelas Camat Pasar.
Senada dengan tema besar pembangunan tahun ini, yaitu optimalisasi sektor industri dan perdagangan serta pertahanan berkelanjutan, Camat menegaskan bahwa mayoritas usulan diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi lokal.
"Kami menekankan pada penguatan UMKM di Kecamatan Pasar Kemis. Mayoritas usulan kita utamakan bagaimana UMKM bisa lebih berdaya lagi, sehingga mereka mampu menjadi penunjang utama ekonomi di wilayah kita," tambahnya.
Menanggapi harapan masyarakat, Camat meminta warga untuk tetap optimis. Ia meyakinkan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan diupayakan secara maksimal melalui sinergi dengan para legislatif (Dewan) di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Camat memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026, realisasi pembangunan di Pasar Kemis sangat signifikan.
"Tahun ini (2026) kegiatan yang terealisasi banyak sekali. Terlihat dari jumlah anggaran yang masuk ke Kecamatan Pasar Kemis mencapai hampir Rp60 miliar. Ini menunjukkan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat selama ini tidak sia-sia dan benar-benar diperjuangkan," tegasnya.
Ketua Forum UMKM Kecamatan Pasar Kemis, Rahayu, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para pelaku usaha dalam proses perencanaan ini. Menurutnya, tersedianya ruang promosi dan pameran produk unggulan selama acara berlangsung menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.
"Kami berharap hasil Musrenbang ini melahirkan program yang membuat UMKM lebih berdaya saing, sehingga pembangunan berjalan inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga," tutur Asyirah. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi Pengelola Sekolah Lansia (SL-BKL). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari kedepan, mulai 20 hingga 22 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat DP3AP2KB Kota Tangerang.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengelola fenomena penuaan penduduk (aging population). Ia menyatakan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan instrumen pembangunan kota.
"Melalui pembentukan Sekolah Lansia (SL-BKL), tentunya dengan dukungan multiple helix, kita dapat mewujudkan lansia tangguh yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat). Dengan begitu, pertumbuhan jumlah penduduk lansia tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi potensi luar biasa untuk Pembangunan Kota Tangerang," tegasnya.
Menurutnya, TOT ini didesain secara intensif untuk membekali para pengelola dengan kurikulum 7 Dimensi Lansia Tangguh (Spiritual, Fisik, Emosional, Intelektual, Sosial, Profesional Vokasional, dan Lingkungan). Fokus utama pelatihan tidak hanya pada aspek edukasi bagi lansia, tetapi juga pada penguatan dukungan keluarga.
"Tujuan kegiatan TOT hari ini, selain pengembangan dan peningkatan kualitas SDM pengelola sekolah lansia, juga bertujuan memberikan pemahaman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi lansia dan keluarga lansia. Kami ingin meningkatkan pembinaan ketahanan keluarga lansia secara menyeluruh," sambungnya.
Ia menambahkan, melalui pendidikan non-formal yang diberikan oleh para kader yang telah terlatih, lansia di Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri.
"Kita ingin lansia di Kota Tangerang tetap berdaya. Dengan pemahaman yang baik mengenai kesehatan fisik dan mental, mereka bisa menjalani masa tua dengan bahagia dan tetap produktif di lingkungannya masing-masing," pungkasnya.
Dengan pelaksanaan TOT ini, Pemkot Tangerang optimis bahwa Sekolah Lansia Tangguh akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan ramah lansia di masa depan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berharap Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Dadap bisa memberikan kontribusi nyata bagi aktifitas usaha dan perekonomian masyarakat setempat. Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat meresmikan operasional KKMP Kelurahan Dadap Kec. Kosambi, Selasa (20/01/26)
"Saya berharap mudah-mudahan dengan mulai dioperasionalkannya Koperasi Kelurahan Merah Putih Dadap ini bisa memberikan kontribusi terhadap aktifitas usaha dan perekonomian masyarakat di Kelurahan Dadap," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid meminta kepada seluruh jajaran pengurus KKMP Kelurahan Dadap untuk terus menjaga, baik mutu pelayanan maupun produk-produk yang disediakan dan terus meningkatkan jumlah anggotanya agar bisa memberikan manfaat yang luas lagi bagi masyarakat Kelurahan Dadap.
"Alhamdulillah, hari ini diresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kelurahan Dadap. Untuk konsentrasi operasionalnya saat ini baru sembako dengan gas. Apabila ini sudah banyak anggotanya, pelayanannya bagus, produknya terjaga baik dan sudah berkembang, itu akan berkembang lagi penyediaan sarana-sarana lainnya, penyediaan kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sini," tandasnya
Selain itu, dia juga mengucapkan tetima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersama-sama bergotonh royong menangani dan mengatasi banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu, khususnya di wilayah Perumahan Griya Dadap.
"Sekali lagi terima kasih kepada Pak Camat Kosambi, Pak Lurah Dadap, dengan Pak RW dan Pak RT-nya yang bahu-membahu membantu gotong royong untuk menanggulangi banjir yang ada di sini. Sudah membangun rumah pompa dalam rangka membuang air ke Sungai Prancis di Jalan Prancis ini," ucapnya
Lanjut dia, pemerintah daerah melalui dinas dan pihak terkait lainnya akan menginventaris dan mengecek lokasi fasos-fasum pemerintah daerah yang ada di Perumahan Griya Dadap untuk pembangunan tandon resapan air.
"InsyaAllah juga nanti akan cek fasum fasos pemerintah daerah di Perumahan Griya Dadap ini. Kita petakan, kita rencanakan dan mencari rumuskan untuk dibangun tandon di sini. Tapi ini perlu dikaji dulu supaya tandon ini nanti bisa berfungsi sebagai resapan air, bisa juga mengurangi debit air yang banjir di rumah-rumah dan banyak manfaatnya," jelasnya
Pihaknya pun akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam rangka mengatasi dan menanggulangi banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Dadap dan wilayah lainnya di Kecamatan Kosambi. (red)