Pemkot Tangerang Distribusikan 10.690 Nasi Bungkus dan Ratusan Paket Logistik ke Warga Terdampak

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana banjir, di 12 wilayah terdampak, sejak Kamis (22/1) hingga saat ini Sabtu (24/1/26).

Tercatat, bantuan permakanan yang telah didistribusikan mencapai 10.690 nasi bungkus, disertai berbagai kebutuhan logistik penting lainnya.

"Seperti, air mineral 216 dus, mie instan 120 dus, beras 5kg 103 karung, family kita 46 pcs, kids ware 30 pcs. Kasur lipat 25 pcs, dan selimut 152 pcs," ungkap Acep Wahyudi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.

Lanjutnya, bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui posko-posko pengungsian serta titik-titik terdampak, dengan melibatkan perangkat daerah terkait, relawan, dan unsur kewilayahan.

"Pemkot Tangerang menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, serta perlengkapan dasar bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil," jelas Acep.

"Untuk penyaluran paling krusial adalah Alamanda Periuk, Ciledug, hingga Cipondoh. Itu menjadi titik-titik penerima bantuan terbanyak," tambahnya.

Dengan penyaluran bantuan yang berkelanjutan ini, Pemkot Tangerang berharap warga terdampak dapat tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya selama masa penanganan bencana berlangsung. (Red)

Bangun Masyarakat Religius, Wabup Tangerang Apresiasi Peran Majelis Taklim

TANGERANG, lensafokus.id – Majelis Taklim Al Istiqomah, Perum Griya Islam Kresek, Kabupaten Tangerang, menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW secara khidmat, Sabtu (24/1/26).

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan umat.

Peringatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, unsur Forkopimcam Kresek, jajaran pemerintah desa, tokoh agama, serta jamaah yang memadati acar

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi'raj tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan agung Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai pengingat akan kedudukan salat yang sangat istimewa dalam kehidupan umat Islam, karena diterima langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT.

“Ini menunjukkan betapa salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Salat yang baik akan melahirkan akhlak yang baik, serta membentuk pribadi yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Wabup Intan.

Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan nilai-nilai salat sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin dinamis, sekaligus sebagai pedoman dalam menjaga perilaku dan etika sosial di tengah masyarakat.

Selain penguatan spiritual individu, Wabup Intan juga menyoroti peran strategis Majelis Taklim Al Istiqomah sebagai pusat pembinaan umat, wadah menimba ilmu agama, serta sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat.

"Majelis Taklim memiliki peran penting dan strategis dalam pembinaan umat dan garda terdepan dalam memperkuat keharmonisan sosial serta kehidupan masyarakat" tandasnya

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan nonfisik.

“Kami meyakini pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya,” pungkasnya, seraya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus Majelis Taklim Al Istiqomah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Kecamatan Kresek, agar senantiasa hidup rukun, religius, dan sejahtera. (Red)

Menuju Pembangunan Berkeadilan, Pemkab Tangerang Optimalkan Data PUG Hadapi Evaluasi PPE

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pengumpulan Data Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam rangka evaluasi Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Jumat (23/1/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa proses pembangunan daerah berjalan secara inklusif dan berkeadilan, serta memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, yang mewakili Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa strategi Pengarusutamaan Gender merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya dengan prinsip leaving no one behind.

“Prinsip SDGs leaving no one behind membawa konsekuensi bahwa seluruh kelompok masyarakat—baik laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, maupun kelompok rentan lainnya—harus terlibat dan merasakan manfaat dari pembangunan,” ujar Prima Saras Puspa.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan PUG sangat bergantung pada sinergi dan sinkronisasi lintas perangkat daerah. Menurutnya, implementasi PUG di Kabupaten Tangerang membutuhkan komitmen bersama seluruh OPD dengan mengoptimalkan peran OPD yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bappeda, BPKAD, serta Inspektorat Daerah sebagai penggerak utama.

Lebih lanjut, Prima menegaskan bahwa Penganugerahan Parahita Ekapraya tidak semata-mata dipandang sebagai penghargaan administratif. “PPE bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan cerminan nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap keadilan dan kesetaraan bagi seluruh manusia tanpa terkecuali,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menjelaskan bahwa Pengarusutamaan Gender merupakan strategi pembangunan yang dilaksanakan secara rasional dan sistematis. Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Pengarusutamaan Gender adalah strategi pembangunan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan guna memastikan bahwa kebutuhan dan kepentingan laki-laki dan perempuan menjadi bagian integral dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan pembangunan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan data terpilah menurut jenis kelamin merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. “Kami menyadari bahwa pelaksanaan PUG masih memerlukan penguatan, baik dari aspek regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender yang akurat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Resmikan Masjid Jami’ Nurul Iman dan Hadiri Peringatan Isra Mi’raj 1447 H

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan meresmikan Masjid Jami’ Nurul Iman dan menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bertempat di Kampung Pabuaran, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Jumat malam (23/1/26).

Pada kegiatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, jajaran Forkopimcam Curug, tokoh masyarakat, pengurus DKM, serta para jamaah. Acara juga dihadiri penceramah asal Cilongok, KH. Abuya Entoh Tohari Romli, yang menyampaikan tausiyah kepada jamaah.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas berdirinya Masjid Jami’ Nurul Iman yang bukan hanya megah dan nyaman secara fisik, namun juga merupakan simbol kebangkitan spiritual dan kebersamaan masyarakat.

“Peresmian Masjid Jami’ Nurul Iman ini bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi merupakan tonggak sejarah dan simbol kebangkitan spiritual masyarakat, khususnya di wilayah Curug Kulon,” ujar Bupati Maesyal

Dia juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para wakif dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut. Secara khusus, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada H. Ilyas dan Aceng Sukardi yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid.

Lebih lanjut, dia menegaskan peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, serta pembinaan sosial kemasyarakatan. Untuk itu, dia berharap Masjid Jami’ Nurul Iman dapat dimakmurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Masjid harus menjadi ruang yang ramah, sejuk, dan terbuka, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial,” tandasnya.

Pada momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Bupati Maesyal Rasyid juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

"Mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini untuk lebih memedomani dan mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita, keluarga, masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing," pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Apresiasi Pelayanan Kecamatan Curug Hingga Malam Hari

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maeayal Rasyid mengapresiasi inovasi pelayanan administrasi yang dilakukan Kecamatan Curug dengan membuka layanan hingga malam hari. Apresiasi tersebut disampaikan saat Bupati meninjau langsung pelayanan administrasi kependudukan yang digelar pada Jumat malam, (23/1/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maeayal Rasyid menyampaikan bahwa penambahan jam pelayanan tersebut merupakan langkah responsif terhadap kebutuhan masyarakat Curug yang mayoritas bekerja di kawasan industri dan pabrik pada jam kerja normal.

“Malam ini saya sengaja datang untuk melihat langsung pelayanan kepada masyarakat. Sesuai ketentuan, pelayanan memang dimulai pukul 07.30 sampai 16.00 WIB. Namun khusus di Kecamatan Curug, karena wilayah industri dan perekonomian, masyarakatnya pagi sampai sore bekerja, sehingga perlu waktu pelayanan tambahan,” ujar Bupati Maeayal Rasyid.

Dia mengungkapkan, atas inisiatif Camat Curug, pelayanan administrasi dibuka khusus pada hari Jumat hingga pukul 21.00 WIB. Dia juga sangat terkesan melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi serta respons positif terhadap kebijakan tersebut.

“Tadi saya tanya langsung ke masyarakat, mereka menyampaikan terima kasih karena sangat terbantu. Mereka bekerja di pabrik dari pagi sampai sore, sehingga malam hari menjadi waktu yang tepat untuk mengurus administrasi,” nya.

Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh layanan yang diberikan tidak dipungut biaya. Bahkan, ia meminta agar apabila pelayanan belum dapat diselesaikan pada hari yang sama, dokumen dapat diantarkan ke rumah warga sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Saya tanya langsung, ada pungutan atau tidak, dan semuanya gratis. Saya juga minta kepada Pak Camat, jika pelayanan belum selesai hari ini, dalam dua atau tiga hari ke depan bisa diantarkan ke rumah warga. Ini bentuk pelayanan prima,” tegasnya.

Lanjut dia, pelayanan yang diberikan meliputi administrasi kependudukan seperti KTP, KK, surat keterangan tidak mampu, serta pelayanan administrasi lainnya. Menurut dia, inovasi ini patut menjadi contoh bagi kecamatan lain yang memiliki karakteristik wilayah serupa.

“Ini inovasi yang sangat bagus dan akan kita kaji untuk diterapkan di kecamatan lain. Nanti akan kita bicarakan bersama para camat, tentu dengan melihat situasi dan kondisi masing-masing wilayah. Kecamatan Curug ini layak menjadi percontohan,” imbuhnya.

Salah satu warga Kecamatan Curug, Silvi, mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya terhadap pelayanan malam hari yang dilakukan Kecamatan Curug. Dirinya dan masyarakat yang tidak memiliki waktu di pagi hingga sore hari sangat terbantu.

“Kami sangat mengapresiasi Kecamatan Curug yang mengakomodir masyarakat seperti kami yang pagi sampai sore bekerja. Dengan adanya pelayanan malam hari ini, kami bisa tetap mengurus administrasi kependudukan. Ini inovasi yang sangat baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Silvi. (Red)

Bupati Tangerang Tinjau Langsung Lokasi Terdampak Angin Puting Beliung Di Perumahan Taman Adiyasa Solear

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung yang terjadi di Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Jumat (23/1/26).

Pada kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memastikan percepatan penanganan dan langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara, bencana angin puting beliung yang terjadi pada Kamis sore (22/1/26) tersebut mengakibatkan sekitar 103 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.

“Kami hadir langsung bersama jajaran untuk melihat kondisi di lapangan pascakejadian angin puting beliung yang terjadi kemarin sore. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 103 rumah warga yang terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melakukan langkah penanganan secara cepat dan terkoordinasi. Penanganan dilakukan melalui perbaikan langsung oleh pemerintah daerah maupun pemberian bantuan kepada warga agar dapat melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

“Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti kerusakan rumah warga. Ada yang ditangani langsung oleh Pemda, dan ada pula yang dibantu agar dapat diperbaiki secara mandiri oleh pemilik rumah. Hal ini harus segera dilakukan mengingat saat ini masih dalam musim hujan,” jelasnya.

Selain kerusakan rumah, Bupati juga menyebut ada sejumlah infrastruktur lingkungan yang turut terdampak dan akan segera ditangani oleh OPD terkait.

“Kami juga mencatat adanya kerusakan pada beberapa ruas jalan dan fasilitas lingkungan. Seluruhnya akan ditindaklanjuti agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu warga terdampak, Ina Damayanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Bapak Bupati serta jajaran. Penanganannya sangat cepat, sejak kejadian kemarin hingga hari ini sudah dilakukan pembersihan dan pendataan. Harapannya perbaikan bisa segera dilakukan agar kami bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan penanganan pascabencana angin puting beliung di Perumahan Taman Adiyasa akan terus dilakukan hingga kondisi permukiman warga kembali aman dan layak huni.

Kunjungan Bupati Tangerang tersebut didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Wakapolres Tangerang, Camat Solear, Kepala Desa Cikuya, serta jajaran kepala OPD terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan. (Red)

Tinjau Lokasi Banjir di Nyompok Girang, Bupati Tangerang Tegaskan Akses Warga Terputus Akibat Jembatan Terendam

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, yang mengakibatkan akses warga terputus karena jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian, Jum'at (23/1/26).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Plh. Sekretaris Daerah Iwan Firmansyah, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat dan Kepala Desa setempat. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Bupati Tangerang menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cidurian meluap hingga menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut.

“Hujan ini sejak beberapa hari terakhir intens dan durasinya lama, sehingga menimbulkan luapan air dari Sungai Cidurian. Akibatnya jembatan di Kampung Nyompok Girang ini kondisinya berada di bawah air, sehingga akses masyarakat terputus” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemkab menyalurkan bantuan kebutuhan pokok karena aktivitas warga lumpuh akibat terputusnya akses dan posko kesehatan

“Tadi saya tanya, masyarakat tidak bisa beraktivitas karena jembatannya terendam air, mau belanja susah. Maka kami bersama BPBD membawa logistik untuk kebutuhan sehari-hari dan posko kesehatan,” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana membangun kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi dan sejajar dengan jalan pemukiman agar lebih aman dilalui saat banjir.

“InsyaAllah jangka panjangnya, jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan pemukiman. Supaya walaupun terjadi luapan air, jembatan tetap bisa dilalui. Mudah-mudahan tahun 2026 ini segera kita bangun,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memastikan akan memberikan bantuan bagi petani yang terdampak banjir, khususnya lahan sawah yang terendam hingga mengalami puso

“Dinas Pertanian juga akan membantu masyarakat atau kelompok tani yang sawahnya tertutup air dan mengalami puso,” tambahnya.

Menanggapi kondisi cuaca ekstrem saat ini, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas, terutama melintasi jembatan yang terendam banjir.

“Saya minta masyarakat lebih hati-hati. Untuk sementara perahu akan kita siagakan, dan saya sarankan aktivitas dilakukan pagi sampai sore saja, jangan malam hari,” pungkasnya.

Pemkab Tangerang melalui OPD terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menegaskan bahwa kondisi jembatan tidak mengalami kerusakan struktural, melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.

“Perlu kami luruskan bahwa yang terputus itu bukan jembatannya, tetapi akses masyarakat karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air ketika terjadi luapan sungai. Jadi jembatannya masih ada, hanya terendam,” ungkap Iwan.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Di tahun 2026 ini sudah kita anggarkan untuk pembangunan jembatan dan akan ditinggikan. Dengan begitu, ketika air kembali meluap, jembatan tidak lagi terendam dan aksesnya aman, tetap bisa dilalui masyarakat,” jelasnya. (Red)

Bupati Tangerang Resmikan Operasional Koperasi Desa Merah Putih se-Kecamatan Cisoka

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Cisoka yang dipusatkan di KDMP Desa Selapajang, Kecamatan Cisoka, Kamis (22/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian lokal masyarakat. Untuk itu koperasi ini harus terus dikuatkan sejak awal sebagai fondasi pembangunan ekonomi kerakyatan

“Sesuai dengan asas yang disampaikan Bapak Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto, pembangunan ekonomi itu harus dimulai dari bawah. Koperasi ini didirikan untuk menarik anggota sebanyak-banyaknya, sehingga timbal baliknya adalah kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan bahwa KDMP seperti di Desa Selapajang Kec. Cisoka telah menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gas elpiji dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

“Ini membuktikan koperasi bisa hadir untuk kepentingan masyarakat. Saya minta warga juga ikut membesarkan koperasi ini, belanjanya di sini. Dengan begitu, kontribusinya akan kembali ke masyarakat dan kesejahteraan bisa meningkat secara bertahap,” ujarnya.

Dia menambahkan keberadaan KDMP juga diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus bepergian jauh

“Dengan koperasi ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berbelanja. InsyaAllah koperasi ini akan terus berkembang,” tambahnya.

Terkait pengembangan KDMP, Bupati menjelaskan bahwa operasional koperasi di Cisoka merupakan tahap awal, mengingat secara nasional telah dibentuk sekitar 81.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang belum semuanya berjalan optimal karena berbagai hambatan, khususnya dukungan anggaran.

“Di Kabupaten Tangerang, kita mulai lebih dulu karena ada dukungan dana CSR dari pengembang. Ini sambil menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Dia menyebutkan, setiap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapatkan modal awal sebesar Rp100 juta dari dana CSR. Dengan total 274 desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang, nilai dukungan CSR untuk koperasi KDKMP mencapai sekitar Rp27,4 miliar.

“Kita percepat melalui dana CSR karena program-program Bapak Presiden sangat menyentuh langsung rakyat. Koperasi Desa Merah Putih ini salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian yang berasal dari, oleh dan untuk masyarakat sendiri,” pungkasnya. (Red)

Jelang Ramadan, Wabup Intan Tekankan GPM Tepat Sasaran demi Kendalikan Harga Pangan di Tangerang

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Bahan Pokok Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah di Ruang Rapat Wareng Gd. Kantor Bupati Tangerang, Kamis (22/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2026, harus benar-benar tepat sasaran dan menyentuh langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Komoditi yang ditawarkan juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar, dengan subsidi harga sekitar Rp.40.000-45.000,- perpaketnya.

“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 ini jangan hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Paketnya jangan dibakukan isinya. Komoditasnya harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi harga pasar. Kalau telur dan ayam yang mahal, itu yang harus kita hadirkan,” tegas Wabup Intan

Menurut dia, ketepatan sasaran penerima manfaat GPM sangat penting. Untuk itu, dia meminta para camat untuk melakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar subsidi pangan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, khususnya di wilayah pesisir utara (Pantura) seperti Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Kronjo, Kemiri, dan Mekar Baru. Selain itu, dia juga meminta kepada OPD terkait agar terus mendorong keterlibatan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program GPM nantinya.

“Segera lakukan validasi data masyarakat miskin dan miskin ekstrem, mereka adalah prioritas utama penerima manfaat. Wilayah Kabupaten Tangerang juga memiliki potensi peternakan ayam pedaging dan petelur, khususnya di wilayah Kresek dan Gunung Kaler, yang dapat diberdayakan untuk mendukung GPM sekaligus menekan harga di pasaran,” tandasnya

Dia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi sangat berdampak pada sektor pertanian dan berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis, seperti antaranya beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai, dan bawang. Untuk itu dia juga semua pihak terkait untuk terus memonitoring kenaikan dan ketersediaan bahan pokok secara rutin dan berkala sehingga dapat diambil keputusan bersama lintas sektor untuk mengatasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

“Faktor cuaca ini juga harus kita perhitungkan bersama, karena dampaknya bisa memicu kenaikan harga. Saya sudah cek langsung ke lapangan, minyak goreng mulai langka dan harganya di beberapa pasar sudah melampaui harga eceran tertinggi. Telur dan ayam juga menjadi komoditas yang sering naik pada waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.

Dia berharap melalui rakor tersebut bisa menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Tangerang, khususnya menjelang bulan suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Stabilitas pangan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan sinergi semua pihak, kita ingin masyarakat Kabupaten Tangerang dapat menyambut dan menjalani bulan suci Ramadan dengan tenang, aman, dan sejahtera. Karena itu, kita harus bisa hadir dan memastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harga tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak menurun,” pungkasnya

Pimpinan Perum Bulog Cabang Tangerang, Riki Pebriadi melaporkan bahwa kondisi stok pangan di wilayah Tangerang Raya masih aman dan mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki cadangan beras sekitar 54.300 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.

“Cadangan beras Bulog sekitar 54.300 ton saat ini. Stok minyak goreng “Minyak Kita” tercatat sekitar 11.000 ton, minyak premium, serta gula pasir dan komoditas pangan lainnya yang siap disalurkan untuk mendukung stabilisasi harga,” ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tangerang, Resmiyati Marningsih menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi terkendali. Pihaknya bersama pihak terkait lainnya terus melakukan pemantauan harga mingguan serta intervensi pasar, termasuk fasilitasi distribusi minyak goreng langsung ke pengecer dan pelaksanaan Warung Tekan Inflasi secara berkala sepanjang tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, para camat/perwakilan kecamatan se-kabupaten Tangerang, Perum Bulog Cabang Tangerang, serta instansi terkait lainnya. (Red)

Bupati Tangerang Bersama Gubernur Banten Hadiri Haul Ke-345 Raden Aria Wangsakara

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid betsama Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara yang digelar di Pendopo Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Aria Wangsakara Kec. Pagedangan, Rabu malam (21/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa acara Haul ke-345 Raden Aria Wangsakara selain untuk mengenang jasa dan perjuangan pahlawan nasional Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan dan membesarkan wilayah Tangerang juga merupakan momentum untuk menguatkan kembali komitmen bersama dalam meneruskan perjuangan beliau dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

"Pada kesempatan ini, kita semua hadir di sini bukan hanya wajib mengenang, mengingat pemimpin kita yaitu seorang pahlawan nasional, Raden Aria Wangsakara yang telah mendirikan, memimpin dan juga membesarkan Tangerang, tapi juga menguatkan komitmen kita bersama untuk meneruskan perjuangannya dengan membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, Raden Aria Wangsakara juga merupakan ulama dan pemimpin umat yang menyebarkan agama Islam serta menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya

"Raden Aria Wangsakara adalah sosok ulama dan pemimpin umat yang senantiasa menanamkan nilai-nilai Islami dan kemandirian dalam perjuangannya, baik saat mengusir penjajah maupun dalam menyebarkan agama Islam di Banten dan Tangerang pada khususnya. Ini yang harus kita lanjutkan sebagai generasi penerus," tandasnya

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada segenap panitia dan Pemkab Tangerang yang menggelar Haul Raden Aria Wangsakara yang mengambil tema 'Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya', sebagai upaya untuk terus menjaga dan melestarikan jasa-jasa para leluhur

"Saya, atas nama Pemerintah Provinsi Banten mengucapkan terima kasih kepada panitia yang terus menjaga tradisi dalam rangka mengenang jasa-jasa para leluhur. Tema Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Para Leluhurnya adalah sesuatu yang betul," ujar Andra Soni

Selain itu, pihaknya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para Gubernur Banten sebelumnya yang telah banyak melakukan pembangunan dan menorehkan prestasi gemilang untuk kemajuan Provinsi Banten, salah satunya adalah Gubernur Wahidin Halim yang telah membangun jembatan fenomenal Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg.

"Alhamdulillah tadi juga diserahkan penghargaan, diberikan penghargaan. Dalam hal ini saya juga mewakili Bapak Wahidin Halim, Gubernur Banten sebelumnya, yang mana beliau telah banyak melakukan pembangunan-pembangunan di Provinsi Banten, salah satu yang fenomenal adalah membangun jembatan Aria Wangsakara yang dulu dikenal dengan nama jembatan Bogeg," ungkapnya

Lanjut dia, Tangerang yang dikenal sebagai benteng Provinsi Banten mempunyai letak dan peran yang sangat strategis, khususnya dalam menopang pembangunan Provinsi Banten, salah satu sebagai penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang.

"Banten berbahagia karena kita punya pahlawan nasional, salah satunya adalah Raden Aria Wangsakara. Semangat yang bisa kita teladani adalah semangat untuk menjaga pemimpinnya. Sampai hari ini semua poin-poin plus yang tercatat dalam data-data statistik di Provinsi Banten, salah satu penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Tangerang," imbuhnya. (Red)

Page 3 of 242
Go to top