TANGERANG, lensafokus.id – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 resmi ditutup oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, di Kecamatan Pagedangan, Selasa (13/1/26).
Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penguatan syiar Islam dan nilai-nilai Al-Qur’an bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, khususnya Kecamatan Pagedangan selaku tuan rumah, yang telah menyukseskan acara ini. Ia menekankan bahwa substansi utama dari MTQ adalah bagaimana nilai-nilai suci Al-Qur'an dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Yang menjadi makna penting adalah bagaimana kita semua umat muslim mencintai Al-Qur'an, membacanya, dan memahami makna yang terkandung di dalamnya sehingga dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa dekat dengan Allah SWT," ujar Bupati Maesyal.
Bupati juga berpesan kepada para kafilah yang meraih prestasi agar tidak cepat berpuas diri, sementara bagi yang belum berhasil, ia meminta untuk tetap semangat karena keikutsertaan mereka sudah merupakan bagian dari menghidupkan syiar agama.
"Kalian semua adalah generasi yang membawa harapan, menjadi duta Al-Qur'an, dan teladan bagi masyarakat kita. Mari kita jadikan momentum Musabaqah ini sebagai perajut persatuan untuk terus berkontribusi bersama demi kemajuan Kabupaten Tangerang semakin gemilang," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum MTQ Ke-56, Soma Atmaja, dalam laporannya menyebutkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti oleh 1.332 peserta dari 29 kecamatan. Ketatnya persaingan menunjukkan bahwa pembinaan qari dan qariah berjalan dengan sangat baik.
"Kami optimis bahwa melalui MTQ ke-56 ini, Kabupaten Tangerang mampu kembali mempertahankan prestasi Juara Umum untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut pada MTQ ke-23 Tingkat Provinsi Banten yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang," tutur Soma.
Penutupan ini menandai kesiapan Kabupaten Tangerang untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, berdaya saing, dan berakhlak mulia. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menggelar rapat koordinasi (Rakor) penanganan banjir di wilayah Kecamatan Kosambi di Aula Gedung eks DPRD Tangerang, Selasa (13/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa rakor tersebut merupakan hasil tindak lanjut dari hasil kunjungan lapangan ke lokasi banjir di Kecamatan Kosambi yang terjadi akibat curah hujan tinggi serta kiriman air dari wilayah sekitar, seperti Cengkong dan Belimbing, yang masuk ke saluran air wilayah Kosambi
"Rakor ini adalah tindak lanjut dari hasil kunjungan lokasi banjir di Kosambi. Mohon maaf saya sampaikan, banjir ini selain karena hujan yang cukup tinggi, juga disebabkan adanya limpasan air dari Kosambi, Cengkong, Belimbing dan dari wilayah lain yang bermuara ke saluran yang sama," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, meskipun hasil kajian teknis dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air belum sepenuhnya final, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang tetap menampung masukan dan informasi dari masyarakat setempat sebagai dasar awal untuk mencari solusi penanganan banjir secara cepat dan tepat. Sebagai langkah awal, Pemkab Tangerang berencana akan membangun pompa banjir dan pintu air di Desa Salembaran Jati dan wilayah Kosambi Barat. Pompa yang akan dipasang memiliki kapasitas 3 meter kubik permenit, yang berfungsi untuk memompa air dari lokasi banjir menuju area pembuangan Rawa Lumpang atau drainase perimeter PIK 2.
"Adapun rencana lokasi pemasangan pompa banjir di Desa Salembaran Jati meliputi: RW 07, RW 02, RW 31. Sementara itu, untuk Kosambi Barat, direncanakan pembangunan dua titik rumah pompa, yaitu: RW 05, RW 03," jelasnya
Dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan dinas terkait, masyarakat dan pihak lainnya guna memastikan penanganan banjir dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
"Untuk wilayah area banjir Perumahan Duta Bandara, pada APBD-P 2025 telah dialokasikan pembangunan pintu air di outlet saluran pembuang Duta Bandara dan selanjutnya direncanakan akan dibangun pompa banjir untuk mengendalikan rob dari Kali Prancis sesuai kajian teknis dan permintaan masyarakat," imbuhnya
Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid juga menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura selaku pemangku kepentingan di wilayah tersebut agar rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Perum Duta Bandara dapat segera mendapatkan dukungan dan ijin.
“Kami akan terus mencari solusi terbaik bersama masyarakat dan perangkat daerah agar permasalahan banjir ini dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan pemusnahan arsip inaktif, di Aula BKPSDM, Senin (13/1/2026), dengan pendampingan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip) Kabupaten Tangerang.
Sebanyak lebih dari 14.000 arsip dari berbagai bidang dimusnahkan dalam kegiatan tersebut. Arsip-arsip tersebut berasal dari rentang tahun 2002 hingga tahun terakhir dan telah melalui proses penilaian sesuai masa retensi arsip.
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Tangerang, Bangbang Ismail, menjelaskan bahwa arsip yang dimusnahkan merupakan dokumen yang masa retensinya telah berakhir dan tidak lagi memiliki nilai guna administratif, hukum, maupun historis.
“Arsip-arsip yang sudah habis masa retensinya kami musnahkan. Sementara arsip yang masih memiliki nilai namun sudah tidak digunakan secara aktif, kami titipkan ke Dinas Arsip,” ujar Bangbang.
Ia menambahkan, sebelum dilakukan pemusnahan, seluruh arsip terlebih dahulu melalui tahapan identifikasi dan pemilahan secara teliti dengan pendampingan langsung dari Dinas Perpusip Kabupaten Tangerang guna memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BKPSDM dalam meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan sebagai penunjang pelayanan publik yang lebih baik. Pada tahun sebelumnya, BKPSDM berhasil meraih peringkat dua terbaik dalam penilaian penataan kearsipan tingkat Kabupaten Tangerang.
“Capaian tersebut menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Saat ini kami juga mulai menerapkan penggunaan surat elektronik untuk mengurangi penumpukan arsip fisik ke depannya,” tambahnya
BKPSDM berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Kabupaten Tangerang agar turut melaksanakan pengelolaan dan pemusnahan arsip secara tertib dan terencana. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjajaki kerja sama program beasiswa pendidikan penerbangan bagi putra-putri terbaik Kabupaten Tangerang yang berprestasi, khususnya dari keluarga berpenghasilan rendah, di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug (PPIC). Penjajakan tersebut dilakukang langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Kampus PPIC, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (13/1/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur PPIC Capt. Megi Hudi atas sambutan hangat sekaligus peluang dibukanya kerja sama bagi masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menempuh pendidikan di bidang penerbangan melalui jalur beasiswa.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur PPIC yang telah membuka pintu kerja sama, khususnya melalui program beasiswa. Ini merupakan peluang besar bagi anak-anak kami yang berprestasi, disiplin, dan memiliki semangat tinggi, namun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Bupati menegaskan bahwa kerja sama tersebut nantinya akan segera ditindaklanjuti secara formal melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PPIC. Peserta program beasiswa ini akan diseleksi secara ketat sesuai ketentuan yang berlaku, dengan prioritas bagi calon peserta didik dari keluarga berpenghasilan rendah yang memiliki kemampuan akademik, mental, dan kedisiplinan yang baik.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa PPIC memiliki berbagai pilihan program studi strategis, tidak hanya di bidang penerbangan, tetapi juga navigasi udara, komunikasi penerbangan, operasi bandar udara, dan jurusan teknis lainnya yang berjumlah sekitar 10 program pendidikan taruna.
“InsyaAllah mulai tahun 2026, kami berharap sudah ada putra-putri Kabupaten Tangerang yang menjadi taruna atau bahkan pilot di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug melalui program beasiswa daerah,” tambahnya.
Bupati juga memaparkan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan beasiswa bagi 235 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah, yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, termasuk Al-Azhar Kairo, Swiss, Jerman, IPB, dan universitas lainnya. Ke depan, jumlah dan ragam tujuan beasiswa akan terus ditingkatkan.
"kolaborasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda Kabupaten Tangerang yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.,"
Sementara itu, Direktur PPIC Capt. Megi Hudi menyatakan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor penerbangan.
“Kami sangat mendukung program Bupati Tangerang, terutama dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi putra-putri daerah yang memiliki semangat, kecerdasan, dan kedisiplinan tinggi di bidang penerbangan. Keberadaan PPIC di Kabupaten Tangerang tentu diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Kegiatan penjajakan kerja sama ini turut dihadiri juga oleh sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Perhubungan, Kabag Kesra, kabag Tata Pemerintahan dan Camat Legok. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerebek Posyandu di Posyandu Gelatik 2, Desa Daon Kec. Rajeg, Selasa (13/01/26).
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan bahwa Gerebek Posyandu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat serta menekan penurunan angka stunting, khususnya ibu hamil dan balita
“Gerebek Posyandu ini kita lakukan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memastikan ibu hamil dan balita mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin. Ini juga bagian dari upaya kita menekan angka stunting sejak dini,” ungkap Wabup Intan
Dia menandaskan monitoring yang dilakukan juga untuk memastikan langsung pelaksanaan Gerebek Posyandu benar-benar tepat, baik sasaran maupun pelayanannya
"Monitoring bersama Pak Camat Rajeg, Pak Kades, tim dari Puskesmas ini untuk memastikan pelaksanaan Gerebek Posyandu tepat sasaran dan pelayanan, khususnya bagi ibu dan anak-anak, benar-benar terjangkau oleh layanan kesehatan," ujarnya
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya rutin datang ke Posyandu. Menurutnya, Posyandu memiliki peran strategis dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.
"Posyandu memiliki peran yang strategis dan penting. Selain ada cek kesehatan, ibu hamil dan balita juga kita berikan PMT dan susu," imbuhnya.
Kegiatan Gerebek Posyandu ini disambut dengan antusias oleh para ibu hamil serta ibu yang memiliki balita. Sejak pagi hari, warga terlihat ramai mendatangi Posyandu untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari penimbangan balita, pemeriksaan kehamilan, hingga konsultasi gizi dan tumbuh kembang anak. Tercatat ada sebanyak 49 bayi dibawah 2 tahun (Baduta), 97 Balita dan ibu hamil 2 orang di Posyandu Gelatik 2 Desa Daon.
Sementara itu, salah satu ibu yang memiliki balita, Yuni, mengaku senang dengan adanya kegiatan Gerebek Posyandu. Ia menilai pelayanan yang diberikan sangat membantu dan memudahkan warga.
“Alhamdulillah pelayanannya lengkap dan petugasnya ramah. Kami jadi lebih semangat datang ke Posyandu karena bisa langsung cek kesehatan anak dan dapat edukasi juga,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak, guna mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kampung Rawa Lumpang, Desa Salembaran Jati, Kecamatan Kosambi, Senin (12/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tangerang yang didampingi Dandim Tigaraksa, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BPBD, Camat Kosambi, serta unsur TNI dan perwakilan PLTU memastikan bahwa penangan dan bantuan untuk warga terdampak segera dilakukan
"Kami bersama Dandim, Kepala OPD, Camat Kosambi dan perwakilan dari PLTU hadir bersama dan memastikan penanganan segera kami lakukan dan bantuan logistik kepada warga terdampak bisa segera disalurkan," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Bupati Maesyal Rasyid bersama rombongan menyusuri lokasi banjir dan berdialog langsung dengan warga. Pihaknya berkomitmen bersama-sama TNI, Polri dan PLTU Lontar akan segera merumuskan upaya penanganan banjir secara bertahap, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
"Kami datang langsung ke Kampung Rawa Lumpang bersama Pak Dandim, dari PLTU, para kepala dinas, Pak Camat, dan bertemu langsung dengan warga. Kami sudah melihat kondisi di lapangan dan merumuskan upaya-upaya yang akan kita lakukan bersama,” ujarnya
Dia menjelaskan bahwa untuk penanganan jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar mereka tidak kesulitan mendapatkannya
“Untuk jangka pendek, Pemda memberikan bantuan logistik. Selain itu, besok akan kita lakukan survei lanjutan dan merapatkan seluruh pihak terkait untuk mencari solusi teknis, termasuk membahas ke mana air ini bisa dialirkan agar dapat dibuang ke laut,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga menurunkan tim dari Dinas Kesehatan beserta tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak banjir.
“Hari ini juga Dinas Kesehatan bersama para dokter hadir untuk melakukan cek kesehatan masyarakat, di samping penyaluran bantuan logistik sebagai langkah penanganan awal,” tambahnya.
Pihaknya berharap dengan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor akan dapat segera ditemukan solusi terbaik, konkret dan berkelanjutan demi kepentingan dan keselamatan masyarakat Kosambi, khususnya di Kampung Rawa Lumpang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meminta seluruh jajaran Perumdam Tirta Kerja Raharja (TKR) terus berinovasi dan melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan layanan dan kinerja. Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat melakukan kunjungan ke Kantor Perumdam TKR, Senin (12/01/26).
"Saya meminta kepada seluruh jajaran Perumdam terus lakukan inovasi-inovasi dan terobosan. Tahun baru, tahun inovasi, tahun peningkatan kinerja dan tahun peningkatan layanan," pinta Bupati Maesyal Rasyid
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan beberapa hal diantaranya tentang peningkatan layanan dan kedisiplinan. Peningkatan layanan tersebut salah satunya adalah memperluas cakupan layanan air bersih, khususnya di wilayah Pantura yang diharapkan bisa mencapai sekitar 50 ribu pelanggan baru tahun ini
"Saya mohon Pak Dirut beserta seluruh jajaran, termasuk unsur pengawasan dari Dewan Pengawas untuk menambah jumlah layanan. Artinya kita ekspansi pelayanan di daerah Pantura harus jalan juga di daerah - daerah lain yang memerlukan pelayanan air bersih minimal 40 sampai 50 ribu pelanggan di tahun ini," tandasnya
Lanjut dia, aspek kedisiplinan yang sudah baik pada tahun 2025 harus terus dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun 2026. Menurut dia, kedisiplinan dalam merespon setiap keluhan dan tindak lanjut yang cepat dari setiap keluhan yang disampaikan masyarakat hendaknya dapat dijadikan motivasi sebagai cerminan kedisiplinan.
"Saya berharap apa yang sudah baik tetap dipertahankan. Paparan dari direktur utama dan Dewas, jumlah keluhan-keluhan masyarakat menurun, berkurang di tahun 2025. Tentu ini terus ditingkatkan dalam rangka memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat," imbuhnya
Dia juga berharap segala prestasi dan capaian target Perumdam TKR yang telah diraih harus dipertahankan dan dijadikan motivasi bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"5 kali predikat terbaik di Indonesia harus dilestarikan, bukan predikat, bukan penghargaan, bukan juga rangking. Tujuan utamanya yaitu tetap memberikan peningkatan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menambah sambungan langganan (SL)," ujarnya
Pihaknya juga mengucapkan terima masih atas capaian kinerja dan pelayanan terbaik yang telah dilakukan. Dia juga berpesan agar kolaborasi dan sinergi antara jajaran direksi, Dewan dan seluruh pegawai Perumdam TKR terus diperkuat agar target dan penyelesaian tugas-tugas dapat berjalan dengan baik.
"Semoga kita semua dapat mempertahankan predikat terbaik, khususnya dalam melayani pemenuhan kebutuhan air bersih kepada masyarakat. Respon positif dan tindak lanjut cepat dari setiap laporan pengaduan dan keluhan adalah bagian dari predikat terbaik tadi," pungkasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Puluhan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang berjibaku selama kurang lebih lima jam dalam menangani kebakaran yang melanda lapak limbah dan sebuah restoran di Jalan Galeong, Kelurahan Margasari, Kecamatan Karawaci, pada Minggu (11/1/26) dini hari.
Laporan kejadian diterima dari warga bernama Tiara melalui Pusdalops Mako pada pukul 00.04 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, unit pemadam segera diberangkatkan pada pukul 00.10 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 00.20 WIB.
Objek yang terbakar meliputi dua area, yakni lapak limbah seluas kurang lebih 1.000 meter persegi dan restoran Sambal Geledek seluas sekitar 100 meter persegi, dengan total luas area terdampak mencapai sekitar satu hektar. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman.
"Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya adalah sulitnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, berkat kerja keras dan koordinasi yang solid, api berhasil dikendalikan dan proses penanganan dinyatakan selesai pada pukul 05.30 WIB," papar Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang.
Kata Mahdiar, sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran gabungan dikerahkan dalam penanganan ini, yang terdiri dari unit Mako, Cibodas, Periuk dan Keroncong, serta Batu Ceper dan Belendung. Total 53 personel gabungan turut terlibat langsung di lapangan.
"Tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Kerugian materiil masih dalam pendataan," tegasnya.
BPBD Kota Tangerang mengapresiasi dedikasi dan perjuangan para petugas pemadam kebakaran yang telah bekerja tanpa lelah demi memastikan keselamatan warga dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran serta segera melaporkan kejadian darurat melalui saluran resmi yang tersedia," imbaunya. (Red)
BEKASI, lensafokus.id — Praktik penjualan obat keras golongan G secara ilegal di wilayah Inspeksi Kalimalang, Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, kembali menuai sorotan. Sebuah kios yang diduga kuat menjual Tramadol dan Hexymer tanpa resep dokter masih beroperasi, meski aktivitas tersebut telah lama dikeluhkan warga.
Saat ditemui di lokasi, penjaga kios mengakui bahwa dirinya hanya bekerja dan menyebut pemilik kios berinisial S, yang disebut-sebut berasal dari Aceh. Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa jaringan peredaran obat keras ilegal tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dikendalikan oleh pihak tertentu dari luar daerah.
Upaya konfirmasi pun dilakukan kepada S yang diduga sebagai pemilik kios. Namun, saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu (11/1/2026), yang bersangkutan justru mengelak dan tidak mengakui keterkaitannya.
“Salah orang mungkin, saya lagi tugas di Aceh,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan tersebut dinilai janggal dan terkesan menghindar, mengingat keterangan penjaga kios yang secara tegas menyebut inisial dan asal pemilik. Sikap saling lempar tanggung jawab ini semakin menguatkan dugaan bahwa praktik ilegal tersebut sengaja disamarkan untuk menghindari jerat hukum.
Sebagaimana diketahui, peredaran Tramadol dan Hexymer secara ilegal merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara hingga 12 tahun dan denda miliaran rupiah. Aturan tersebut ditegakkan untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan obat keras, khususnya di kalangan remaja dan anak muda.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait langkah penindakan terhadap kios yang diduga menjual obat keras ilegal tersebut. (Red)
Padang, lensafokus.id – Upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika terus digencarkan jajaran Polres Labuhanbatu Selatan. Terbaru, Satuan Reserse Narkoba berhasil membongkar kasus peredaran narkotika jenis ganja dengan jumlah besar, mencapai sekitar 26 kilogram, di wilayah Lingkungan Labuhan, Kecamatan Kotapinang.
Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi tegas Kapolres Labuhanbatu Selatan, AKBP Aditya S.P. Sembiring, S.I.K., yang menekankan kepada seluruh jajarannya agar tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan narkotika dan bertindak tegas serta terukur, khususnya terhadap pelaku yang mencoba melawan saat penindakan.
Kasat Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan, AKP Sahat Marulam Lumbangaol, S.H., mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial DAS alias D (40), warga Jalan Berok Ambun Suri, Gunung Pangilun, Kota Padang.
“Tersangka kami amankan di Lingkungan Labuhan, Kecamatan Kotapinang, saat mengendarai satu unit mobil Ford Everest warna silver,” ujar AKP Sahat kepada wartawan.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sebanyak 26 paket yang diduga kuat berisi narkotika jenis ganja dengan berat bruto sekitar 26 kilogram. Selain itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa uang tunai Rp75 ribu, satu unit telepon genggam merek Vivo warna abu-abu, satu buah dompet warna cokelat, serta satu unit mobil Ford Everest bernomor polisi BK 1305 XJ yang digunakan tersangka untuk mengangkut barang haram tersebut.
AKP Sahat menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan seorang pria yang kerap melintas di wilayah Lingkungan Labuhan dengan panggilan “Dor” dan diduga membawa narkotika jenis ganja. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Selatan yang dipimpin Kanit II Satresnarkoba, IPDA Dapot T. Simanjuntak, S.H., M.H., langsung melakukan penyelidikan dan pembuntutan.
“Pada saat hendak diamankan, tersangka sempat berupaya melarikan diri. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur yang berlaku untuk mengamankan tersangka,” jelasnya.
Saat ini, tersangka DAS alias D beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Labuhanbatu Selatan guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Polres Labuhanbatu Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya demi menjaga keamanan, ketertiban, serta melindungi generasi bangsa dari bahaya narkoba. (Red)