Tangerang, lensafokus.id – Kecamatan Sukamulya menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sukamulya, Selasa (20/01/2026).
Musrenbang ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan” sebagai upaya memperkuat fondasi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan agenda tahunan strategis dalam rangka menyusun rencana pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Musrenbang Kecamatan menjadi forum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat, menyelaraskan usulan pembangunan desa, serta menyepakati prioritas program yang akan diusulkan ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan sejalan dengan tujuan pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sukamulya, serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Sukamulya, Kholid Mawardi, menyampaikan sejumlah program prioritas pembangunan Kecamatan Sukamulya. Program tersebut meliputi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, penguatan perekonomian yang produktif dan berdaya saing, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, percepatan pembangunan infrastruktur yang terpadu dan merata, serta penguatan ketahanan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk membangun komitmen bersama. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang direncanakan dengan mendengar suara masyarakat, dilaksanakan secara kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Camat Kholid.
Sebanyak 50 program skala prioritas kecamatan Sukamulya diajukan untuk tahun 2027, itu semua berdasarkan masukan dari kebutuhan masyarakat. Dengan menganggarkan pagu anggaran 26.849.000.000 (Dua Puluh Enam Miliar Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Juta)
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Dina Maria Ulfa, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat legislatif.
“Aspirasi yang disampaikan dalam Musrenbang ini akan menjadi perhatian kami di DPRD. Kami berkomitmen untuk mengawal usulan prioritas agar dapat terakomodasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Perwakilan masyarakat Kecamatan Sukamulya juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musrenbang yang inklusif dan terbuka. Ia berharap hasil musyawarah ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
“Kami merasa diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan masyarakat. Semoga program-program yang disepakati dapat direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui Musrenbang Kecamatan Sukamulya ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kecamatan Sukamulya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rajeg untuk tahun 2027 berlangsung dengan sukses dan lancar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder setempat, yang bersama-sama merumuskan usulan pembangunan untuk tahun 2027.
Acara yang diadakan di Kantor Kecamatan Rajeg ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, perwakilan dari Provinsi Banten, serta Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) yang terdiri dari Kapolsek, Danramil, serta kepala desa.
Pada kesempatan itu, Camat Rajeg Oman Apriaman, menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini lebih memfokuskan pada dua sektor utama, yakni pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan infrastruktur.
Dengan tercatatnya sekitar 230 UMKM di Kecamatan Rajeg, Camat Oman berharap dukungan dari pemerintah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten dapat mempercepat kemajuan sektor ini.
Menganggarkan sebesar Rp 34.717.222.812,00, usulan ini diharapkan dapat mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rajeg.
“Mudah-mudahan usulan-usulan yang diusulkan tahun ini dapat segera direalisasikan pada tahun 2027,” terang dia di lokasi.
Selain itu, dalam Musrenbang kali ini, berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang disampaikan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Kecamatan Rajeg. Di antaranya masalah kemacetan, sampah, banjir, dan jalan rusak.
Salah satu isu yang paling mendesak adalah kemacetan di beberapa titik utama Kecamatan Rajeg, seperti di jalur Kukun-Cadas, Kukun-Mauk, Kukun-Daon, dan Kukun-Pasar Kemis.
Di sisi lain, permasalahan timbunan sampah masih menjadi isu penting, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan aktivitas usaha yang belum optimal. Menurut laporan, masih ada banyak titik pembuangan liar yang berkontribusi terhadap penumpukan sampah.
"Sebanyak 50 usulan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang dan 27 usulan lainnya ke Provinsi Banten," ungkapnya.
Sementara itu, masalah jalan rusak di beberapa ruas jalan akibat tingginya intensitas penggunaan kendaraan dan pengaruh genangan air menjadi tantangan lain yang harus segera diatasi.
“Kerusakan jalan ini menghambat kelancaran lalu lintas dan menurunkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan,” tutur Camat Oman.
Adapun, Anggota DPRD Provinsi Banten, Wawan Suhada, yang turut hadir dalam Musrenbang, menegaskan bahwa sebagian besar usulan masyarakat berfokus pada kebutuhan dasar, seperti kebersihan, sanitasi, serta perbaikan infrastruktur. Salah satu isu utama yang diangkat adalah kemacetan di sekitar Lampu Merah Rajeg.
“Kita akan mencoba solusi penguraian kemacetan, khususnya untuk pemotor yang seringkali bersinggungan dengan mobil. Kami akan pisahkan jalur motor dan mobil, dan semoga masalah ini bisa teratasi,” serunya.
Wawan juga menambahkan bahwa Musrenbang bukan hanya ajang untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Semakin banyak wadah komunikasi seperti ini, semakin mengurangi kesenjangan antara masyarakat dengan pemerintah. Ini adalah kesempatan bagi anggota legislatif untuk lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.
Dengan usulan-usulan yang telah disampaikan, Musrenbang Kecamatan Rajeg diharapkan dapat mendorong terciptanya solusi nyata untuk berbagai permasalahan yang ada, sekaligus membuka peluang bagi kemajuan sektor UMKM dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat Rajeg. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kelurahan Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan pada Senin (19/1/2026) di Balai Warga Kantor Kelurahan Cisauk sebagai bagian dari tahapan penyusunan RKPD Kabupaten Tangerang Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyepakati usulan prioritas pembangunan kelurahan secara partisipatif.
Musrenbang tersebut dihadiri oleh Camat Cisauk Hendarto, S.STP., M.Si., Lurah Cisauk Ramdhan Randika, S.STP., M.I.P., anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perangkat kelurahan, ketua RW dan RT, LPM, tokoh masyarakat, unsur pendidikan, Karang Taruna, PKK, hingga perwakilan UMKM. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan Kelurahan Cisauk yang selaras dengan kebijakan daerah.
Dalam sambutannya, Camat Cisauk Hendarto menekankan pentingnya Musrenbang sebagai ruang penyelarasan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tangerang. Ia menyebut Musrenbang kelurahan sebagai fondasi awal agar program yang diusulkan benar-benar berdampak dan berkesinambungan di tingkat wilayah.
“Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi wadah strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat Cisauk terakomodasi dan terintegrasi dengan prioritas pembangunan daerah,” ujar Hendarto. Ia berharap usulan yang disepakati dapat diperjuangkan pada tahapan Musrenbang kecamatan hingga kabupaten.
Sementara itu, Lurah Cisauk Ramdhan Randika memaparkan evaluasi pelaksanaan kegiatan Kelurahan Cisauk Tahun Anggaran 2025 yang telah mencapai realisasi 97,57 persen, sekaligus rencana kegiatan tahun 2026 dan usulan prioritas tahun 2027. Pemaparan tersebut menjadi dasar diskusi dan tanya jawab peserta untuk memastikan keberlanjutan serta peningkatan kualitas pembangunan di Kelurahan Cisauk.
“Melalui Musrenbang ini, kami berupaya menjaga kesinambungan program, terutama pada pemeliharaan jalan lingkungan, saluran drainase, serta penguatan ekonomi dan sumber daya manusia masyarakat,” kata Ramdhan. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan telah dirumuskan berdasarkan kebutuhan lapangan dan hasil evaluasi pelaksanaan program sebelumnya.
Hasil Musrenbang Kelurahan Cisauk menyepakati tiga prioritas utama pembangunan, yakni pemeliharaan jalan lingkungan dan saluran air/drainase, peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia masyarakat, serta pemeliharaan sarana dan prasarana kelurahan. Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam Berita Acara Musrenbang dan disertai penetapan delegasi Kelurahan Cisauk untuk memaparkan usulan prioritas pada Musrenbang tingkat kecamatan.
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Penyerahan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Senin (19/1/26).
Penyerahan SK ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah diharapkan mampu memberikan layanan yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Maesyal meminta para Kepala Puskesmas menjalankan amanah dengan penuh rasa syukur, keikhlasan, serta tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas, sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Tangerang untuk mewujudkan kesehatan yang berkualitas,
“Berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, layani dengan hati, ramah, profesional, penuh empati, dan berintegritas. Jangan sampai masyarakat datang ke Puskesmas justru merasa tidak dilayani dengan baik,” tandas Bupati Maesyal.
Dia menegaskan bahwa Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan merupakan kepanjangan pemerintah yang benar-benar hadir dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran Kepala Puskesmas sangat strategis dan sarat dengan tanggung jawab.
“Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah. Di sanalah kita benar-benar hadir, menyentuh langsung masyarakat. Oleh karena itu, tugas Kepala Puskesmas ini bukan tugas yang ringan. Tugas ini adalah amanah, kepercayaan, dan tentunya tanggung jawab besar,” ujarnya
Lebih lanjut, dia juga meminta para Kepala Puskesmas agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru serta membangun kerja sama yang solid dengan seluruh tenaga kesehatan, kader, pemerintah kecamatan, desa, dan lintas sektor lainnya. Menurutnya, program kesehatan hanya dapat berhasil melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat.
“Program kesehatan tidak bisa dikerjakan sendiri, harus ada kolaborasi, harus ada sinergi dengan banyak pihak, lintas sektor,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh Kepala Puskesmas senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan, menjaga disiplin dan etika, serta menghindari tindakan yang dapat mencederai nama baik pribadi, institusi, maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Tunjukkan bahwa ASN kesehatan di Kabupaten Tangerang adalah ASN yang profesional, berintegritas, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan publik,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Bupati Maesyal berharap agar para Kepala Puskesmas juga dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar, mendukung program-program prioritas kesehatan, serta berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing.
“Saya ucapkan selamat bertugas kepada saudara-saudara yang hari ini menerima Surat Keputusan. Jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh dedikasi dan tanggung jawab. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kelancaran, dan petunjuk kepada kita semua,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka kegiatan Training Raya Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Tangerang yang mengusung tema “Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional sebagai Pilar Kedaulatan Bangsa di Era Ketidakpastian Global”. Acara tersebut digelar di Aula Diklat Kitri Bakti Kalec. Curug. Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa isu ketahanan pangan dan ekonomi bukan sekadar wacana akademik, melainkan tantangan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia di tengah dinamika global saat ini. Mahasiswa sebagai agen perubahan dituntut untuk berperan aktif dalam karya nyata dan kolaborasinya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi menghadapi tantangan global
“Ketahanan pangan dan perekonomian di era tantangan global tidaklah mudah. Mahasiswa dituntut tidak hanya cakap secara akademik tapi juga harus mampu memberikan solusi dan karya nyatanya untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi mulai saat ini," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan pangan harus dilakukan lintas sektor secara menyeluruh, berkelanjutan dan berdampak, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan peran petani dan nelayan.
"Ketahanan pangan dan ekonomi merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Tangerang, terus mendorong pengembangan UMKM, industri kreatif, ekonomi syariah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat semakin mandiri dan berdaya saing," jelasnya
Lanjut dia, mahasiswa mempunyai peran strategis sebagai agen perubahan. Untuk itu, mahasiswa harus mampu menjadi pelaku-pelaku pembangunan yang tangguh dan berakhlak. Tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan sosial, wawasan kebangsaan, serta keberanian dalam merumuskan solusi atas persoalan umat dan bangsa.
“Mahasiswa bukan sekadar penonton, tetapi harus menjadi pelaku sejarah. Training Raya Nasional HMI ini merupakan ruang kaderisasi penting untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berilmu, berakhlak dan berdaya saing,” imbuhnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para kader HMI mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang aplikatif serta mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keIndonesiaan dalam setiap bentuk pengabdian. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meresmikan jalan desa sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar 4 meter di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Senin (19/1/26).
Peresmian jalan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan tasyakuran yang dilanjutkan dengan makan bersama warga serta tamu undangan. Jalan ini menjadi akses penting yang menghubungkan dua desa dan dua kecamatan serta menjadi jalur mobilitas utama masyarakat setempat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi Gubernur Banten atas perhatian dan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjalankan segala aktifitasnya.
“Kami terus memperbaiki dan menata pembagian kewenangan antar pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten. Tujuannya satu, untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih luas. Jalan ini dibangun oleh provinsi, sementara ke depan Kabupaten Tangerang akan melanjutkan pembangunan pendukung lainnya, seperti penerangan jalan umum dan fasilitas penunjang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten atas pembangunan jalan di Desa Badak Anom yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya atas nama masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten atas perhatiannya kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Desa Badak Anom dan sekitarnya,” ucapnya.
Pembangunan jalan Desa Badak Anom ini dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Banten menggunakan APBD Provinsi Banten. Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten berkolaborasi dan bersinergi dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa peresmian jalan ini merupakan bagian dari tasyakuran warga atas selesainya pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan.
“Hari ini saya bersama Bupati Tangerang menghadiri tasyakuran warga atas dipergunakannya jalan di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, sepanjang 1.300 meter. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu kita hadir di sini dan hari ini jalan tersebut sudah selesai serta dapat digunakan,” ungkap Gubernur Andra Soni
Menurutnya, pembangunan jalan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan infrastruktur desa sekaligus memberikan harapan dan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jalan ini juga melewati area sekolah. Tadi saya bertemu dengan anak-anak, dan mereka mengucapkan terima kasih karena akses menuju sekolah kini sudah jauh lebih baik,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam penanganan infrastruktur
“Kami terus berkoordinasi terkait pembagian tugas antara provinsi dan kabupaten, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Selain itu, Gubernur Andra Soni juga menyampaikan Pemprov Banten telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) C3 untuk penanganan irigasi di wilayah tersebut
“Di wilayah ini terdapat sekitar 500 hektare sawah produktif. InsyaAllah irigasinya akan ditangani dengan baik oleh Balai BBWS C3 agar produktivitas pertanian masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Run To Give For Sumatra yang digelar oleh Karang Taruna Kecamatan Curug di kawasan Summarecon Tangerang, Minggu (18/1/26).
Kegiatan fun run 5 km yang diikuti doleh masyarakat umum dan disambut meriah meskipun diguyur hujan.
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga wujud solidaritas dan kepedulian sosial bagi masyarakat Sumatra yang sedang membutuhkan dukungan.
Dalam sambutannya, Bupati Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kegiatan Run To Give For Sumatra bukan sekadar olahraga, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk berbagi empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara yang tertimpa bencana di Sumatra agar segera pulih dari kondisi yang dihadapi.
“Hari ini kita bukan hanya sekadar berolahraga, tetapi juga ikut berbagi rasa kepada saudara-saudara kita di Sumatra. Mudah-mudahan ini menjadi amal dan pahala, dan masyarakat kita di Sumatra bisa segera pulih kembali,” ungkap Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak Karang Taruna Kecamatan Curug yang telah menginisiasi kegiatan kolaboratif tersebut. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komunikasi yang baik antara karang taruna, pengembang dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Yang pertama kami ucapkan terima kasih, walaupun dalam situasi dan kondisi hujan kita masih bisa ceria bersama dan berolahraga. InsyaAllah kita semua dalam keadaan sehat,” ujarnya
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan rasa senangnya melihat antusiasme peserta dalam kegiatan fun run 5 km tersebut. Menurutnya, kehadiran Summarecon bersama masyarakat dalam kegiatan seperti ini menunjukkan adanya kolaborasi yang positif dan saling mendukung.
“Hari ini fun run 5 km, kami semua senang bisa berada disini. Terima kasih kepada Summarecon yang hadir bersama masyarakat. Ini harus menjadi bentuk komunikasi yang baik, Summarecon bisa memberikan perhatian kepada masyarakat, dan masyarakat juga bisa membantu. Kolaborasi itu harus ada,” katanya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Curug yang juga merupakan Ketua Pelaksana kegiatan Run To Give For Sumatra, Adi Humaidi menuturkan bahwa kegiatan lari amal tersebut diselenggarakan sebagai upaya membangkitkan jiwa sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 400 peserta.
“Alhamdulillah, dari kegiatan ini kami berhasil menghimpun donasi sebesar Rp62.558.000. Dana tersebut merupakan hasil dari pendaftaran peserta, donasi sukarela, serta dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap saudara-saudara kita di Sumatra,” ujar Adi.
Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan secara langsung melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang untuk membantu meringankan beban para korban bencana alam di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang didampingi Plh. Sekda Kab. Tangerang Iwan Firmansyah dan Kadis Koperasi meresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang dirangkaikan juga dengan kegiatan santunan anak yatim serta penyelenggaraan sembako murah bagi masyarakat di Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian dan wujud gotong royong masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Koperasi Kelurahan Merah Putih Curug Kulon ini merupakan bagian dari total 274 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Tangerang. Koperasi adalah wujud gotong royong dan menjadi wadah untuk memutar roda perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan, pembentukan koperasi sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam.aspek penguatan ekonomi kerakyatan di desa dan kelurahan.
“Ini adalah amanah presiden. Dengan koperasi, kebutuhan masyarakat bisa terlayani. Modal awal koperasi ini berasal dari CSR PIK 2 sebesar Rp100 juta. Jika dikalikan 274 koperasi, maka lebih dari Rp27,4 miliar telah digelontorkan untuk mendukung ekonomi masyarakat di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Menurut dia, pada tahap awal, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok masyarakat, terutama dalam rangka menopang ketahanan pangan, seperti sembako dan gas elpiji.
“Sementara ini kegiatannya difokuskan pada sembako dan gas. Ke depan, jenis usahanya harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat agar koperasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” tambahnya.
Pihaknya juga terus mendorong peningkatan jumlah anggota KDKMP yang saat ini berjumlah sekitar 150 orang, agar koperasi semakin besar dan kuat sebagai wadah aktivitas ekonomi anggota dan keluarga.
“Koperasi adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan semangat gotong royong, simpan pinjam, dan pengembangan usaha, koperasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi rakyat nantinya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Curug Kulon, H. Suhendra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Bupati Tangerang.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Tangerang. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami dan seluruh masyarakat Curug Kulon,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen pengurus koperasi untuk mengelola koperasi secara amanah dan profesional serta memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh anggotanya dan masyarakat
“Kami berkomitmen mengelola koperasi ini secara amanah, profesional, transparan, dan bertanggung jawab, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota dan masyarakat. Kami berharap adanya pembinaan dan sinergi berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, kecamatan, dan kelurahan,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Lokakarya Adat Seni Budaya Warga Masyarakat Tangerang yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tangerang, Kec. Curug, Minggu (18/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang kaya akan keberagaman, mulai dari adat istiadat, seni tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan dalam membangun daerah.
“Kabupaten Tangerang memiliki keberagaman adat dan seni budaya yang sangat kaya. Ini merupakan modal sosial yang besar untuk membangun daerah yang harmonis, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa adat dan seni budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan ada nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda
“Adat dan seni budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi warisan luhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati dirinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung segala upaya pengembangan dan pelestarian seni budaya serta berbagai kearifan lokal lainnya melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah daerah akan terus hadir dan mendukung pelestarian adat serta seni budaya melalui kebijakan, program, dan sinergi dengan komunitas budaya, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.
Pihaknya berharap lokakarya tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan program nyata yang dapat menjadi rujukan kebijakan pelestarian budaya daerah nantinya
“Saya berharap dari lokakarya ini lahir gagasan-gagasan konstruktif dan rekomendasi yang dapat kita tindak lanjuti bersama demi kemajuan budaya di Kabupaten Tangerang,” harapnya.
Bupati pun menyampaikan apresiasi kepada HMMI atas terselenggaranya lokakarya tersebut sebagai ruang diskusi dan perumusan langkah konkret pelestarian budaya.
“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada HMMI yang telah berinisiatif menyelenggarakan lokakarya ini. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah nyata dalam melestarikan adat dan seni budaya masyarakat Tangerang,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan unsur Forkopimda, Plh. Sekda Iwan Firmansyah, perwakilan pemerintah provinsi dan daerah, para tokoh adat, tokoh seni dan budaya, budayawan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya lokal. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta meneladani kesabaran dan keikhlasan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah di Majlis Talim Raudlatul Falah, Desa Pasir Muncang Kec. Jayanti, Minggu (18/01/26)
"Marilah kita jadikan momentum peringatan Isra Miraj ini sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun di tengah masyarakat. Mari kita tanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah," ajak Wabup Intan.
Menurut dia, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bukan hanya menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, tetapi juga mengandung pelajaran penting bagi kehidupan umat Islam, khususnya tentang perintah shalat sebagai tiang agama dan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim.
"Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Shalat yang khusyuk akan mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta menumbuhkan ketenangan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi umat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan sejahtera.
"Semoga melalui kegiatan ini, kita semua dapat mengambil hikmah Isra Miraj untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mari teladani kesabaran dan keikhlasan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian agar senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT," ujarnya.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi segenap panita dan semua pihak yang telah mendukung serta membantu penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Majlis Talim Raudlatul Falah yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah serta membangun masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius dan berakhlak mulia," pungkasnya. (Red)