Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) dan menyerahkan bantuan keagamaan di Masjid Jami Nurul Amal, Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Jumat (9/1/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Jami Nurul Amal. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan serta operasional masjid.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap sarana ibadah dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program Jumat Keliling merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya dengan para tokoh agama dan jamaah masjid serta menjadi salah satu sarana bagi pemerintah daerah untuk bisa bertatap muka dan hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat.
“Program Jumat Keliling ini rutin kami laksanakan agar pemerintah bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Selain bersilaturahmi dengan warga dan tokoh agama setempat, kami juga ingin melihat secara langsung kondisi dan situasi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, melalui kegiatan tersebut pemerintah dapat mendengar secara langsung berbagai harapan, keluhan, saran, masukan, hingga kritik dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan ke depan.
Bupati Tangerang juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Panongan yang telah menyambut dengan baik pelaksanaan Jumat Keliling di Masjid Jami Nurul Amal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan warga Desa Panongan yang telah menerima kami untuk melaksanakan Jumat Keliling di masjid ini. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang resmi memasuki hari pertama, setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang pada Kamis malam. Kegiatan MTQ tahun 2026 ini digelar di Kecamatan Pagedangan di 14 arena yang tersebar di beberapa lokasi.
Salah satu arena yang menarik perhatian adalah Arena 2 Bidang Tilawah Remaja yang berlangsung di Aula Taman Makam Pahlawan Raden Arya Wangsakara, Jalan Lengkong Klai, Desa Lengkong Kulon. Arena ini diikuti oleh 16 peserta terbaik dari berbagai kecamatan yang menampilkan kemampuan tilawah dengan performa maksimal.
Penampilan para peserta Tilawah Remaja menunjukkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang sangat baik, baik dari segi makharijul huruf, tajwid, maupun penghayatan lagu, sehingga mampu memukau para dewan hakim dan masyarakat yang hadir.
Salah satu peserta, Khairul Bariyah, perwakilan dari Kafilah Kecamatan Rajeg, menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan persiapan intensif selama tiga bulan sebelum pelaksanaan MTQ ke-56. Ia mengungkapkan bahwa latihan dilakukan secara konsisten, bahkan dengan treatment khusus, yakni menghafal satu juz Al-Qur’an setiap selesai melaksanakan sholat wajib.
“Persiapan ini tidak lepas dari dukungan besar orang tua, guru, serta saudara-saudara saya. Support tersebut menjadi motivasi dan keyakinan bagi saya untuk tampil maksimal,” ujar Khairul Bariyah, Jumat (09/01/26).
Ia juga berharap melalui pelaksanaan MTQ ke-56 ini, syiar Islam dapat semakin meluas di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Semoga MTQ bisa membuat generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an dan termotivasi untuk ikut ambil bagian dalam MTQ di masa mendatang,” tutupnya.
Dengan antusiasme peserta dan dukungan masyarakat, MTQ ke-56 Kabupaten Tangerang diharapkan menjadi ajang pembinaan sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman yang berkelanjutan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang di Kampung Bugel Kelurahan Tigaraksa, Jum’at, (09/01/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatkan bahwa gedung PCNU tersebut diharapkan bukan hanya rumah keluarga besar PCNU, namun juga bisa menjadi menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan dan toleransi di Kabupaten Tangerang.
"Gedung ini bukan hanya rumah bagi warga NU Kabupaten Tangerang, tapi juga diharapkan menjadi rumah besar umat serta pusat penguatan moderasi beragama, persatuan, dan toleransi di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang senantiasa mendukung dan mengapresiasi program-program NU yang telah dijalankan, mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
“Kami, pemerintah daerah terus menguatkan bersinergi dan kolaborasi dengan Nahdlatul Ulama. Terima kasih dan apresiasi atas program-program NU yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, baik di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi umat, akan terus kami dukung,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan pentingnya menjaga identitas Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam yang moderat, toleran, dan berakar kuat pada budaya lokal, sekaligus menjadi benteng persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Nahdlatul Ulama selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga kerukunan, persatuan, dan stabilitas daerah. Identitas NU harus tetap dijaga, dengan dakwah yang sejuk, santun, dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,” imbuhnya.
Pihaknya pun mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Gedung PCNU yang dibangun di atas tanah wakaf dan diperuntukkan bagi kemaslahatan umat.
“Selamat atas Gedung Nahdlatul Ulama ini. Siapa pun yang memiliki kepentingan untuk kemaslahatan masyarakat, silakan memanfaatkan gedung ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang, KH Mahmud Jumhur menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung PCNU.
"Gedung ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan dan pelayanan umat nantinya," jelasnya
Peresmian Gedung PCNU Kab. Tangerang juga dihadiri perwakilan unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, segenap pengurus PWNU Banten dan PCNU Kab. Tangerang, Muslimat NU, Fatayat NU, tokoh NU se-Kabupaten Tangerang, para pemuka agama lintas iman, anggota DPRD, unsur Forkopimda, Camat Tigaraksa, Lurah Kaduagung. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melantik 149 Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kab. Tangerang, di Hotel Sapphire Gading Serpong, Kamis (08/01/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa 149 Dewan Hakim MTQ ke-56 Tingkat Kab. Tangerang tersebut telah mengikuti Bimtek dan orientasi serta diberikan arahan dari pengawas Dewan Hakim sebagai bekal dalam menjalankan tugas nantinya
"Sejak pagi para dewan hakim telah melaksanakan orientasi sekaligus pengarahan-pengarahan dari pengawas Dewan Hakim. Dan alhamdulillah di penghujung acara hari, baru saja dilantik sebanyak 149 menjadi dewan Hakim MTQ yang ke-56 Kabupaten Tangerang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia berharap para dewan hakim yang dilantik bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik pada pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang selama 5 hari pelaksanaan.
"Kami mohon para dewan hakim bisa bekerja dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Sehingga keputusannya nanti benar-benar transparan dan berkualitas," tandasnya
Menurut dia, peran dewan hakim sangat menentukan sejauhmana kualitas duta-duta Kabupaten Tangerang yang akan berlaga di MTQ Provinsi Banten nantinya
"Peran dewan hakim ini sangat penting dan menentukan untuk memilih duta-duta yang akan mewakili Kabupaten Tangerang pada MTQ Provinsi Banten nanti," tegasnya
Pihaknya juga memohon dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat agar pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang dapat berjalan lancar dan sukses
"Mohon doanya kepada semuanya supaya dalam penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten Tangerang ini bisa berjalan dengan lancar, baik pembukaan sampai dengan penutupannya juga bisa berjalan dengan lancar dan sukses," ujarnya
Sementara itu, Ketua Umum LPTQ yang juga Sekretaris Daerah, Soma Atmaja mengungkapkan bahwa kegiatan Bimtek dan orientasi dewan hakim ini merupakan langkah awal persiapan MTQ ke-56 tingkat Kab. Tangerang.
"Bimtek dan orientasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi metode penilaian antardewan hakim guna melahirkan qori-qoriah yang berkualitas serta meningkatkan profesionalisme dalam perhakiman sesuai kaidah terbaru," jelas Soma
Lanjut dia, total peserta yang hadir 170 orang yang terdiri dari 21 orang pengurus LPTQ Kabupaten Tangerang dan 149 orang Dewan Hakim MTQ ke-56.
"Kami menekankan penggunaan teknologi digital dalam seluruh tahapan MTQ tahun ini untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi yang meliputi : E-MTQ untuk pendaftaran peserta secara online, E-Maqro dan E-Penilaian untuk penilaian secara digital," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau lokasi tanah longsor di sempadan Sungai Cidurian yang berada di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kamis, (8/1/26).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Dan jajaran Dinas, Camat Cisoka, Kapolsek Cisoka, Kepala Desa setempat, serta unsur terkait lainnya. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanah di bantaran sungai yang berisiko longsor dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan terdapat enam rumah warga yang berada dalam kondisi rawan akibat kontur tanah yang tidak stabil di pinggiran Sungai Cidurian, menyusul tingginya curah hujan beberapa waktu yang lalu.
“Di musim penghujan ini, saya bersama Kepala Dinas Bina Marga, Pak Camat, dan Kapolsek datang ke Kampung Salapajang, Desa Carenang, khususnya di lokasi yang berbatasan langsung dengan Sungai Cidurian. Ada enam rumah yang berisiko karena kondisi tanah di sempadan sungai ini tidak stabil,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia menegaskan bahwa saat ini keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan mengingat potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian sewaktu-waktu semakin tinggi dan deras alirannya sehingga dapat menggerus tanah di sekitarnya.
“Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini karena hujan terus turun dan dikhawatirkan debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik,” tegasnya.
Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait akan segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan Balai Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah wilayah setempat guna mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar sempadan Sungai Cidurian.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan teknis di kawasan Sungai Cidurian merupakan bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3) Kementerian PU
“Untuk penanganan teknis di Sungai Cidurian ini merupakan kewenangan Balai C3. Kami dari Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan sudah menyampaikan surat kepada Balai beberapa waktu lalu. Saat ini kami masih menunggu langkah-langkah teknis yang akan dilakukan oleh Balai,” jelas Iwan.
Pihaknya menambahkan, sembari menunggu tindak lanjut dari Balai, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiapkan langkah antisipatif.
“Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kemungkinan melakukan relokasi bagi warga yang terdampak dan berada di zona paling rawan, tentu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesiapan lahan,” tambahnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali mengunjungi Perumahan Villa Permata 2, Kecamatan Balaraja, untuk meninjau secara langsung progres penanganan banjir yang selama ini kerap terjadi setiap tahun. Rabu, (7/1/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kunjungannya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan solusi berkelanjutan terhadap permasalahan banjir yang dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini saya kembali datang ke Villa Permata 2 Balaraja untuk melihat langsung upaya-upaya yang sudah kita lakukan bersama. Sebelumnya kami bersama Pak Gubernur, Pak Camat, Pak Lurah, dan para RW sudah datang ke sini untuk mencari solusi atas banjir yang rutin terjadi setiap tahun,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan, pascakunjungannya beberapa waktu lalu, pemerintah daerah bersama masyarakat langsung melakukan langkah konkret, di antaranya pembangunan tandon air serta pelebaran saluran drainase yang dilakukan secara gotong royong.
“Alhamdulillah, tandon sudah dibangun, saluran air juga sudah dilebarkan. Saya juga tanyakan langsung kepada masyarakat dan RW, sekarang sudah tidak banjir lagi. Ini bagian dari tugas kita bersama agar beban masyarakat bisa diringankan,” ujarnya.
Menurut dia, banjir kerap menyebabkan warga tidak bisa beristirahat karena harus membersihkan rumah yang kemasukan air. Oleh karena itu, solusi yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, tetapi jangka panjang.
“Fungsi tandon ini untuk meminimalisir banjir sekaligus sebagai area resapan air. Ke depan, tandon ini juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan dan akan dilengkapi paving bloc sehingga bisa digunakan sebagai jogging track bagi masyarakat,” jelasnya.
Dia juga menanggapi usulan warga terkait pembangunan gedung serbaguna di sekitar tandon dan berjanji akan menindaklanjuti secara bertahap, sesuai dengan kesiapan anggaran.
“Mudah-mudahan ini semua untuk kepentingan masyarakat. Nantinya bisa ditanyakan langsung kepada warga apakah solusi ini benar-benar bermanfaat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua RW Perumahan Villa Permata 2, Subianto, menyampaikan bahwa pascakunjungan Gubernur Banten bersama Bupati Tangerang dan jajarannya, penanganan banjir langsung dilaksanakan di lapangan.
“Setelah kunjungan Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Sekda, dan Muspika Kecamatan Balaraja, langsung dilakukan pembangunan tandon dengan kedalaman sekitar dua meter dan luas kurang lebih 1.000 meter persegi oleh Dinas Bina Marga,” ungkap Subianto.
Ia menambahkan, selain pembangunan tandon, dilakukan pula pengerukan dan pelebaran aliran sungai menuju Sungai Cimanceuri serta normalisasi aliran sungai sepanjang kurang lebih dua kilometer. Pihaknya pun mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat yang telah terlibat dalam penanganan banjir di Perum Villa Permata Balaraja
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Gubernur, Bupati, Muspika Kecamatan Balaraja, serta seluruh warga yang telah membantu baik secara pikiran maupun material. InsyaAllah pada tahun 2026 akan dilanjutkan dengan penyempurnaan seperti paving, turap tandon, dan saluran irigasi,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Tangerang untuk menguatkan kolaborasi dalam membangun pendidikan anak usia dini yang berkualitas
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) tahun 2026 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kab. Tangerang di Sekretariat IGRA Kec. Cikupa, Rabu (07/01/26)
“Rakerda ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi titik awal pengabdian dan tanggung jawab besar untuk menguatkan kolaborasi bersama dalam membangun kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya melalui Raudhatul Athfal sebagai fondasi awal pembentukan karakter,” ujar Wabup Intan.
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa para guru Raudhatul Athfal (RA) memiliki posisi yang sangat mulia dan strategis. Para guru RA merupakan salah satu pihak yang pertama kali mengenalkan adab, akhlak, doa, serta nilai-nilai keislaman kepada anak-anak.
“Guru RA adalah penjaga fondasi peradaban, karena dari tangan para guru inilah lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” tandasnya.
Menurut dia, mendidik anak usia dini bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan membutuhkan kesabaran, ketulusan, dan kasih sayang yang luar biasa. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh guru RA Kab. Tangerang atas pengabdian dan sumbangsihnya kepada pendidikan dan masa depan generasi penerus bangsa.
"Saya ucapan selamat dan apresiasi kepada segenap pengurus yang baru dilantik dan keluarga besar IGRA Kabupaten Tangerang yang telah melaksanakan amanah besar, tanggung jawab moral, sosial, dan organisatoris, tidak hanya kepada masyarakat luas dan masa depan generasi penerus bangsa," ucapnya
Dia juga memberikan pesan agar para pengurus dan anggota IGRA terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, penguatan kelembagaan RA, serta konsistensi dalam menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan karakter mulia sejak usia dini.
"Melalui pelaksanaan Rakerda IGRA Kabupaten Tangerang ini, saya berharap dapat menghasilkan rumusan program kerja yang terarah, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri pendidikan Islam," pungkasnya
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para Ketua Pimpinan Daerah (PD) IGRA Provinsi Banten, PD IGRA Kota Tangerang, PD IGRA Kota Tangerang Selatan, serta para Ketua dan pengurus IGRA tingkat kecamatan se-Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menguatkan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui pelaksanaan imunisasi balita, pemantauan tumbuh kembang anak, serta peningkatan gizi ibu hamil. Upaya tersebut ditandai dengan Launching Gerebek Posyandu 2026 yang digelar di Perum Villa Permata Balaraja, Kecamatan Balaraja, Selasa (7/1/26).
Mengusung pesan “Pantau Berat Badan dan Tinggi Badan Balita serta Gizi Ibu Hamil Secara Teratur dan Imunisasi lengkap Untuk Cegah Stunting” menjadi langkah strategis Pemkab Tangerang dalam mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Gerebek Posyandu merupakan penguatan dari aktivitas Posyandu yang sejatinya sudah berjalan rutin sejak 2 Januari 2026, namun pencanangan besarnya dilaksanakan secara terpusat di Balaraja.
“Alhamdulillah, hari ini kita hadir di Villa Permata Balaraja untuk memulai pencanangan Gerebek Posyandu se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan Posyandu sebenarnya sudah berjalan, namun hari ini kita canangkan secara resmi sebagai gerakan bersama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menjelaskan, pelayanan Posyandu meliputi imunisasi balita, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Posyandu juga berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan gratis yang mudah diakses masyarakat.
“Posyandu ini berada dekat dengan lingkungan masyarakat. Warga tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas atau rumah sakit. Imunisasi balita, PMT, hingga pemeriksaan ibu hamil semuanya bisa dilayani di Posyandu,” jelasnya.
Dia menambahkan bahwa sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memiliki enam bidang layanan, yakni kesehatan, pendidikan, perumahan rakyat, pekerjaan umum, perlindungan masyarakat, dan sosial.
“Posyandu bukan hanya tempat kegiatan kesehatan, tetapi pusat pelayanan masyarakat dengan enam komponen. Model ini akan terus kita sosialisasikan ke desa-desa agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmidzi menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil bersumber dari berbagai pendanaan, baik Dana Desa, APBD Kabupaten Tangerang, maupun APBN dari Kementerian Kesehatan.
“PMT penyuluhan bertujuan mendorong masyarakat datang ke Posyandu dan bersumber dari Dana Desa. Sedangkan PMT pemulihan diberikan kepada balita dengan berat badan menurun, berisiko stunting, atau gizi buruk, yang dananya berasal dari APBD dan APBN,” jelas dr. Hendra.
Dia menyebutkan, pada tahun 2026 Pemkab Tangerang menargetkan PMT pemulihan untuk sekitar 12.000 balita bermasalah gizi dan sekitar 5.000 ibu hamil berisiko. Seluruh sasaran akan melalui proses skrining di Posyandu untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat.
“Intervensinya bisa berupa pemeriksaan kesehatan, pemberian tablet tambah darah, PMT, hingga rujukan ke dokter spesialis di rumah sakit bila diperlukan,” ungkapnya.
Menurutnya, Gerebek Posyandu merupakan inovasi lintas sektor yang dimulai sejak 2024 untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya di wilayah perkampungan yang selama ini sulit menjangkau layanan kesehatan.
“Dengan dukungan camat dan kepala desa, kita ingin memetakan secara akurat balita dan ibu hamil berisiko. Alhamdulillah, angka balita berisiko stunting sudah menurun signifikan dari sekitar 17 ribu menjadi 9 ribuan, terutama di wilayah Pantura, dan beberapa kecamatan lainnya,” pungkasnya.
Pohaknya berharap melalui Gerebek Posyandu 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat terus menurunkan angka stunting serta menekan angka kematian ibu dan bayi demi mewujudkan masyarakat Tangerang yang sehat dan berkualitas. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Greenhouse sekaligus melaksanakan panen perdana budidaya melon hasil Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat di Eduwisata Agribisnis Desa Sodong Kec. Tigaraksa, Rabu (7/1/26).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Sodong dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat melalui program TJSL, yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya atas pemanfaatan lahan negara yang dikelola oleh Pemerintah Desa bersama BPD dan BUMDes untuk kegiatan pertanian produktif. Menurutnya, lahan yang sebelumnya tidur, tidak termanfaatkan, kini mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian yang bernilai ekonomi.
“Alhamdulillah, hari ini kami diundang oleh Pak Lurah Sodong dalam rangka peresmian Greenhouse sekaligus panen melon. Ternyata bukan hanya melon, tetapi juga ada cabai, jagung, dan timun. Ini luar biasa karena lahan negara bisa dimanfaatkan secara produktif untuk ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan, dari hasil panen perdana melon, tercatat sekitar 500 buah melon dengan estimasi berat rata-rata 1 kilogram pe buah. Dengan harga jual sekitar Rp25.000 perkilogram, potensi pendapatan mencapai Rp12,5 juta, belum termasuk hasil panen komoditas lainnya seperti cabai, timun, dan jagung.
“Manfaatnya sangat besar bagi kelompok tani. Mereka sudah bisa bercocok tanam, panen, dan memasarkan hasilnya. Ini juga menjadi ladang pendapatan sekaligus tempat wisata edukasi ketahanan pangan bagi masyarakat,” jelasnya.
Lanjut dia, program kolaborasi tersebut nantinya akan dijadikan percontohan dan direplikasi di desa-desa lain. Setiap desa didorong untuk bisa mengelola lahan sekitar 2 hektar untuk ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian sesuai potensi wilayah masing-masing.
“Ini akan menjadi model percontohan. Desa-desa lain, baik di Kecamatan Tigaraksa maupun di kecamatan lainnya, akan diarahkan melakukan hal serupa. Dinas Pertanian nanti juga akan memetakan desa-desa yang perlu disupport, baik dalam bentuk bantuan bibit, pupuk, maupun pendampingan,” imbuhnya.
Pihaknya punmengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sodong, BUMDes, BPD, Camat Tigaraksa, serta PT PLN (Persero) yang telah memberikan dukungan melalui program CSR dalam pengembangan ketahanan pangan desa tersebut.
"Terima kasih kepeda Pak Kades, Camat Tigaraksa, BUMDes, BPD dan PLN dengam TJSL-nya yang telah membantu. Semoga maju, sukses dan semoga ini menjadi ladang ibadah dan juga menjadi jembatan untuk mendapatkan kepastian pendapatan," pungkasnya
Program ketahanan pangan di Desa Sodong ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari desa. (Red)
Serang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menuntaskan proses penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Aset Jaringan Perpipaan dan Sambungan Langganan Wilayah III Kota Tangerang dari Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang kepada Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Serang, Selasa, (6/1/26).
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten B. Maria Erna Elestiyani, jajaran Kejati Banten, Kepala BPKP, Dewan Pengawas, serta direksi Perumdam TKR dan Perumda Tirta Benteng.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa penandatanganan BAST ini merupakan tahap ketiga sekaligus penutup dari keseluruhan proses serah terima aset jaringan perpipaan antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, sebagaimana kesepakatan awal telah disepakati bersama.
“Alhamdulillah, hari ini kita menuntaskan tahap ketiga dan menjadi penutup proses serah terima aset jaringan perpipaan dan sambungan langganan. Sebelumnya tahap pertama dan kedua telah diselesaikan pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk pada September 2025 untuk wilayah II, dan hari ini, wilayah III difinalkan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan, total sambungan langganan yang diserahkan mencapai sekitar 29 ribu sambungan, mencakup wilayah I, II, dan III yang berada di Kota Tangerang.
"Dengan selesainya tahap ini, seluruh aset jaringan perpipaan di wilayah Kota Tangerang kini resmi menjadi kewenangan Perumda Tirta Benteng," jelasnya
Lanjut dia, meskipun aset telah diserahkan, masih terdapat pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan, terutamanya dalam hal sosialisasi kepada masyarakat sebagai pelanggan.
“PR kita bersama adalah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pengelolaan jaringan dan pelayanan air bersih kini menjadi kewenangan PDAM Kota Tangerang. Sosialisasi ini penting agar masyarakat memahami perubahan pengelola tanpa terganggu kualitas pelayanannya,” imbuhnya.
Pihaknya juga menegaskan Pemkab Tangerang komitmen untuk terus mendukung peningkatan pelayanan air bersih melalui komunikasi dan koordinasi intensif antara Perumdam Kabupaten Tangerang dan Perumda Kota Tangerang.
“Walaupun sudah diserahkan, yang dilayani tetap masyarakat Tangerang. Nama Tangerang tidak akan hilang. Kami akan terus bertanggung jawab bersama Pak Wali Kota untuk memastikan pelayanan air bersih semakin baik,” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta seluruh pihak yang terlibat atas terlaksananya penandatanganan BAST hibah aset tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antarpemerintah daerah dan antarpdam untuk mewujudkan sistem pengelolaan air yang lebih baik,” ujar Sachrudin.
Ia berharap dengan diserahkannya aset hibah ini, pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Tangerang dapat semakin optimal, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitasnya.
“Ini bukan semata-mata pengalihan aset, tetapi lebih besar lagi. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih maksimal dan optimal. Semoga sinergi ini terus terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Banten B. Maria Erna Elestiyani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tangerang, Pemkot Tangerang, Perumdam TKR, dan Perumda Tirta Benteng atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejati Banten dalam mendampingi proses serah terima aset tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejaksaan Tinggi Banten, bersama BPKP, untuk mendampingi proses serah terima ini agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian hukum,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi yuridis oleh Kejaksaan maupun dari sisi penghitungan dan administrasi oleh BPKP, guna memitigasi risiko hukum di masa kini maupun di masa mendatang.
“Apa yang kita lakukan hari ini harus benar-benar firm, tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari. Kejaksaan memiliki fungsi pendampingan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang, untuk memastikan tata kelola pemerintahan dan BUMD yang baik, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.
Dengan ditandatanganinya BAST hibah aset jaringan perpipaan Wilayah III ini, diharapkan pelayanan air bersih di Kota Tangerang semakin meningkat serta memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang demi kesejahteraan masyarakat. (Red)