Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni membuka dan melepas kegiatan Fun Bike Kolaborasi Gemilang dan Gowes Desa Wisata yang digelar di SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Mauk, Minggu (28/12/25).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten atas inisiasinya dalam menggelar kegiatan Fun Bike yang diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur atas perhatian dan kolaborasinya dengan Kabupaten Tangerang. Kegiatan fun bike ini sangat luar biasa, diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mendukung kegiatan olahraga masyarakat yang dikolaborasikan dengan pengembangan pariwisata desa. Salah satu contohnya adalah kegiatan Fun Bike yang menjadi ajang kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan desa wisata.
"Kami berharap dapat terus digelar secara rutin dan berkelanjutan karena manfaatnya sangat besar, baik untuk kesehatan masyarakat, promosi wisata maupun perekonomian daerah," ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya olahraga sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, selain pendidikan, olahraga merupakan faktor penting dalam membentuk masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.
“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kolaborasi antara Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang ini adalah bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gubernur Andra Soni.
Lanjut dia, kegiatan Fun Bike tersebut juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM lokal karena mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
“Peserta yang datang pasti berbelanja, membeli makanan dan minuman. Ini tentu memberikan manfaat langsung bagi para pelaku UMKM. Ke depan, kami ingin kegiatan bersepeda bisa digelar di berbagai destinasi wisata di Banten dengan melibatkan desa-desa,” jelasnya.
Pihaknya pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah, seraya menegaskan bahwa dengan kerja bersama dan konsistensi, tujuan pembangunan akan tercapai dan berdampak langsung kepada masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Kehadiran pembangunan tempat peristirahatan terakhir dengan konsep taman hijau yang memadukan nilai spiritual dan estetika menjadi dambaan banyak masyarakat. Selain menghadirkan suasana yang asri dan menenangkan, konsep tersebut juga dinilai mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap area pemakaman.
Hal itu diwujudkan melalui pembangunan Insira Memorial Park, sebuah kawasan pemakaman muslim modern dan eksklusif yang berlokasi di Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, tidak jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Menurut Andri, selaku pihak pengembang, saat ini pihaknya tengah menggarap proyek pemakaman muslim dengan luas lahan mencapai sekitar 30 hingga 32 hektar. Insira Memorial Park mengusung konsep taman hijau bernuansa Maroko yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
“Insira Memorial Park dibangun dengan konsep pemakaman muslim modern dan eksklusif, namun tetap kami hadirkan dengan harga yang terjangkau serta perawatan gratis hingga 101 tahun,” ujar Andri, Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, konsep pemakaman ini dirancang menyerupai taman peringatan modern, dengan tata ruang hijau yang tertata rapi, makam anti tumpang tindih, serta nisan perunggu rata yang menyatu dengan lanskap taman.
Tak hanya itu, Insira Memorial Park juga menyediakan berbagai fasilitas unggulan, di antaranya masjid yang dirancang senyaman mungkin, lounge, restoran, kids playground, jalur pejalan kaki ramah difabel dan lansia, serta area parkir yang luas.
“Fasilitas unggulan kami nanti meliputi masjid, lounge, restoran, kids playground, walkway ramah difabel dan lansia, serta lahan parkir yang memadai,” terang Andri.
Lebih lanjut, kehadiran Insira Memorial Park diharapkan dapat menjadi solusi atas kebutuhan tempat pemakaman muslim yang layak dan representatif di wilayah Kabupaten Tangerang. Selain itu, proyek ini juga dinilai mampu memberikan dampak positif bagi daerah, seperti peningkatan pendapatan daerah serta penyerapan tenaga kerja lokal.
Dalam hal pelayanan, pihak pengembang menjamin layanan yang maksimal, mulai dari proses pemandian jenazah hingga pemakaman, termasuk perawatan makam tanpa biaya tambahan hingga 101 tahun.
“Pelayanan kami pastikan maksimal, mulai dari pemandian jenazah, pemakaman, hingga perawatan makam yang kami gratiskan sampai 101 tahun,” tandasnya.
Terkait perizinan yang belakangan menjadi sorotan, Andri menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengikuti seluruh prosedur yang berlaku. Ia menyebutkan, sebagian besar perizinan telah rampung, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.
“Perizinan sebagian besar sudah selesai, hanya beberapa yang saat ini masih dalam proses,” pungkas Andri. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar GP Ansor dan Banser atas kontribusinya dalam menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas sosial di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Apel 3.400 Ansor Banser dan Pelantikan Serentak Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan/Desa se-Kabupaten Tangerang, di Kecamatan Curug, Sabtu (27/12/25).
"Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada ribuan kader Ansor dan Banser yang tidak hanya menunjukkan kekuatan organisasi, tetapi juga mencerminkan militansi, soliditas, serta komitmen kebangsaan yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser merupakan organisasi kepemudaan mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan, stabilitas sosial dan keamanan, khususnya di Kab. Tangerang
“GP Ansor dan Banser bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta merawat nilai-nilai keislaman yang moderat dan kebangsaan,” tandasnya
Lanjut dia, dalam berbagai momentum sejarah bangsa, Ansor dan Banser selalu hadir sebagai penjaga ulama dan pengawal nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta benteng ideologi Pancasila. Peran GP Ansor dan Banser mempunyai peran yang strategis di tengah tantangan zaman seperti intoleransi, radikalisme, dan disintegrasi sosial.
"GP Ansor dan Banser memiliki sejarah panjang sebagai penjaga ulama, menegakan nilai-nilai Islam dan benteng idiologi Pancasila. Di tengah tantangan zaman saat ini seperti intoleransi, radikalisme, dan disintegrasi sosial, peran GP Ansor dan Banser semakin relevan dan strategis," imbuhnya
Pihaknya pun mengucapkan selamat kepada seluruh pimpinan ranting GP Ansor Kelurahan dan Desa yang dilantik secara serentak. Dia juga berpesan agar pimpinan ranting sebagai ujung tombak organisasi bisa bersentuhan dan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat.
“Pelantikan ini adalah amanah besar. Pimpinan ranting harus mampu menggerakkan kader, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menghadirkan program yang bermanfaat dan solutif bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.
Dia juga berpesan agar seluruh kader Ansor dan Banser senantiasa menjaga soliditas, kedisiplinan, dan loyalitas organisasi, serta menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong.
“Teruslah setia pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan teguh memegang komitmen kebangsaan terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” pungkasnya.
Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terbuka dan berkomitmen untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan GP Ansor dan Banser dalam berbagai bidang, mulai dari sosial kemasyarakatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, penanggulangan bencana, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
Pada kesempatan tersebut, GP Ansor juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Tangerang yang diterima Bupati atas perhatian dan kepedulian pemerintah daerah kepada pesantren. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Majelis Taklim Daarussuruur Kecamatan Legok, Jum'at malam (26/12/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa peringatan Isra Mi'raj bukan hanya mengingat kembali sejarah perjalan Nabi Muhammad SAW namun juga merupakan momentum bagi umat muslim untuk mengingat kembali sejauh mana perjalanan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Kegiatan ini menjadi momentum kita untuk mengingat kembali perjalanan keimanan dan ketaqwaan kita. Menjalankan salat lima waktu menjadi modal dasar bagi setiap individu untuk meningkatkan ketakwaan dan memperoleh ketenangan batin dengan Allah SWT," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, dalam rangka menyambut kemuliaan bulan Rajab yang penuh rahmat, pihaknya hadir tidak hanya untuk bersilahturahmi namun juga memperkuat sinergi dalam pembangunan keagamaan.
"Alhamdulillah, kami bisa hadir bersilaturahim di bulan yang penuh rahmat ini. Bulan Rajab adalah saat bagi kita untuk mengevaluasi diri sekaligus melanjutkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat untuk menyambut bulan-bulan suci berikutnya," imbuhnya
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Majelis Taklim Daarussuur yang telah dengan konsisten menyelenggarakan pengajian malam sabtu untuk meningkatkan pemahaman agama dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
"Kami berterima kasih atas komitmen Majelis Taklim Daarussuur dalam menyelenggarakan pengajian setiap malam sabtu untuk meningkatkan pemahaman agama para jamaah.
Selain itu, dia juga berharap dengan kehadiran penceramah pada kegiatan tersebut bisa memberikan siraman rohani dan kesejukan bagi seluruh jamaah yang hadir untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah lingkungan.
"Kehadiran penceramah hari ini juga diharapkan dapat memberikan siraman rohani dan kesejukan yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir, guna memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan," pungkasnya. (red)
Tangerang, lensafokus.id - Polresta Tangerang mencatat penurunan angka kriminalitas sepanjang tahun 2025. Sepanjang tahun 2025, jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polresta Tangerang tercatat sebanyak 1.362 kasus—turun 16,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.635 kasus.
“Penurunan angka kriminalitas ini menunjukkan bahwa upaya preventif, patroli, dan penegakan hukum yang kami lakukan mulai memberikan dampak,” ujar Kapolresta Tangerang.
Dari total kasus yang terjadi, Polresta Tangerang bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap 207 kasus tindak pidana yang mendapat atensi. Sedangkan untuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, tercatat 457 kasus, mengalami penurunan 12,9 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 525 kasus.
Jenis kejahatan tersebut meliputi pencurian dengan pemberatan 205 kasus, pencurian dengan kekerasan 19 kasus, pencurian kendaraan bermotor 10 kasus, narkotika (187 kasus), penganiayaan berat 32 kasus, serta pembunuhan 4 kasus.
"Sepanjang 2025 juga tercatat 33 kejadian penemuan mayat, yang seluruhnya telah ditangani secara profesional sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," ujar Indra Waspada.
Sejumlah kasus menonjol yang menjadi perhatian publik sepanjang tahun ini antara lain kasus pembunuhan bos rental mobil, perselisihan viral antara ojek pangkalan dan ojek online di Stasiun Tigaraksa, kasus anak yang membunuh ayah kandungnya di wilayah Mauk, serta penemuan mayat di kebun pisang.
Kemudian untuk penindakan dan pemberantasan narkotika, berhasil diungkap 258 kasus dengan 359 ttersangk, terdiri dari 341 laki-laki dan 18 perempuan.
Adapun barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 1.315,04 gram, ganja 13.951,02 gram, cairan sintetis 46,64 gram, tembakau sintetis (gorilaz) 2.633,89 gram, serta puluhan ribu butir obat-obatan keras dan psikotropika.
Untuk lalu lintas, sepanjang 2025 tercatat 698 kejadian kecelakaan, meningkat 11,1 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 565 kejadian. Korban meninggal dunia tercatat 169 jiwa, luka berat 116 jiwa, dan luka ringan 663 jiwa, dengan kerugian materiil mencapai Rp. 664.350.000.
Selain itu, penindakan pelanggaran lalu lintas melalui tilang tercatat sebanyak 12.783 perkara, dengan 12.780 perkara telah disidangkan.
Dalam bidang pengawasan internal, sepanjang 2025 terdapat 5 kasus pelanggaran disiplin dan 5 kasus pelanggaran kode etik profesi Polri, yang seluruhnya telah diselesaikan melalui sidang sesuai ketentuan.
Sementara itu, melalui Call Center 110, Polresta Tangerang menerima 11.863 panggilan terjawab, dengan 2.911 panggilan tidak terjawab atau miscall. Polresta juga terus mengembangkan inovasi pelayanan, seperti Command Center, CCTV, dan layanan Halo Kapolresta.
Dalam mendukung program pemerintah, Polresta Tangerang telah mengoperasikan 3 unit SPPG dan menyiapkan 26 unit SPPG lainnya. Pada program ketahanan pangan, terdapat 192 titik lahan seluas 246,96 hektare, dengan hasil panen jagung kuartal ketiga sebanyak 30,28 ton yang telah diserap Bulog.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Polresta Tangerang menyalurkan beras SPHP sebanyak 200.500 kilogram, dengan 174.500 kilogram telah didistribusikan kepada masyarakat.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Indra Waspada.
Dalam rangkaian Rilis Akhir Tahun, Polresta Tangerang juga melakukan pemusnahan barang bukti berupa 135 dus berisi 1.860 botol minuman keras, 70 bilah senjata tajam, serta 27 knalpot brong hasil Operasi Patuh.
Barang bukti miras dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan mobil steam roller, sedangkan senjata tajam dan knalpot dimusnahkan menggunakan mesin gerinda.
Indra Waspada menegaskan, Polresta Tangerang berkokok untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga keamanan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Asp
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Forkopimda melakukan monitoring pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Katolik Santo Gregorius Agung, Kec. Pasar Kemis, Kamis (25/12/25)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kunjungannya bersama Kapolresta Tangerang, Dandim 0510/Tigaraksa dan Dansatradar Tanjung Kait, Kapolsek, Danramil Camat Pasar Kemis dan Kepala Dinas serta personil kesehatan tersebut ingin memastikan pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman dan kondusif, sekaligus bersilahturahmi dengan jemaat Gereja Katolik Santo Gregorius.
"Kami dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim, Pak Dansatradar dan kepala dinas melihat secara langsung pelaksanaan ibadah misa dan memastikan bahwa ibadah misa bagi umat Kristiani dalam perayaan Natal tahun 2025 dalam keadaan aman dan kondusif," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya juga menandaskan bahwa keamanan dan kondusifitas pelaksaan ibadah hari raya, khususnya Natal 2025 dan tahun baru 2026 merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran pemerintah dan unsur Forkopimda tersebut merupakan bukti nyata kepedulian bersama seluruh pemangku kebijakan dan elemen masyarakat dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kab. Tangerang
"Kita semua di sini turut bertanggungjawab untuk memelihara keamanan ketertiban dan juga mengikuti perkembangan ibu bapak dan anak-anak yang melaksanakan misa dalam rangka memperingati merayakan Natal dengan tahun 2025. Ini sebagai bentuk nyata kami dari Forkopimda bersama FKUB, kecamatan untuk memelihara kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Menurut dia, Kabupaten Tangerang merupakan wilayah yang sangat hiterogen penduduknya. Tidak ada perlakuan dan pengakuan secara khusus untuk setiap warga, semua mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan.
"Para jamaat ini juga warga kami, warga Kabupaten Tangerang. Semua harus mendapatkan pelayanan dan pengakuan yang sama dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan dari semua pihak di Negara Republik Indonesia ini yang berdasarkan Pancasila," imbuhnya
Lanjut dia, toleransi, kondusifitas dan keharmonis harus terus dijaga dan dikuatkan agar pembangunan, pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah atas nama masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat hari Natal tahun 2025. Semoga umat Kristiani, sahabat kami semua dalam keadaan sehat dan juga senantiasa bisa melaksanakan ibadah misa ini dengan aman, lancar dan khitmat," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau dan perayaan Malam Natal di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Tangerang, Kamis malam (24/12/25).
Monitoring tersebut dilakukan bersama Wakapolda Banten, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Tangerang dan Dandim, Kajari sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah malam Natal dengan aman, nyaman, dan khidmat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa hasil pemantauan bersama Wakapolda Banten dan Fokopimda menunjukkan seluruh rangkaian ibadah malam Natal berjalan dengan tertib dan kondusif.
“Alhamdulillah, kami bersama Forkopimda turun langsung ke sejumlah tempat ibadah. Kami melihat secara langsung umat Kristiani merayakan malam Natal dalam keadaan aman, tertib dan terkendali,” ujar Bupati di Gereja Santa Odelia Citra Raya Panongan.
Ia menegaskan bahwa monitoring tidak hanya dilakukan pada malam Natal, namun akan terus berlanjut hingga perayaan Natal dan Tahun Baru. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan pembagian tugas yang jelas antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
“Kami akan terus melaksanakan pengamanan sampai dengan perayaan Tahun Baru. Semua unsur, mulai dari Polres, Kodim, Kejaksaan, hingga perangkat daerah, bersinergi menjaga situasi tetap aman dan tertib,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah, khususnya larangan penggunaan petasan, kembang api, dan arak-arakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Tidak menyalakan petasan, tidak melakukan arak-arakan, demi keamanan dan kenyamanan bersama, baik saat Natal maupun malam Tahun Baru,” tegasnya.
Bupati berharap dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di Kabupaten Tangerang dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib.
“Saya ucapkan selamat Natal dan tahun baru untuk umat Kristiani khususnya di wilayah kabupaten Tangerang, Pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik. Mohon doa dan dukungan semua pihak agar Kabupaten Tangerang tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Bupati Tangerang juga mengunjungi pos pam terpadu yang berada di seberang Mal Ciputra Citra Raya dan juga memberikan bantuan paket sembako kepada para petugas pengamanan Pospam tersebut. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pelantikan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan se-Kabupaten Tangerang Tahun 2025 sekaligus membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang diadakan di Kampung Kalapa. Rabu (24/12/25).
Dalam perayaannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus UPZ Kecamatan yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa pelantikan tersebut bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan.
“Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategi dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Untuk itu pengelolaanya harus amanah dan produktif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Bupati menekankan peran strategis UPZ Kecamatan sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat serta memahami kondisi riil muzaki dan mustahik di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, beliau menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian para pengurus UPZ agar potensi zakat di Kabupaten Tangerang dapat dihimpun dan disalurkan secara optimal,
“Pertama, perkuat sinergi dan koordinasi antara UPZ Kecamatan dengan BAZNAS Kabupaten Tangerang, pemerintah kecamatan, desa, serta seluruh pemangku kepentingan. Kedua, menjaga prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya
Selain itu, dia juga mendorong pendayagunaan zakat secara produktif dan berkelanjutan agar mampu memberdayakan mustahik hingga bertransformasi menjadi muzaki. Inovasi dan inovatif juga harus terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya
“Keempat, memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam penghimpunan zakat agar lebih mudah, cepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya
Dirinya berharap melalui pelaksanaan Rakorda UPZ kecamatan ini akan semakin memperkuat kesamaan visi, langkah, dan komitmen dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Tangerang. Selanjutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan peran BAZNAS dan UPZ sebagai mitra strategi dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang religius, sejahtera, dan berkeadilan sosial.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada BAZNAS Kabupaten Tangerang atas dedikasi dan kerja nyata dalam pengelolaan zakat, serta kepada seluruh pengurus UPZ yang telah bersedia mengabdikan diri untuk kepentingan umat,”pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka seminar Model Sekolah Unggulan dan Parenting yang dilaksanakan di Hotel Lemo, Rabu (24/12/25)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya aspek kedisiplinan, kurikulum dan mutu pendidikan dalam melahirkan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Tangerang yang unggul dan berdaya saing tinggi.
"Hari ini kita hadir dalam rangka memikirkan dan merumuskan dunia pendidikan dari semua aspek. Aspek kedisiplinan, kurikulum dan mutu pendidikan harus terus kita kuatkan dan harus kita jalankan untuk mencetak SDM Kabupaten Tangerang yang unggul dan berdaya saing tinggi nantinya," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kab. Tangerang berkomitmen penuh menekan angka putus sekolah. Program sekolah gratis, beasiswa pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta penguatan kompetensi para pendidik terus dilakukan.
"Kita sudah mengalokasikan dari APBD untuk pendidikan melampaui 20 persen sampai dengan 25 persen. Untuk yang putus sekolah, kami juga telah bekerjasama dengan pemerintah desa agar anak-anak dapat terus merampungkan dan menuntaskan supaya lulus sekolahnya dan mendapatkan ijazah," imbuhnya.
Dia berharap melalui seminar tersebut rumusan-rumusan nyata dan terukur untuk dijadikan sebagai dasar pembentukan sekolah-sekolah unggulan di Kabupaten Tangerang.
"Saya harap hasil seminar ini tahun depan ada tindak lanjutnya. Sekolah unggulan harus ada untuk meningkatkan pendidikan di Kabupaten Tangerang. Mungkin bertahap ada beberapa sekolah dulu, SD di mana, SMP di mana, kalau sudah satu atau dua sekolah dan berhasil, kita baru ekspansi ke sekolah-sekolah lainnya," harapnya.
Ketua Dewan Pendidikan Kab Tangerang, Mas Iman Kusnandar mengatakan bahwa Dewan Pendidikan Kab. Tangerang bersama Dinas Pendidikan dan para praktisi pendidikan bertekad menjadikan sekolah maupun madrasah di Kab. Tangerang yang benar-benar bermutu. Hal tersebut akan terus diupayakan dan dikawal bersama sehingga mampu menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai kabupaten pendidikan.
"Penguatan ini yang harus kita jalankan. Kami siap mengawal dan bersama-sama bersinergi mengupayakan agar sekolah-sekolah, baik sekolah umum maupun madrasah, semuanya bisa bermutu. Bukan hal yang mustahil Kabupaten Tangerang ini menjadi mempunyai predikat sebagai kabupaten pendidikan nantinya," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Kecamatan Pagedangan secara resmi mengukuhkan Panitia Lokal dalam rangka persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026, bertempat di GSG Kecamatan Pagedangan, Rabu (24/12/2025).
Panitia lokal sebanyak 142 orang meliputi Unsur Forkopimcam, Organisasi kepemudaan, Organiasi kemasyarakatan. Hal ini Menjadi langkah awal kesiapan Pagedangan sebagai tuan rumah perhelatan MTQ tingkat Kabupaten yang direncanakan digelar pada 8 hingga 14 Januari 2026.
MTQ ke-56 merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memberikan ruang dan kesempatan bagi para santri dan santriwati untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dalam menggemakan Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat serta menciptakan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Camat Pagedangan, H. Ramdani yang di dampingi Sekcam Pagedangan dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengukuhan panitia lokal merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan MTQ dapat berjalan dengan sukses, tertib, dan bermartabat.
“Pengukuhan panitia lokal ini menjadi titik awal kesiapan Kecamatan Pagedangan sebagai tuan rumah MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang. Kami berharap seluruh panitia dapat bekerja secara solid, profesional, dan penuh tanggung jawab demi menyukseskan kegiatan ini,” ujar H. Ramdani.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana syiar Islam dan upaya bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
"Kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan menjadi tuan rumah, mari kita berikan yang terbaik dari segi fasilitas penginapan, venue acara sehingga MTQ ke 56 tingkat Kabupaten Tangerang berjalan Sukses di Kecamatan Pagedangan," kata Camat Pagedangan.
Selain itu Ketua LPTQ Kecamatan Pagedangan, Bukhori, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan MTQ ke-56, khususnya dalam aspek pembinaan dan kualitas peserta.
“LPTQ Kecamatan Pagedangan siap bersinergi dengan seluruh panitia dan pihak terkait. Kami ingin MTQ ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga melahirkan qari dan qariah, hafiz dan hafizah yang berkualitas dan berprestasi,” ungkap Bukhori.
Dengan pengukuhan panitia lokal ini, Kecamatan Pagedangan menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. (Red)