Serang, lensafokus.id — Sinergi lintas wilayah kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan berskala besar. Forum Zakat (FOZ) Banten bersama Forum Zakat Jakarta dan Forum Zakat Jawa Barat secara resmi memberangkatkan sebanyak 44,7 ton bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Prosesi pelepasan bantuan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, dan disaksikan oleh unsur pemerintah daerah, relawan kemanusiaan, serta perwakilan lembaga zakat, pada Selasa.
Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, seperti bahan pangan pokok, makanan siap saji, popok bayi, obat-obatan, hingga pakaian baru. Seluruh bantuan tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan darurat sekaligus mendukung tahap awal pemulihan warga di lokasi terdampak.
Ketua Forum Zakat Wilayah Banten, Bobby Satria, menegaskan bahwa kolaborasi antarwilayah menjadi faktor penting dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Ini adalah ikhtiar bersama agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, amanah, dan berkelanjutan. Sinergi menjadi kunci agar respons kemanusiaan berjalan efektif,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai forum zakat dari lintas provinsi menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Aksi kemanusiaan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga dan antarwilayah mampu memperkuat ketahanan sosial bangsa. Diharapkan, bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. (Lingga)
Bogor, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Bogor menyelenggarakan Gelar Pengawasan Daerah (LARWASDA) Tahun 2025 yang digelar di Hotel Harris Cibinong, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta mendorong akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan penghargaan kepada Inspektorat Kabupaten Bogor atas kinerja pengawasan yang telah dilakukan hingga tahun 2025. Ia mengungkapkan bahwa melalui upaya pencegahan dan pengawasan yang konsisten, Inspektorat berhasil mencegah potensi kebocoran keuangan daerah sebesar Rp44,23 miliar.
“Capaian ini patut diapresiasi. Pencegahan kebocoran keuangan daerah bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan ketekunan serta integritas tinggi. Ke depan, kami berharap upaya pencegahan ini bisa terus ditingkatkan,” ujar Ajat.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kerugian negara tersebut, meskipun kelemahan pada keterbatasan administrasi dan regulasi yang sudah tidak berlaku.
“Satu rupiah pun kerugian negara harus dikembalikan. Walaupun secara administrasi sulit, namun secara tanggung jawab negara, itu tetap harus diselesaikan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti capaian Monitoring Center for Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) sebagai indikator penting dalam pencegahan korupsi.
Menurutnya, capaian tersebut harus dijadikan rambu-rambu untuk memastikan Kabupaten Bogor berada pada jalur tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Sekda juga menyampaikan pesan Bupati Bogor agar seluruh perangkat daerah terus menjaga semangat sinergi, memperkuat komunikasi, serta mengoptimalkan pengendalian risiko, proses bisnis, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Dengan pengawasan yang kuat, integritas aparatur, serta komitmen bersama, kita optimis dapat mewujudkan perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi Kabupaten Bogor,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tangerang terus menguatkan sinergi untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan madrasah.
Hal tersebut diutarakan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus FKDT Takmiliyah Kabupaten Tangerang, masa khidmat 2025-2030 di GSG Puspemkab Tangerang, Selasa (23/12/25).
"FKDT sebagai wadah koordinasi yang menghimpun para pengelola dan pendidik madrasah merupakan mitra pemerintah. Mari tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan madrasah," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, Diniyah Takmiliyah adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam nonformal yang berfungsi melengkapi pendidikan agama Islam pada jalur pendidikan formal, baik di sekolah dasar hingga menengah. Di sini, anak-anak belajar Al-Quran, akidah, akhlak, fikih, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi pembentukan karakter.
"Diniyah Takmiliyah tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan adab, akhlak, dan nilai kehidupan, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral," jelasnya.
Menurut dia, Pemkab Tangerang terus memberikan perhatian serius kepada pembangunan bidang keagamaan seperti pembangunan dan peningkatan infrastruktur pondok pesantren, bantuan sanitasi pesantren, pembangunan asrama, pemberian hibah keagamaan, serta insentif bagi guru madrasah dan guru ngaji.
“Seluruh program ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola amanah rakyat, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Dia juga menegaskan dalam rangka mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing global, Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya didukung oleh SDM yang hanya cakap secara intelektual, namun juga kuat mental dan spritualnya.
"Kemajuan tersebut harus dibangun di atas nilai keimanan, ketakwaan, dan karakter yang kuat, yang salah satunya dibentuk melalui pendidikan diniyah. Bangsa yang maju dan berdaya itu, tidak hanya cakap secara intelektual namun juga harus kuat spritual dan mental SDMnya," tegasnya.
Pihaknya berharap kepengurusan baru nantinya bisa mampu membawa kemajuan bagi pendidikan diniyah serta memperkuat perannya dalam membentuk karakter, keimanan, dan ketakwaan anak-anak sebagai salah satu fondasi penting dan mendasar dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.
Sementara itu, Ketua DPW FKDT Provinsi Banten, H. Muhsinin menekankan bahwa ketakwaan dan keiklasan merupakan kunci utama dalam kehidupan, baik bagi individu, pendidik maupun pemimpin. Untuk itu para guru Diniyah mempunyai peran besar dan strategis dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda.
“Guru diniyah adalah pejuang pendidikan yang bekerja dengan keikhlasan. Perhatian terhadap mereka merupakan bentuk penghargaan atas jasa besar dalam mencetak generasi yang beriman dan berakhlak mulia,” ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Taklim Maktabul Aitam yang dirangkaikan dengan peringatan milad ke-28 Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Dhuafa Maktabul Aitam Kelurahan Pakulonan Barat Kec. Kelapa Dua, Selasa (23/12/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan selamat dan rasa syukur atas selesainya pembangunan Taklim Maktabul Aitam dan digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan sosial keagamaan dan masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini Taklim Maktabul Aitam bisa diresmikan dan langsung dipergunakan untuk kegiatan keagamaan dan sosial. Harapannya agar sarana Majelis Taklim yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya warga Pakulonan Barat," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Dia juga berharap sarana Taklim Maktabul tersebut bisa rutin dimanfaatkan oleh masyarakat di Pakulonan Barat, terutamanya untuk sarana mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual bagi anak-anak, remaja maupun orang dewasa.
"Hal penting lainnya, di sini anak-anak kita bisa dididik dan ditanamkan nilai-nilai moral dan spiritual sejak dini supaya mereka bisa jadi pemimpin-pemimpin di masa depan yang berbudi luhur dan berakhlak termasuk anak-anak yatim di Yayasan Maktabul Aitam," ujarnya.
Dia mengapresiasi Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Dhuafa Maktabul Aitam yang telah 28 tahun secara konsisten mengayomi anak-anak yatim piatu dan dhuafa.
"Apresiasi khusus juga diberikan kepada Yayasan Maktabul Aitam yang telah konsisten mengayomi anak-anak yatim piatu dan dhuafa selama 28 tahun. Kegiatan ini diharapkan terus memperkuat syiar Islam dan kepedulian sosial di tengah masyarakat," pungkasnya.
Ketua Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu & Dhuafa Maktabul Aitam, Royani mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan para d9natur atas segala dukungan dan bantuan yang diberikan.
"Alhamdulillah pembangunan sarana majelis taklim ini selesai berkat bantuan dari Pemda Kabupaten Tangerang dan para donatur serta masyarakat. Tanggal 13 November kemarin sudah syukuran dan sudah dimulai pengajian ibu-ibu Majelis Taklim serta anak-anak," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama pembina yayasan, A. Zaki Iskandar memberikan pesan agar apa yang sudah dibangun bisa dijaga dan dirawat sebaik-baiknya serta dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan bersama.
"Titip kepada Pak Lurah, Pak RW serta Pak Ustadz Royani untuk nanti ibu-ibu semuanya memanfaatkan majelis taklim ini buat pengajian, tapi bukan cuma ibu-ibu bapak-bapaknya juga. Tempat ini mudah-mudahan bukan saja menjadi tempat belajar baca tulis Alquran tapi juga syiar Islam yang lain," serunya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan sekaligus secara simbolis menyalurkan 1.000 paket sembako murah menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan GPM tersebut digelar di Halaman Gereja Bersama Citra Raya, Kecamatan Panongan, Selasa (23/12/25).
Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa program sembako murah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat, menjelang hari besar keagamaan, khususnya Natal dan tahun baru.
“Menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali melaksanakan program Gerakan Pangan Murah. Hari ini ada sekitar 1.000 orang yang menerima manfaat. Mudah-mudahan program ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menambahkan program GPM telah dilaksanakan secara berkala dan ke depan akan terus diupayakan agar bisa menjangkau lebih luas lagi sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“InsyaAllah ke depan kita akan terus berupaya agar program ini bisa berjalan lebih rutin, sehingga manfaatnya bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menghimbauan kepada masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana, tanpa aktivitas yang berisiko seperti arak-arakan dan penggunaan petasan serta kembang api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Natal dan Tahun Baru dengan doa dan kebersamaan, tanpa petasan atau aktivitas berbahaya lainnya. Keamanan dan kenyamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Resmiyati Marningsih menjelaskan kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut sebanyak 1.000 paket sembako disalurkan kepada masyarakat.
“Setiap paket berisi beras premium 4 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kilogram. Paket sembako dengan harga normal sekitar Rp135.200 ini dapat ditebus masyarakat hanya dengan Rp59.200, sementara selisih harga sebesar Rp76.000 disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Pihaknya berharap, program Gerakan Pangan Murah tersebut dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru serta menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Pendeta Samuel dari GKI Citra Raya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian Pemkab Tangerang kepada jemaat dan masyarakat, khususnya menjelang perayaan Natal dan tahun baru
“Kami sangat bersyukur atas program sembako murah ini. Bantuan ini sangat berarti bagi jemaat dalam menyambut Natal. Terima kasih kepada Bupati Tangerang dan jajaran Pemkab Tangerang atas kepedulian dan dukungannya,” ungkapnya.
Mewakili jemaat Gereja Bersama Citra Raya, pihaknya pun turut mendoakan agar Bupati Tangerang dan seluruh jajaran senantiasa diberi kesehatan dan kekompakan dalam membangun Kabupaten Tangerang menuju masyarakat yang sejahtera.
Edi Sianturi, salah satu jemaat penerima manfaat juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Menurut dia, paket sembako yang disediakan sangat terjangkau harganya dan sangat meringankan, khusunya untuk memenuhi kebutuhan saat hari raya Natal dan tahun baru
“Kami bersyukur dan berterima kasih atas sembako murah ini. Bantuan ini sangat membantu kami saat merayakan Natal dan tahun baru dengan penuh sukacita,” ucapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perikanan menyerahkan bantuan sebanyak 9 unit kapal tangkap ikan sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.
Bantuan 9 unit kapal tangkap ikan berukuran di bawah 5 Gross Ton (GT) diserahkan langsung Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, kepada para nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Kronjo, Senin (22/12/25).
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa sektor perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Tangerang. Bantuan yang merupakan bagian dari program pemberdayaan nelayan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, keselamatan melaut, serta kesejahteraan nelayan masyarakat pesisir. Kapal tangkap ikan ini dirancang sesuai dengan kebutuhan nelayan tradisional, sehingga diharapkan mampu menunjang aktivitas penangkapan ikan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“Bantuan kapal tangkap ikan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung para nelayan. Kami tahun 2025 sudah memberikan sebanyak 20 bantuan kapal tangkap ikan yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Ketapang Mauk,” ujar Bupati Maesyal.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak hanya memberikan kapal tangkap ikan saja, namun juga berbagai perlengkapan pendukung lainnya. Kapal ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil tangkapan, pendapatan, serta kesejahteraan keluarga nelayan di Kecamatan Kronjo.
“Selain kapal tangkap ikan, kami juga memberikan Jaring milenium, pelampung pemberat sebanyak 5 unit perkapal, kompas, lampu navigasi, mesin 24 PK, Aki 12 Volt 100 amper,” ungkapnya.
Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir, meningkatkan hasil penangkapan ikan, serta memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Kronjo dan sekitarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Rudi Hartono dalam laporannya menyampaikan, 6 unit bantuan kapal tangkap ikan di bawah 5 GT berbahan fiber berasal dari APBD, sedangkan 3 unit lainnya berbahan kayu berasal dari Pokok Pikiran Anggota Dewan Kabupaten Tangerang Fraksi Gerinda Dina Maria Ulfa.
“Program ini bagian upaya ketahanan pangan dan penguatan ekonomi biru di Kabupaten Tangerang,” kata Rudi Hartono.
Salah satu ketua perkumpulan nelayan, Darip kapal hermanto mengungkapkan rasa terima kasih atas pemberian tangkapan ikan oleh Bupati Tangerang.
“Alhamdulillah kami sangat berterimakasih atas bantuannya, ini sangat bermanfaat demi kesejahteraan nelayan,” kata Darip.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga berkesempatan menaiki kapal dan menuhkodai langsung kapal yang diserahkan.
Adapun penerima bantuan kapal tersebut antara lain: Perkumpulan Samudera Nelayan Gaga (Kec. Kronjo), Perkumpulan Mina Tenggiri Lontar Jaya ( Kec. Kemiri), Perkumpulan Camar Laut Tanjung Kait (Kec.Mauk), Perkumpulan Mina Pancing Tanjung Pasir (Kec. Teluknaga), Perkumpulan Maju Terus Jaring Berjaya (Kec.Teluknaga), Perkumpulan Mina Baru Jaya Bahari (Kec.Teluknaga), Perkumpulan Jaya Bakti Reborn (Kec. Kronjo), Perkumpulan Lestari Sinar Udik (Kec. Kronjo), Perkumpulan Mulya Baru (Kec. Kronjo). (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberlakukan penghentian sementara kegiatan operasional truk pengangkut hasil tambang selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kebijakan ini bertujuan untuk mengantisipasi lalu lintas serta menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran transportasi di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang Jainudin mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 400.6.1/9548/SJ tentang Peningkatan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dalam Rangka Perayaan Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Perlu langkah-langkah terpadu agar mobilitas masyarakat selama Nataru berjalan aman dan lancar. Salah satunya dengan menghentikan sementara operasional truk pengangkut hasil tambang,” ujar Jainudin.
Penghentian sementara berlaku bagi seluruh truk pengangkut hasil tambang, baik dalam kondisi pengambilan maupun tidak memuat, yang melintasi jalan non-tol di wilayah Kabupaten Tangerang. Kebijakan ini diberlakukan mulai tanggal 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Jainudin menegaskan, pimpinan perusahaan angkutan tambang maupun pengemudi yang melanggar ketentuan tersebut akan dikenakan penindakan tegas sesuai dengan peraturan-undangan yang berlaku.
“Penindakan akan dilaksanakan oleh aparat penegak hukum serta perangkat daerah yang berwenang sesuai dengan tugas dan fungsinya,” tuturnya.
Selain itu, Pemkab Tangerang juga akan melakukan peninjauan kembali terhadap perizinan perusahaan penerima hasil tambang yang terbukti tetap menerima distribusi selama masa penghentian sementara operasional tersebut.
Untuk mendukung pengamanan dan pengawasan selama periode Nataru, Pemkab Tangerang menyiagakan sebanyak 17 pos pantau dan 3 pos utama. Pos utama tersebut berlokasi di Citra Raya, Summarecon Tangerang, dan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Dengan langkah ini, Pemkab Tangerang berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Diharapkan masyarakat juga dapat menjaga kondusifitas selama Nataru berlangsung. (Red)
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan bahwa hadirnya Dapur SPPG penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut mendorong peningkatan gizi anak dan perkonomian warga sekitar SPPG.
"Hadirnya dapur SPPG ini menjadi langkah strategis untuk menurunkan stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga," ujar Wabup Intan.
Menurut dia, peresmian dapur SPPG merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto sebagai investasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar pemberian makanan, tetapi investasi masa depan bangsa. Kita menyiapkan generasi Tangerang yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas, kebersihan, dan standar gizi makanan yang disajikan, serta perlunya evaluasi rutin agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh anak-anak sekolah dan masyarakat.
"Adalah hal penting dan merupakan kewajiban setiap dapur SPPG untuk bener-benar menjaga kualitas, kebersihan dan standar gizi makanan untuk anak-anak sekolah, termasuk adanya monitoring dan evaluasi berkala mulai dari proses pemilihan bahan sampai dengan distribusi makanannya," tegasnya.
Pihaknya pun mengapresiasi Badan Gizi Nasional dan Yayasan Bumi Arta Indonesia atas sinergi dalam menghadirkan dapur SPPG yang diharapkan semakin banyak membantu anak-anak dalam pemenuhan gizinya sekaligus juga memberdayakan masyarakat sekitar.
"Saya berharap kehadiran dapur SPPG Rancabuaya ini membawa manfaat luas dan berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Komandan Kodim 0510/Tigaraksa, Letkol Inf Yudho Sutyono yang turut hadir menambahkan bahwa kehadiran dapur SPPG berdampak langsung pada peningkatan gizi anak sekaligus juga menambah pergerakan ekonomi lokal.
“Anak-anak mendapatkan gizi yang cukup, warga sekitar bisa bekerja, dan UMKM lokal ikut terlibat. Ini bentuk nyata pemerataan pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan SPPG, Tafsirin melaporka bahwa Dapur SPPG Rancabuaya didukung oleh tenaga ahli gizi, serta puluhan relawan yang berasal dari masyarakat sekitar.
“Dapur SPPG ini melibatkan warga sekitar, sehingga selain meningkatkan gizi, juga memberdayakan masyarakat dan membuka lapangan kerja,” kata Tafsirin. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Forkopimda komitmen penuh pelestarian ibadah dan perayaan Natal 2025 serta tahun baru 2026.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat menghadiri acara silahturahmi Forkopimda bersama para romo, pastur dan pendeta di Ruang Rapat Wareng, Senin (22/12/25).
“Kami, pemerintah daerah bersama seluruh unsur Forkopimda, MUI, dibantu masyarakat berkomitmen penuh untuk menjamin ibadah natal dan perayaan Natal, tahun baru agar berjalan lancar, aman, tertib dan kondusif,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Beliau juga mengimbau kepada para romo, pastor, pendeta dan pemimpin agama yang hadir untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi pelestarian ibadah dan perayaa Nataru. Selain itu, menunda juga menghimbau agar tidak ada perayaan yang berlebihan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan umum.
"Kami mohon perayaan Natal dan tahun baru tidak berlebihan. Tidak ada arak-arakan atau pawai-pawai, begitu juga petasan atau juga kembang api," tandasnya.
Dia menyebut perayaan Nataru yang berlebihan tidaklah sesuai dengan situasi dan kondisi nasional yang terjadi saat ini, khususnya bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara serta berbagai daerah lainnya di Indonesia.
“Mari kita juga tingkatkan kepekaan dan kepedulian sosial bersama, khususnya untuk saudara-saudara kita yang tertimpa dan sedang bangkit dari bencana. Lebih baik kita membantu mereka yang ada di Aceh, Medan, Padang dan sekitarnya. Natal dan tahun baru ini harus banyak berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” imbuhnya.
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada romo, pastur, pendeta dan para pimpinan agama yang terus menjaga hubungan emosional antarumat beragama serta keharmonisan di Kabupaten Tangerang yang sangat heterogen penduduknya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan keyakinan, pimpinan agama ya yang hadir pada kesempatan ini karea telah menjaga hubungan emosional antara umat beragama, saling menghormati saling menghargai yang sudah terjalin dengan sangat baik,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa pemerintah bersama Forkopimda berkomitmen melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan berdasarkan suku, agama dan ras.
“Menjelang Natal dan tahun baru tidak ada perbedaan pengakuan. Semuanya sama, masyarakat kita, mereka mempunyai harapan untuk bisa dilayani oleh pemerintah daerah dan kita berkomitmen untuk melayani semuanya,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan bahwa seluruh jajarannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Kodim 0510 Tigaraksa dan melaksanakan masyarakat cipta kondisi yang dilaksanakan di seluruh Indonesia untuk menyelamatkan ibadah dan perayaan Nataru.
“Polres Tangerang bersama Forkopimda dan masyarakat menggelar program cipta kondisi dengan Operasi Lilin Maung 2025 selama 14 hari, mulai tanggal 24 Desember - 4 Januari 2026,” jelas Kapolres Tangerang, Indra Waspada Amirullah.
Dia juga telah membangun pos-pos pantau di sejumlah titik keramaian dan wilayah untuk mengamankan ibadah dan perayaan Natal serta libur Nataru, termasuk juga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
“Sebanyak 650 personel di wilayah hukum Polresta Tangerang terlibat langsung, didukung juga dari unsur TNI dan masyarakat. Ada juga sekitar 1 peleton dari Gegana Brimob Polda Banten siap membantu pengamanan,” imbuhnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin upacara pengibaran bendera dalam rangka Hari Bela Negara ke-77 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ibu ke-97 Tingkat Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (22/12/2025).
Dalam amanatnya, Bupati Maesyal menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu ke-97 merupakan momentum penting untuk mengenang sejarah perjuangan perempuan Indonesia sejak Kongres Perempuan tahun 1928.
“Hari Ibu bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk penghargaan atas peran strategis perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan, mengisi pembangunan, serta menjaga keutuhan bangsa,” ujar Bupati Maesyal.
Ia menegaskan bahwa perempuan Indonesia merupakan agen perubahan dan motor kemajuan bangsa dalam berbagai peran kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sosial, maupun pembangunan nasional.
Menurutnya, di tengah tantangan seperti beban ganda, keterbatasan akses, dan kekerasan berbasis gender, perempuan tetap menunjukkan ketangguhan, kreativitas, dan kontribusi nyata di berbagai sektor.
Melalui tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, Bupati menekankan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi pelaku utama perubahan.
“Negara terus memperkuat kebijakan, perlindungan hukum, serta pengarusutamaan gender untuk menjamin kesetaraan, keadilan, dan perlindungan bagi perempuan dan anak,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa peringatan Hari Ibu harus menjadi penggerak aksi nyata dan kolaborasi semua pihak agar perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan daerah dan nasional.
Bupati Maesyal mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang menjadikan peringatan Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Ibu ke-97 sebagai momentum refleksi dan aksi nyata, serta menegaskan bahwa peran perempuan merupakan bagian penting dari bela negara.
“Pemberdayaan dan perlindungan perempuan adalah investasi strategis bela negara, karena perempuan yang berdaya akan melahirkan generasi berkarakter kebangsaan dan memperkuat ketahanan daerah maupun nasional,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Bupati Maesyal mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat peringatan tersebut sebagai energi positif dalam menjalankan tugas, pengabdian, dan tanggung jawab sesuai peran masing-masing. (Red)