Kota Tangerang, lensafokus.id - Kabar baik bagi masyarakat Kota Tangerang. PT Tangerang Nusantara Global (TNG) resmi menghadirkan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar di SPBU yang dikelolanya mulai 1 Mei 2026.
Direktur PT TNG Muhamad Rijal menyampaikan, sejak memulai operasional SPBU pada Desember 2022, pihaknya terus melakukan pengembangan layanan.
"Awalnya, SPBU PT TNG hanya menyediakan empat jenis BBM, yakni Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kini, dengan hadirnya biosolar, pilihan BBM bagi masyarakat menjadi semakin lengkap," papar Rijal, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/26).
“Permintaan terhadap biosolar cukup tinggi, baik dari masyarakat umum maupun dari kebutuhan operasional Pemerintah Kota Tangerang. Karena itu, mulai 1 Mei 2026 kami siap menyediakan biosolar di SPBU PT TNG,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan biosolar tidak hanya datang dari pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga dari sektor layanan publik.
Sejumlah armada seperti Bus Tayo dan truk pengangkut sampah yang beroperasi di Kota Tangerang turut memanfaatkan BBM jenis ini untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Secara bisnis, perkembangan SPBU kami sangat baik. Setiap tahun mengalami peningkatan, baik dari sisi penjualan maupun pendapatan bersih. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi,” katanya.
Dengan penambahan layanan biosolar, PT TNG optimis dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang.
Hal ini sejalan dengan peran PT TNG sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali meninjau langsung progres pembongkaran bangunan liar dan normalisasi Kali Cirarab yang berada di wilayah Kecamatan Sepatan dan Pasar Kemis, Selasa (21/4/26)
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Kapolresta Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, serta para camat setempat.
Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadiran jajaran lintas instansi bertujuan memastikan proses penertiban dan normalisasi berjalan sesuai rencana. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan perusahaan yang berada di bantaran sungai, salah satunya PT. Intek, terkait penggunaan lahan yang melanggar garis sempadan sungai (GSS).
“Kami sudah sampaikan dan alhamdulillah pihak PT. Intek bersedia mematuhi ketentuan GSS dan akan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap kepentingan umum,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan normalisasi Kali Cirarab dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keselamatan masyarakat, para pekerja dan warga di sekitar bantaran sungai. Setelah proses pembongkaran, akan segera dilakukan pengerukan sungai serta penurapan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Setelah dinormalisasi dan dilakukan penurapan, insyaAllah wilayah ini diharapkan tidak lagi terdampak banjir. Ini adalah langkah jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dan pelaku usaha di dua wilayah tersebut yang secara mandiri melakukan pembongkaran bangunan. Ia berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi pihak lainnya
“Di wilayah Sepatan, ada tiga perusahaan yang akan membongkar secara mandiri. Di Pasar Kemis juga masyarakat, termasuk pelaku usaha dan tempat ibadah, sudah mulai melakukan pembongkaran,” ungkapnya.
Lanjut dia, untuk panjang normalisasi Kali Cirarab, diperkirakan mencapai sekitar 700 meter, mulai dari wilayah Gelam hingga lokasi peninjauan di PT. Intek
Terkait penanganan banjir di wilayah lain, dia menyebut bahwa akan dilakukan pembangunan turap dan infrastruktur pengendali banjir lainnya, seperti di wilayah Jayanti dan Kresek yang saat ini sedang dalam proses tender oleh BBWS.
“Penanganan banjir menjadi perhatian bersama antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan BBWS. Semua dilakukan secara bertahap untuk mengurangi tingkat kebanjiran di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menekan angka stunting melalui langkah nyata di lapangan. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Pelatihan dan Edukasi Gizi bagi Koordinator Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Gedung Serba Guna (GSG) Puspem Kabupaten Tangerang. Selasa (21/04/2026).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda 1) Sekretariat Daerah, Prima Saras Puspa, S.H., M.M., yang hadir membuka acara, menekankan bahwa kunci utama pencegahan stunting terletak pada pemahaman masyarakat mengenai kualitas pangan. Menurutnya, diversifikasi pangan harus menjadi kebiasaan baru di tingkat keluarga.
"Ini adalah upaya edukasi untuk memberi pemahaman bahwa makan itu bukan hanya soal kenyang saja, namun nilai gizi sangat dibutuhkan. Kita melatih bagaimana asupan gizi bisa diolah untuk anak-anak demi menghindari stunting," ujar Prima.
Ia menambahkan bahwa bahan makanan yang selama ini dianggap kurang bernilai gizi tinggi perlu ditingkatkan kualitas pengolahannya agar lebih optimal bagi tumbuh kembang anak.

Menurut Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, Dr. Achmad Muchlis, MARS, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjangkau seluruh wilayah kabupaten dengan melibatkan kader dari 265 desa. Para peserta dibekali kemampuan teknis, mulai dari pemilihan bahan baku hingga metode memasak yang tepat.
"Hari ini mereka dilatih cara memasak dan memilih bahan makanan agar nantinya nilai gizi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak-anak," jelas Dr. Achmad Muchlis.
Kegiatan strategis ini dilaksanakan sebagai implementasi dari landasan hukum Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Inpres No. 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).
Dengan adanya pelatihan ini, para koordinator DASHAT diharapkan mampu menjadi ujung tombak di desa masing-masing dalam menciptakan generasi Tangerang yang lebih sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan. (Mala)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Konsolidasi, Silaturahmi, dan Pemantapan (KSP) Satuan Petugas Penanganan Gizi (SPPG) digelar di Aula Remaja Kuring, Selasa (21/4/2026). Acara ini diselenggarakan oleh Ketua Umum MBG, Roy Marjuk.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MBG Pusat Dr. Muhammad Qodari, http://S.Psi, M.A dan Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan. Turut hadir pula jajaran pengurus MBG serta para relawan SPPG se-Kota Tangerang.
Dalam sambutannya, Roy Marjuk menegaskan bahwa KSP ini menjadi momentum memperkuat barisan relawan SPPG di lapangan. "Penanganan gizi bukan kerja satu pihak. Butuh kolaborasi, data yang akurat, dan relawan yang solid di setiap kelurahan," ujarnya.

Ketua MBG Pusat Dr. Muhammad Qodari, http://S.Psi, M.A menyampaikan apresiasi atas militansi relawan SPPG Kota Tangerang. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dan edukasi berkelanjutan ke keluarga sasaran agar intervensi gizi lebih tepat sasaran.
Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan menyatakan Pemkot siap mendukung program MBG dan SPPG. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi, dan relawan menjadi kunci menurunkan angka stunting dan masalah gizi lainnya di Kota Tangerang.
Selain pemaparan program, acara KSP juga diisi sesi pemantapan tugas relawan, pembekalan teknis pendataan balita dan ibu hamil, serta penyamaan metode edukasi gizi di tingkat RW.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto dengan seluruh peserta. Melalui KSP ini, SPPG se-Kota Tangerang menargetkan peningkatan jangkauan pendampingan keluarga serta percepatan pelaporan kasus gizi ke sistem MBG. (Sumarna)