Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara halal bihalal yang digelar di Aula Lt. 3 RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (01/04/26).
Dalam sambutannya, Bupati maesyal Rasyid menekankan bahwa kegiatan halal bihalal bukan hanya bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi namun juga momentum untuk memperkuat sinergi dan produktifitas dalam melayani masyarakat
"Dengan silaturahmi ada tiga poin yang kita dapat. InsyaAllah yang pertama akan menambah persaudaraan, kedua pastinya akan nambah rezeki, ketiga insyaAllah juga panjang umur. Ini juga momentum bagi kita untuk semakin memperkuat sinergi dan produktifitas," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia mengapresiasi seluruh jajaran RSUD Kab. Tangerang atas prestasi dan kemajuan yang telah diraih selama ini sebagai wujud nyata peningkatan pelayanan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
"Rumah sakit di Kabupaten Tangerang sudah berkurang keluhannya. Ini merupakan salah satu wujud nyata bahwa kita mementingkan urusan orang lain terlebih dahulu dan senantiasa berbenah," ungkapnya
Selain mengapresiasi RSUD Kab. Tangerang, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh manajemen, dokter, tenaga medis dan pegawai atas dedikasi, ketulusan dan tanggung jawabnya dalam melayani masyarakat
"Saya dengan bu wakil ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Tangerang dan rumah sakit lainnya yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya, mementingkan urusan umum mementingkan kesehatan orang lain dari pada dirinya," ucapnya
Dia juga memberikan pesan agar seluruh pegawai tanpa kecuali untuk terus semangat dan senantiasa mengedepankan sisi humanis, informatif dan solusi dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan
"Mari kita terus tingkatkan semangat dan motivasi kita untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya yang dirawat di sini supaya mereka pulang dengan penuh senyuman dan juga sehat," pintanya
Pihaknya memohon maaf atas kekurangan dan kekhilafan yang dilakukan dan mendoakan agar para dokter, tenaga medis dan seluruh pegawai rumah sakit pemerintah dan Puskesmas dapat melayani masyarakat dengan profesional dan bertanggung jawab.
Kami atas nama pemerintah daerah sebagai pemilik sebagai yang bertanggung jawab seluruh teman-teman yang ada di RSUD, Puskesmas, Dinkes dan semuanya
"Atas nama pemerintah daerah, saya bersama Ibu Wakil bersama Pak sekda, para asisten, para kepala OPD, dengan ketulusan keikhlasan, kami menyampaikan Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin. Kami mendoakan supaya para dokter dan seluruh jajarannya tetap semangat dan profesional serta tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya," pungkasnya
Sementara itu, Direktur RSUD Kab. Tangerang, dr. Endang Widyastiwi mengatakan bahwa kegiatan halal bi halal bukan hanya sekedar tradisi tapi juga sarana untuk saling memaafkan mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi.
"Sejalan dengan tema kegiatan tema Sinergi Tanpa Batas Mempererat Silaturahmi dan Tingkatkan Produktivitas, kami menekankan pentingnya kolaborasi komunikasi yang harmonis dan tentunya kerjasama yang solid, baik rumah sakit umum daerah maupun dengan seluruh pihak eksternal agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal dan profesional," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Terobosan inspiratif datang dari Kepala Desa Bojongloa, Jusepta, yang menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor pertanian di wilayahnya. Pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, Jusepta melakukan pengecekan langsung hasil panen perdana uji coba penanaman melon di Kampung Janur, Desa Bojongloa.
Hasilnya pun tak main-main. Uji coba tersebut berhasil menunjukkan capaian yang sangat memuaskan, bahkan melampaui standar umum hasil panen melon. Seluruh proses penanaman hingga panen dilakukan dengan pendanaan pribadi Jusepta yang mencapai hampir Rp80 juta, di atas lahan seluas kurang lebih 3.500 meter persegi.
Dalam proyek percontohan ini, terdapat dua varietas melon unggulan yang ditanam, yakni Melon Delon 65 dan Melon Madu Devina. Total sekitar 3.200 pohon melon berhasil dibudidayakan dengan hasil yang signifikan.

Meski disebut sebagai tahap uji coba, hasil panen melon di Bojongloa ini justru melampaui ekspektasi. Bobot buah yang dihasilkan berkisar antara 2,8 hingga 3 kilogram per buah, jauh di atas standar rata-rata melon madu yang umumnya berada di kisaran 2,2 kilogram.
Misno, petani yang mengelola lahan tersebut, mengaku bangga dengan hasil yang dicapai. Menurutnya, kualitas melon yang dihasilkan kali ini termasuk kategori unggulan.
“Biasanya standar melon madu itu sekitar 2,2 kilogram. Alhamdulillah, sekarang bisa mencapai 2,8 sampai 3 kilogram per buah. Untuk varietas Madu Devina membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga panen, sedangkan Delon 65 sekitar dua setengah bulan,” jelasnya.
Jusepta menegaskan bahwa program ini bukan sekadar uji coba, melainkan langkah nyata untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada komoditas padi. Ia ingin membuka wawasan petani terhadap potensi besar dari tanaman hortikultura seperti buah-buahan.
“Ini murni dana pribadi saya untuk uji coba. Saya ingin masyarakat tidak hanya fokus pada penanaman padi saja. Ternyata buah-buahan seperti melon, semangka, dan lainnya bisa memberikan keuntungan yang lebih besar,” ungkap Jusepta.
Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada masyarakat agar berani mencoba hal baru tanpa takut gagal.
“Terus semangat dan jangan takut gagal. Kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan,” tambahnya.
Ke depan, Jusepta berencana melanjutkan uji coba dengan komoditas lain seperti semangka dan timun. Jika hasilnya konsisten berhasil, tidak menutup kemungkinan program tersebut akan dianggarkan melalui dana desa guna mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas.
Langkah inovatif yang dilakukan Kepala Desa Bojongloa ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi petani lokal melalui pengembangan komoditas bernilai jual tinggi di pasaran. (Mala)