Banten

Banten (6285)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang baru saja menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) bersama Angkasa Pura Indonesia dan Jasa Marga untuk meningkatan akses di sekitar kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan, penjajakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana pembangunan infrastruktur penunjang sebagai bagian dari pengembangan kawasan aerotropolis yang terintegrasi, mulai dari Jalan Utara Sedyatmo, Jalan Kali Perancis dan Jalan Promenade Cisadane Utara (Suryadarma).

“Kami sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait rencana pengembangan akses konektivitas antarwilayah. Kalau dengan Jasa Marga terkait Simpang Susun Kunciran untuk mengurangi kemacetan di sana. Sedangkan, kerja sama bersama Angkasa Pura Indonesia terkait pengembangan Frontage Utara Sedyatmo yang akan dibangun junction di sana,” ujar Sachrudin di Puspem Kota Tangerang, Senin (2/3/26).

Di tempat sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang Yeti Rohaeti menambahkan, Pemkot Tangerang menargetkan penjajakan kerja sama yang telah dilakukan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Pemkot Tangerang memastikan, proses pengembangan akses konektivitas kawasan sudah mulai dipersiapkan secara matang, termasuk rencana melakukan pembebasan lahan dan penertiban bangunan liar di area lahan yang menjadi lokus pembangunan.

“Kami selanjutnya akan melakukan pembahasan secara teknis bersama pihak-pihak terkait. Adapun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan penyusunan kajiannya ditargetkan dapat dituntaskan pada tahun ini,” tambah Yeti.

Pemkot Tangerang berharap, kerja sama tersebut dapat mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan perekonomian di Kota Tangerang secara jangka panjang. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Genap satu tahun kepemimpinan Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Maryono Hasan, Pemerintah Kota Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan pelayanan publik yang semakin prima sepanjang 2025.

Di bawah nahkoda keduanya, arah pembangunan tidak sekadar berfokus pada proyek fisik, tetapi juga menekankan tata kelola pemerintahan yang responsif, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan harus berdampak langsung bagi masyarakat. Infrastruktur yang memadai, layanan kesehatan yang mudah diakses, serta pendidikan yang berkualitas menjadi prioritas kami,” ujar Sachrudin.

Selama satu tahun terakhir, percepatan pembangunan infrastruktur dasar menjadi fokus utama. Perbaikan jalan lingkungan, normalisasi drainase untuk mengurangi titik genangan, serta penataan ruang terbuka hijau terus digencarkan.

Revitalisasi kawasan permukiman dan penataan pedestrian di sejumlah titik strategis tak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga meningkatkan kenyamanan serta keselamatan warga dalam beraktivitas.

Melalui program bedah rumah yang dijalankan oleh Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kota Tangerang, sebanyak 1.000 rumah tidak layak huni ditargetkan direnovasi sepanjang 2025. Program ini menjadi bukti nyata komitmen menghadirkan hunian yang aman dan sehat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

pemkot tangerang

Pemkot Tangerang juga melakukan lompatan besar melalui transformasi digital. Penguatan sistem layanan berbasis aplikasi mempermudah masyarakat dalam mengakses perizinan, administrasi kependudukan, hingga kanal pengaduan.

Digitalisasi menjadi kunci dalam membangun birokrasi yang transparan, efisien, dan akuntabel. Hasilnya, waktu pelayanan semakin singkat dan tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan tren positif.

Layanan kesehatan berbasis digital melalui aplikasi Tangerang Sehat pun terus dikembangkan guna memberikan akses informasi dan fasilitas kesehatan yang lebih mudah bagi warga.

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Pemkot Tangerang aktif menggelar pelatihan kewirausahaan, pendampingan legalitas usaha, hingga fasilitasi promosi produk lokal melalui berbagai event dan platform digital.

Langkah ini berdampak pada meningkatnya daya saing pelaku usaha lokal sekaligus membuka lapangan kerja baru. Stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah dinamika tantangan global.

Screenshot 2026 03 02 14 13 57 26 96b26121e545231a3c569311a54cda96

Di bidang pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah terus dilakukan. Program beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu diperluas guna memastikan akses pendidikan yang adil dan merata.

Sebanyak 70 sekolah inklusi kini tersedia dengan daya tampung lebih dari 1.000 siswa berkebutuhan khusus. Pemkot juga menggratiskan biaya pendidikan bagi masyarakat kurang mampu serta mendorong inovasi pembelajaran dari tingkat PAUD hingga sekolah dasar.

Menurut Sachrudin, investasi di sektor pendidikan merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Di sektor kesehatan, penguatan layanan puskesmas dan program preventif terus digencarkan. Penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama melalui edukasi gizi seimbang, penguatan posyandu, serta intervensi kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan remaja.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat tren penurunan angka stunting di berbagai kecamatan berkat kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Kepemimpinan Sachrudin–Maryono juga menempatkan partisipasi masyarakat sebagai fondasi pembangunan. Forum dialog warga, musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), hingga kanal pengaduan online diperkuat untuk memastikan setiap aspirasi terakomodasi.

Menurut Sachrudin, keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Sachrudin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program prioritas serta mempercepat realisasi visi Kota Tangerang sebagai kota yang maju, berdaya saing, dan berakhlakul karimah.

Dengan semangat “Bersama Membangun Kota”, tahun 2026 ditargetkan menjadi momentum peningkatan kualitas pembangunan di berbagai sektor.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami akan terus bekerja keras untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh warga Kota Tangerang,” tutup Sachrudin optimistis. (***)

Tangerang, lensafokus.id - Kondisi lalu lintas di sekitar Proyek Underpass Bitung, Tangerang, mengalami kemacetan parah. Hal ini diduga disebabkan oleh tidak dilibatkannya kepolisian dalam proses pengerjaan proyek tersebut, Senin (02/03/2026).

Proyek underpass yang sedang berlangsung tidak memiliki pengaturan lalu lintas yang memadai, hanya spanduk pemberitahuan saja yang terpampang sehingga menyebabkan keterlambatan dan hambatan serius bagi pengguna jalan yang belum tau jalan alternatif.

Selain kemacetan parah, kondisi keselamatan di sekitar Proyek Underpass Bitung, di wilayah Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, juga menjadi perhatian serius. Terlihat bahwa sepanjang proyek tidak ada penyangga keselamatan yang memadai, sehingga meningkatkan kekhawatiran pengendara lalu lintas. (Lingga)

Kota Cilegon, lensafokus.id - Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan Al Khairiyah dan pendirinya Brigjen KH Syam’un yang juga pahlawan nasional, memiliki sejarah besar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.

Di bidang pendidikan, saat ini Pemerintah Provinsi Banten telah melaksanakan Program Pendidikan Gratis.

Hal ini disampaikan Andra Soni pada Syirafah (Syiar Ramadan Al Khairiyah) yang diselenggarakan di Universitas Al Khairiyah Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Sabtu (28/2/2026).

“Syiar Ramadan Al Khairiyah di bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan, mengajarkan kita tentang kepedulian, serta penguatan ukhuwah Islamiyah,” ungkap Andra Soni.

“Brigjen KH Syam'un, pahlawan nasional dari Banten sangat konsen pada sektor pendidikan,” tambahnya.

Andra Soni mengaku takjub atas perjuangan KH Syam’un pada tahun 1925 mendirikan pesantren salafi, Madrasah Al Khairiyah yang kini dikenal Universitas Al Khairiyah.

Andra Soni menegaskan, beberapa hari ini Pemerintah Provinsi Banten keliling Safari Ramadan, “Kita diberi penghormatan oleh masyarakat luar biasa, dimana-mana kita bisa disambut, padahal kita tahu tidak semua hal sudah kita kerjakan, masih banyak hal-hal yang belum kita kerjakan,” ungkapnya

“Maka kita harus membalas penghormatan tersebut dengan kerja-kerja nyata, kerja-kerja dengan integritas untuk mewujudkan Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi", tegas Andra.

Andra menjelaskan, pada tahun 2025 Pemprov Banten telah memulai program sekolah gratis untuk SMA, SMK, SKh yang ada di provinsi Banten. “Ini juga merupakan bagian dari perjuangan kita bagian dari perjuangan aulia untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Cilegon dan Provinsi Banten,” jelasnya.

“Alhamdulillah kurang lebih sekitar 60.730 anak-anak kita mengikuti program sekolah gratis, yang Insya Allah tahun ini akan meningkat dan kita akan menyasar anak-anak yang dari sekolah agama,” tambah Andra Soni.

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga mohon doa dan dukungan dalam pengusulan Ki Wasyid sebagai pahlawan nasional.

Sementara Ketua Umum PB Al Khairiyah, KH. Ali Mujahidin mengapresiasi dengan baik dan mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk memberikan support dan semangat kepada para generasi muda mahasiswa dalam rangka menjalankan Syiar Ramadan Al Khairiyah.

Hal senada juga diungkap Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo mengucapkan terimakasih kepada Al Khairiyah yang sudah melakukan kontribusi yang sangat baik untuk Kota Cilegon, Provinsi Banten.

“Insya Allah kami siap sinergi dengan apa yang sudah dikerjakan oleh Pemprov Banten. terutama program-program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pemprov Banten menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan saat Safari Ramadan.

Bantuan tersebut diberikan kepada masjid, pondok pesantren, guru ngaji dan bantuan pendidikan, serta alat bantu untuk disabilitas berupa tongkat ketiak dan kursi roda. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Sebuah buku sebagai solusi atasi banjir dan kekeringan yaitu berjudul Bank Air dan Tol Air di bawah sungai resmi diedarkan. Buku ini merupakan hasil riset yang melibatkan berbagai pihak, termasuk militer.

Buku ini dibagikan kepada beberapa pejabat pada 21 Februari 2026 bertempat di Hotel Borobudur, antara lain: Prof. Dr. Darmadi Durianto, SE, MBA (DPR RI), Kevin Wu (Anggota DPRD Jakarta) dan Wali Kota Singkawang serta Keesokan harinya, 22 Februari, buku ini juga dibagikan di Tangerang salah satunya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Dr.H. Soma Atmaja.

IMG 20260301 WA0050

Berikut adalah narasi lengkap dan jelas:

Buku "Bank Air" ini berangkat dari kegelisahan besar tentang krisis air yang dihadapi Indonesia. Air hujan yang melimpah justru menjadi penyebab banjir, sementara musim kemarau membawa kekeringan. Air tanah yang terus turun drastis mengakibatkan kota-kota ambles. Solusinya bukan membuang air lebih cepat ke laut, tetapi "menabungnya" ke dalam tanah melalui konsep Water Bank (Bank Air).

Konsep utama buku ini adalah sistem infiltrasi buatan untuk menangkap air hujan, menyaringnya, lalu menginjeksikannya kembali ke akuifer sebagai cadangan jangka panjang. Struktur buku ini mencakup krisis air global dan nasional, konsep dan filosofi Bank Air, desain teknis sistem, studi kasus implementasi, roadmap nasional, serta dimensi spiritual dan peradaban air.

Buku ini bukan hanya teknis, tapi juga ideologis dan gerakan sosial. Fokus utama buku ini adalah memulihkan siklus hidrologi yang rusak akibat urbanisasi, serta mengubah paradigma drainase dari membuang menjadi menyimpan. Konsep "menabung air" ini sederhana tapi revolusioner, memperlakukan air seperti uang yang disimpan saat surplus dan dimanfaatkan saat defisit.

Buku ini juga menekankan integrasi teknologi, sosial, dan spiritualitas dalam pengelolaan air, menjadikan Water Bank sebagai gerakan peradaban, bukan sekadar infrastruktur. Oleh karena itu, buku ini didaftarkan hak patennya untuk melindungi konsep inovatif lokal, standarisasi sistem, dan positioning sebagai model nasional. Dengan paten, konsep Water Bank dapat terjaga dan diimplementasikan secara efektif untuk mengatasi krisis air di Indonesia.

"Peluncuran buku ini juga menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam dalam pengelolaan sumber daya air. 'Pengelolaan air yang baik harus seimbang dengan kelestarian lingkungan,' kata Sudirman Indra Penggagas Bank Air Dan Tol Air. (Lingga)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Forum PPPK Teknis Kota Tangerang secara resmi menyatakan kekecewaannya terhadap pimpinan Dewan Perwakilan Ra kyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang. Hal ini menyusul tidak adanya respon atas permohonan audiensi yang diajukan forum terkait isu kesejahteraan dan ketimpangan pendapatan yang dialami oleh para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Teknis.

​Ketua Forum PPPK Teknis Jamiludin Kota Tangerang mengungkapkan bahwa surat permohonan audiensi telah dilayangkan sejak Senin, 23 Februari 2026, dengan jadwal pertemuan yang diusulkan pada Kamis, 26 Februari 2026. Namun, hingga saat ini pihak legislatif belum memberikan tanggapan resmi.

​Janji Kenaikan 15% yang Belum Terealisasi

Salah satu poin utama yang ingin diklarifikasi adalah pernyataan Ketua DPRD Kota Tangerang sebelumnya yang menjanjikan kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 15% bagi PPPK di awal tahun 2026. Nyatanya, hingga akhir Februari, janji tersebut belum terealisasi dalam slip gaji pegawai.

​Isu Ketimpangan Pendapatan yang Signifikan

Selain janji kenaikan tunjangan, Forum PPPK Teknis menyoroti adanya kesenjangan pendapatan yang dianggap tidak adil. Saat ini, PPPK Teknis yang lulus seleksi resmi menerima penghasilan sekitar Rp3,7 juta (akumulasi gaji pokok dan tunjangan). Angka ini jauh di bawah pendapatan PPPK PW (paruh waktu/yang tidak lulus tes) yang berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta.

​Bahkan, forum mencatat bahwa upah petugas outsourcing seperti tenaga kebersihan (OB) dan keamanan (Satpam) di lingkungan Pemda Kota Tangerang telah mencapai Rp5,4 juta.

​"Kami sangat menyayangkan sikap diamnya Pimpinan Dewan. Kami datang hanya untuk berdialog dan menagih janji, namun justru diabaikan. Kondisi di lapangan sangat miris; mereka yang lulus tes justru berpendapatan jauh lebih rendah dibandingkan tenaga paruh waktu dan outsourcing," ujar Jamiludin. .

​Tuntutan Forum PPPK Teknis

Forum PPPK Teknis Kota Tangerang mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Kota Tangerang untuk segera:
1. ​Memberikan solusi nyata atas ketimpangan pendapatan antar lini pegawai.
2. ​Merealisasikan kenaikan TPP 15% yang telah dijanjikan sebelumnya.
3. ​Melakukan penyesuaian ijazah bagi PPPK Teknis, khususnya kategori K2 yang telah memiliki gelar Sarjana (S1), demi perbaikan kesejahteraan.

​Forum PPPK Teknis menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pemangku kebijakan demi keadilan bagi seluruh aparatur di Kota Tangerang.

Kami dari forum PPPK Sangat merasa di zolimin Atas Pernyataan yang di keluarkan ketua DPRD kota Tangerang yang Lalu ,Setelah melihat kenyataan yang kami Alami tutup ketua forum Jamiludin. (Sumarna)

Page 9 of 629
Go to top