Tangerang. lensafokus.id - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tangerang Laksanakan acara Milad yang ke 32 tahun, acara milad MAN pada tahun 2026 kali ini dengan mengusung tema " Mencetak generasi masa depan ", acara tersebut di laksanakan di halaman sekolah serta di hadiri oleh siswa-siswi, dewan guru dan para tamu undangan lainya, (21/01/26).
Dalam pelaksanaan kegiatan Milad tersebut walaupun sederhana tetapi penuh rasa khidmat, bahkan siswa - siswi sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut, sehingga acara dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Kepala sekolah MAN 1 Kabupaten Tangerang H. Kustiono. S.Pd. M.Pd kepada awak media mengatakan, pada momentum milad yang 32 tahun 2026 kali ini kita mengusung tema, Mencetak generasi masa depan, sesuai dengan kemajuan dan perkembangan jaman, sehingga apa yang kita tuangkan dalam tema itu merupakan kegiatan sehari-hari dalam (KBM) katanya.
Lebih lanjut H. Kustiono, melalui kegiatan ini, semoga di harapkan siswa - siswi MAN 1 Tangerang ini bisa menjadi generasi masa depan yang cemerlang, sehingga dapat berguna bagi bangsa Indonesia dan mengedepankan nilai-nilai agama, imbuhnya.
"Saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada panitia dan dewan guru atas terlaksananya kegiatan ini, dan tidak lupa ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah dapat hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut diatas," pungkasnya. (Heri)
TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Solear melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027 sebagai forum penetapan arah pembangunan berbasis aspirasi masyarakat yang digelar di GSG Kecamatan Solear, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penyelarasan usulan tujuh desa dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Tangerang.
Camat Solear, Rizkia Nurul Fajar menyampaikan bahwa musrenbang tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian pra-musrenbang desa yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Hari ini, musyawarah pembangunan RKPD tingkat Kecamatan Solear tahun 2027 telah dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan musrenbang bertujuan menyerap dan menyepakati aspirasi masyarakat dari tujuh desa, yakni Cikasungka, Cikuya, Cirende, Cikareo, Solear, Munjul, dan Pasangrahan. “Musrenbang ini bertujuan menyerap aspirasi dan usulan-usulan dari masyarakat, khususnya di Kecamatan Solear yang terdiri dari tujuh desa itu,” kata Camat Solear.

Dari hasil pembahasan, Kecamatan Solear telah merangkum 50 usulan prioritas sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk dibawa ke tingkat kabupaten. “Yang kami sudah rekap sesuai dengan juklak dan juknis, 50 usulan yang akan dibawa ke tingkat musrenbang tingkat Kabupaten Tangerang,” jelasnya.
Camat Solear menambahkan, salah satu fokus utama pembangunan adalah sektor pariwisata dan perekonomian berbasis potensi lokal. “Dari Kecamatan Solear, mungkin dari sektor pariwisata ini yang pertama, kita punya makam keramat Solear, yang nanti kita tingkatkan keberadaannya itu menjadi cagar budaya,” ungkapnya.
Keunikan musrenbang juga tampak dari konsep acara yang menampilkan hasil pertanian berupa sayur dan buah-buahan sebagai cerminan kultur Solear. “Sesuai dengan kultur Kecamatan Solear itu, masyarakatnya masih banyak menjadi petani,” ujar Camat Solear seraya berharap pembangunan dan perekonomian ke depan semakin meningkat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ustur Ubadi menyampaikan komitmen legislatif dalam mengawal hasil musrenbang tersebut. “Alhamdulillah, Musrenbang hari ini di Kecamatan Solear berjalan dengan lancar. Nanti, kita akan bahas bersama dengan tim TAPD melalui badan anggaran,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa prioritas hasil analisis Bappeda mencakup penanganan banjir, infrastruktur, dan persoalan mendasar lainnya agar program yang diusulkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kecamatan Solear. (Rosmala)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi Pengelola Sekolah Lansia (SL-BKL). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari kedepan, mulai 20 hingga 22 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat DP3AP2KB Kota Tangerang.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengelola fenomena penuaan penduduk (aging population). Ia menyatakan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan instrumen pembangunan kota.
"Melalui pembentukan Sekolah Lansia (SL-BKL), tentunya dengan dukungan multiple helix, kita dapat mewujudkan lansia tangguh yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat). Dengan begitu, pertumbuhan jumlah penduduk lansia tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi potensi luar biasa untuk Pembangunan Kota Tangerang," tegasnya.
Menurutnya, TOT ini didesain secara intensif untuk membekali para pengelola dengan kurikulum 7 Dimensi Lansia Tangguh (Spiritual, Fisik, Emosional, Intelektual, Sosial, Profesional Vokasional, dan Lingkungan). Fokus utama pelatihan tidak hanya pada aspek edukasi bagi lansia, tetapi juga pada penguatan dukungan keluarga.
"Tujuan kegiatan TOT hari ini, selain pengembangan dan peningkatan kualitas SDM pengelola sekolah lansia, juga bertujuan memberikan pemahaman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi lansia dan keluarga lansia. Kami ingin meningkatkan pembinaan ketahanan keluarga lansia secara menyeluruh," sambungnya.
Ia menambahkan, melalui pendidikan non-formal yang diberikan oleh para kader yang telah terlatih, lansia di Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri.
"Kita ingin lansia di Kota Tangerang tetap berdaya. Dengan pemahaman yang baik mengenai kesehatan fisik dan mental, mereka bisa menjalani masa tua dengan bahagia dan tetap produktif di lingkungannya masing-masing," pungkasnya.
Dengan pelaksanaan TOT ini, Pemkot Tangerang optimis bahwa Sekolah Lansia Tangguh akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan ramah lansia di masa depan. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan mengimbau seluruh masyarakat wajib pajak agar patuh dan taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tepat waktu.
Kepala Bapenda Kota Tangerang, Dr. H. Kiki Wibawa, AP., M.Si, menegaskan bahwa kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami mengimbau kepada seluruh wajib pajak agar menaati kewajibannya membayar PBB-P2 tepat waktu demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang pada tahun 2026,” ujar Kiki Wibawa.
Sebagai bentuk dukungan terhadap optimalisasi penerimaan pajak daerah, Bapenda Kota Tangerang melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyebaran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 untuk Buku I, II, dan III di 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 24 Januari 2026.

Kiki menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan Pemerintah Kota Tangerang mengenai PBB-P2 Tahun 2026, sekaligus mendukung kelancaran proses distribusi SPPT kepada para wajib pajak.
“Melalui kegiatan ini, petugas di wilayah diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai PBB-P2 secara tepat, jelas, dan akurat kepada masyarakat wajib pajak di masing-masing lingkungan,” jelasnya.
Peserta sosialisasi terdiri dari para lurah, unsur Seksi Tata Pemerintahan kecamatan dan kelurahan, serta para ketua RW dan RT. Seluruh peserta dibekali informasi mengenai mekanisme penyebaran SPPT, ketentuan PBB-P2 Tahun 2026 untuk Buku I, II, dan III, serta peran strategis petugas wilayah dalam mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah.
Selain penyebaran SPPT, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi antara Bapenda Kota Tangerang dengan petugas kewilayahan yang diberikan kewenangan, guna memperkuat sinergi pelayanan kepada masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan proses penyampaian SPPT PBB-P2 dapat berjalan tertib dan pembayaran pajak dapat dilakukan tepat waktu.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar PBB-P2 terus meningkat, sehingga dapat mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kota Tangerang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berharap Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Dadap bisa memberikan kontribusi nyata bagi aktifitas usaha dan perekonomian masyarakat setempat. Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat meresmikan operasional KKMP Kelurahan Dadap Kec. Kosambi, Selasa (20/01/26)
"Saya berharap mudah-mudahan dengan mulai dioperasionalkannya Koperasi Kelurahan Merah Putih Dadap ini bisa memberikan kontribusi terhadap aktifitas usaha dan perekonomian masyarakat di Kelurahan Dadap," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid meminta kepada seluruh jajaran pengurus KKMP Kelurahan Dadap untuk terus menjaga, baik mutu pelayanan maupun produk-produk yang disediakan dan terus meningkatkan jumlah anggotanya agar bisa memberikan manfaat yang luas lagi bagi masyarakat Kelurahan Dadap.
"Alhamdulillah, hari ini diresmikan Koperasi Kelurahan Merah Putih Kelurahan Dadap. Untuk konsentrasi operasionalnya saat ini baru sembako dengan gas. Apabila ini sudah banyak anggotanya, pelayanannya bagus, produknya terjaga baik dan sudah berkembang, itu akan berkembang lagi penyediaan sarana-sarana lainnya, penyediaan kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sini," tandasnya
Selain itu, dia juga mengucapkan tetima kasih dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersama-sama bergotonh royong menangani dan mengatasi banjir yang terjadi beberapa waktu yang lalu, khususnya di wilayah Perumahan Griya Dadap.
"Sekali lagi terima kasih kepada Pak Camat Kosambi, Pak Lurah Dadap, dengan Pak RW dan Pak RT-nya yang bahu-membahu membantu gotong royong untuk menanggulangi banjir yang ada di sini. Sudah membangun rumah pompa dalam rangka membuang air ke Sungai Prancis di Jalan Prancis ini," ucapnya
Lanjut dia, pemerintah daerah melalui dinas dan pihak terkait lainnya akan menginventaris dan mengecek lokasi fasos-fasum pemerintah daerah yang ada di Perumahan Griya Dadap untuk pembangunan tandon resapan air.
"InsyaAllah juga nanti akan cek fasum fasos pemerintah daerah di Perumahan Griya Dadap ini. Kita petakan, kita rencanakan dan mencari rumuskan untuk dibangun tandon di sini. Tapi ini perlu dikaji dulu supaya tandon ini nanti bisa berfungsi sebagai resapan air, bisa juga mengurangi debit air yang banjir di rumah-rumah dan banyak manfaatnya," jelasnya
Pihaknya pun akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dalam rangka mengatasi dan menanggulangi banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Dadap dan wilayah lainnya di Kecamatan Kosambi. (red)
Tangerang, lensafokus.id – Kecamatan Sukamulya menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sukamulya, Selasa (20/01/2026).
Musrenbang ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan” sebagai upaya memperkuat fondasi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kegiatan agenda tahunan strategis dalam rangka menyusun rencana pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Musrenbang Kecamatan menjadi forum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat, menyelaraskan usulan pembangunan desa, serta menyepakati prioritas program yang akan diusulkan ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan arah pembangunan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat dan sejalan dengan tujuan pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Sukamulya, serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Camat Sukamulya, Kholid Mawardi, menyampaikan sejumlah program prioritas pembangunan Kecamatan Sukamulya. Program tersebut meliputi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien, penguatan perekonomian yang produktif dan berdaya saing, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, percepatan pembangunan infrastruktur yang terpadu dan merata, serta penguatan ketahanan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
“Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk membangun komitmen bersama. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang direncanakan dengan mendengar suara masyarakat, dilaksanakan secara kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Camat Kholid.
Sebanyak 50 program skala prioritas kecamatan Sukamulya diajukan untuk tahun 2027, itu semua berdasarkan masukan dari kebutuhan masyarakat. Dengan menganggarkan pagu anggaran 26.849.000.000 (Dua Puluh Enam Miliar Delapan Ratus Empat Puluh Sembilan Juta)
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Dina Maria Ulfa, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya Musrenbang sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat legislatif.
“Aspirasi yang disampaikan dalam Musrenbang ini akan menjadi perhatian kami di DPRD. Kami berkomitmen untuk mengawal usulan prioritas agar dapat terakomodasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Perwakilan masyarakat Kecamatan Sukamulya juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musrenbang yang inklusif dan terbuka. Ia berharap hasil musyawarah ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
“Kami merasa diberi ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan masyarakat. Semoga program-program yang disepakati dapat direalisasikan secara bertahap dan tepat sasaran,” ujarnya.
Melalui Musrenbang Kecamatan Sukamulya ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kecamatan Sukamulya. (Red)