Banten

Banten (6675)

TANGERANG, lensafokus.id – Gelombang desakan perubahan di tubuh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang terus meluas hingga ke wilayah utara. Pasca Musyawarah Cabang (Muscab), harapan agar nakhoda baru mampu membawa transformasi nyata bagi kader akar rumput menjadi isu sentral yang tak terbendung.

Senada dengan pengurus kecamatan lainnya, Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan Mekarbaru, Sartiman, menegaskan bahwa momentum pergantian kepemimpinan ini harus menjadi titik balik bagi partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang tersebut untuk lebih "memanusiakan" strukturnya di tingkat bawah.

Sartiman menyoroti fenomena klasik di mana pengurus tingkat kecamatan dan desa seringkali hanya dilibatkan secara intensif saat momentum politik seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg). Setelah kontestasi usai, perhatian terhadap struktur bawah seringkali menguap.

"Sosok ketua baru nantinya harus memiliki visi untuk menjaga, membangun, sekaligus merawat akar rumput secara berkelanjutan. Kami tidak ingin ada kesan bahwa kami hanya digunakan saat acara-acara Pilkada dan Pileg saja. Partai harus hadir di tengah kader baik saat senang maupun susah," tegas Sartiman saat memberikan keterangan.

Menurut Sartiman, aspirasi yang ia sampaikan bukanlah suara pribadi, melainkan resonansi dari keresahan pengurus di tingkat paling bawah (Ranting) yang selama ini merasa kurang mendapat atensi dari elit DPC. Ia menekankan bahwa kekuatan asli PKB terletak pada loyalitas kader di tingkat akar rumput.

"Harapan ini adalah suara murni dari tingkat bawah. Kepemimpinan yang baru harus lebih memperhatikan DPAC. Perhatian itu bukan hanya soal koordinasi politik, tapi juga bagaimana pemberdayaan kader dilakukan secara konsisten agar mesin partai tetap hangat meski tidak sedang dalam masa kampanye," tambahnya.

Sebagai pimpinan partai di wilayah Mekarbaru, Sartiman berharap nakhoda PKB Kabupaten Tangerang mendatang adalah sosok yang inklusif dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dalam mengelola basis massa.

"Kapasitas kami di DPAC adalah ujung tombak. Jika ujung tombaknya tumpul karena tidak dirawat oleh pimpinannya, maka target-target besar partai akan sulit tercapai. Kami butuh figur yang mau turun, mendengar, dan memastikan bahwa struktur di bawah tetap hidup dan diperhatikan kesejahteraannya secara organisasi," pungkasnya.

Dengan munculnya berbagai nama calon ketua pasca-Muscab, para kader di tingkat kecamatan kini menanti siapa sosok yang berani berkomitmen penuh untuk mengembalikan marwah PKB sebagai partai yang dekat dengan rakyat dan peduli pada penggeraknya di garis depan. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung di aula kantor DPC PKB, Jumat (10/4/2026)
.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus dan kader untuk mengajukan diri maupun mencalonkan figur terbaik sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPP, Sekretaris Wilayah Provinsi Banten, jajaran pengurus harian DPC PKB Kabupaten Tangerang, para pimpinan anak cabang (DPAC), hingga tokoh-tokoh senior partai.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, M. Nur Kholis, menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab berjalan dengan lancar meski diwarnai dinamika internal.

“Alhamdulillah Musyawarah Cabang berjalan dengan baik. Walaupun ada sedikit riak, hal itu wajar karena Muscab ini bertujuan mencari pemimpin terbaik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi justru menjadi bukti tingginya antusiasme kader dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan.

“Dinamika dalam Musyawarah Cabang adalah hal yang biasa. Ini menunjukkan bahwa seluruh kader ingin menghadirkan pemimpin terbaik untuk DPC PKB Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Terkait penjaringan calon ketua, Kholis mengungkapkan bahwa terdapat sembilan nama yang telah disahkan sebagai bakal calon Ketua DPC PKB.

“Sebanyak sembilan calon telah disahkan dalam Muscab. Lima orang berasal dari hasil penjaringan dan pemetaan yang dilakukan DPW dan DPP, sementara empat lainnya diusulkan langsung oleh PAC dalam forum Muscab,” jelasnya. (Asp/rm)

Tangerang, lensafokus.id – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang berubah menjadi penuh ketegangan. Agenda penting partai yang digelar di aula depan Gedung DPC PKB Kabupaten Tangerang, Jumat (10/4/2026), diwarnai kericuhan sejak awal kegiatan.

Suasana yang semula kondusif mendadak memanas ketika massa akar rumput dari DPAC Kelapa Dua melancarkan orasi lantang yang menggema dengan tuntutan perubahan kepemimpinan. Teriakan “perubahan” yang mengguncang lokasi acara memicu gesekan keras antara kader dengan pasukan pengamanan internal partai, yakni Barisan Serbaguna (Banser) Panji Bangsa.

Aksi saling dorong pun tak terhindarkan di depan kantor DPC PKB. Ketegangan meningkat saat massa mencoba mendekat dan menghadang jalannya kegiatan, sementara petugas internal berupaya mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas.

Agenda Muscab yang seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB terpaksa ditunda hingga pukul 13.00 WIB. Namun, kondisi yang belum sepenuhnya kondusif membuat acara kembali molor dan baru bisa berjalan sekitar pukul 14.00 WIB.

Puncak kericuhan terjadi saat Wakil Ketua Umum DPP PKB tiba di lokasi. Kedatangan rombongan elit partai justru disambut aksi penghadangan dari sejumlah pengurus tingkat kecamatan (PAC) yang langsung menyuarakan aspirasi secara terbuka dan penuh emosi.

Orasi dipimpin oleh Abdul Rosid, perwakilan pengurus PAC PKB Kecamatan Kelapa Dua. Dalam orasinya, ia dengan tegas menyuarakan kekecewaan kader di tingkat bawah yang merasa selama ini hanya dimanfaatkan saat momentum politik.

“Kami ingin suara kami didengar oleh DPP. Kami menuntut perubahan kepemimpinan baru di DPC PKB Kabupaten Tangerang. Jangan hanya menjadikan kami ujung tombak saat pemilu, tapi abaikan setelahnya,” tegas Abdul Rosid di tengah sorakan massa.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian nyata serta kontribusi konkret dari pimpinan partai, baik di tingkat pusat maupun wilayah. Menurutnya, selama ini kader di akar rumput merasa tidak dirawat secara organisasi.

“Kita menuntut perubahan. Siapapun pemimpinnya nanti, khususnya dari anggota DPRD, harus ada perubahan nyata. Jangan lagi kader bawah hanya dijadikan alat politik,” lanjutnya dengan nada tinggi.

Situasi yang sempat memanas akhirnya berangsur mereda setelah dilakukan mediasi oleh pihak keamanan internal partai. Meski demikian, insiden ini menjadi sorotan tajam dan mencerminkan adanya dinamika internal yang cukup serius di tubuh PKB Kabupaten Tangerang.

Hingga berita ini diturunkan, pelaksanaan Muscab tetap dilanjutkan dengan pengawalan ketat, sementara tuntutan perubahan dari kader akar rumput masih menjadi isu utama yang membayangi jalannya forum tersebut. (Mala)

TANGERANG, lensafokus id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengambil langkah tegas untuk memastikan penataan Sungai Cirarab
segera bisa mulai dilaksanakan agar banjir yang kerap melanda di sepanjang aliran sungai Cirarab Kec. Pasar Kemis bisa tertangani

Langkah tegas tersebut ditunjukan Bupati Maesyal Rasyid saat memimpin langsung musyawarah penataan Sungai Cirarab yang berada di perbatasan Kecamatan Pasar Kemis dan Sepatan, bertempat di Masjid Al-Muhajirin Pasar Kemis, Jumat (10/4/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Naesyal Rasyid mengungkapkan bahwa hasil musyawarah, semua pihak, khususnya para warga yang tinggal di bantaran Sungai Cirarab sepakat dilakukannya penataan Cungai Cirarab.

“Alhamdulillah, seluruh pihak termasuk masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Cirarab telah sepakat. Penataan dan penertiban akan mulai dilaksanakan pada hari Minggu, 12 April 2026. Semua keputusan ini merupakan hasil musyawarah dan telah dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang ditandatangani bersama,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, musyawarah tersebut merupakan merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dilakukan sebelum bulan Ramadan. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengedepankan musyawarah dan kebersamaan demi kepentingan yang lebih besar, yakni mengurangi risiko banjir dan meningkatkan keselamatan masyarakat.

Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan penataan tetap memperhatikan toleransi antarumat beragama. Pihaknya mempersilakan kegiatan ibadah tetap berjalan dengan penyesuaian lokasi selama proses penataan berlangsung.

“Kami persilakan masyarakat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Ini bentuk toleransi kita, namun untuk sementara aktivitas di lokasi penataan dapat dialihkan demi kelancaran pekerjaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjabarkan bahwa penataan Sungai Cirarab akan dilakukan melalui beberapa tahapan, di antaranya normalisasi aliran sungai serta pembangunan turap (sheet pile) yang akan segera dilaksanakan setelah proses normalisasi selesai.

“Normalisasi akan dilakukan terlebih dahulu untuk memperlancar aliran air. Setelah itu, langsung dilanjutkan dengan penurapan. Ini juga sudah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama proses pengerjaan nantinya menimbulkan ketidaknyamanan

“Kami mohon maaf apabila ada aktivitas warga yang terganggu selama proses pembangunan. Ini bersifat sementara, dan ke depan kita harapkan lingkungan menjadi lebih aman, tertata, dan terbebas dari banjir,” ujarnya.

Menurut dia keberhasilan penataan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Ia memberikan contoh, dampak nyata dukungan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di Perumahan Tangerang Elok, Pasar Kemis yang bisa meminimalisir banjir

“Di wilayah Elok, setelah dilakukan penataan, alhamdulillah sudah tidak terjadi banjir. Ini menjadi bukti bahwa upaya, dukungan dan kolaborasi bersama bisa memberikan hasil nyata,” tandasnya.

Musyawarah tersebut dihadiri juga oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Dinas Provinsi Banten, Kepala Dinas Bina Marga SDA dan jajaran, Kadis Tataruang Bangunan, Kadis Perkim, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang, para camat, lurah, tokoh masyarakat, hingga anggota DPRD Kabupaten dan Provinsi Banten serta warga yang bermukim di bantaran sungai. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri apel Akbar Silaturahmi Masyarakat Kecamatan Sepatan Timur yang dirangkaikan dengan penyerahan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bantuan Presiden Prabowo sebanyak 3 unit traktor roda dua kepada anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Merdeka di Kecamatan Sepatan Timur. Acara tersebut digelar di Lapangan Kantor Kecamatan Sepatan Timur, Kamis (09/04/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukurnya bisa hadir langsung pada acara silahturahmi akbar dan menyerahkan Alsintan bantuan presiden kepada anggota Gapoktan Tani Merdeka Kec. Sepatan Timur

“Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir untuk melaksanakan apel besar sekaligus untuk melaksanakan halal bihalal di Kecamatan Sepatan Timur dan menyerahkan bantuan dari Bapak Presiden Prabowo kepada kelompok tani Sepatan Timur berupa Alsintan tiga (3) buah traktor,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada angota Gapoktan Tani Merdeka Sepatan Timur, khususnya Kelompok Tani Gaga Kecil, Putat dan Kelompok Tani Kampung Malang yang telah berparisipasi secara aktif menyukseskan program ketahanan pangan Presiden Prabowo, dengan memanfaatkan lahan untuk tanaman holtikultura dan sayuran

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, mengucapkan terima kasih kepada Tani Merdeka, program bapak presiden terkait dengan ketahanan pangan sudah dijalankan oleh kelompok tani di Sepatan Timur yang difasilitasi Bapak Obo melalui Gapoktan Tani Merdeka,” ucapnya

Pihaknya berharap bantuan yang diberikan bisa menambah semangat dan meningkatkan produktiftas petani yang pada akhirnya juga semakin meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani di Sepatan Timur.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat, bisa menambah semangat dan meningkatkan produksi kelompok tani. Kedua, ini jelas hasilnya, ada terong ada timun ada kangkung ada kacang, bayam, holtikultura ada semua ditanam oleh kelompok tani Kecamatan Sepatan Timur. Mudah-mudahan hasilnya lebih banyak dan menjadi meningkat pula ekonomi rakyat yang ada di Kecamatan Sepatan Timur,” ujarnya

Perwakilan Gapoktan Tani Merdeka, Obo mengucapkan terima kasihnya atas dukungan dan bantuan pemerintah daerah yang telah diberikan kepada para anggota Gapoktan Tani Merdeka di Sepatan Timur. Pihaknya berharap bantuan traktor Presiden Prabowo dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan kelompok tani anggota Gapoktan Tani Merdeka di Sepatan Timur.

“Kami berharap bantuan traktor dari Presiden Prabowo yang secara simblolis diserahkan kepada 3 kelompok tani di Sepatan Timur ini bisa dijaga, dirawat serta dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan bersama,” ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Penyusunan Policy Brief Angkatan I bagi para pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa dinamika pembangunan saat ini menuntut setiap aparatur pemerintah daerah tidak hanya mampu berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga harus mampu menyusun bahan rekomendasi kebijakan yang efektif dan ringkas, berbasis data serta analisa yang komprehensif.

“Dinamika pembangunan saat ini menuntut aparatur pemerintah harus dinamis, cepat, dan tepat. Untuk itu, ASN harus terus meningkatkan skill dan kompetensinya agar tidak hanya mampu tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan, namun juga bisa membuat bahan rekomendasi kebijakan yang efektif dan ringkas, berbasis data dan analisis yang komprehensif,” tandas Wabup Intan

Ia menjelaskan bahwa Policy Brief merupakan salah satu instrumen penting untuk membantu pimpinan dalam menentukan arah kebijakan secara efektif. Policy brief yang disusun dengan baik akan memuat analisis permasalahan, data pendukung, serta rekomendasi kebijakan yang jelas dan aplikatif. Menurut dia, kemampuan ASN dalam membaca dan mengolah data secara komprehensif sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan sangat menentukan arah dan kebijakan yang akan diambil nantinya.

“Dengan pemahaman data yang baik, kebijakan yang dihasilkan tentu akan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Policy Brief harus disusun secara ringkas, namun tetap berbasis pada data dan analisis yang kuat sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kapada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan narasumber dengan sebaik-baiknya sehingga mampu membuat rekomendasi yang berkualitas dan dapat diterapkan di perangkat daerah masing-masing.

“Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus dapat diimplementasikan di unit kerja masing-masing sehingga mampu mendukung pengambilan keputusan pimpinan secara lebih efektif,” ujarnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang, terus berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi ASN melalui berbagai program pengembangan kapasitas guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kepala Badan BKPSDM Kab. Tangerang, Beni Rahmat melaporkan bahwa kegiatan peningkatan kompetensi Policy Brief ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam menyusun Polsigrip yang efektif, berbasis data dan mendukung pengambilan keputusan serta meningkatkan kemampuan analisis isu kebijakan.

“Peserta pelatihan ini merupakan jumlah sebanyak 40 orang, yang terdiri dari Sekretaris Dinas, Badan, Camat, Kepala Bagian, Kepala Bidang, dan Sekretaris Kecamatan di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten. Dimulai tanggal 9 sampai dengan tanggal 17 April 2026 dengan pembelajaran secara dan klasikal,” jelas Beni

Dia menambahkan para peserta palatihan nantinya akan diberikan materi diantaranya: kebijakan pengembangan kompetensi ASN dan Implementasi ASN Berakhlak, materi anti korupsi, pembangun persepsi pelatihan penyusunan Polsigrip, konsep studi kebijakan publik, dan studi kasus identifikasi masalah kebijakan dan analisis kebijakan publik serta teknis analis kebijakan public. (Red)

Page 36 of 668
Go to top