Banten

Banten (6088)

Tangerang, lensafokus.id - lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi warga RW. 11 Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, Jumat, (14/11/25).

Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi oleh anggota dewan, Kadis Bina Marga dan SDA Iwan Firmansyah, Kadis Perkim Bambang Sapto, Camat Pasar Kemis, serta Lurah Kuta Jaya mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah yang hadir untuk memastikan pelayanan dan permasalahan masyarakat dapat tertangani dengan baik.

“Saya hadir di sini karena ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak ada perbedaan, semua warga Kabupaten Tangerang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan perhatian. Pemerintah bersama masyarakat harus bergotong royong membangun wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia juga mengapresiasi jajaran perangkat daerah yang sudah melakukan survei awal di lokasi, termasuk pengecekan gorong-gorong yang diduga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pengumpulan dan banjir.

“Pak Kadis Bina Marga sudah turun langsung melihat kondisi gorong-gorong, untuk memastikan titik permasalahan. Ini menunjukkan komitmen kita untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa salah satu kendala di lapangan yang dihadapi adalah adanya bangunan yang berada di atas saluran aliran air. Untuk itu, dia bersama tim teknis terkait, kecamatan dan kelurahan berkomunikasi langsung dengan pemilik bangunan agar proses penanganan dapat segera dilakukan.

"Ini harus cepat kita selesaikan. Jika semua pihak punya niat baik untuk kepentingan umum, insyaAllah akan dimudahkan. Kita ingin banjir berkurang, bahkan kalau bisa tuntas. Ini demi kebaikan warga di sini," tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh wilayah, mulai dari kecamatan, kelurahan, RW, RT, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mendukung upaya penanganan dan perbaikan drainase yang akan dilakukan.

Setelah memberikan arahan, Bupati langsung ke lokasi titik permasalahan untuk meninjau kondisi menuju saluran dan memastikan langkah penanganan yang harus segera diambil.

Ketua RW 11 Villa Tangerang Elok, Dadang Jatmika, menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Bupati Tangerang di wilayahnya dan menyerap langsung aspirasi warga yang disampaikan

“Alhamdulillah warga bisa menyampaikan langsung kondisi yang terjadi, khususnya ketika hujan deras, sering terjadi banjir. Karena itu kami mengajukan normalisasi drainase agar permasalahan ini bisa teratasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kawasan Villa Tangerang Elok terdiri dari tujuh RW dengan total 54 RT, dan RW 11 merupakan salah satu wilayah terkecil yang terdampak.

“Harapan besar kami, agar program penanganan drainase ini segera direalisasikan sehingga kawasan Elok dapat kembali menjadi lingkungan yang nyaman bagi warga,” ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan kegiatan Jum'at Keliling (Jumling) dan meresmikan Masjid Al Wustho RW 15 Perumahan Taman Buah 2 Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, sekaligus melaksanakan Sholat Jumat berjamaah, Jumat (14/11/25).

Dalam perayaannya, Bupati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas berdirinya Masjid Al Wustho sebagai sarana ibadah yang lebih nyaman dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta sosial warga RW. 15 Perum Taman Buah 2 Kelurahan Kutabumi.

“Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah sholat, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan umat, serta wadah memperkuat nilai-nilai persaudaraan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Ia juga mengajak seluruh warga dan pengurus DKM Masjid Al Wustho untuk bersama-sama merawat dan memakmurkan masjid agar dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Saya berharap Masjid Al Wustho dapat menjadi tempat lahirnya generasi berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Mari kita makmurkan masjid ini bersama-sama,” ajaknya.

Dia menambahkan bahwa kegiatan Shalat Jumat berjamaah merupakan upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

“Pembangunan di Kabupaten Tangerang bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga pembangunan mental dan spiritual. Hal ini sejalan dengan visi kita: Tangerang Gemilang, maju, sejahtera, berdaya dan religius,” tandasnya.

Dia juga berharap peresmian Masjid Al Wustho tersebut menjadi momentum bersama untuk semakin memperkuat persahabatan, meningkatkan aktivitas keagamaan dan kepedulian sosial, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan dari Baznas sebesar Rp. 20 juta ke DKM Masjid Al Wustho.

“Semoga bantuan sarana keagamaan dari Baznas ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Trima kasih kepada Baznas Kabupaten Tangerang yang terus bersama pemerintah dalam pembangunan daerah,” tutupnya. (Red)

BOGOR, lensafokus.id – Rektor Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Prof. Didik Notosudjono, memastikan kondisi mahasiswi yang terjatuh dari lantai tiga Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) mulai membaik dan telah sadar.

Korban diketahui bernama Ira Siti Nurazizah, mahasiswi semester tiga Program Studi Manajemen Unpak Bogor.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB, usai korban menyelesaikan ujian tengah semester di lingkungan kampus Unpak Bogor.

Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat duduk di pagar pembatas balkon lantai tiga sebelum akhirnya terjatuh.

“Kalau dilihat dari CCTV, korban duduk di pagar pembatas yang tingginya sekitar 1,2 meter. Lama-lama kemudian terjatuh ke bawah,” ujar Prof. Didik saat memberikan keterangan di kampus, Kamis (13/11/2025).

Petugas keamanan kampus yang mengetahui kejadian tersebut segera mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

“Saat ini korban sudah sadar, meskipun masih belum lancar berbicara. Dia sedang dalam perawatan intensif,” ungkap Rektor.

Prof. Didik menegaskan, seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak kampus. Unpak juga menugaskan jajaran dekanat untuk terus mendampingi korban dan keluarganya.

“Kami memastikan semua proses penanganan berjalan dengan baik. Pendampingan dilakukan oleh fakultas secara langsung,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FEB Unpak, Towaf Totok Irawan, menyampaikan bahwa korban saat ini dirawat di RSUD Ciawi atas permintaan keluarga.

“Pihak medis masih melakukan observasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi korban,” jelasnya.

Pihak keluarga korban disebut masih dalam kondisi trauma sehingga pihak kampus memilih menjaga privasi korban dan keluarganya.

“Kami berupaya memberikan dukungan moral dan memastikan mahasiswi kami mendapat perawatan terbaik,” tutur Prof. Didik.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai penyebab pasti jatuhnya korban. Pihak kampus menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya karena masih dalam proses penyelidikan,” tutup Rektor Unpak. (Zulfi)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Semarak malam di tepian Sungai Cisadane pada Rabu (12/11/2025) menandai babak baru transformasi digital di Kota Tangerang. Ribuan warga berkumpul menikmati pembukaan Cisadane Digital Festival (CDF) 2025, ajang kolaboratif yang memadukan budaya lokal dengan inovasi teknologi modern.

Acara tahunan yang kini dikemas dengan konsep digital ini dibuka langsung oleh Walikota Tangerang H. Sachrudin, disaksikan oleh jajaran Forkopimda, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Festival yang berlangsung hingga 16 November 2025 ini menjadi simbol kuat dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan layanan publik berbasis digital yang inklusif dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Mengusung tema “Kolaborasi Budaya dan Teknologi Menuju Kota Modern”, festival tahun ini menampilkan harmoni antara seni tradisional, inovasi digital, dan semangat gotong royong masyarakat. CDF 2025 diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang sebagai bagian dari strategi besar menuju Smart City yang berkelanjutan.

bank foto m99328Md57nWBUQwq4tt1762970534

Dalam sambutannya, Walikota Sachrudin menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk mengedukasi dan memperkuat keterlibatan publik terhadap digitalisasi layanan pemerintahan.

“Melalui Cisadane Digital Festival, masyarakat bisa langsung menikmati layanan publik digital dari berbagai OPD tanpa harus datang ke kantor. Semua layanan kami hadirkan di lokasi acara, terintegrasi dalam satu kawasan festival,” ujar Sachrudin.

Lebih dari 150 stan interaktif disediakan oleh Pemkot Tangerang yang menampilkan berbagai inovasi digital, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pembayaran pajak daerah, hingga konsultasi perizinan berbasis aplikasi. Tak ketinggalan, stan UMKM, industri kreatif, hingga perguruan tinggi turut ambil bagian dengan menampilkan karya dan produk unggulan mereka.

Menurut Sachrudin, festival ini adalah cerminan nyata kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. “CDF 2025 menjadi ruang bertukar gagasan dan inovasi untuk mendorong ekonomi digital sekaligus menjaga budaya lokal Tangerang,” tambahnya.

bank foto M26Vah59tSiVm4eF66zH1762970534

Kemeriahan malam pembukaan terasa lengkap dengan penampilan tari tradisional, parade budaya, musik daerah, dan atraksi kembang api megah di atas Sungai Cisadane. Di sisi lain, berbagai kegiatan digital seperti kompetisi kreatif, lomba foto dan video, serta talkshow teknologi menarik minat generasi muda dan komunitas digital lokal.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai wadah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat digital untuk bersama-sama mengembangkan ekosistem teknologi di daerah.

“CDF 2025 menghadirkan berbagai aktivitas inspiratif seperti pameran teknologi, workshop digital, dan booth interaktif dari para kreator muda. Kami ingin masyarakat melihat langsung bahwa transformasi digital bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga peluang bagi semua,” jelas Mugiya.

Ia menambahkan, lewat kegiatan ini, Diskominfo berupaya memperkenalkan berbagai aplikasi layanan publik milik Pemkot Tangerang, seperti Tangerang LIVE, Tangerang Satu Data, dan e-Layanan Warga, yang kini semakin mudah diakses oleh masyarakat.

Tak hanya menampilkan layanan publik, CDF 2025 juga membuka ruang besar bagi pelaku UMKM, startup, dan komunitas kreatif. Festival ini menjadi ajang promosi sekaligus peluang kolaborasi bisnis yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Event ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal berbasis digital. Kami ingin UMKM dan pelaku kreatif Tangerang naik kelas melalui inovasi teknologi,” tutur Mugiya. (Adv)

Tangerang, lensafokis.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pembangunan pompa air pengendali banjir di kawasan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (13/11/25).

Dalam tinjauannya, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi anggota DPRD Provinsi Banten serta jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Lurah mengatakan bahwa pembangunan pompa air di Bencongan tersebut merupakan salah satu langkah antisipatif menghadapi musim penghujan dan mengurangi risiko banjir di wilayah perbatasan Kabupaten dan Kota Tangerang.

“Di Bencongan ini, saya bersama dengan dewan Provinsi Banten meninjau langsung pemasangan pompa air sebagai antisipasi di musim penghujan. Mudah-mudahan dengan pompa ini bisa mengurangi tingkat genangan atau volume air saat banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga menambahkan bahwa selain pembangunan pompa. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dan berkolaborasi lintas wilayah antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang yang tujuan utamanya agar masyarakat di kedua wilayah ini sama-sama terhindar dari banjir.

“Di wilayah ini memang berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. Nanti kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Wali Kota Tangerang agar upaya pengendalian banjir bisa dilakukan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya tengah membangun pompa pengendali banjir berkapasitas 180m³ perjam di RW 25, Jalan Mataram, Kelurahan Bencongan Indah. Pompa ini dibangun untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi akibat meluapnya Kali Sabi saat curah hujan tinggi.

“Kehadiran pompa ini diharapkan mampu mempercepat aliran air dan mengurangi risiko banjir di kawasan permukiman sekitar. Sebagai tindak lanjut, kami juga telah merencanakan pembangunan tiga unit pompa tambahan di RW 18, RW 20, dan RW 31 Bencongan pada tahun 2026,” jelas Iwan.

Selain pembangunan pompa, pihaknya juga akan melakukan peninggian tanggul di Kali Sabi untuk memperkuat perlindungan terhadap luapan air.

"Upaya terpadu ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan infrastruktur pengendali banjir dan mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat," tandasnya

Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan pompa air, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Puskesmas Jalan Kutai dan Puskesmas Jalan emas Kecamatan Kelapa Dua untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan terhadap masyarakat sekitar. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang digelar di Hotel Aryaduta Kelapa Dua, Kamis (13/11/25).

Workshop yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Desa, BUMDes, dan KDMP sebagai Penggerak Ekonomi Desa” tersebut diikuti oleh para Kepala Desa, Camat, serta unsur perangkat daerah terkait, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Banten, Kementerian Desa, serta Kementerian Keuangan.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam meningkatkan tata kelola keuangan dan pembangunan desa. Dia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi sarana untuk berbagi usul, saran dan informasi terkait dengan pelaksanaan pembangunan di desa dan pengelolaan keuangannya.

“Tahun 2026 ke depan, saya ingin para kepala desa menyampaikan langsung keluhannya di forum seperti ini. Karena hari ini kita dihadiri langsung oleh BPKP, Kementerian Desa, dan Kementerian Keuangan. Gunakan kesempatan ini untuk banyak bertanya, supaya pengelolaan keuangan desa aman dan tepat sasaran,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati juga menjelaskan bahwa tata kelola keuangan desa bersumber dari beberapa sektor, baik dari pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Kementerian Keuangan serta dari APBD Kabupaten Tangerang yang dialokasikan melalui bagi hasil pajak dan retribusi. Untuk itu, transparansi, akuntabilitas, serta sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan dan desa sangat penting agar penggunaan dana desa tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Kita harus bersama-sama menjaga agar pengelolaan keuangan desa bisa baik, transparan, dan akuntable. Kalau ada kendala, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan camat, inspektorat, atau perangkat daerah terkait. Yang penting tidak ada unsur kesengajaan dalam kesalahan administrasi,” tegasnya.

Selain itu, dia juga menyinggung adanya kebijakan pemerintah pusat tentang pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp. 619 miliar, akan berdampak pada pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Tangerang. Namun demikian, dia memastikan bahwa Pemkab Tangerang terus mencari solusi terbaik agar pembangunan desa tetap berjalan sesuai rencana.

“Pengurangan ini bukan hanya di Kabupaten Tangerang, tapi di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat saat ini fokus pada penguatan ekonomi rakyat dari bawah. Kita terus berupaya mencari solusi terbaik karena desa menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kerja keras para kepala desa dalam berbagai program pemerintah, termasuk penurunan angka Stunting yang membuat Kabupaten Tangerang mendapat penghargaan insentif fiskal dari Wakil Presiden Republik Indonesia baru-baru ini.

“Penghargaan itu bukan karena bupatinya, tapi karena kerja keras kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat. Ini bukti nyata bahwa program desa berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya. (Red)

Page 35 of 609
Go to top