LEBAK, lensafokus.id – Keberadaan aktivitas penambangan emas dan batu bara yang dilakukan masyarakat di wilayah Lebak Selatan kembali menjadi perhatian. Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, H. Eli Sahroni, menilai pemerintah perlu memberikan kepastian hukum dan solusi terhadap aktivitas pertambangan rakyat yang selama ini dilakukan di kawasan yang berada dalam pengelolaan negara.
Menurut Eli Sahroni, aktivitas penambangan rakyat tersebar di sejumlah kawasan yang berada di lahan negara yang dikelola Perum Perhutani, termasuk di area bekas konsesi pertambangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di kawasan Cikotok, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.
Ia berpendapat bahwa para penambang merupakan warga negara yang berupaya mencari nafkah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di lahan negara.
«"Masyarakat menambang emas maupun batu bara di lahan negara yang berada dalam pengelolaan Perhutani. Mereka tidak mengambil atau merusak tanaman milik Perhutani. Karena itu, persoalan ini perlu dilihat secara utuh dan dicarikan solusi, bukan hanya dipandang dari sisi penegakan hukum semata," ujar Eli Sahroni.»
Pria yang akrab disapa King Badak itu mengatakan negara memiliki kewajiban untuk mengelola sumber daya alam sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Menurutnya, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat melakukan aktivitas penambangan rakyat.
«"Banyak warga yang turun menambang karena faktor ekonomi. Negara harus hadir memberikan solusi agar masyarakat dapat memperoleh penghidupan yang layak, sekaligus memastikan seluruh aktivitas dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.»
Di sisi lain, Eli mengingatkan para penambang agar tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja. Ia menilai aktivitas penambangan rakyat memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga penggunaan perlengkapan keselamatan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
«"Keselamatan harus menjadi prioritas. Gunakan alat pelindung diri dan perhatikan standar keamanan saat bekerja. Jangan sampai mencari nafkah justru berujung pada kecelakaan yang membahayakan nyawa," tegasnya.»
Selain itu, Eli mendorong para penambang rakyat untuk membentuk wadah organisasi atau koperasi sebagai sarana koordinasi dan pembinaan. Menurutnya, keberadaan koperasi dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat penambang dengan pemerintah serta mempermudah pembinaan maupun pengelolaan aktivitas pertambangan rakyat.
«"Saya mendorong para penambang membentuk atau bergabung dalam koperasi agar lebih mudah berkoordinasi, memperoleh pembinaan, dan memperjuangkan kepentingan para penambang secara kelembagaan. Misalnya bergabung dengan Koperasi IMJ yang sudah ada di Kecamatan Cibeber," pungkasnya.»
Eli berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi terkait dapat merumuskan kebijakan yang mampu memberikan kepastian hukum bagi masyarakat penambang rakyat, tanpa mengabaikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan hidup, serta ketentuan perizinan yang berlaku. (C2p)
Lebak, lensafokus.id – Aktivitas penambangan emas yang diduga ilegal di Blok Cicadas, Kampung Cicadas, Desa Girimukti, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kembali menjadi sorotan publik. Sebuah lubang tambang yang diduga dikelola oleh seseorang yang dikenal dengan sapaan Aseng disinyalir berada di kawasan lahan milik Perum Perhutani dan diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitar lokasi, Sabtu (25/7/2026).
Berdasarkan keterangan salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, aktivitas penambangan tersebut telah berlangsung dan diduga mengakibatkan kerusakan pada kawasan hutan. Warga juga mempertanyakan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas yang diduga belum memiliki perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain dugaan kerusakan kawasan hutan Perhutani, muncul pula informasi dari sejumlah narasumber di lapangan mengenai dugaan keterlibatan oknum dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, diperlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.
Media ini telah berupaya menghubungi Aseng, yang disebut-sebut sebagai pihak yang diduga mengelola lubang tambang tersebut, melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta konfirmasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor yang bersangkutan tidak aktif sehingga belum diperoleh tanggapan maupun klarifikasi.
Masyarakat berharap Perum Perhutani, aparat penegak hukum (APH), serta instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan, memastikan status lahan dan legalitas aktivitas pertambangan tersebut. Apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, masyarakat meminta agar dilakukan penindakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan hutan, apabila terbukti, merupakan pelanggaran serius yang berpotensi menimbulkan kerugian negara serta kerusakan lingkungan. Penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan instansi terkait berdasarkan hasil penyelidikan dan pembuktian.
Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan yang disebutkan di atas masih menunggu hasil penyelidikan serta klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait. Lensafokus.id tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan akan memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. (C2p)
Serang, lensafokus.id - Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat untuk rutin memanfaatkan pelayanan Program Cek Kesehatan Gratis.
Program ini bagian dari membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.
“Paradigma pembangunan kesehatan saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan setelah sakit. Tetapi lebih mengutamakan promotif dan preventif,” ungkap Andra Soni pada kegiatan Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Provinsi Banten 2026, di Halaman Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un Nomor 5, Kota Serang, Sabtu (25/7/2026).
“Menjaga masyarakat tetap sehat melalui pola hidup sehat, deteksi dini, serta pengendalian faktor risiko penyakit,” ujarnya menambahkan.
Menurut Andra Soni, Prolanis membantu masyarakat, khususnya penyandang sakit kronis agar tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara berkesinambungan. Sehingga kualitas hidupnya tetap optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan.
“Melalui kegiatan hari ini, kita membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan seluruh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dan menjangkau kabupaten dan kota. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Andra Soni.
Andra Soni juga mengungkapkan, untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, Provinsi Banten mendapatkan kemudahan akses khusus.
Jika sewaktu-waktu dibutuhkan termasuk jika ada kendala, penerima dapat mengurusnya untuk menerima layanan kesehatan.
“Saya mengajak masyarakat Banten untuk memanfaatkan cek kesehatan gratis untuk mengelola kesehatan,” katanya.
Dalam sambutannya, Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Yessi Kumalasari mengatakan, Prolanis merupakan program berkelanjutan, promotif, dan preventif.
Pengelola penyakit kronis, sebetulnya harus dilakukan oleh setiap individu agar tetap sehat, termasuk untuk mencegah agar pasien tidak jatuh sakit.
“Program promotif dan preventif merupakan upaya pencegahan atas keparahan penyakit sekaligus sasaran kepada individu supaya keparahan penyakit bisa dicegah. Kegiatannya adalah Prolanis,” katanya.
Kegiatan Prolanis sendiri diisi dengan senam bersama, konsultasi kesehatan, pelayanan obat, pemeriksaan penunjang, serta kegiatan rutin.
Saat ini, di Provinsi Banten terdapat 358.801 peserta Prolanis. Dari sekian banyak peserta itu, 21 persennya yang sudah terdaftar dalam klub Prolanis.
“Klub Prolanis masih terbatas pada penyakit DM (diabetes melitus) dan hipertensi,” katanya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan itu, Andra Soni didampingi Tinawati Andra Soni meninjau pelayanan Mobile Klinik Pemprov Banten, layanan cek kesehatan gratis oleh beberapa klinik, cek kesehatan mata RS Mata Achmad Wardi, serta pelayanan BPJS Kesehatan. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Festival Cisadane 2026 semakin semarak dengan digelarnya lomba dayung perahu naga yang berlangsung di Sungai Cisadane, Kota Tangerang. Puluhan tim dayung yang diisi para pelajar dan atlet muda tampil berkompetisi memperebutkan gelar terbaik di ajang bergengsi tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan bahwa lomba dayung perahu naga telah menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Festival Cisadane sekaligus wadah pembinaan atlet muda berbakat.
Menurutnya, Kota Tangerang selama ini telah dikenal sebagai salah satu barometer olahraga dayung di Provinsi Banten. Prestasi tersebut dibuktikan melalui berbagai capaian pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) maupun Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Banten dari tahun ke tahun.
"Kami mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh tim peserta yang akan bersaing menjadi yang terbaik di Festival Cisadane. Kompetisi ini menjadi ajang bagi putra dan putri Kota Tangerang untuk menunjukkan kemampuan terbaik masing-masing regu dayung," ujar Kaonang usai menyaksikan langsung perlombaan di bantaran Sungai Cisadane, Jumat (24/7/2026).

Pada kategori pelajar, lomba dayung perahu naga tahun ini diikuti sembilan tim putra dan putri yang berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Tangerang. Para peserta bertanding pada nomor Traditional Boat Race (TBR) kelas 200 meter dan 500 meter dengan total hadiah jutaan rupiah.
Sementara itu, Ketua Panitia, Achmad Faisal, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan semata-mata mencari juara, tetapi juga menjadi sarana menjaring atlet-atlet muda potensial yang nantinya akan melanjutkan tradisi prestasi olahraga dayung Kota Tangerang.
"Kompetisi perahu naga kategori pelajar ini sangat penting sebagai ajang pencarian atlet muda bertalenta yang akan melanjutkan prestasi membanggakan yang selama ini ditorehkan atlet binaan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Tangerang," kata Faisal.

Ia menambahkan, rangkaian lomba dayung perahu naga dalam Festival Cisadane 2026 masih akan berlanjut pada kategori umum yang digelar pada 25–26 Juli 2026. Puluhan tim dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, hingga tim dayung asal Papua dipastikan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
"Kami berharap kesuksesan penyelenggaraan tahun ini dapat terus berlanjut. Bahkan, ke depan kami menargetkan tidak hanya mempertandingkan perahu naga, tetapi juga nomor kano dan cabang-cabang dayung lainnya yang selama ini diperlombakan di tingkat nasional," pungkas Achmad Faisal. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima dan mudah dijangkau. Hal ini ditandai dengan diresmikannya empat fasilitas pelayanan publik oleh Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, di wilayah Kecamatan Tigaraksa pada Jumat (24/07/2026).
Peresmian yang dilakukan melalui penandatanganan prasasti tersebut dirangkaikan dengan kegiatan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Tangerang serta peluncuran Pelayanan Mobil Keliling PBB-P2 melalui QRIS.
Empat fasilitas yang diresmikan meliputi, Renovasi Kantor Kecamatan Tigaraksa, Gedung Perpustakaan Kecamatan Tigaraksa, Gedung Serbaguna Kelurahan Tigaraksa, Renovasi Kantor Desa Cisereh. Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa pembangunan dan renovasi fasilitas pemerintahan harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Keberadaan sarana yang lebih representatif ini diharapkan dapat menciptakan pelayanan yang semakin nyaman, cepat, tertib, dan mudah diakses. Peresmian ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan langkah awal dari peningkatan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat," ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa renovasi Kantor Kecamatan Tigaraksa dan Kantor Desa Cisereh difokuskan untuk menunjang kelancaran administrasi kependudukan dan kemasyarakatan. Sementara itu, Gedung Perpustakaan Kecamatan Tigaraksa diproyeksikan menjadi pusat peningkatan literasi bagi pelajar dan generasi muda, serta Gedung Serbaguna Kelurahan Tigaraksa dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, musyawarah, dan aktivitas produktif warga. Terkait keberadaan Gerai Samsat, Bupati menegaskan pentingnya mendekatkan layanan kepada wajib pajak.
"Keberadaan Gerai Samsat Kecamatan Tigaraksa menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan administrasi dan pembayaran pajak kendaraan bermotor kepada masyarakat. Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat di wilayah Tigaraksa dan sekitarnya tidak perlu menempuh jarak yang terlalu jauh untuk memperoleh pelayanan Samsat," jelasnya.
Usai penandatanganan prasasti, Bupati Tangerang langsung meninjau ruang pelayanan di Kantor Kecamatan Tigaraksa, Gedung Perpustakaan, serta Gerai Samsat Kecamatan Tigaraksa. Dalam tinjauannya, Bupati memastikan kesiapan sarana prasarana dan menginstruksikan para petugas untuk selalu memberikan pelayanan yang ramah, cepat, transparan, dan profesional.
Ia menambahkan, peninjauan Gerai Samsat ini juga sejalan dengan semangat TP2DD Kabupaten Tangerang dalam memperluas ekosistem digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Melalui peluncuran Mobil Keliling PBB-P2 berbasis QRIS, Pemkab Tangerang berupaya meningkatkan kemudahan pembayaran pajak sekaligus mendorong literasi transaksi digital di tengah masyarakat.
“Fasilitas yang telah dibangun harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pelayanannya harus semakin mudah, cepat, nyaman, dan didukung oleh aparatur yang responsif. Dengan adanya berbagai fasilitas ini, kita harapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat, memperluas akses pelayanan, serta memperkuat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah,” tutup Bupati.
Melalui peresmian fasilitas publik dan penguatan layanan Gerai Samsat di Kecamatan Tigaraksa, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang dekat dengan masyarakat serta mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, terintegrasi dan berkelanjutan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri yang digelar di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Kamis (24/7/26).
Bupati Tangerang bersama jajaran pemerintah daerah, panitia, serta warga turun langsung membersihkan lingkungan sekaligus menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengajak seluruh elemen masyarakat gencarkan kembali gotong royong kerja bakti membersihkan lingkungan dan bersama-sama menjaga kelestarian serta keasrian lingkungan
"Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak semua masyarakat mari kita terus galakan dan gencarkan gotong royong kerja bakti bersama, bersihkan lingkungan, jaga kelestarian dan keasriannya," ujar Bupati Maesyal
Ia menambahkan bahwa gerakan menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang mendorong seluruh daerah untuk terus membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden. Mudah-mudahan semakin banyak elemen masyarakat yang tergerak untuk melakukan kegiatan serupa sehingga budaya menjaga kebersihan dan menanam pohon semakin tumbuh di tengah masyarakat," imbuhnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, partai politik, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, serta berkelanjutan. Untuk itu, dia berharap Gerakan Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri tersebut bisa menjadi gerakan yang lebih luas cakupannya dan berkelanjutan, tidak hanya di satu wilayah tertentu namun juga di seluruh Kabupaten Tangerang nantinya
"Saya harap gerakan seperti Langit Biru Indonesia Bersih dan Asri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan Kabupaten Tangerang yang semakin hijau, bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," harapnya
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini karena sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Tangerang, yaitu mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri. Bersama seluruh jajaran, setiap hari Jumat kami juga rutin melaksanakan kegiatan kurvei atau bersih-bersih di titik-titik yang telah ditentukan," ungkapnya. (Red)