Banten

Banten (6969)

LEBAK, lensafokus.id — Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP), Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, kembali melontarkan kritik terhadap dugaan sikap arogansi yang dilakukan oknum Kepala Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak.

King Badak menilai sejumlah persoalan yang diduga melibatkan oknum Kepala Desa Rahong belum mendapatkan penanganan dari Komisi Etik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memperburuk citra pejabat publik sekaligus menunjukkan perlunya penguatan fungsi pengawasan dan penegakan kode etik di lingkungan pemerintahan daerah.

«“Ada beberapa kasus arogansi oknum Kepala Desa Rahong tidak disentuh Komisi Etik Pemkab Lebak sehingga makin arogan. Itulah fakta sesungguhnya. Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) harus segera turun tangan. Jika tidak, kami akan melakukan langkah tegas,” ujar King Badak kepada media, Rabu (19/8/2026).»

Ia mendesak Pemkab Lebak melalui instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Desa Rahong apabila terdapat laporan atau dugaan pelanggaran yang memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti.

Menurutnya, pengawasan terhadap aparatur pemerintahan desa penting dilakukan guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan serta menjaga kepercayaan masyarakat.

King Badak juga menyatakan bahwa Badak Banten Perjuangan berencana melakukan aksi di Kantor Bupati Lebak pada Rabu pekan depan. Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk desakan kepada Bupati Lebak Hasby Jayabaya agar memerintahkan Inspektorat dan Dinas/BPMPD untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Desa Rahong.

«“Kami akan turun langsung, karena ini menyangkut marwah masyarakat dan integritas pemerintahan desa,” tegasnya.»

BBP berharap Pemkab Lebak dapat merespons persoalan tersebut secara objektif dan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemeriksaan, menurut organisasi tersebut, diperlukan untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani secara transparan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Kepala Desa Rahong maupun pihak Pemkab Lebak terkait tudingan dan rencana aksi yang disampaikan BBP tersebut. (C2p)

TANGERANG, lensafokus.id - Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kabupaten Tangerang Tahun 2026 resmi ditutup di Hotel Yasmin, Kabupaten Tangerang, Selasa (18/8/26). Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 17 Agustus 2026 dengan Sistem Desa Bahagia tersebut menjadi rangkaian pembentukan karakter dan penguatan kesiapan Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Maesyal menegaskan, nilai-nilai dan wawasan yang diperoleh selama pelatihan tidak boleh berhenti diterapkan setelah tugas sebagai Paskibraka selesai. Para peserta diminta membawa dan mengimplementasikan kedisiplinan, kepedulian, semangat gotong royong, dan pengalaman selama berada di Desa Bahagia kemb1ali ke sekolah, keluarga, serta lingkungan masyarakat.

“Tugas kalian sebagai Paskibraka mungkin telah selesai, tetapi tugas kalian sebagai generasi penerus bangsaq baru saja dimulai. Jadilah teladan dan jadikan nilai dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk meraih cita-cita” tegas Bupati Measyal

Ia menjelaskan, Sistem Desa Bahagia menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta. Para pelajar yang berasal dari sekolah, keluarga, danq1 lingkungan berbeda dilatih dan dibina untuk hidup bersama, saling menghargai, saling membantu, serta membangun rasa persaudaraan.

“Menjadi generasi muda tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga harus memiliki kepedulian, karakter, semangat gotong royong, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya

Ia juga berpesan agar mereka terus belajar, berprestasi, memberikan manfaat, serta menjadiqq teladan bagi lingkungan. "Teruslah belajar dan berprestasi, jadilah teladan yang dapat menginspirasi serta memberikan manfaat bagi sekolah, keluarga dan masyarakat," pesannya

Bupati Maesyal juga menyampaikan selamat kepada seluruh Paskibraka1 Kabupaten Tangerang Tahun 2026 atas keberhasilan menyelesaikan pemusatan pelatihan dan penugasan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, panitia, orang tua serta seluruh pihak terkait atas dukungan, doa, keiklasan, tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan untuk mendidik, melatih dan membina para peserta sehingga mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik

"Kami juga ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, panitia, orang tua serta seluruh pihak yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, doa, keiklasan dan perhatian selama proses pelatihan sehingga menghantarkan peserta dalam menyelesaikan seluruh rangkaian tugasnya dengan baik," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Habibah yang berlokasi di Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan yang berlangsung meriah dan penuh kegembiraan.

Kegiatan tersebut diikuti para siswa dengan penuh antusias. Semarak perayaan semakin terasa dengan kehadiran para wali murid yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak selama perlombaan berlangsung.

Sejak pagi, suasana lingkungan madrasah tampak penuh warna dan diwarnai riuh tawa para siswa. Berbagai perlombaan tradisional dan permainan edukatif disiapkan panitia sebagai sarana menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, kreativitas, serta kecintaan terhadap Tanah Air sejak usia dini.

Sejumlah perlombaan yang digelar di antaranya lomba makan kerupuk, yang menguji ketangkasan dan kecepatan peserta. Ada pula lomba kelereng yang melatih ketelitian dan kesabaran anak-anak.

Selain itu, siswa mengikuti lomba menghias sepeda dengan menampilkan kreativitas dan imajinasi melalui berbagai hiasan berwarna-warni bertema kemerdekaan. Kemeriahan juga terlihat dalam lomba meledakkan balon serta lomba membawa air secara berkelompok yang mengajarkan pentingnya kerja sama dan semangat gotong royong.

IMG 20260818 WA0027

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Kehadiran para wali murid menjadi salah satu bagian yang membuat perayaan HUT ke-81 RI di MI Al Habibah semakin meriah.

Para orang tua tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga memberikan dukungan dan semangat kepada anak-anak mereka. Kebersamaan tersebut menciptakan suasana kekeluargaan yang harmonis antara siswa, guru, dan wali murid.

Kepala MI Al Habibah, Muhamad Hasbullah, S.Pd.I, mengatakan perayaan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar kegiatan hiburan bagi para siswa. Menurutnya, momentum tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kemerdekaan, gotong royong, sportivitas, dan cinta Tanah Air kepada generasi muda.

“Perayaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kemerdekaan, gotong royong, dan cinta Tanah Air kepada generasi muda sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua murid,” ujar Muhamad Hasbullah.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting dilakukan karena dapat memberikan pengalaman positif bagi anak-anak sekaligus mengajarkan nilai kebersamaan melalui kegiatan yang menyenangkan.

Perayaan HUT ke-81 RI di MI Al Habibah pun berakhir dengan senyum dan kebahagiaan. Para siswa, guru, dan wali murid tampak menikmati seluruh rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan. (Her)

LEBAK, lensafokus.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai Pemerintah Kabupaten Lebak dengan memberikan sejumlah bantuan dan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya secara langsung menyerahkan berbagai bantuan kepada sejumlah kelompok masyarakat sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan perlindungan bagi warga.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah perlindungan bagi pekerja rentan. Melalui Dinas Tenaga Kerja, Pemkab Lebak memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 3.450 pekerja dari berbagai sektor.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.583 petani, 1.095 nelayan, 619 peternak, serta 153 pekerja sektor transportasi. Para penerima didata melalui perangkat daerah terkait sesuai dengan bidang pekerjaannya.

IMG 20260818 WA0069

Program tersebut diharapkan memberikan rasa aman bagi para pekerja rentan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kondisi lainnya yang masuk dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan bagi Pemkab Lebak untuk memberikan penghargaan kepada para pejuang kemerdekaan.

Sebanyak 50 orang veteran menerima dana kadeudeuh atau tali asih senilai Rp25 juta sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, bantuan sosial juga diserahkan kepada penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.

Tak hanya bantuan sosial, Pemkab Lebak juga menyerahkan lima unit traktor tangan untuk mendukung sektor pertanian. Bantuan alat mesin pertanian tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas serta memperkuat aktivitas pertanian masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, turut dilakukan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris yang berhak menerima.

Penyaluran santunan tersebut menjadi bentuk perlindungan sosial bagi keluarga pekerja yang meninggal dunia, sehingga dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa peringatan HUT RI di Kabupaten Lebak tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga diisi dengan langkah konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pada tahun sebelumnya, Pemkab Lebak juga memberikan kebijakan berupa pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan sawah dengan luas maksimal 5.000 meter persegi atau setengah hektare. (C2p)

KOTA TANGERANG,l lensafokus.id — Upacara penurunan Bendera Merah Putih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang, Senin (17/8/2026) sore, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan memimpin upacara penurunan Bendera Merah Putih yang diikuti jajaran Pemerintah Kota Tangerang, Forkopimda, TNI-Polri, serta masyarakat yang memadati kawasan Alun-Alun Kota Tangerang.

Upacara tersebut dipimpin oleh Mayor Inf. Jefriansen Sipayung, yang juga menjabat sebagai Danramil 01/Tgr Kodim 0506/Tangerang.

Pelaksanaan upacara berlangsung tertib dan lancar. Kedisiplinan serta kesiapan optimal Paskibraka Kota Tangerang 2026 bersama seluruh petugas upacara mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Tangerang dan jajaran Forkopimda.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas kelancaran seluruh rangkaian upacara, mulai dari pengibaran bendera pada pagi hari hingga penurunan bendera pada sore hari.

Menurutnya, proses pelatihan yang dijalani para anggota Paskibraka selama berbulan-bulan membuahkan hasil. Mereka dinilai mampu menunjukkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan saat menjalankan tugas.

“Alhamdulillah, mulai dari pengibaran tadi pagi sampai penurunan sore ini semuanya berjalan lancar, baik dan penuh kekhidmatan. Anak-anak kita sudah dilatih beberapa bulan lalu, dan terbukti hari ini mereka mampu menjaga fisik dan kesehatan mental serta tampil dengan sangat siap. Kami berharap disiplin ini terus diimplementasikan di sekolah maupun di lingkungannya,” ujar Maryono.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang Wawan Fauzi turut memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka Kota Tangerang 2026.

Menurutnya, para petugas telah menunjukkan kerja keras dan mampu menjalankan seluruh instruksi pelatih dengan baik tanpa hambatan berarti selama rangkaian upacara HUT ke-81 RI.

IMG 20260817 WA0024

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus pembekalan wawasan bagi generasi muda, Pemerintah Kota Tangerang juga menyiapkan program perjalanan edukasi dan kebangsaan bagi para anggota Paskibraka.

“Dalam dua hari ke depan, adik-adik Paskibraka akan melakukan perjalanan ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, dilanjutkan studi tur ke Akademi Militer (Akmil) Magelang dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka dalam menentukan pilihan pendidikan dan masa depan setelah menyelesaikan jenjang SMA.

“Ini bekal agar mereka memiliki gambaran untuk melanjutkan jenjang pendidikan setelah SMA sebagai kader Duta Pancasila,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Upacara Mayor Inf. Jefriansen Sipayung mengaku bangga melihat semangat para anggota Paskibraka serta antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan upacara penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Ahmad Yani.

Ia menilai kedisiplinan dan kesediaan untuk meluangkan waktu dalam menjalani latihan menjadi kunci keberhasilan para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas.

"Perasaan saya sangat luar biasa karena dari tadi pagi sampai sore antusias warga dan masyarakat yang menyaksikan ini sangat meriah. Kunci utama adik-adik Paskibraka adalah kedisiplinan dan mau mengorbankan waktu dalam berlatih. Selama ada kemauan, generasi muda pasti mampu memberikan hasil terbaik bagi bangsa ini,” ujar Jefriansen. (Sumarna)

TIGARAKSA, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sukses menggelar Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Upacara yang dilaksanakan di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, pada Senin (17/08/2026) sore ini berlangsung dengan sangat khidmat dan tertib.

Prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih menjadi puncak sekaligus penutup seluruh rangkaian peringatan detik-detik proklamasi tingkat Kabupaten Tangerang. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Tangerang memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Suasana hening dan penuh penghormatan menyelimuti lapangan saat pasukan pengibar bendera mulai menurunkan bendera. Seluruh rangkaian prosesi, mulai dari persiapan pasukan, formasi barisan, hingga bendera kembali dilipat dan diserahkan secara utuh kepada Inspektur Upacara, berjalan sempurna tanpa hambatan.

Seusai upacara, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, menyampaikan rasa syukur yang mendalam sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. Kesuksesan dan kelancaran rangkaian peringatan kemerdekaan pada tahun ini dinilai sebagai cerminan nyata dari kekompakan dan soliditas seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Tangerang, mulai dari detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera pagi tadi hingga upacara penurunan pada sore hari ini, semuanya berjalan dengan sangat lancar, aman, dan khidmat. Semangat persatuan, penghormatan kepada jasa para pahlawan, serta kedisiplinan yang kita saksikan bersama pada hari ini adalah modal dasar yang sangat berharga bagi daerah kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wabup Intan secara khusus menyoroti dedikasi paripurna dari seluruh petugas upacara, khususnya pasukan pengibar bendera yang bertugas pada sore hari. Sinergi yang apik antara unsur TNI, Polri, aparatur pemerintah daerah, serta para peserta didik telah menunjukkan tingkat kedisiplinan yang tinggi, mulai dari masa latihan yang panjang hingga detik-detik penurunan bendera berhasil dituntaskan dengan sempurna.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bahu-membahu dan bergotong-royong mengisi kemerdekaan ini dengan karya nyata. Mari kita jadikan momentum bersejarah ini sebagai tonggak untuk saling menguatkan, berinovasi, dan bekerja keras membangun Kabupaten Tangerang di segala sektor agar semakin berdaya saing, sejahtera, dan makmur, demi mewujudkan visi Tangerang yang semakin gemilang," tambahnya.

Sebagai informasi, untuk menambah semarak peringatan kemerdekaan, rangkaian sore hari turut dimeriahkan oleh penampilan kesenian yang melibatkan total 120 orang pengisi acara sebelum prosesi penurunan bendera dimulai. Penampilan ini diawali dengan Tari Kreasi 'Nawasena Praja' dari Padepokan Seni Gema Wirahma yang melibatkan 30 penari, serta atraksi jurus dan gerak dari 30 pesilat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tangerang yang membawa pesan tentang ketangguhan menjaga keutuhan bangsa.

Selain itu, turut tampil memukau 30 anggota Tim Pemenang Lomba Baris Berbaris (LBB) Tingkat Kabupaten Tangerang. Kemeriahan tersebut kemudian ditutup dengan harmonisasi dari 30 personel Marching Band Gita Wibawa Praja, yang membawakan sejumlah lagu bernuansa kebangsaan dan populer seperti Satu Nusa Satu Bangsa, Musik Peperangan, Gugur Bunga, dan Somewhere Over The Rainbow. (Red)

Page 2 of 697
Go to top