Banten

Banten (6087)

Tangerang, lensafokus.id — Sikap Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang menuai sorotan. Pasalnya, saat pengurus Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang hadir ke kantor Kemenag sesuai jadwal resmi audiensi, tidak satu pun pejabat struktural terlihat hadir. Rabu (4/2/2026). Audiensi tersebut justru hanya diwakili oleh staf, memicu kekecewaan dari pihak KWRI.

Padahal, pengurus KWRI Kabupaten Tangerang sebelumnya telah melayangkan surat permohonan audiensi secara resmi kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang jauh hari sebelum pelaksanaan. Pertemuan itu bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru KWRI, agar ke depan terbangun hubungan kemitraan yang baik antara insan pers dan Kemenag.

Ketua KWRI Kabupaten Tangerang, Heri Yanto, mengaku sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukkan pihak Kemenag. Menurutnya, kehadiran hanya staf tanpa satu pun pejabat yang berwenang menunjukkan minimnya itikad baik dalam membangun komunikasi dengan organisasi wartawan.

“Kami datang sesuai dengan konfirmasi dari Kemenag. Kami diminta hadir pada Rabu, 4 Februari 2026 pukul 10.00 WIB. Namun sesampainya di kantor, kami hanya disambut oleh staf, tidak ada satu pun pejabat,” ujar Heri kepada wartawan.

Heri menegaskan, kedatangan pengurus KWRI bukan untuk kepentingan lain, melainkan murni untuk silaturahmi dan membuka ruang kemitraan dengan Kemenag Kabupaten Tangerang sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada publik.

“Kalau keadaannya seperti ini, kami beranggapan Kemenag Kabupaten Tangerang tidak ingin menjalin kerja sama kemitraan dengan Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI),” tegasnya.

Lebih lanjut, Heri juga meluruskan bahwa jadwal audiensi sepenuhnya ditentukan oleh pihak Kemenag, bukan inisiatif dari KWRI. Karena itu, ketidakhadiran pejabat pada waktu yang telah disepakati dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan, bahkan terkesan menghindar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Tangerang terkait alasan ketidakhadiran pejabat dalam agenda audiensi tersebut. (Mala)

TANGERANG, lensafokus.id — Upaya pencegahan radikalisme di kalangan pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang justru diawali dengan ironi yang mencolok. Kegiatan bertajuk Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang molor lebih dari dua jam dari jadwal yang telah ditentukan.

Acara yang sedianya dimulai pukul 09.00 WIB di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (3/2/2026), baru resmi dibuka sekitar pukul 11.20 WIB. Keterlambatan tersebut memicu teguran keras dari Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, yang hadir langsung dalam kegiatan itu.

Di hadapan peserta dan panitia, Intan secara terbuka menyampaikan kekesalannya. Ia menilai keterlambatan pelaksanaan acara sebagai kebiasaan buruk yang tidak patut terus dibiarkan, apalagi dalam kegiatan resmi pemerintah yang melibatkan pelajar.

“Kalau undangan jam sepuluh, lalu acara baru dimulai jam dua belas, ini kebiasaan yang tidak patut dan tidak boleh terus-menerus dilakukan. Ini bukan hal yang baik untuk dibiasakan,” tegas Intan dengan nada tinggi.

Menurut Intan, disiplin dan ketepatan waktu merupakan prinsip mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Ia menilai, molornya agenda bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan budaya kerja birokrasi yang belum tertata dengan baik.

“Kenapa harus tepat waktu? Karena agenda ke belakang yang sudah disusun bisa berantakan,” ujarnya.

Lebih jauh, Intan menekankan pentingnya keteladanan, terutama dalam kegiatan yang menyasar pelajar. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai disiplin tidak cukup hanya disampaikan lewat materi, tetapi harus ditunjukkan melalui sikap dan praktik nyata.

“Ini tidak baik untuk ditiru oleh anak-anak kita dan tidak mendidik,” kata Intan.

Menanggapi alasan jarak tempuh peserta yang disebut sebagai penyebab keterlambatan, Intan menilai hal tersebut seharusnya sudah diperhitungkan secara matang sejak tahap perencanaan. Menurutnya, yang perlu disesuaikan adalah waktu keberangkatan peserta, bukan justru menggeser jadwal acara.

“Saya tidak mau ada persepsi kalau acara pemda itu selalu molor,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Encep Sahayat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang, didampingi guru pendamping. Total peserta berasal dari 109 sekolah, masing-masing mengirimkan dua siswa dan satu guru.

“Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan sikap toleran, cinta damai, dan memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan pelajar,” ujar Encep.

Terkait keterlambatan acara yang disorot Wakil Bupati, Encep mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan teknis. Ia menyebut kedatangan peserta yang tidak serentak menjadi faktor utama mundurnya jadwal kegiatan.

“Memang seharusnya mulai jam sembilan, tetapi karena kedatangan siswa tidak bersamaan, acara jadi agak mundur,” pungkasnya. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka secara resmi kegiatan Sinergi Lintas Sektor Pencegahan Radikalisme di kalangan peserta didik SMA/SMK Sederajat se-Kabupaten Tangerang yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (3/2/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, keteladanan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda khususnya para anak didik SMA/SMK sederajat untuk mencegah masuknya paham-paham radikalisme

“Benteng terbaik untuk melawannya adalah pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai kebangsaan. Untuk pencegahan paham-paham radikalisme masuk ke anak-anak kita, khususnya di tingkat SMA, kegiatan ini melibatkan guru dan murid dengan berbagai narasumber yang berkompeten,” tandas Wabup Intan.

Menurut dia, radikalisme tidak selalu hadir dalam bentuk kekerasan, melainkan kerap masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Untuk segala upaya pencegahan dan penanganan radialisme harus terus dilakukan dengan dukungan semua pihak, multi sektor, tidak hanya pemerintah aja tetapi dunia Pendidikan, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarkat dan para pelajar itu sendiri sebagai kelompok rentan.

“Radikalisme sering kali masuk secara halus melalui informasi menyesatkan, ujaran kebencian, serta ajakan yang dibungkus seolah-olah paling benar. Adalah tugas kita bersama, mulai dari dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar itu sendiri untuk dapat bersama-sama mencegahnya,” tegasnya

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya pengusaaan literasi digital yang cukup dan sikap bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menilai bahwa di era digital saat ini, penyebaran paham radikal, ujaran kebencian (hate speech), dan konten intoleran banyak sekali menyusup melalui platform digital dan gawai yang digunakan sehari-hari oleh pelajar.

“Kita tidak bisa membatasi anak-anak mengakses informasi digital. Yang bisa kita berikan adalah pemahaman, bagaimana mereka menggunakan media sosial sebijak mungkin. Apa yang diunggah, apa yang dibagikan, dan apa yang diserap harus benar-benar dipelajari dan dipikirkan secara matang, karena ujaran kebencian saja itu sudah melanggar undang-undang,” jelasnya.

Lanjut dia, sinergi lintas sektor juga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan bebas dari pengaruh intoleransi serta radikalisme yang banyak menyerang dan mempengaruhi para pelajar

“Ketika pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelajar berjalan bersama, maka ruang bagi paham-paham yang merusak persatuan akan semakin sempit,” imbuhnya

Dia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berjenjang sebagai salah satu upaya pencegahan dini. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan pemahaman dan pengetahuan tentang paham radikalisme kepada para pelajar dapat semakin kuat sehingga mereka tidak mudah terpancing bahkan bisa menjadi teladan dan menginspirasi pelajar lainnya.

“Anak-anakku semua adalah estafet kepemimpinan bangsa ini. Di pundak kalian masa depan daerah dan negara dititipkan. Mudah-mudahan kegiatan ini bukan hanya hari ini saja, tetapi bisa berlanjut dan berjenjang, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, hingga SMA, agar paham radikalisme di Kabupaten Tangerang tidak ada yang masuk sama sekali,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh guru pendamping dan perwakilan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Tangerang, dengan menghadirkan narasumber dari unsur Densus 88, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta lembaga sosial tingkat Provinsi Banten, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) baru saja menyerahkan sertifikat penghargaan kepada sejumlah pegiat Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) yang telah mempelopori pelestarian lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Supriyatno menuturkan, pemberian sertifikasi penghargaan dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah komunitas Proklim yang berhasil mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada akhir tahun kemarin.

”Kami baru saja memberikan penghargaan ini sebagai apresiasi atas dedikasi para pegiat yang tidak mengenal lelah menjadi garda terdepat pelestarian lingkungan di tingkat wilayah. Apalagi, ada banyak komunitas pegiat, sekitar 25 RW yang mendapatkan penghargaan nasional dari Kementerian LH pada tahun kemarin,” ujar Supriyatno setelah memberikan pengharaan di Kantor DLH Kota Tangerang, Selasa (3/2/26).

Tidak hanya itu, Pemkot Tangerang juga memberikan apresiasi uang pembinaan untuk mendorong produktivitas program pelestarian lingkungan di Kota Tangerang.

”Kami berharap sertifikat penghargaan yang diberikan dapat memotivasi semua pegiat di lapangan untuk memberikan dedikasi terbaiknya sekaligus menginspirasi para pegiat lainnya untuk bersama-sama melestarikan lingkungan dan mengatasi ancaman krisis iklim di Kota Tangerang,” tambahnya.

Berikut ini adalah daftar penerima penghargaan Proklim Tingkat Nasional di Kota Tangerang, di antaranya:

 1.⁠ ⁠Proklim RW 003 Panunggangan Utara, Pinang.
 2.⁠ ⁠Proklim RW 006 Paninggilan Utara, Ciledug.
 3.⁠ ⁠Proklim RW 012 Panunggangan Barat, Cibodas.
 4.⁠ ⁠Proklim RW 013 Karang Tengah, Karang Tengah.
 5.⁠ ⁠Proklim RW 001 Cipondoh Indah, Cipondoh.
 6.⁠ ⁠Proklim RW 008 Nusa Jaya, Karawaci.
 7.⁠ ⁠Proklim RW 007 Nusa Jaya, Karawaci.
 8.⁠ ⁠Proklim RW 007 Gebang Raya, Periuk.
 9.⁠ ⁠Proklim RW 006 Gembor, Periuk.
10.⁠ ⁠Proklim RW 008 Cipondoh Makmur, Cipondoh.
11.⁠ ⁠Proklim RW 010 Gerendeng, Karawaci.
12.⁠ ⁠Proklim RW 013 Periuk, Periuk.
13.⁠ ⁠Proklim RW 004 Poris Plawad, Cipondoh.
14.⁠ ⁠Proklim RW 008 Gembor, Periuk.
15.⁠ ⁠Proklim RE 004 Karawaci, Karawaci.
16.⁠ ⁠Proklim RW 008 Alam Jaya, Jatiuwung.
17.⁠ ⁠Proklim RW 001 Nambo Jaya, Karawaci.
18.⁠ ⁠Proklim RW 004 Cimone, Karawaci.
19.⁠ ⁠Proklim RW 006 Pabuaran, Karawaci.
20.⁠ ⁠Proklim RW 010 Cipondoh Makmur, Cipondoh.
21.⁠ ⁠Proklim RW 007 Pondok Bahar, Karang Tengah.
22.⁠ ⁠Proklim RW 003 Bojong Jaya, Karawaci.
23.⁠ ⁠Proklim RW 005 Bugel, Karawaci.
24.⁠ ⁠Proklim RW 003 Poris Plawad Utara, Cipondoh.
25.⁠ ⁠Proklim RW 002 Neroktog, Pinang.

(Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan penggunaan ruang jenazah, poli onkologi, penambahan 10 tempat tidur rawat inap, serta rencana perluasan lahan rumah sakit seluas kurang lebih 4,8 hektare dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 RSUD Pakuhaji, Selasa. (3/2/26)

Pada kesempatan tersenut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa penataan ruang jenazah RSUD Pakuhaji kini dibuat lebih layak, nyaman, dan tertutup sehingga memberikan rasa hormat serta kenyamanan bagi keluarga pasien.

“Hari ini alhamdulillah kita sudah meresmikan dimulainya penggunaan ruang jenazah di RSUD Pakuhaji. Yang sebelumnya ruang jenazah itu terlihat langsung dari luar, dari jalan, sekarang sudah ditata lebih baik, lebih nyaman, lebih bersih, dan lebih layak,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Selain itu, dia juga meresmikan penambahan kapasitas tempat tidur rawat inap dari 130 menjadi 140 bed serta dibukanya poli onkologi sebagai bentuk peningkatan layanan kesehatan spesialistik.

“Penambahan tempat tidur dan dibukanya poli onkologi ini tentu menambah pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pelayanan di poli-poli. Ini bagian dari komitmen kita untuk terus meningkatkan mutu layanan rumah sakit,” tambahnya.

Bupati juga mengungkapkan rencana perluasan lahan RSUD Pakuhaji seluas sekitar 4,8 hektare yang ke depan akan menambah total luas rumah sakit menjadi sekitar 5 hektare lebih. Upaya ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Pantai Utara (Pantura).

“Mudah-mudahan dengan rencana perluasan ini, pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga Kecamatan Pakuhaji dan wilayah Pantura, bisa semakin maksimal. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak agar rencana ini dapat segera terealisasi, tentunya melalui musyawarah desa karena melibatkan tanah kas desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Pakuhaji, Hj. dr. Umi Kulsum, MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan staf atas dedikasi dan kerja keras dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama delapan tahun terakhir.

“Usia delapan tahun ini menjadi momentum penting bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan dan profesionalisme sumber daya manusia. Pelayanan kesehatan yang aman menjadi fondasi utama, mulai dari keselamatan pasien, ketepatan tindakan medis, hingga kepatuhan terhadap standar pelayanan,” ujar dr. Umi Kulsum.

Dia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi tenaga medis dan nonmedis terus dilakukan melalui penguatan budaya kerja yang humanis serta pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan pasien.

Lanjut dia, peringatan HUT ke-8 RSUD Pakuhaji juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial berupa bingkisan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.

“Orientasi kami adalah kepuasan masyarakat melalui layanan yang aman, nyaman, cepat, dan transparan, serta membuka ruang evaluasi dari publik,” imbuhnya.

Pihaknya menambahkan melalui peringatan HUT ke-8 ini, RSUD Pakuhaji terus menguatkan komitmennya untuk terus berbenah dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan dan monitoring langsung ke lokasi banjir di Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Selasa (3/2/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Sosial, Camat Mekar Baru, serta unsur Forkopimcam setempat meninjau sejumlah titik terdampak banjir sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik, termasuk kondisi infrastruktur dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang hadir untuk memastikan penanganan banjir dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan bahwa langkah jangka pendek yang dilakukan adalah pembersihan gorong-gorong dan area sekitar jembatan yang menjadi salah satu penyebab tersendatnya aliran air. Sementara untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan kajian teknis, salah satunya rencana peninggian jembatan agar tidak kembali menghambat aliran air saat curah hujan tinggi.

“Penanganan ini tidak hanya sementara, tapi juga harus berkelanjutan. Kita akan lakukan kajian teknis agar solusi jangka panjang bisa segera direalisasikan,” jelasnya.

Pihaknya juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

"Saya mohon kepada masyarakat agar terus waspada dan siap siaga menghadapi segala potensi yang terjadi akibat cuaca ekstrim ini. Laporkan segera apabila ada kejadian darurat," imbaunya

Selain melakukan monitoring, pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan sembako untuk mendukung operasional dapur umum serta membantu masyarakat terdampak banjir di wilayah tersebut. (Red)

Page 2 of 609
Go to top