Masjid Kasepuhan Tangerang Raya Diresmikan, Ribuan Jamaah Padati Cilongok

Tangerang, lensafokus.id — Ribuan jamaah memadati kawasan Komplek Al-Istiqlaliyyah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW sekaligus peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya Al-Istiqliyyah, Kamis malam (15/1/26).

Peresmian masjid tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Acara berlangsung khidmat dan sarat nilai religius serta budaya, dengan kehadiran para Paduka Yang Mulia raja dan sultan Nusantara yang tergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan peresmian Masjid Kasepuhan Tangerang Raya bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya membangun peradaban yang berlandaskan iman, akhlak, dan persatuan.

“Masjid ini bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan rumah suci tempat sujud, pusat persaudaraan, serta mercusuar nilai-nilai keimanan dan peradaban. Dari masjid inilah diharapkan lahir doa-doa yang menguatkan dan langkah-langkah kebaikan bagi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, keberadaan Masjid Kasepuhan Tangerang Raya diharapkan menjadi pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Mari kita makmurkan masjid ini bersama-sama. Semoga dari tempat ini tumbuh masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, dan Kabupaten Tangerang senantiasa diberkahi Allah SWT,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menerima penganugerahan pin kehormatan dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, adat dan persatuan bangsa.

Acara peresmian juga turut dihadiri langsung oleh pimpinan Ponpes Al Istiqlaliyyah Abuya Tohawi Romli (Abah Entoh) dan unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, santri, serta jamaah dari berbagai wilayah Tangerang Raya. (Red)

Dilaporkan LPI TIPIKOR, Kios Obat Golongan G di Ciasem Mendadak Tutup

Subang, lensafokus.id — Maraknya peredaran obat keras golongan G tanpa izin resmi di wilayah Kabupaten Subang kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sebuah kios yang berlokasi di Desa Ciasem Tengah, Kecamatan Ciasem, dilaporkan oleh Lembaga Pemantau Independen Tindak Pidana Korupsi (LPI TIPIKOR) ke Polsek Ciasem karena diduga kuat menjual obat keras secara ilegal. Jumat (16/1/2026).

Namun ironisnya, saat awak media bersama LPI TIPIKOR dan didampingi anggota Polsek Ciasem mendatangi lokasi yang dilaporkan, kios tersebut justru sudah dalam kondisi tutup dan tidak terlihat adanya aktivitas penjualan. Kondisi ini sontak memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelapor maupun masyarakat sekitar.

Situasi tersebut dinilai janggal dan menimbulkan dugaan adanya permainan yang sistematis dan terstruktur. Pasalnya, berdasarkan keterangan LPI TIPIKOR, kios tersebut sebelumnya diduga aktif menjual obat golongan G tanpa izin resmi dan telah lama meresahkan warga.

“Informasi yang kami terima, kios ini bukan baru beroperasi. Aktivitas penjualan obat keras diduga sudah berlangsung cukup lama,” ungkap perwakilan LPI TIPIKOR.

Dalam laporannya, LPI TIPIKOR juga menyebut adanya seorang koordinator lapangan (korlap) berinisial P, yang diduga mengetahui bahkan mengoordinasikan aktivitas penjualan obat keras ilegal tersebut. Nama tersebut kini menjadi salah satu titik fokus yang diharapkan dapat ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Lebih jauh, LPI TIPIKOR menduga adanya indikasi kongkalikong atau kerja sama tidak sehat antara oknum tertentu dengan pihak penjual obat, sehingga informasi terkait rencana penindakan atau pengecekan lapangan diduga bocor terlebih dahulu. Dugaan ini masih bersifat klaim awal, namun dinilai perlu ditindaklanjuti secara serius demi membuka tabir peredaran obat ilegal di wilayah Ciasem.

Sementara itu, pihak Polsek Ciasem menyampaikan bahwa kepolisian tetap terbuka terhadap laporan masyarakat. Aparat menegaskan akan melakukan pendalaman serta penyelidikan lanjutan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat-obatan terlarang di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, LPI TIPIKOR menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Lembaga tersebut menilai peredaran obat keras tanpa izin merupakan ancaman serius bagi keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda, serta mencederai rasa keadilan jika dibiarkan tanpa penindakan tegas.

“Kami akan terus mengawal dan mendorong penegakan hukum yang transparan dan adil di Kabupaten Subang. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” tegas LPI TIPIKOR.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait status kios maupun pihak-pihak yang diduga terlibat. (Asp)

Bupati Tangerang Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Pakuhaji

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Pakuhaji, Kamis (15/1/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, serta jajaran Pemerintah Kecamatan Pakuhaji menyerahkan bantuan logistik dan meninjau langsung sejumlah titik banjir.

“Hari ini kami hadir untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapatkan bantuan dan perhatian dari pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang sedang terdampak musibah banjir. Kami juga melihat kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi akar permasalahan penyebab terjadinya banjir di wilayah tersebut,” ujar Bupati Measyal Rasyid

Pihaknya memastikan kondisi kesehatan warga terdampak, khususnya warga yang sakit mendapatkan pelayanan dan penanganan yang optimal. Untuk itu, dia menginstruksikan Puskesmas setempat untuk melakukan jemput bola dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami minta Puskesmas aktif melakukan jemput bola, terutama bagi warga yang sakit dan tidak bisa datang langsung ke fasilitas kesehatan. Jangan sampai ada warga yang terlambat mendapatkan pelayanan medis,” tegasnya.

Bupati Tangerang juga menginstruksikan agar lokasi-lokasi dapur umum terus ditambah guna memastikan kebutuhan makanan warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik.

“Saya minta dapur umum ditambah agar kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak bisa terpenuhi dengan baik, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya melakukan penanganan darurat sekaligus langkah-langkah lanjutan untuk meminimalkan risiko banjir dan memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

Adapun bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir meliputi: beras, mi instan, sarden, air mineral, perlengkapan bayi (baby kits), pakaian anak (kidswear) dan selimut

Bantuan tersebut disalurkan ke beberapa lokasi, yakni Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji, Desa Pangkalan Kecamatan Teluknaga, serta Posko Polsek Pakuhaji. (Red)

Bupati Tangerang Resmikan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang di Balaraja

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 8 Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Balaraja, Kamis (15/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama, jajaran pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian dan pembangunan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang. Ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkarakter, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menegaskan bahwa peresmian MTs Negeri 8 ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan berbasis keagamaan, guna mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Pihaknya berharap keberadaan MTs Negeri 8 di Kecamatan Balaraja dapat semakin memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat sekitar serta menjadi pusat pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

“Kami berharap madrasah ini mampu mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah, serta mampu berkontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa,” ujarnya.

Pihaknya pun mendorong pengelola madrasah untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, mutu tenaga pendidik, serta pengelolaan pendidikan agar MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi.

"Dengan diresmikannya MTs Negeri 8 Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pemerataan layanan pendidikan semakin meningkat dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Balaraja dan sekitarnya," pungkasnya. (Red)

Wabup Intan: Pelaksanaan Program Gerebek Posyandu Tulip 5 Jambe Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

TANGERANG, lensafokus.id –Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, melakukan monitoring pelaksanaan Gerebek Posyandu dan menyerahkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa makanan bergizi dan susu di Posyandu Tulip 5, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bayi, dan balita, Kamis (15/01/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menyampaikan bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan pelayanan dan pendampingan kesehatan masyarakat di tingkat desa bahkan sampai ke tingkat RT dan RW. Program Gerebek Posyandu ini menjadi langkah strategis multisektor untuk memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan optimal serta memperkuat pencegahan stunting sejak usia dini. Pelaksanaan program ini juga semakin memperkuat layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

“Melalui program Gerebek Posyandu, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh Posyandu aktif, berkualitas, dan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi multisektor antara pemerintah, kader Posyandu, masyarakat, akademisi dan swasta,” ujar Wabup Intan

Lanjut dia, program Gerebek Posyandu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara serentak dan berkala di seluruh Kabupaten Tangerang, sepanjang tahun 2026. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, menurunkan angka stunting, serta menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

“Monitoring ini dilakukan secara bergiliran dan berkeliling ke seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Tangerang, baik yang dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Wakil Bupati, maupun yang diwakili oleh camat dan ketua TP PKK kecamatan masing-masing,” imbuhnya

Menurut dia, pelaksanaan program Gerebek Posyandu tidak hanya pelayanan fisik, namun juga diisi dengan edukasi kesehatan kepada para orang tua, ibu hamil dan kader Posyandu. Edukasi tersebut menekankan pentingnya pola asuh yang tepat, asupan gizi seimbang, serta upaya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak masa kehamilan.

“Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya imunisasi lengkap bagi bayi sebagai perlindungan dasar terhadap berbagai penyakit serta upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan melalui pemeriksaan kehamilan rutin dan persalinan yang aman,” tandasnya

Pelaksanaan Gerebek Posyandu Tulip 5, Desa Jambe Dalam menyasar 65 daduta (bawah dua tahun), 256 balita, dan 12 ibu hamil yang berada di lingkup sasaran pelayanannya. Seluruh sasaran mendapatkan pelayanan yang meliputi penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemantauan status gizi, serta konsultasi kesehatan. Kegiatan Gerebek Posyandu Tulip 5 ini juga turut dihadiri oleh Camat Jambe, Ketua TP PKK Kecamatan Jambe, Kepala Desa Jambe, Ketua TP PKK Desa Jambe, serta para kader Posyandu yang selama ini berperan aktif dalam mendampingi dan melayani masyarakat.

“Kehadiran kami dan para pemangku kepentingan lainnya ini menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan nasional dan daerah,” pungkasnya. (Red)

Tinjau Banjir di Kresek, Bupati Tangerang Koordinasikan Penanganan dengan BBWS C3

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid didampingi Kapolres Tangerang dan sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, serta Camat Kresek meninjau langsung lokasi banjir di Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Rabu (14/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dengan warga terdampak guna menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat, sekaligus meninjau sejumlah titik banjir di wilayah Desa Pasir Ampo. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cidurian akan segera ditindaklanjuti secara serius.

“Banjir yang terjadi di Desa Pasir Ampo ini disebabkan jebolnya tanggul Sungai Cidurian yang merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWS C3) Kemen PU, Kami akan langsung berkoordinasi dan hadir ke BBWS C3 untuk membahas langkah-langkah konkret penanganannya,” tegas Bupati Maesyal Rasyid

Dia menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mengawal proses penanganan banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, agar kejadian serupa cepat ditangani secara serius dan tidak terus berulang

"Setelah ini, kita akan ke Balai Besar C3 Kementerian PU di Serang dan berkoordinasi langsung agar penanganan banjir di Kecamatan Kresek segera ditangani dan kami siap membantu penuh apabila juga dimintain bantuan agar masyarakat dapat merasa lebih aman," tandasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik wilayah yang unik karena berada di antara dua wilayah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai, yakni BBWS Ciliwung–Cisadane (C2) dan BBWS Cidanau–Ciujung–Cidurian (C3).

“Kondisi ini menuntut koordinasi yang intensif dengan instansi vertikal. Kami terus menyampaikan program-program yang menjadi kewenangan bersama, termasuk hasil survei dan langkah-langkah yang telah dilakukan, agar masyarakat mengetahui bahwa pemerintah hadir dan bekerja,” ujarnya di Kantor Balai BBWS C3 Serang.

Pihaknya menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkolaborasi dengan BBWS C3, baik melalui program maupun dukungan anggaran sesuai kewenangan masing-masing, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat meskipun hasilnya belum dapat dirasakan secara maksimal dalam waktu singkat.

"Diharapkan dengan sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal seperiti BBWS, dan aparat keamanan, diharapkan penanganan banjir di Desa Pasir Ampo dan wilayah sekitarnya dapat dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Kepala Balai BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengupayakan penanganan darurat dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia, termasuk optimalisasi sisa anggaran serta kegiatan pemeliharaan rutin dan berkala.

“Kami akan melakukan penanganan jangka pendek seperti pengerukan, normalisasi, dan perbaikan tanggul yang mengalam kerusakan Untuk penanganan permanen Sungai Cidurian, kami juga tengah mengupayakan mekanisme penganggaran dan pelelangan agar dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Lanjut dia, BBWS C3 telah mengusulkan penanganan menyeluruh Daerah Irigasi Cidurian melalui program jangka panjang, disertai langkah-langkah sementara guna mengurangi dampak banjir yang dirasakan masyarakat. (Red)

Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Diresmikan sebagai Zona Literasi Digital

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang meresmikan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang sebagai Zona Literasi Digital. Peresmian tersebut menandai pemanfaatan kawasan ikonik ini sebagai ruang publik berbasis edukasi dan teknologi digital.

Dalam kesempatannya Asisten Daerah bidang Administrasi Umum Firzada Mahalli menyampaikan Tugu Titik Nol tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga menjadi simbol identitas, arah pembangunan, dan kebanggaan daerah.

“Tugu Titik Nol merupakan simbol awal dan jati diri Kabupaten Tangerang. Dari titik ini kita menegaskan arah pembangunan sekaligus mengingatkan pada sejarah dan cita-cita bersama masyarakat,” ujarnya, Kamis (15/01/2026)

Tugu Titik Nol yang dibangun pada tahun 2025 tersebut memiliki luas sekitar 1.100 meter persegi. Kawasan ini dimanfaatkan sebagai Zona Literasi Digital dan ke depan akan dikembangkan menjadi Technopark.

Sebagai Zona Literasi Digital, area Tugu Titik Nol telah dilengkapi fasilitas internet gratis yang dapat diakses masyarakat setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, serta sarana pendukung literasi digital lainnya.

Seleain itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Erwin Mawandy menambahkan, hal ini menjadi momentum untuk memperkenalkan Tugu Titik Nol kepada masyarakat luas sekaligus membuka ruang partisipasi publik agar kawasan tersebut dapat berkembang sebagai ruang edukasi, ruang interaksi sosial, dan ruang publik yang inklusif.

"Kami berharap keberadaan Zona Literasi Digital ini dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan informasi di era digital," Kata Erwin.

Dalam peresmian hadir ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, serta berbagai siswa untuk di kenalkan fasilitas yang dapat di manfaatkan sebagai sarana edukasi. (Red)

Pemkab Tangerang Tandatangani PKS-KEK Dengan Universitas Prastiya Mulya

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Universitas Prasetiya Mulya menandatangani Perjanjian Kerja Sama Kawasan Ekonomi Kreatif (PKS-KEK). Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Sekretaris Daerah Kab. Tangerang, Soma Atmaja di Ruang Rapat Wareng, Rabu (14/1/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa PKS-KEK tersebut melibatkan 12 kecamatan dan 12 desa yang akan menjadi pelaksanaan pengembangan Kawasan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya yang akan membantu membantu memfasilitasikan sekaligus merumuskan kegiatan-kegiatan yang bisa di jalankan oleh masyarakat di 12 kecamatan 12 desa

"Pemkab Tangerang dengan Universitas Prasetiya Mulya kerja sama, lokusnya ada 12 kecamatan dan 12 kepala desa terkait dengan ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif. Universitas Prasetiya Mulya akan membantu memfasilitasikan sekaligus merumuskan tentang kegiatan-kegiatan yang bisa di jalankan oleh masyarakat kita di 12 kecamatan 12 desa obyek," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, pihak kecamatan, desa maupun masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sama untuk kemajuan wilayahnya masing-masing baik dari sisi pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

"Baik pemerintah dalam hal ini, kecamatan, desa dan masyarakat harus mempunyai dan paham tanggung jawabnya masing-masing. Kecamatan dan desa dari sisi pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan, masyarakat juga sama harus mendukung dan berpartisipasi aktif untuk kemajuan bersama," tandasnya

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Universitas Prasetiya Mulya atas kerja sama yang telah dilakukan untuk bersama-sama berupaya memberikan kepastian aktifitas, usaha dan pendapatan sesuai dengan potensi dan karakter masing-masing wilayah lokus pelaksanaan program.

"Kami sangat menghormati dan menghargai kedatangan dari Universitas Prasetiya Mulya langsung oleh Pak rektornya Bapak Hassan Wirajuda. Alhamdulillah terus peduli mengikuti perkembangan di Kabupaten Tangerang terkait dengan kerja sama kawasan ekonomi kreatif dan dunia pendidikan," ujarnya

Sementara itu, Rektor Prasetiya Mulya, Hassan Wirajuda memastikan bahwa PKS-KEK yang ditandatangani bersama tersebut bukan hanya ceremonial semata. Pihaknya serius dan fokus untuk mewujudkan bentuk yang konkret, khususnya dalam hal pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sesuai dengan potensi dan karakter wilayah lokus yang telah ditetapkan

"Kita bukan sekedar bicara tapi juga ingin mewujudkan kerjasama dalam waktu yang sudah dipastikan dan sudah ditandatangani dengan 12 Camat dan 12 Kepala Desa. Dokumen PKS Universitas Prasetiya Mulya fokusnya memang UMKM dan ekonomi kreatif," tandas Hassan Wirajuda

Dia menambahkan Universitas Prasetiya Mulya mempunyai misi yang besar membantu meningkatkan kapasitas UMKM di Kabupaten Tangerang

"Kami mempunyai misi yang besar bagaimana Universitas Prasetya Mulya dapat membantu usaha kecil dan menengah juga membantu serta mendorong kehidupan universitas yang lebih plural," pungkasnya. (Red)

Syukuran Kantor Baru, KWRI DPC Kabupaten Tangerang Awali Babak Baru Organisasi

TANGERANG, lensafokus.id – Suasana penuh kekeluargaan mewarnai acara syukuran kantor baru Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) DPC Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Ruko Batara, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Rabu (14/1/2026).

Syukuran ini menjadi penanda resmi ditempatinya kantor dua lantai yang kini difungsikan sebagai sekretariat KWRI DPC Kabupaten Tangerang. Acara tersebut sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas terbentuknya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Heriyanto.

Ketua KWRI DPC Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyampaikan bahwa syukuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mempererat kebersamaan antaranggota serta memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

“Syukuran ini adalah bentuk rasa syukur kita bersama. Kantor ini milik seluruh anggota, mari kita rawat, kita jaga, dan kita manfaatkan untuk membesarkan KWRI DPC Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Sekretaris Desa Pasanggrahan Agung Budiyanto, para pembina dan penasehat KWRI, serta jajaran anggota. Kebersamaan yang terbangun mencerminkan semangat persatuan dalam tubuh organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Agung Budiyanto mengungkapkan apresiasi atas berdirinya kantor KWRI di wilayah Desa Pasanggrahan. Ia menilai kehadiran KWRI dapat menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami merasa bangga karena Desa Pasanggrahan menjadi tempat berdirinya kantor KWRI DPC Kabupaten Tangerang. Semoga sinergi yang terjalin ke depan semakin baik,” tuturnya.

Dengan digelarnya syukuran ini, KWRI DPC Kabupaten Tangerang diharapkan semakin solid, berdaya, dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah melalui karya-karya jurnalistik yang berimbang dan bertanggung jawab. (Asp)

Rumah Warga Talok Roboh Diterjang Hujan dan Angin, Bupati Tangerang Turun Langsung Beri Bantuan

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi rumah Ibu Sati (63), seorang janda warga Desa Talok, Kecamatan Kresek, yang roboh akibat hujan deras disertai angin kencang, beberapa hari yang lalu. Rabu, (14/1/26).

Pada kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi anggota DPRD, Camat Kresek, Kades beserta perangkat Desa Talok meninjau langsung kondisi rumah Ibu Sati dan memberikan bantuan pembangunan ulang rumah yang mengalami kerusakan parah akibat hujan yang terus-menerus dan terpaan angin.

Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa rumah Ibu Sati yang roboh perlu segera diperbaiki secara gotong royong seluruh pihak agar dapat kembali layak huni.

“Ini rumah Bu Sati yang pada hari Senin terkena hujan dan angin hingga roboh. Alhamdulillah hari ini kami datang bersama dewan, Pak Camat, Pak Lurah, dan warga untuk bergotong royong agar rumah ini bisa segera dibangun kembali, sehingga ibu tidak kehujanan lagi dan nyaman ditinggali,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menekankan bahwa perbaikan rumah Bu Sati tidak hanya difokuskan pada bangunan fisik semata, tetapi juga perlunya panataan agar rumahnya bisa lebih sehat dan layak serta nyaman.

“Nanti rumahnya akan ditata supaya lebih sehat, ada ventilasi, kamar mandi, dan kamar tidur, sehingga bersih dan sehat. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi Bu Sati, keluarganya, dan juga masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau seluruh jajaran kecamatan dan desa untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana. Ia juga meminta Camat, Kades, RW dan warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah sembarangan serta mengaktifkan kembali kerja bakti pembersihan saluran air agar tetap berfungsi dengan baik.

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir membantu warga yang terdampak bencana, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini. Saya mohon kepada camat, kades, RT, RW dan warga tetap waspada dan siap sedia. Aktifkan kembali kerja bakti membersihkan saluran air" tandasnya

Sementara itu, Ibu Sati menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang yang sudah membantu dan memberikan bantuan untuk membangun kembali rumah saya yang roboh,” ucapnya haru. (Red)

Page 8 of 244
Go to top