Berita Pendidikan Lensa Fokus

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri pameran otomotif terbesar se Asia Tenggara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang dibuka oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di ICE BSD City Pagedangan, Kab. Tangerang, Kamis (30/07/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan berharap penyelenggaraan GIIAS 2026 tidak hanya berdampak bagi industri otomotif nasional, namun juga berdampak bagi peningkatan investasi di Kabupaten Tangerang

"Kita berharap GIIAS sebagai pameran otomotif terbesar di Indonesia bahkan mungkin Asia ini tidak hanya memberikan dampak yang sangat positif bagi industri otomotif nasional tapi juga peningkatan investasi di Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan

Menurut dia, GIIAS 2026 tersebut merupakan momentum yang sangat baik untuk dapat mengenalkan dan mengembangkan potensi serta berbagai kemudahan di Kab Tangerang kepada para investor, baik dalam maupun luar negeri. Investasi di Kabupaten Tangerang pada semester I tahun 2026 telah mencapai sekitar 11 triliun lebih.

"Saat ini investasi di Kabupaten Tangerang masih didominasi PMDN, sekitar 60 persen lebih, sisanya berupa PMA. GIIAS ini merupakan momentum yang sangat bagus bagi kita untuk promosi segala potensi yang Kabupaten Tangerang miliki," ungkapnya

Lebih lanjut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa industri otomotif nasional telah berhasil berkembang menjadi salah satu basis produksi kendaraan terbesar di Asia Tenggara. Pencapaian tersebut tidak lepas dari sinergi yang kuat antara Pemerintah dan para pelaku usaha yang konsisten menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung Roadmap Pengembangan Industri Otomotif Nasional.

"Tahun ini, GIIAS ini diikuti oleh lebih dari 65 merek otomotif global. Selain menampilkan produk dan teknologi terbaru, GIIAS 2026 juga menghadirkan sarana edukasi dan diskusi strategis melalui GAIKINDO International Automotive Conference (GIAC) serta serangkaian seminar otomotif," pungkasnya

Sementara itu, Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa GIIAS merupakan bukti keberhasilan Indonesia yang mampu menyelenggarakan pameran otomotif skala besar setiap tahun dengan antusiasme yang terus meningkat dan mencetak sejarah baru, mengungguli frekuensi pameran serupa di Tokyo yang digelar dua tahun sekali.

"GIIAS bukan sekadar ajang pameran penjualan kendaraan, melainkan etalase masa depan mobilitas Indonesia. Di sinilah para pemangku kepentingan memperlihatkan kepada publik arah teknologi kendaraan yang akan dikendarai masyarakat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan," ungkap Agus

Lanjut dia, transisi energi multijalur dan berdaulat mendorong transformasi menuju kendaraan rendah emisi berlangsung sangat cepat. Untuk itu, Kementerian Perindustrian berkomitmen penuh sebagai mitra strategis yang siap mendengarkan, memfasilitasi, dan mendukung terciptanya gagasan-gagasan baru demi kemajuan otomotif Indonesia.

"Penyelenggaraan GIIAS tahun ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap pasar Indonesia, dengan hadirnya 65 merek otomotif dunia serta lebih dari 150 perusahaan industri pendukung dari berbagai negara. Masa depan bukanlah sesuatu yang kita tunggu kedatangannya, melainkan sesuatu yang kita putuskan hari ini," imbuhnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja ke fasilitas produksi motor listrik di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7/26).

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Presiden meninjau secara langsung proses perakitan motor listrik, pengujian kualitas (quality control), hingga fasilitas konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Selain itu, Wapres juga berdialog dengan jajaran manajemen perusahaan dan para pekerja mengenai pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik kunjungan Wakil Presiden sebagai wujud perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan sektor industri di Kabupaten Tangerang, khususnya industri manufaktur yang mendukung program langit biru untuk mengurangi emisi karbon

"Keberadaan industri kendaraan listrik di Kabupaten Tangerang menjadi kebanggaan sekaligus peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung program transisi energi bersih yang dicanangkan pemerintah. Kami akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif agar industri dapat berkembang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, Kabupaten Tangerang memiliki posisi strategis sebagai kawasan industri nasional yang terus berkembang. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi serta mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan.

"Kunjungan Wakil Presiden tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN)," imbuhnya

Lanjut dia, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah yang banyak diminati para pengusaha, baik lokal maupun mancanegara. Sektor yang paling banyak diminati antara lain: jasa dan perniagaan, perumahan dan permukiman, kesehatan, pendidikan, manufaktur dan olahraga

"Kabupaten saat ini banyak diminati pengusaha yang bergerak di bidang: jasa dan niaga, pendidikan, kesehatan, pendidikan, olahraga, manufaktur sampai dengan pengembangan kawasan permukiman terpadu," ungkapnya

Dikutip dari berita yang direlease Dikominfo Kab. Tangerang dan berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dihimpun melalui sistem Online Single Submission (OSS) Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Kabupaten Tangerang pada triwulan II tahun 2026 mencapai sekitar Rp. 11,63 triliun dengan komposisi sekitar 60,7 persen berupa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sisanya 39, 3 persen berupa Penanaman Modal Asing (PMA). (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menerima Kunjungan Kerja (Kunker) dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Kunjungan tersebut dalam rangka studi komparasi terkait Optimalisasi Penyelenggaraan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dilangsungkan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Kamis (30/07/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyambut hangat kedatangan rombongan Pemkab Muara Enim. Dalam sambutannya, ia memaparkan bahwa Pemkab Tangerang terus berkomitmen menghadirkan jaring pengaman sosial bagi pekerja, khususnya di sektor informal dan rentan. Komitmen ini diwujudkan secara bertahap sejak tahun 2022 dan kini telah berhasil melindungi sekitar 500.000 jiwa pekerja.

"Kami menyambut baik dan merasa sangat bangga atas kunjungan persahabatan dari jajaran Pemkab Muara Enim. Kehadiran jaminan sosial bukan sekadar program administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Perlindungan sosial ini tidak hanya dirasakan saat terjadi risiko kerja, tetapi juga memberikan ketenangan bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, hingga ke tingkat pemerintah desa dan kelurahan. Keberhasilan melindungi ratusan ribu jiwa pekerja rentan ini adalah hasil kerja keras kolektif yang melibatkan banyak pihak.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Muara Enim Yulius, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan luar biasa dari Pemkab Tangerang. Ia mengungkapkan, tujuan utama kunjungan ini adalah untuk bertukar pengetahuan dan mereplikasi inovasi Pemkab Tangerang yang dinilai sebagai role model (percontohan) nasional dalam hal perlindungan pekerja informal.

"Kami datang ke sini untuk belajar banyak. Berdasarkan data yang kami peroleh, Kabupaten Tangerang adalah yang terbaik untuk cakupan pekerja informal. Kami sangat terkesan dengan capaian perlindungan hingga 500.000 pekerja, serta keberhasilan inovasi sistem pembayaran satu pintu untuk BPJS Ketenagakerjaan aparatur desa yang terbukti berjalan sangat efektif di sini," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara nasional masih terdapat ketimpangan antara capaian Jaminan Kesehatan (UHC) yang sudah menyentuh 90%, dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang baru mencapai angka 38%. Melalui studi komparasi ini, Pemkab Muara Enim menargetkan peningkatan cakupan kepesertaan pekerja rentan di wilayahnya, yang saat ini berada di angka 34,8%, untuk bisa menyentuh target 59,39% pada akhir tahun 2026.

"Pertemuan ini diharapkan menjadi sarana qpembelajaran dan kolaborasi antar daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat," tutupnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang menggelar Sosialisasi Literasi Digital di SMP Negeri 5 Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang penggunaan media sosial yang aman, bijak, dan bertanggung jawab.

Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, mengapresiasi Kepala SMP Negeri 5 Cikupa beserta jajaran yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan sekolah menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang cakap digital dan berkarakter.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala SMP Negeri 5 Cikupa beserta seluruh jajaran atas dukungan dan kepercayaannya kepada Diskominfo Kabupaten Tangerang. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar," ujar Diyan.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah menjadikan media sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar perlu memahami bahwa setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat berdampak pada masa depan.

"Apa yang kita unggah, komentari, maupun bagikan di media sosial akan menjadi jejak digital. Karena itu, gunakan media sosial dengan bijak karena jejak tersebut dapat memengaruhi kehidupan kita di masa mendatang," katanya.

Selain itu, para peserta juga mendapat edukasi mengenai bahaya cyberbullying atau perundungan siber. Tindakan seperti ejekan, penghinaan, hingga intimidasi di media sosial dapat memberikan dampak psikologis yang serius bagi korbannya.

"Kami berharap para siswa memiliki keberanian untuk mencegah dan melawan segala bentuk cyberbullying. Ruang digital harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan saling menghargai," tegas Diyan.

Di akhir kegiatan, Diyan mengajak para pelajar memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkreasi, meraih prestasi, dan menyebarkan konten positif.

"Jadilah generasi yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat dan menjadi agen penyebar energi positif di ruang digital," tutupnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensfokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong sinergi dan kolaborasi bersama antara pengembang dan masyarakat untuk mengelola sampah berbasis teknologi untuk kepentingan bersama.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat memimpin diskusi penanganan dan pengelolaan sampah bersama jajaran pemerintah daerah, pihak Kecamatan Sindang Jaya, pengembang kawasan Lavon Swan City, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Kawasan Lavon Desa Wanakerta, Kec. Sindang Jaya, Kamis (30/07/26)

"Kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi hanya ditumpuk. Sampah harus diolah agar juga dapat memiliki nilai ekonomi melalui teknologi yang tepat. Sekarang sudah banyak pilihan teknologi, tinggal kita memilih mana yang paling sesuai dengan karakteristik sampah di Kabupaten Tangerang," ungkap Wabup Intan.

Dia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penindakan saja. Untuk itu, Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan transformasi sistem pengelolaan sampah melalui penerapan berbagai teknologi yang lebih ramah lingkungan dan meninggalkan cara-cara konvensional seperti pembakaran yang banyak menimbulkan keluhan serta keresahan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan

“Beberapa alternatif teknologi yang tengah dikaji antara lain pirolisis untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak, produksi Refuse Derived Fuel (RDF), hingga teknologi waste to energy (WTE). Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan swasta dan pengembang Kawasan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik,” jelasnya

Lanjut dia, pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong setiap kawasan pengembang besar memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri sehingga sampah dari kawasan tersebut dapat diselesaikan di sumbernya dan tidak membebani tempat pembuangan akhir.

"Harapan kami, kawasan-kawasan besar seperti Lavon, Suvarna Sutera, Paramount, Summarecon, Sinar Mas, Ciputra maupun pengembang lainnya memiliki pengelolaan sampah sendiri dalam Kawasan. Dengan begitu sampah tidak harus keluar kawasan dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat," ujarnya.

Dia menyebut persoalan pembakaran sampah tidak bisa lagi dianggap sebagai hal yang biasa. Asap hasil pembakaran telah memicu banyak keluhan masyarakat karena mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan serta mengancam keselamatan apabila terjadi kebakaran yang lebih besar dan tidak tertangani. Pihaknya telah meminta camat beserta seluruh jajaran di wilayah untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap praktik pembakaran sampah terutama di musim kemarau ini. Langkah tersebut juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum agar memberikan efek jera kepada para pelaku.

"Keluhan masyarakat sangat banyak, bahkan banyak yang menyampaikan langsung kepada saya melalui media sosial terkait pembakaran sampah. Kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan, Saya sudah meminta pak camat untuk bertindak tegas. Kita juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar penanganan terhadap pelaku pembakaran sampah bisa dilakukan secara serius. Edukasi tetap dilakukan, tetapi penegakan aturan juga harus berjalan," tegasnya

Wabup Intan menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan kawasan khusus pengelolaan sampah sebagai pusat berbagai teknologi pengolahan sampah di masa mendatang. Kawasan tersebut diharapkan menjadi sentra pengelolaan modern yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap sistem penumpukan sampah konvensional. Selain itu perubahan pola pengelolaan sampah juga harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat yang didukung dengan teknologi, edukasi, serta kebijakan dan kolaborasi seluruh stakeholder yang konsisten dan berkelanjutan

"Persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perubahan pola pikir. Kita akan terus melakukan edukasi, memberikan penghargaan kepada wilayah yang berhasil mengelola sampah dengan baik, sekaligus menerapkan reward and punishment agar pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang semakin baik dan kualitas lingkungan masyarakat terus meningkat," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Explore Katarpreneur Talkshow Karang Taruna Kabupaten Tangerang, di Halaman Kantor Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok. Rabu malam (29/7/26)

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pemuda untuk memperkuat semangat kewirausahaan, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang inovatif dan mandiri.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi inisiatif Karang Taruna Kabupaten Tangerang yang telah menghadirkan kegiatan inspiratif bagi generasi muda. Menurutnya, Explore Katarpreneur merupakan langkah nyata dalam membangun kapasitas pemuda agar mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.

"Atas nama Pemerintah, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Karang Taruna Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya acara ini," ungkapnya.

Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan pertumbuhan sektor industri, UMKM, dan pasar yang terus berkembang. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu memanfaatkan peluang tersebut, bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja.

"Anak-anak muda Karang Taruna harus naik kelas dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," tegasnya.

Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa Karangtaruna Kabupaten Tangerang harus hadir di tengah masyarakat memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.

"Saya berharap karang taruna dapat membantu program pemerintah baik tingkat pusat, provinsi maupun daerah demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Tangerang Abdul Kodir mengatakan bahwa Explore Katarpreneur merupakan salah satu program strategis organisasi dalam mencetak generasi muda yang produktif, inovatif, dan memiliki daya saing melalui pengembangan kewirausahaan.

"Kami ingin Karang Taruna menjadi organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu melahirkan wirausahawan muda yang tangguh dan berdaya saing" ujarnya.

Acara Explore Katarpreneur Talkshow Karang Taruna Kabupaten Tangerang turut dihadiri Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional, Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tangerang, seluruh Ketua Karang Taruna Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, tokoh masyarakat, serta pemuda Karang Taruna dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. (Red)

Published in Banten

LEBAK, lensafokus.id – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Lebak menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Media Sosial bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM), Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas KIM sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menyebarluaskan informasi publik yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala DiskominfoSP Kabupaten Lebak, dr. Anik Sakinah, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan KIM memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam mengawal narasi pembangunan daerah.

"KIM adalah mitra pembangunan pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait kinerja pembangunan dan berbagai program yang dijalankan oleh pemerintah," ujar dr. Anik Sakinah saat membuka kegiatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) DiskominfoSP Kabupaten Lebak, Sehabudin, menjelaskan bahwa pembentukan kelembagaan KIM merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat penyebaran informasi yang benar sekaligus menangkal penyebaran disinformasi di ruang digital.

"Kelembagaan KIM dibentuk sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan benar, mengingat saat ini arus informasi di media sosial sangat cepat dan berpotensi memengaruhi masyarakat dengan informasi yang kurang tepat," jelas Sehabudin.

Bimbingan teknis tersebut juga menghadirkan Ketua Indonesia Content Creator Network (ICCN) Banten, Novianus Selva, sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia membekali peserta dengan strategi membuat konten media sosial yang menarik, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah konten tidak hanya ditentukan oleh tampilan visual, tetapi juga oleh manfaat informasi yang disampaikan kepada publik.

"Konten yang menarik adalah konten yang memang dibutuhkan masyarakat, seperti informasi layanan publik atau hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari, namun dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami," ungkapnya.

Melalui kegiatan Bimtek Media Sosial ini, DiskominfoSP Kabupaten Lebak berharap kemampuan anggota KIM dalam mengelola informasi dan memanfaatkan media digital semakin meningkat. Dengan demikian, penyebarluasan informasi mengenai pembangunan daerah dapat berlangsung lebih efektif, transparan, serta menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lebak. (C2p)

Published in Banten
Go to top