Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati Tangerang, Inta Nurul Hikmah secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan usaha bagi Wirausaha Baru (WUB) perempuan kepala keluarga. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja bekerja sama dengan PIK 2 tersebut digelar di Kantor Kecamatan Kronjo, Kamis (09/07/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasinya dan terima kasihnya kepada Dinas Tenaga Kerja dan PIK 2 dengan program CRS-nya yang tidak hanya memberikan pelatihan usaha namun juga memberikan peralatan usaha setelah pelatihan selesai, khususnya kepada ibu-ibu wirausaha baru di Kec. Kronjo.
"Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PIK 2 dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang yang telah menyelenggarakan pelatihan dan bantuan peralatan usaha untuk semua penerima manfaat," ujar Wabup Intan.
Dia mengungkapkan ada 8 set gerobak mie ayam yang diberikan kepada ibu-ibu kepala keluarga yang telah selesai mengikuti pelatihan untuk memulai usaha kulinernya.
"Hari ini jumlah penerimanya ada 16 orang dengan bantuan peralatan usaha sebanyak 8 set. Jadi ada gerobak, ada gas, ada mangkok dan lainnya. Setiap 2 orang penerima manfaat akan berbagi 1 set peralatan usaha," ungkapnya.
Wabup Intan menekankan kepada para penerima manfaat bahwa keadaan ekonomi sekarang ini banyak pengusahan dan pelaku usaha yang gulung tikar. Untuk itu, dia mendorong seluruh penerima manfaat terus berkreasi, berinovasi dan tidak mudah patah semangat agar mampu bertahan dalam mengembangkan usahanya untuk meningkatkan kesejahteraan.
"Jadi ibu-ibu harus pintar berkreasi dan berinovasi dan tekun agar tidak cepat bosan dan mampu bertahan usahanya. Ini kan boleh selain mie ayam, gerobaknya bisa jual es, mungkin bakso atau jual pangsit. Bisa digabung nih mie ayam dan apa," tandasnya.
Dia juga berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan yang telah diserahkan bisa dirawat dan dijaga.
Bantuan ini mohon dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Kalau jualan itu yang penting bersih, kitanya jangan jorok jadi orang juga makan higienis. Ibu-ibu kalau usaha juga harus tekun, pantang menyerah dan jangan mudah bosan," ujarnya.
Wabup Intan juga meminta pihak pemerintah desa bisa ikut membantu memonitor dan memfasilitasi lokasi-lokasi berjualan bagi para penerima manfaat agar tidak timbul persaingan tidak sehat di antara para pelaku usaha.
"Karena penempatannya satu desa, di Desa Pasilian. Pak kadesnya juga harus atur. Jangan berdekatan jualannya, misalnya dekat sekolah dan perumahan atau tempat lainnya, disebar supaya ibu-ibu bisa julan dengan nyaman untuk membiayai anak-anaknya," tegasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya bagi kelompok perempuan dan keluarga agar semakin mandiri, berdaya dan sejahtera.
"Saya berharap hal ini dapat mendorong kerja sama, kebersamaan, dan saling mendukung dalam mengembangkan usaha ke depan. Kita doakan semua penerimaan manfaat ini bisa berhasil bisa memberikan tambahan penghasilan agar para perempuan dan keluarganya semakin mandiri, sejahtera dan berdaya," harapnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rudi Lesmana melaporkan Dinas Tenaga kerja bekerja sama dengan program CRS PIK 2 sudah melatih beberapa wanita kepala keluarga dan memberdayakan usahanya.
"Bantuan fisik wirausaha baru untuk wanita kepala keluarga ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan dalam rangka membantu meningkatkan perluasan lapangan kerja," ungkap Rudi.
Pihaknya juga terus membuka kerja sama dengan dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan pelatihan informal yang diharapkan para pesertanya bisa langsung bekerja atau membuka usaha baru sesuai keahlian yang dimiliki.
"Kemarin kita sudah memberikan pelatihan service AC dan Pak Rio dari PIK 2 sudah memberikan peralatan. Insya Allah, mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut di wilayah lainnya," imbuhnya. (Red)
LEBAK, lensafokus.id – Tim monitoring Badak Banten Perjuangan melakukan pengecekan langsung terhadap pembangunan irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) milik P3A Karya Naga di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak. Langkah tersebut dilakukan menyusul beredarnya pemberitaan media online yang menyoroti penggunaan pasir halus dan mempertanyakan kualitas konstruksi bangunan.
Dari hasil peninjauan di lapangan, tim menyatakan kondisi fisik bangunan dinilai baik dan tidak ditemukan indikasi bahwa penggunaan pasir halus menyebabkan kualitas konstruksi menurun.
Anggota tim monitoring Badak Banten Perjuangan, Subandi, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan bangunan irigasi memiliki kualitas yang tidak kalah dengan konstruksi yang menggunakan pasir kasar.
"Setelah kami mengecek langsung di lokasi, kualitas fisik bangunan P3A Karya Naga dinilai baik. Tidak kalah dengan bangunan yang menggunakan pasir kasar," ujar Subandi.
Menurutnya, penggunaan pasir halus di wilayah Lebak Selatan bukan tanpa alasan. Pasir kasar cukup sulit diperoleh sehingga masyarakat memanfaatkan material yang tersedia, selama tetap memenuhi standar kualitas konstruksi.
"Yang terpenting bukan semata-mata jenis pasirnya, tetapi kualitas material dan hasil akhir bangunannya. Kalau kualitasnya baik, konstruksi juga akan kuat," tambahnya.
Hal senada disampaikan Yuda yang menilai penggunaan pasir halus tidak menjadi persoalan selama menghasilkan bangunan yang kokoh dan sesuai kebutuhan teknis.
"Tidak masalah pasirnya halus, yang penting kualitasnya bagus sehingga menghasilkan bangunan yang kuat dan berbobot," katanya di lokasi kegiatan.
Sementara itu, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI, Deri Sihabudin, menjelaskan seluruh pelaksanaan pembangunan mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta mendapat pendampingan teknis agar mutu pekerjaan tetap terjaga.
"Kami selalu memberikan arahan kepada kelompok agar pelaksanaan pekerjaan sesuai RAB. Penggunaan pasir halus tidak menjadi masalah selama material yang digunakan memenuhi kualitas sehingga hasil pembangunan irigasi tetap kuat," jelas Deri.
Terpisah, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni, mengingatkan seluruh pelaksana kegiatan P3-TGAI agar tetap mengedepankan kualitas pekerjaan dan menggunakan material terbaik yang tersedia.
"Fokuslah pada kualitas pekerjaan. Gunakan material yang baik agar menghasilkan bangunan irigasi yang kuat, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat," tegas Eli Sahroni yang akrab disapa King Badak. (C2p)