Berita Pendidikan Lensa Fokus

TANGERANG, lensafokus.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD) Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (21/1/2026).

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan Mars KWRI, menandai dimulainya rangkaian pelantikan kepengurusan baru organisasi wartawan tersebut.

Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang H. Iwan Firmansyah Efendi yang mewakili Bupati Tangerang, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud, Kepala Dinas Kominfo Dian Mayang, Sekretaris Dinas Pendidikan H. Agus Supriyatna, perwakilan Dispora, Danramil Tigaraksa, serta jajaran pengurus KWRI pusat dan daerah. Hadir pula Ketua DPP KWRI yang diwakili Sekjen DPP KWRI, Drs. Mico Kasah, M.Si, Ketua Bidang Hukum dan LPBH, Damai Hari Lubis, Ketua DPD KWRI Banten yang diwakili Ari Ashari Manan, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang Heriyanto, Dewan Kehormatan dan Etik, Agie Rahmatullah, Dewan Pertimbangan, Sudirman Indra, aktivis Subandi Misbah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Plh Sekda H. Iwan Firmansyah Efendi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang periode 2026–2029.

“Pelantikan kepengurusan baru ini menunjukkan bahwa roda organisasi berjalan dengan baik. Proses regenerasi dan keberlangsungan organisasi dapat terlaksana secara tertib,” ujarnya.

Ia berharap KWRI Kabupaten Tangerang semakin dewasa dan matang dalam bersikap serta berpikir, sehingga mampu menjalankan organisasi sesuai aturan dan etika jurnalistik.

“Bangun koordinasi dan komunikasi yang baik antara pengurus, anggota, masyarakat, dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, insyaallah KWRI Kabupaten Tangerang dapat berkontribusi positif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Amud memberikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang.

“Kami berharap ke depan DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak swasta, serta elemen masyarakat lainnya,” tuturnya.

Ketua Umum DPP Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang diwakili Sekjen DPP, Drs. Miko Kasah, M.Si juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan pers harus diiringi dengan profesionalisme dan tanggung jawab.

“Kemerdekaan pers belum tentu melahirkan pers yang berkinerja baik tanpa integritas. Oleh karena itu, insan pers harus menjaga marwah kemerdekaan pers yang independen dan bermartabat,” tegasnya.

Ia pun berharap DPC KWRI Kabupaten Tangerang dapat bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan demi terwujudnya Kabupaten Tangerang yang gemilang.

Ketua terpilih DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Heriyanto, menyatakan komitmennya untuk mengemban amanah organisasi dengan sebaik-baiknya serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami siap menjalin hubungan baik dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah, termasuk Polres, Kodim, Kejaksaan, OPD, dan stakeholder lainnya. Semoga kepengurusan ini dapat membawa KWRI Kabupaten Tangerang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang sehingga berjalan lancar dan sukses. (Asp)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Al-Amjad, Rabu (21/1/26).

Peringatan tersebut dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Hj. Risma Maesyal Rasyid jajaran Forkopimda, unsur pimpinan DPRD, para kepala OPD, tokoh agama, serta para pegawai di lingkungan Pemkab Tangerang

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan momentum refleksi spiritual yang sarat nilai keimanan dan ketakwaan, khususnya kewajiban sholat lima waktu.

“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya sholat sebagai fondasi utama pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan integritas, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menambahkan, sholat berjamaah memiliki makna strategis dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan harmonis.

“Sholat berjamaah tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah. Dalam satu shaf, tidak ada perbedaan jabatan maupun kedudukan, semuanya setara sebagai hamba Allah,” tandasnya.

Dirinya pun mengajak seluruh ASN dan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menjadikan sholat sebagai sumber kekuatan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik. Ia juga meyakini, sholat yang dijalankan dengan kesadaran dan keikhlasan akan melahirkan etos kerja yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, penceramah KH. Fikri Jainudin MZ dalam tausiah keagamaannya menekankan bahwa sholat merupakan tiang agama sekaligus cermin kualitas keimanan seorang muslim.

“Jika sholatnya baik dan dijaga dengan istiqamah, insya Allah akhlaknya akan baik, hidupnya tertata, dan persaudaraan di tengah masyarakat akan semakin kuat,” ujar KH. Fikri Jainudin MZ.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga sholat berjamaah sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun ketenangan dan keberkahan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan penanaman bambu di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Cisoka. Kegiatan tersebut diikuti oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rabu (21/1/26).

Bupati mengatakan, penanaman bambu ini menjadi langkah awal pengembangan RTH berbasis bambu yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang. Pembangunan ruang terbuka hijau akan menjadi fokus pemerintah daerah di seluruh kecamatan.

“Alhamdulillah, sesuai dengan RPJMD yang telah ditetapkan, kita fokus membangun ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan. Hari ini kita mulai dari Kecamatan Cisoka dengan penanaman bambu di area yang telah dipersiapkan. Ke depan, kawasan ini akan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang terbuka publik untuk wisata, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Tangerang.

Ia menambahkan, pembangunan RTH bambu juga sejalan dengan prioritas pelestarian lingkungan di Kabupaten Tangerang. Bambu dipilih karena memiliki nilai ekologis sekaligus menjadi ciri khas daerah.

“Pelestarian lingkungan menjadi prioritas utama pembangunan daerah, khususnya pelestarian bambu yang merupakan ciri khas Kabupaten Tangerang. Bahkan bambu menjadi bagian dari identitas kita yang tertanam dalam logo Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menyampaikan bahwa bambu memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang kuat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Pihaknya optimis, dengan bambu sektor ekonomi kreatif dan industri kreatif dapat berkembang dan menyejahterakan masyarakat

“Bambu merupakan sejarah, identitas, dan budaya Kabupaten Tangerang. Bahkan tertanam di dalam logo daerah. Hari ini kita bersepakat bahwa kejayaan bambu yang dahulu menjadi identitas kita harus dibangkitkan kembali,” ungkap Erwin.

Dia menjelaskan, pengembangan RTH Bambu Cisoka akan dilakukan secara bertahap. Saat ini pemerintah daerah masih dalam tahap pematangan lahan, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bambu setiap bulan dengan varietas yang berbeda.

“Saat ini sudah ada 17 varietas bambu. Setiap bulan akan kita tambah koleksinya. Pada APBD Perubahan nanti, sarana prasarana pendukung seperti area parkir, gerbang, sarana UMKM, jogging track, toilet, dan musholla juga akan disiapkan. Target kami, akhir tahun 2026 kawasan ini sudah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai elemen ruang terbuka hijau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Pemerintah harus hadir untuk menguatkan dan mengembangkan kembali ekonomi kreatif berbasis bambu karena ini adalah identitas sejarah dan budaya kita,

“Selain sebagai RTH, bambu memiliki banyak manfaat, terutama dari sisi ekonomi kreatif. Pada tahun 1920-an, topi bambu dari Kabupaten Tangerang sudah dikirim ke Eropa dan hingga kini para pengrajinnya masih ada,” ujarnya.

Pihaknya pun optimistis, pada awal tahun 2027 RTH Bambu Cisoka sudah benar-benar dapat dinikmati masyarakat untuk kepentingan wisata, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

“Di tahun 2026 juga telah ditargetkan pembangunan enam RTH di kecamatan lainnya. Sesuai RPJMD, di akhir masa jabatan Pak Bupati, seluruh 29 kecamatan akan memiliki ruang terbuka hijau, dengan bambu sebagai identitas masing-masing kecamatan, seperti bambu cendani di Rajeg atau bambu kuning di Mauk,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Rabu (21/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa kunjungannya bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, Camat Teluknaga, serta unsur Forkopimcam setempat merupakan wujud respons cepat atas aduan masyarakat terkait banjir yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir

"Ini adalah bentuk respond cepat dan tindak lanjut atas laporan warga Desa Lemo terkait banjir. Kita bersama turun langsung ke lapangan juga untuk melihat secara langsung kondisi yang ada dan mencari akar permasalahan penyebab banjir,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, Bupati Tangerang bersama rombongan juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir di Desa Lemo sebagai bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.

Dia menandaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk menangani permasalahan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Hasil temuan di lapangan ini akan langsung kami tindaklanjuti. Besok kami akan memanggil pihak pengembang, mengumpulkan dinas-dinas terkait, serta melibatkan masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dia juga menambahkan bahwa aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan secara langsung tersebut akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.

“Tadi kita sudah mendengar langsung keluhan masyarakat. Besok akan kita rapatkan dan kita putuskan langkah-langkah ke depan agar ke depan Desa Lemo tidak lagi menjadi wilayah langganan banjir,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

"Penanganan banjir ini tidak bisa dilakukan sendiri. Koordinasi dan sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar solusinya nanti bisa menyeluruh, efektif dan berkelanjutan. Kita akan terus perkuat itu demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Pasar Kemis secara resmi menetapkan arah pembangunan untuk tahun anggaran 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang digelar di Gedung Serba Guna Kecamatan Pasar Kemis, Rabu (21/1/2026). Forum ini menjadi momentum krusial dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan strategis Kabupaten Tangerang.

Camat Pasar Kemis, Nurhanudin mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proses musyawarah yang telah dimulai dari tingkat desa dan kelurahan tersebut. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk anggota DPRD tingkat Kabupaten maupun Provinsi, dinilai memperkuat legitimasi aspirasi masyarakat yang masuk.

Sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku, Kecamatan Pasar Kemis telah mengerucutkan aspirasi warga menjadi 50 usulan prioritas. Usulan ini nantinya akan diperjuangkan dalam Forum Perangkat Daerah tingkat Kabupaten Tangerang.

"Kami mengajukan 50 usulan prioritas untuk masuk ke forum tersebut yang nantinya akan menjadi program kegiatan di perangkat daerah. Namun, usulan lain yang menjadi kewenangan kelurahan, desa, dan kecamatan juga kami usulkan," jelas Camat Pasar.

Senada dengan tema besar pembangunan tahun ini, yaitu optimalisasi sektor industri dan perdagangan serta pertahanan berkelanjutan, Camat menegaskan bahwa mayoritas usulan diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi lokal.

"Kami menekankan pada penguatan UMKM di Kecamatan Pasar Kemis. Mayoritas usulan kita utamakan bagaimana UMKM bisa lebih berdaya lagi, sehingga mereka mampu menjadi penunjang utama ekonomi di wilayah kita," tambahnya.

Menanggapi harapan masyarakat, Camat meminta warga untuk tetap optimis. Ia meyakinkan bahwa setiap aspirasi yang masuk akan diupayakan secara maksimal melalui sinergi dengan para legislatif (Dewan) di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Camat memaparkan bahwa pada tahun anggaran 2026, realisasi pembangunan di Pasar Kemis sangat signifikan.

"Tahun ini (2026) kegiatan yang terealisasi banyak sekali. Terlihat dari jumlah anggaran yang masuk ke Kecamatan Pasar Kemis mencapai hampir Rp60 miliar. Ini menunjukkan bahwa aspirasi yang disampaikan masyarakat selama ini tidak sia-sia dan benar-benar diperjuangkan," tegasnya.

Ketua Forum UMKM Kecamatan Pasar Kemis, Rahayu, memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para pelaku usaha dalam proses perencanaan ini. Menurutnya, tersedianya ruang promosi dan pameran produk unggulan selama acara berlangsung menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan.

"Kami berharap hasil Musrenbang ini melahirkan program yang membuat UMKM lebih berdaya saing, sehingga pembangunan berjalan inklusif dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga," tutur Asyirah. (Red)

Published in Banten

Tangerang. lensafokus.id - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tangerang Laksanakan acara Milad yang ke 32 tahun,  acara milad MAN pada tahun 2026 kali ini dengan mengusung tema " Mencetak generasi masa depan ", acara tersebut di laksanakan di halaman sekolah serta di hadiri oleh siswa-siswi, dewan guru dan para tamu undangan lainya, (21/01/26).

Dalam pelaksanaan kegiatan Milad tersebut walaupun sederhana tetapi penuh rasa khidmat, bahkan siswa - siswi sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut, sehingga acara dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Kepala sekolah MAN 1 Kabupaten Tangerang H. Kustiono. S.Pd. M.Pd kepada awak media mengatakan, pada momentum milad yang 32 tahun 2026 kali ini kita mengusung tema, Mencetak generasi masa depan, sesuai dengan kemajuan dan perkembangan jaman, sehingga apa yang kita tuangkan dalam tema itu merupakan kegiatan sehari-hari dalam (KBM) katanya.

Lebih lanjut H. Kustiono, melalui kegiatan ini, semoga di harapkan siswa - siswi MAN 1 Tangerang ini bisa menjadi generasi masa depan yang cemerlang, sehingga dapat berguna bagi bangsa Indonesia dan mengedepankan nilai-nilai agama, imbuhnya.

"Saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada panitia dan dewan guru atas terlaksananya kegiatan ini, dan tidak lupa ucapan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah dapat hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut diatas," pungkasnya. (Heri)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Solear melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027 sebagai forum penetapan arah pembangunan berbasis aspirasi masyarakat yang digelar di GSG Kecamatan Solear, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penyelarasan usulan tujuh desa dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Tangerang.

Camat Solear, Rizkia Nurul Fajar menyampaikan bahwa musrenbang tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian pra-musrenbang desa yang telah dilaksanakan sebelumnya. “Hari ini, musyawarah pembangunan RKPD tingkat Kecamatan Solear tahun 2027 telah dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan musrenbang bertujuan menyerap dan menyepakati aspirasi masyarakat dari tujuh desa, yakni Cikasungka, Cikuya, Cirende, Cikareo, Solear, Munjul, dan Pasangrahan. “Musrenbang ini bertujuan menyerap aspirasi dan usulan-usulan dari masyarakat, khususnya di Kecamatan Solear yang terdiri dari tujuh desa itu,” kata Camat Solear.

IMG 20260121 WA0103

Dari hasil pembahasan, Kecamatan Solear telah merangkum 50 usulan prioritas sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis untuk dibawa ke tingkat kabupaten. “Yang kami sudah rekap sesuai dengan juklak dan juknis, 50 usulan yang akan dibawa ke tingkat musrenbang tingkat Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Camat Solear menambahkan, salah satu fokus utama pembangunan adalah sektor pariwisata dan perekonomian berbasis potensi lokal. “Dari Kecamatan Solear, mungkin dari sektor pariwisata ini yang pertama, kita punya makam keramat Solear, yang nanti kita tingkatkan keberadaannya itu menjadi cagar budaya,” ungkapnya.

Keunikan musrenbang juga tampak dari konsep acara yang menampilkan hasil pertanian berupa sayur dan buah-buahan sebagai cerminan kultur Solear. “Sesuai dengan kultur Kecamatan Solear itu, masyarakatnya masih banyak menjadi petani,” ujar Camat Solear seraya berharap pembangunan dan perekonomian ke depan semakin meningkat.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ustur Ubadi menyampaikan komitmen legislatif dalam mengawal hasil musrenbang tersebut. “Alhamdulillah, Musrenbang hari ini di Kecamatan Solear berjalan dengan lancar. Nanti, kita akan bahas bersama dengan tim TAPD melalui badan anggaran,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa prioritas hasil analisis Bappeda mencakup penanganan banjir, infrastruktur, dan persoalan mendasar lainnya agar program yang diusulkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kecamatan Solear. (Rosmala)

Published in Banten

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi Pengelola Sekolah Lansia (SL-BKL). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari kedepan, mulai 20 hingga 22 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat DP3AP2KB Kota Tangerang.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengelola fenomena penuaan penduduk (aging population). Ia menyatakan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan instrumen pembangunan kota.

"Melalui pembentukan Sekolah Lansia (SL-BKL), tentunya dengan dukungan multiple helix, kita dapat mewujudkan lansia tangguh yang SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat). Dengan begitu, pertumbuhan jumlah penduduk lansia tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi potensi luar biasa untuk Pembangunan Kota Tangerang," tegasnya.

Menurutnya, TOT ini didesain secara intensif untuk membekali para pengelola dengan kurikulum 7 Dimensi Lansia Tangguh (Spiritual, Fisik, Emosional, Intelektual, Sosial, Profesional Vokasional, dan Lingkungan). Fokus utama pelatihan tidak hanya pada aspek edukasi bagi lansia, tetapi juga pada penguatan dukungan keluarga.

"Tujuan kegiatan TOT hari ini, selain pengembangan dan peningkatan kualitas SDM pengelola sekolah lansia, juga bertujuan memberikan pemahaman dalam memberikan pelayanan terbaik bagi lansia dan keluarga lansia. Kami ingin meningkatkan pembinaan ketahanan keluarga lansia secara menyeluruh," sambungnya.

Ia menambahkan, melalui pendidikan non-formal yang diberikan oleh para kader yang telah terlatih, lansia di Kota Tangerang diharapkan mampu menjaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri.

"Kita ingin lansia di Kota Tangerang tetap berdaya. Dengan pemahaman yang baik mengenai kesehatan fisik dan mental, mereka bisa menjalani masa tua dengan bahagia dan tetap produktif di lingkungannya masing-masing," pungkasnya.

Dengan pelaksanaan TOT ini, Pemkot Tangerang optimis bahwa Sekolah Lansia Tangguh akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan ramah lansia di masa depan. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan mengimbau seluruh masyarakat wajib pajak agar patuh dan taat membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tepat waktu.

Kepala Bapenda Kota Tangerang, Dr. H. Kiki Wibawa, AP., M.Si, menegaskan bahwa kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami mengimbau kepada seluruh wajib pajak agar menaati kewajibannya membayar PBB-P2 tepat waktu demi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang pada tahun 2026,” ujar Kiki Wibawa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap optimalisasi penerimaan pajak daerah, Bapenda Kota Tangerang melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penyebaran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 untuk Buku I, II, dan III di 13 kecamatan se-Kota Tangerang. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 24 Januari 2026.

IMG 20260121 WA0100

Kiki menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan Pemerintah Kota Tangerang mengenai PBB-P2 Tahun 2026, sekaligus mendukung kelancaran proses distribusi SPPT kepada para wajib pajak.

“Melalui kegiatan ini, petugas di wilayah diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai PBB-P2 secara tepat, jelas, dan akurat kepada masyarakat wajib pajak di masing-masing lingkungan,” jelasnya.

Peserta sosialisasi terdiri dari para lurah, unsur Seksi Tata Pemerintahan kecamatan dan kelurahan, serta para ketua RW dan RT. Seluruh peserta dibekali informasi mengenai mekanisme penyebaran SPPT, ketentuan PBB-P2 Tahun 2026 untuk Buku I, II, dan III, serta peran strategis petugas wilayah dalam mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah.

Selain penyebaran SPPT, kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi antara Bapenda Kota Tangerang dengan petugas kewilayahan yang diberikan kewenangan, guna memperkuat sinergi pelayanan kepada masyarakat. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan proses penyampaian SPPT PBB-P2 dapat berjalan tertib dan pembayaran pajak dapat dilakukan tepat waktu.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar PBB-P2 terus meningkat, sehingga dapat mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kota Tangerang secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten
Go to top