BALARAJA, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Pekan Raya Balaraja ke-2 dalam rangka Milad ke-3 Balai Adat Balaraja di Alun-Alun Balaraja, Sabtu (22/8/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid acara tersebut selain menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat Balaraja juga sekaligus memperkenalkan potensi seni, budaya, UMKM, kuliner, dan kreativitas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Balaraja.
“Pekan Raya Balaraja bukan sekadar kegiatan hiburan dan perayaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk mempertemukan masyarakat, memperkuat silaturahmi, menghidupkan seni dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menyebut Balaraja memiliki sejarah, karakter, dan kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Tangerang. Karena itu, pelestarian adat dan budaya harus terus dilakukan sekaligus diwariskan kepada generasi muda.
“Menjaga adat dan budaya bukan berarti hanya mempertahankan masa lalu, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi masa depan,” katanya.
Bupati juga mengajak generasi muda Kabupaten Tangerang untuk lebih mengenal akar budayanya, menghargai para sesepuh, mencintai daerahnya, serta berani berkreasi dan berinovasi. Ia berharap keberadaan Balai Adat Balaraja dapat terus berkembang sebagai rumah bersama untuk pelestarian adat dan budaya, pendidikan karakter, serta penguatan persaudaraan masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan apresiasi kepada Balai Adat Balaraja, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah menggagas kegiatan ini. Semoga kegiatan menjadi rumah bersama untuk melestarikan adat budaya dan meneruskannya nilai-nilai luhur di dalamnya," ungkapnya
Selain itu, ia juga berharap Pekan Raya Balaraja dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM, seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, dan masyarakat untuk menampilkan karya terbaiknya.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi Balaraja, mulai dari seni budaya, kuliner, produk UMKM, kreativitas anak muda, hingga berbagai potensi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak ribuan masyarakat yang hadir untuk terus menjaga dan memperkuat semangat kebersamaan serta gotong royong dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, khususnya dalam menyukseskan pembangunan daerah
“Mari kita terus jaga semangat kenersamaan dan kegotong royongan ini. Mari kita terus bergerak bersama menuju Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi langsung rumah Ibu Suemah, warga Desa Kali Asin, Kecamatan Sukamulya, yang beberapa hari lalu mengalami roboh akibat erosi tanah dan angin, Jumat (21/8/26).
Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Camat Sukamulya Khalid Mawardi, Kepala Desa Kali Asin, Ketua RT, serta jajaran Puskesmas untuk melihat langsung kondisi rumah sekaligus memastikan kesehatan Ibu Suemah pascakejadian.
Bupati mengatakan, sebagian rumah Ibu Suemah roboh setelah kondisi tanah mengalami erosi dan diperparah oleh angin, hingga menyebabkan bagian kamar rumah tersebut runtuh beberapa hari yang lalu
“Kita hari ini melihat langsung rumah Ibu Suemah. Rumahnya roboh karena ada angin dan erosi tanah, hingga mengakibatkan bagian kamar di sebelahnya runtuh,” ujar Bupati.
Setelah melihat kondisi rumah secara langsung, Bupati menginstruksikan agar rumah tersebut segera dibangun kembali menjadi hunian yang lebih sehat dan nyaman bagi Ibu Suemah.
“Insyaallah hari Minggu besok, dua hari lagi, rumah ini akan kita bongkar dan kita bangun kembali menjadi rumah yang sehat dan nyaman,” ungkapnya.
Selain memastikan pembangunan rumah, Bupati juga meminta jajaran Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kondisi Ibu Suemah yang sempat mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut.
“Mudah-mudahan Ibu Suemah yang kemarin terkena runtuhan ini bisa cepat kembali pulih sehat karena langsung ditangani oleh Puskesmas,” katanya.
Ia menegaskan bahwa penanganan rumah warga yang terdampak bencana merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus menggerakan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat
“Ini artinya gotong royong bersama masyarakat. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ibu Suemah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan langsung oleh Bupati Tangerang dan jajaran pemerintah daerah.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran atas bantuan dan kepeduliannya. Alhamdulillah, rumah saya bisa segera dibangun agar bisa aman dan nyaman ditinggali," ucapnya penuh haru. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kinerja Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajarannya yang terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penemuan dan penanganan Tuberkulosis (TB).
Apresiasi tersebut disampaikan Wamenkes Benyamin saat meninjau langsung pelaksanaan program Desa Siaga TB di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8/26).
“Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Tangerang yang dipimpin Pak Bupati bersama jajaran, luar biasa. Saya sangat mengapresiasi berbagai program kesehatan yang dilakukan,” ujar Benjamin.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan X-ray atau rontgen, serta berbagai layanan kesehatan masyarakat yang digelar
Benjamin mengatakan kunjungannya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional, salah satunya pemberantasan TB. Menurut dia, Indonesia sendiri masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia sehingga percepatan penemuan dan pengobatan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.
“Kami datang ke sini sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional. Ternyata CKG dilakukan dengan X-ray. Kalau ada kelainan paru maupun kelainan lainnya bisa ditemukan. Selain itu, CKG juga memeriksa hipertensi, diabetes dan penyakit lainnya,” ungkapnya.
Benyamin menilai Kabupaten Tangerang bersama Provinsi Banten memiliki kinerja yang sangat baik dalam penemuan kasus TB. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, PKK dan para kader kesehatan.
"Saya berharap pola kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penemuan kasus, pengobatan dan pencegahan TB, dan Kalau melihat kinerja dengan penduduk 3,5 juta, Pak Bupati Tangerang sangat luar biasa sekali kerjanya di bidang kesehatan,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat karena kesehatan menjadi dasar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, Kabupaten Tangerang memiliki tantangan besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau masyarakat.
“Karena penduduk kita besar, maka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus mendapatkan respons yang cepat. Untuk kesehatan, kita bahkan mengalokasikan sekitar 24 persen APBD untuk mendukung berbagai program kesehatan,” jelas Bupati Maesyal Rasyid
Ia menambahkan, Pemkab Tangerang juga terus memperkuat pelayanan berbasis masyarakat melalui Posyandu, mulai dari pelayanan balita, lansia, pencegahan stunting, kesehatan paru hingga pemeriksaan penyakit lainnya.
“Semua harus sehat terlebih dahulu baru bisa beraktivitas. Kalau derajat kesehatan masyarakat meningkat, maka SDM kita juga semakin baik. SDM yang unggul akan mendukung terwujudnya daerah yang maju,” ujarnya.
Pemkab Tangerang pun terus mendorong masyarakat agar tidak malu dan takut melakukan pemeriksaan. Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin sehat dan produktif.
"Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Masyarakat tidak usah malu dan takut memeriksakannya," tandasnya
Sementara itu, salah satu penyintas TB asal Kampung Waru Dua, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Muhammad, membagikan pengalamannya selama menjalani pengobatan TB. Ia mengaku bersyukur berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan selama delapan bulan secara rutin di bawah pendampingan tenaga medis dari Puskesmas.
“Alhamdulillah saya sudah berhasil bebas dan sembuh dari penyakit TB. Itu semua berkat bimbingan dan arahan dari tenaga medis yang ada di Puskesmas,” ujar Muhammad.
Selama menjalani pengobatan, Muhammad mengaku disiplin mengonsumsi obat dan mengikuti arahan tenaga kesehatan hingga akhirnya dinyatakan sembuh.
“Saya selama delapan belas bulan menjalani pengobatan dan minum obat rutin. Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali dan sudah dinyatakan sembuh,” katanya.
Menurut Muhammad, kedisiplinan menjadi hal penting dalam proses pengobatan TB. Selain rutin mengonsumsi obat, ia juga berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
“Itu semua berkat kedisiplinan saya menjaga kebersihan dan juga rutin mengonsumsi obat,” tuturnya.
Kisah Muhammad menjadi bukti bahwa TB dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan dan mendapatkan pendampingan yang tepat dari tenaga kesehatan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Melalui sinergi lintas sektor, Kabupaten Tangerang terus menggenjot cakupan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, termasuk pelaksanaan screening Tuberkulosis (TBC) terintegrasi di Gedung Serba Guna Tigaraksa, Senin, (20/08/26).
Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, didampingi oleh Gubernur Banten, Andra Soni, serta Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi program prioritas kesehatan nasional di lapangan.
Wamenkes RI, Benjamin memberikan apresiasi tinggi atas capaian Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan CKG secara nasional.
"Kedatangan kami kesini untuk meninjau langsung program prioritas Presiden Prabowo bagaimana supaya masyarakat sehat dengan melakukan cek kesehatangratis. Provinsi Banten adalah provinsi yang CKG-nya yang tertinggi secara presentase di Indonesia. Demikian juga CKG dengan X-ray untuk deteksi TB.Angkanya yang tertinggi se-Indonesia menjadi contoh," ungkap Wamenkes.
Lebih lanjut, Wamenkes menekankan bahwa pemeriksaan ini sangat krusial untuk mendeteksi dini penyakit katastropik seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, yang sering kali tidak dirasakan gejalanya oleh penderita. Selain itu, program ini juga berfokus pada eliminasi TBC melalui screening terintegrasi.
Terkait teknis pelaksanaan, screening dilakukan melalui prosedur yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, dilanjutkan dengan rontgen bagi masyarakat yang terindikasi. Apabila hasil menunjukkan positif TBC, maka pasien akan langsung diberikan obat TB Sensitif Obat (SO) dan dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk penanganan lebih lanjut.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pemerintah provinsi Bersama pemerintah kabupaten/kota terus bahu-membahu menyukseskan program ini sebagai standar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Alhamdulillah provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten itu mengikuti cek kesehatan gratis. Kabupaten Tangerang juga telah melampaui 46%, hampir 6 juta warga Banten telah mengecek kesehatanya," ujar Gubernur Andra Soni.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyambut baik kehadiran Wamenkes dan Gubernur Banten yang memberikan dorongan moral bagi jajaran Pemkab Tangerang dalam melayani masyarakat.
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Pak Wamenkes dan Pak Gubernur yang telah hadir. Ini memotivasi kami bersama seluruh jajaran OPD, PKK, hingga tingkat kecamatan untuk terus meningkatkan jumlah masyarakat yang diperiksa, agar derajat kesehatan kita meningkat," pungkas Bupati Maesyal.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk terus memperkuatlayanan kesehatan dasar yang aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat, selaras denganvisi Indonesia Sehat yang dicanangkan pemerintah pusat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menyambut kedatangan Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Banten. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Kamis (20/08/2026).
Verifikasi lapangan ini merupakan tahapan krusial bagi Kabupaten Tangerang untuk memastikan kelayakan daerah berdasarkan sembilan indikator tatanan sehat. Tujuan utama dari penilaian dan evaluasi ini adalah mempersiapkan Kabupaten Tangerang agar dapat kembali merebut penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan, yakni Swasti Saba Padapa tingkat nasional.
Bupati Tangerang, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai dari tingkat provinsi maupun pusat. Dalam sambutannya, ia berharap kehadiran tim verifikasi dapat memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan pencapaian Kabupaten Tangerang Sehat yang selama ini telah diupayakan secara maksimal oleh berbagai pihak.
"Kami sangat berterima kasih karena evaluasi ini memberikan pandangan yang lebih objektif terkait kelemahan dan kelebihan kinerja kita selama ini. Catatan kekurangan yang ditemukan akan segera kami perbaiki, dan kami sangat percaya tim pembina KKS kita dapat bekerja sesuai dengan amanat untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi KKS, Siti Maryam, menjelaskan bahwa metode penilaian lapangan tahun ini dilaksanakan dengan skema yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tim verifikasi tidak langsung turun meninjau setiap lokus secara satu per satu, melainkan berfokus pada evaluasi pemaparan kelembagaan serta verifikasi kelengkapan dokumen dari kesembilan tatanan. Ia mengungkapkan kabar baik bahwa Kabupaten Tangerang telah sukses melampaui prasyarat utama untuk mengikuti tahapan bergengsi tingkat nasional ini.
"Syarat prasarana dasar Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan minimal 80 persen sudah terpenuhi, di mana pengakuan dari pusat mencatat Kabupaten Tangerang secara memuaskan sudah mencapai 86 persen," paparnya.
Lebih lanjut, Ketua Tim Verifikasi merinci sejumlah capaian luar biasa yang berhasil diraih Pemkab Tangerang berdasarkan pemeriksaan dokumen sejauh ini. Kinerja Tim Pembina dan Forum KKS mencatat skor sempurna yakni 100%, disusul oleh nilai sangat tinggi pada Tatanan Penanggulangan Bencana (91,07%), Perlindungan Sosial (90,39%), serta Tatanan Sehat Mandiri (88,79%).
"Terdapat catatan eskalasi pada beberapa sektor yang nilainya masih memerlukan pendalaman. Tatanan Pasar yang masih di angka 50%, Tatanan Perkantoran (68,18%), Tatanan Pariwisata (64,58%), dan Pokja (50%) diinstruksikan untuk segera melengkapi data bukti lapangan paling lambat pada tanggal 26 Agustus 2026," ungkapnya.
Menanggapi hasil evaluasi yang komprehensif tersebut, Ketua Tim Tangerang Sehat, Yani Sutisna, secara singkat dan lugas menegaskan kesiapan timnya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi. Ia memastikan bahwa seluruh Kelompok Kerja dan instansi terkait akan langsung bergerak maraton untuk merampungkan kekurangan kelengkapan dokumen sebelum batas waktu akhir penyerahan.
"Melalui sinergi yang terus berlanjut antara pemerintah daerah, forum KKS, dan masyarakat, Pemkab Tangerang sangat optimis mampu menuntaskan seluruh perbaikan prasyarat. Terpenuhinya seluruh indikator KKS ini diharapkan tidak sekadar menjadi pijakan untuk mengembalikan piala Swasti Saba Padapa, melainkan pembuktian nyata akan hadirnya lingkungan yang bersih, aman, dan sehat bagi seluruh warga," tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi Puskesmas Binong dan Puskesmas Kelapa Dua, sekaligus mengecek langsung layanan kesehatan yang dilakukan, Rabu (19/08/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi layanan kesehatan yang dilakukan kedua Puskesmas tersebut, mulai dari aspek kebersihan sampai dengan kecakapan petugas dalam melayani masyarakat
"Hari ini saya datang ke Puskesmas Binong dan dilanjut ke Puskesmas Kelapa Dua. Selama saya cek, alhamdulillah gedungnya, ruangannya bersih-bersih terus para perawat, petugasnya juga responnya cepat sekali untuk melayani pasien-pasien yang datang," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Ia menambahkan bahwa Puskesmas Binong dalam 1 hari bisa melayani sekitar 300 pasien dan Puskesmas Kelapa Dua mencapai sekitar 250 pasien sehari. Dia menandaskan semua yang datang dan membutuhkan pelayan harus dilayani dengan optimal.
"Pasien yang datang ke sini cepat harus dilayani dengan baik oleh teman-teman petugas yang ada di sini, baik dokternya, perawatnya, bidannya dan petugas yang lainnya," tegasnya
Menurut dia, layanan kesehatan yang baik, humanis dan cepat oleh Puskesmas merupakan bukti kepedulian dan kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan optimal
"Ini membuktikan bahwa kita selalu peduli dan perhatian kepada masyarakat, khususnya kepada pasien yang datang ke sini. Mereka bisa ditangani dan dilayani dengan baik. Kalau ada pasien yang perlu rujukan, langsung dirujuk oleh pimpinan Puskesmas dan bersama perawat dihantarkan langsung pakai ambulan ke rumah sakit yang telah ditunjuk dan tidak dipungut bayaran apa-apa," ungkapnya
Bupati Tangerang mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai Puskesmas tersebut atas pengabdian, dedikasi dan kesabarannya dalam melayani masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya.
"Kami terima kasih kepada seluruh pegawai yang ada di Puskesmas Binong dan Puskesmas Kelapa Dua serta Puskesmas-Puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Tangerang. Terus semangat untuk kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong Intervensi Terpadu Cegah Stunting (INOVASI TERPA GANTUNG) benar-benar menjadi pola penanganan Stunting yang lebih kolaboratif, efektif dan terpadu.
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Balita Kita Sehat, sekaligus mencanangkan program Intervensi Terpadu Cegah Stunting (INOVASI TERPA GANTUNG) di Kantor Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru, Rabu (19/08/26)
“Melalui INOVASI TERPA GANTUNG, kita ingin membangun pola penanganan yang lebih kolaboratif, efektif dan terpadu, sehingga setiap anak yang membutuhkan perhatian dapat segera diketahui dan mendapatkan intervensi yang sesuai, dengan melibatkan lebih banyak pihak, dan multi sektor,”
Ia menandaskan, pencegahan dan penanganan Stunting harus dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan, melalui pemenuhan gizi yang baik, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang sehat
“Stunting bukan hanya persoalan tinggi dan berat badan serta kesehatan anak tetapi berkaitan dengan bagaimana kita bersama mampu berkomitmen penuh atas tumbuh kembang serta kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” tandasnya.
Wabup Intan berharap Desa Klutuk dan Kecamatan Mekar Baru dapat menjadi contoh dalam pelaksanaan intervensi terpadu pencegahan stunting. Dia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah desa dan kecamatan untuk terus memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, serta seluruh unsur masyarakat.
“Data mengenai kondisi ibu dan anak juga harus terus diperbarui agar program yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan semangat gotong royong, kolaborasi dan kepedulian, kita optimistis dapat menciptakan generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas,” ujarnya
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu dan tenaga kesehatan yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peran para kader sangat penting karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan berbagai program kesehatan pemerintah.
“Saya juga berharap kegiatan Balita Kita Sehat tidak berhenti pada kegiatan seremonial hari ini. Pencanangan ini harus menjadi awal dari gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Mari kita bangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, lingkungan, masyarakat hingga pemerintah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Klutuk, Ubaedilah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan kepedulian Wabup Intan terhadap kegiatan Balita Kita Sehat dan INOVASI TERPA GANTUNG Desa Klutuk Kec. Mekar Baru. Kegiatan Balita Kita Sehat dan INOVASI TERPA GANTUNG tersebut merupakan program inovasi Pemerintah Desa Klutuk yang berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Kecamatan Mekar Baru.
“Kehadiran Ibu tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ujar Ubaedilah
Dia juga berharap Wabup Intan juga dapat membantu dan memfasilitasi berbagai upaya untuk mengatasi tantangan dan kendala yang dihadapi sehingga upaya pencegahan dan penanganan Stunting di Desa Klutuk dapat berjalan lebih baik lagi
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga menyerahkan secara simbolis bantuan telur dan melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG). (red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menutup secara resmi kompetisi sepak bola Liga Bola Open Turnamen PIK 2 yang digelar di Lapangan Satuan Radar (Satradar) 401 Tanjung Kait, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (18/8/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan selain menjadi wadah bagi para pesepak bola untuk menunjukkan kemampuan, turnamen ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat, sekaligus juga mendorong pemberdayaan serta perekonomian masyarakat desa.
"Kompetisi sepak bola ini selain mempererat silahturahmi dan menjaga kebugaran, masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk jualan, sehingga perekonomian masyarakat desa juga dapat berputar," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurutnya, olahraga, khususnya sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki penggemar dan fanatisme yang sangat tinggi serta mendorong munculnya potensi-potensi baru dari tingkat desa. Untuk itu dia juga menekankan pentingnya sportivitas dan saling menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan dalam setiap pertandingan
"Penutupan Liga Bola Open Turnamen PIK 2 ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, dan berbagai pihak dalam mengembangkan olahraga serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kompetisi tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, tidak hanya di Kabupaten Tangerang, tetapi juga meluas ke Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga daerah lainnya.
“Ini kita mulai dari Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan nanti bisa dilebarkan ke Tangerang Kota, Tangerang Selatan dan daerah lainnya,” ujarnya
Sementara itu, Komandan Satuan Radar 401 Tanjung Kait, Letkol Lek Aris Budi Wicaksono, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kompetisi sepak bola yang digelar tersebut merupakan kerja sama dengan PIK 2 dalam rangka memeriahkan dan menyemarakan HUT ke-81 RI
Dia juga melaporkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan meriah. Masyarakat juga dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dengan suasana yang kondusif.
“Kami bersyukur kompetisi ini dapat berjalan dengan aman, tertib dan meriah. Masyarakat juga sangat antusias menyaksikan pertandingan secara langsung,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan olahraga seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi sarana positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat serta membangun semangat sportivitas. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kabupaten Tangerang Tahun 2026 resmi ditutup di Hotel Yasmin, Kabupaten Tangerang, Selasa (18/8/26). Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 17 Agustus 2026 dengan Sistem Desa Bahagia tersebut menjadi rangkaian pembentukan karakter dan penguatan kesiapan Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bupati Maesyal menegaskan, nilai-nilai dan wawasan yang diperoleh selama pelatihan tidak boleh berhenti diterapkan setelah tugas sebagai Paskibraka selesai. Para peserta diminta membawa dan mengimplementasikan kedisiplinan, kepedulian, semangat gotong royong, dan pengalaman selama berada di Desa Bahagia kemb1ali ke sekolah, keluarga, serta lingkungan masyarakat.
“Tugas kalian sebagai Paskibraka mungkin telah selesai, tetapi tugas kalian sebagai generasi penerus bangsaq baru saja dimulai. Jadilah teladan dan jadikan nilai dan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk meraih cita-cita” tegas Bupati Measyal
Ia menjelaskan, Sistem Desa Bahagia menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta. Para pelajar yang berasal dari sekolah, keluarga, danq1 lingkungan berbeda dilatih dan dibina untuk hidup bersama, saling menghargai, saling membantu, serta membangun rasa persaudaraan.
“Menjadi generasi muda tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga harus memiliki kepedulian, karakter, semangat gotong royong, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya
Ia juga berpesan agar mereka terus belajar, berprestasi, memberikan manfaat, serta menjadiqq teladan bagi lingkungan. "Teruslah belajar dan berprestasi, jadilah teladan yang dapat menginspirasi serta memberikan manfaat bagi sekolah, keluarga dan masyarakat," pesannya
Bupati Maesyal juga menyampaikan selamat kepada seluruh Paskibraka1 Kabupaten Tangerang Tahun 2026 atas keberhasilan menyelesaikan pemusatan pelatihan dan penugasan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, panitia, orang tua serta seluruh pihak terkait atas dukungan, doa, keiklasan, tenaga dan pikiran yang telah dicurahkan untuk mendidik, melatih dan membina para peserta sehingga mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik
"Kami juga ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, panitia, orang tua serta seluruh pihak yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, doa, keiklasan dan perhatian selama proses pelatihan sehingga menghantarkan peserta dalam menyelesaikan seluruh rangkaian tugasnya dengan baik," pungkasnya. (Red)
TIGARAKSA, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sukses menggelar Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Upacara yang dilaksanakan di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, pada Senin (17/08/2026) sore ini berlangsung dengan sangat khidmat dan tertib.
Prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih menjadi puncak sekaligus penutup seluruh rangkaian peringatan detik-detik proklamasi tingkat Kabupaten Tangerang. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Tangerang memimpin langsung jalannya upacara yang diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat.
Suasana hening dan penuh penghormatan menyelimuti lapangan saat pasukan pengibar bendera mulai menurunkan bendera. Seluruh rangkaian prosesi, mulai dari persiapan pasukan, formasi barisan, hingga bendera kembali dilipat dan diserahkan secara utuh kepada Inspektur Upacara, berjalan sempurna tanpa hambatan.
Seusai upacara, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, menyampaikan rasa syukur yang mendalam sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. Kesuksesan dan kelancaran rangkaian peringatan kemerdekaan pada tahun ini dinilai sebagai cerminan nyata dari kekompakan dan soliditas seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Tangerang, mulai dari detik-detik proklamasi dan pengibaran bendera pagi tadi hingga upacara penurunan pada sore hari ini, semuanya berjalan dengan sangat lancar, aman, dan khidmat. Semangat persatuan, penghormatan kepada jasa para pahlawan, serta kedisiplinan yang kita saksikan bersama pada hari ini adalah modal dasar yang sangat berharga bagi daerah kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wabup Intan secara khusus menyoroti dedikasi paripurna dari seluruh petugas upacara, khususnya pasukan pengibar bendera yang bertugas pada sore hari. Sinergi yang apik antara unsur TNI, Polri, aparatur pemerintah daerah, serta para peserta didik telah menunjukkan tingkat kedisiplinan yang tinggi, mulai dari masa latihan yang panjang hingga detik-detik penurunan bendera berhasil dituntaskan dengan sempurna.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus bahu-membahu dan bergotong-royong mengisi kemerdekaan ini dengan karya nyata. Mari kita jadikan momentum bersejarah ini sebagai tonggak untuk saling menguatkan, berinovasi, dan bekerja keras membangun Kabupaten Tangerang di segala sektor agar semakin berdaya saing, sejahtera, dan makmur, demi mewujudkan visi Tangerang yang semakin gemilang," tambahnya.
Sebagai informasi, untuk menambah semarak peringatan kemerdekaan, rangkaian sore hari turut dimeriahkan oleh penampilan kesenian yang melibatkan total 120 orang pengisi acara sebelum prosesi penurunan bendera dimulai. Penampilan ini diawali dengan Tari Kreasi 'Nawasena Praja' dari Padepokan Seni Gema Wirahma yang melibatkan 30 penari, serta atraksi jurus dan gerak dari 30 pesilat Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tangerang yang membawa pesan tentang ketangguhan menjaga keutuhan bangsa.
Selain itu, turut tampil memukau 30 anggota Tim Pemenang Lomba Baris Berbaris (LBB) Tingkat Kabupaten Tangerang. Kemeriahan tersebut kemudian ditutup dengan harmonisasi dari 30 personel Marching Band Gita Wibawa Praja, yang membawakan sejumlah lagu bernuansa kebangsaan dan populer seperti Satu Nusa Satu Bangsa, Musik Peperangan, Gugur Bunga, dan Somewhere Over The Rainbow. (Red)