Berita Pendidikan Lensa Fokus

Tangerang, lensafokus.id - Lembaga Swadaya Masyarakat Barisan Intelek Anak Negeri (Lsm Bintang Indonesia) layangkan somasi ke Pemerintah Kecamatan Solear Tangerang Banten (20/08/2026).

Hal ini di sampaikan langsung oleh Ketua Umum (ketum) LSM Bintang Indonesia. menurutnya surat somasi tersebut berkelanjutan dari hasil surat audiensi klarifikasi yang sebelumnya telah di sampaikan.

“hari ini kami telah melayangkan surat somasi kepada Camat Solear Tangerang. Terkait adanya dugaan pekerjaan Fiktif pada kegiatan bedah rumah tahun anggaran 2025 yang ada di kecamatan.

Dugaan korupsi yang di lakukan oleh petugas pengelola kegiatan pembangunan bedah rumah di kecamatan Solear, dari hasil investigasi team kami dilapangan, menemukan adanya dugaan pekerjaan bedah rumah tahun 2025 tidak dikerjakan sebanyak lima unit.

" Penerima manfaat yang tidak merasa mendapatkan bantuan dari program bedah rumah dari anggaran kecamatan solear membuat surat pernyataan yang diberikan kepada LSM Bintang Indonesia" ujar Panji.

Terakhir Ketum LSM Bintang Indonesia menegaskan dalam waktu dekat apa bila surat yang kami kirimkan tidak di respon dirinya akan segera melanjutkan dugaan korupsi ini ke aparat penegak hukum (APH). tegasnya. (Tim)

Published in Banten

BALARAJA, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Pekan Raya Balaraja ke-2 dalam rangka Milad ke-3 Balai Adat Balaraja di Alun-Alun Balaraja, Sabtu (22/8/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid acara tersebut selain menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat Balaraja juga sekaligus memperkenalkan potensi seni, budaya, UMKM, kuliner, dan kreativitas yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Balaraja.

“Pekan Raya Balaraja bukan sekadar kegiatan hiburan dan perayaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang untuk mempertemukan masyarakat, memperkuat silaturahmi, menghidupkan seni dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menyebut Balaraja memiliki sejarah, karakter, dan kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Tangerang. Karena itu, pelestarian adat dan budaya harus terus dilakukan sekaligus diwariskan kepada generasi muda.

“Menjaga adat dan budaya bukan berarti hanya mempertahankan masa lalu, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi masa depan,” katanya.

Bupati juga mengajak generasi muda Kabupaten Tangerang untuk lebih mengenal akar budayanya, menghargai para sesepuh, mencintai daerahnya, serta berani berkreasi dan berinovasi. Ia berharap keberadaan Balai Adat Balaraja dapat terus berkembang sebagai rumah bersama untuk pelestarian adat dan budaya, pendidikan karakter, serta penguatan persaudaraan masyarakat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan apresiasi kepada Balai Adat Balaraja, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah menggagas kegiatan ini. Semoga kegiatan menjadi rumah bersama untuk melestarikan adat budaya dan meneruskannya nilai-nilai luhur di dalamnya," ungkapnya

Selain itu, ia juga berharap Pekan Raya Balaraja dapat menjadi wadah bagi pelaku UMKM, seniman, budayawan, komunitas, generasi muda, dan masyarakat untuk menampilkan karya terbaiknya.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi Balaraja, mulai dari seni budaya, kuliner, produk UMKM, kreativitas anak muda, hingga berbagai potensi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak ribuan masyarakat yang hadir untuk terus menjaga dan memperkuat semangat kebersamaan serta gotong royong dalam setiap sendi kehidupan masyarakat, khususnya dalam menyukseskan pembangunan daerah

“Mari kita terus jaga semangat kenersamaan dan kegotong royongan ini. Mari kita terus bergerak bersama menuju Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG SELATAN, lensafokus.id — Polda Metro Jaya dikabarkan mengungkap dugaan kasus pemalsuan dan peredaran uang palsu yang beroperasi di kawasan Taman Tekno, Blok C Nomor 8, Tangerang Selatan, Sabtu (22/8/2026).

Dalam pengungkapan tersebut, aparat kepolisian mengamankan empat orang berinisial S, MC, D, dan AB untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan aktivitas pemalsuan serta peredaran uang palsu.

Informasi awal yang diterima menyebutkan, jumlah uang palsu yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut mencapai sekitar 360.000 lembar pecahan Rp100 ribu, dengan nilai nominal mencapai kurang lebih Rp36 miliar.

Aktivitas yang diduga berkaitan dengan pemalsuan uang tersebut disebut telah berlangsung selama sekitar empat bulan. Namun, informasi mengenai jumlah uang palsu, lama aktivitas, maupun peran masing-masing orang yang diamankan masih memerlukan konfirmasi dan pendalaman dari aparat kepolisian.

Petugas disebut melakukan penyelidikan setelah memperoleh informasi dari masyarakat. Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi kemudian mengamankan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut beserta barang bukti yang saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk mengungkap peran masing-masing dari empat orang yang diamankan serta menelusuri asal-usul bahan yang diduga digunakan dalam aktivitas pemalsuan uang.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain maupun jaringan yang berkaitan dengan dugaan produksi dan peredaran uang palsu tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan peredaran uang palsu. Warga juga diminta lebih teliti ketika menerima uang dalam transaksi, terutama dengan memeriksa keaslian uang menggunakan metode yang sesuai. (Sumarna)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar kegiatan mancing bersama di Situ Gede, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Sabtu (22/8/2026).

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan secara langsung melepas ikan lele ke perairan Situ Gede sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Acara tersebut disambut antusias oleh ratusan masyarakat, baik warga sekitar maupun masyarakat dari sejumlah wilayah lainnya. Sejak pagi, warga telah memadati kawasan Situ Gede dengan membawa peralatan pancing masing-masing.

Suasana kebersamaan dan kegembiraan terlihat sepanjang kegiatan. Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati suasana libur sekaligus mempererat silaturahmi dalam semangat perayaan kemerdekaan.

Untuk menambah kemeriahan, panitia menebar lebih dari satu ton ikan lele ke area Situ Gede. Pemilihan ikan lele dilakukan karena jenis ikan tersebut dinilai cukup mudah beradaptasi ketika dilepas ke perairan baru dan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk dikonsumsi.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengatakan, kegiatan mancing bersama tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kebersamaan, kesabaran, dan kegembiraan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan melestarikan potensi wisata alam yang dimiliki Kota Tangerang.

“Hari ini juga masih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Mari kita rayakan dengan penuh semarak dan kegembiraan. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Situ Gede ini agar menjadi destinasi wisata yang menarik,” ujar Sachrudin.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun menjelaskan alasan Situ Gede dipilih sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, posisi Situ Gede yang berada di kawasan strategis dan relatif mudah dijangkau membuat lokasi tersebut dapat diakses masyarakat dari berbagai wilayah.

“Kami memilih Situ Gede karena lokasinya sangat strategis di tengah Kota Tangerang, sehingga mudah diakses masyarakat luas. Ikan yang disiapkan oleh panitia dari Dinas Ketahanan Pangan sebanyak lebih dari satu ton lele,” jelas Muhdorun.

Ia menambahkan, ikan lele dipilih karena relatif mudah beradaptasi setelah dilepas ke perairan. Dengan demikian, masyarakat yang mengikuti kegiatan mancing bersama dapat memperoleh ikan untuk dibawa pulang dan dikonsumsi.

“Dipilihnya ikan lele karena tidak mudah stres begitu dilepas, jadi warga yang mengikuti acara mancing bisa langsung mendapatkan ikan dan membawa pulang hasil ikan yang dapat dikonsumsi,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari salah seorang warga Babakan, Heri, yang sengaja memanfaatkan waktu liburnya untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus menyalurkan hobinya memancing.

Menurut Heri, kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan saling mengenal. Ia berharap kegiatan mancing bersama dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.

“Bagus kalau diadakan setiap tahun agar dapat mempererat silaturahmi antarwarga. Selain itu, masyarakat jadi saling mengenal satu dengan yang lainnya dan masyarakat dapat mengenal serta dekat dengan pimpinan daerahnya secara langsung. Itu harapan saya,” ujar Heri.

Kegiatan mancing bersama di Situ Gede menjadi salah satu bentuk hiburan rakyat yang dihadirkan Pemkot Tangerang dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. (Sumarna)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi langsung rumah Ibu Suemah, warga Desa Kali Asin, Kecamatan Sukamulya, yang beberapa hari lalu mengalami roboh akibat erosi tanah dan angin, Jumat (21/8/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Camat Sukamulya Khalid Mawardi, Kepala Desa Kali Asin, Ketua RT, serta jajaran Puskesmas untuk melihat langsung kondisi rumah sekaligus memastikan kesehatan Ibu Suemah pascakejadian.

Bupati mengatakan, sebagian rumah Ibu Suemah roboh setelah kondisi tanah mengalami erosi dan diperparah oleh angin, hingga menyebabkan bagian kamar rumah tersebut runtuh beberapa hari yang lalu

“Kita hari ini melihat langsung rumah Ibu Suemah. Rumahnya roboh karena ada angin dan erosi tanah, hingga mengakibatkan bagian kamar di sebelahnya runtuh,” ujar Bupati.

Setelah melihat kondisi rumah secara langsung, Bupati menginstruksikan agar rumah tersebut segera dibangun kembali menjadi hunian yang lebih sehat dan nyaman bagi Ibu Suemah.

“Insyaallah hari Minggu besok, dua hari lagi, rumah ini akan kita bongkar dan kita bangun kembali menjadi rumah yang sehat dan nyaman,” ungkapnya.

Selain memastikan pembangunan rumah, Bupati juga meminta jajaran Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kondisi Ibu Suemah yang sempat mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut.

“Mudah-mudahan Ibu Suemah yang kemarin terkena runtuhan ini bisa cepat kembali pulih sehat karena langsung ditangani oleh Puskesmas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penanganan rumah warga yang terdampak bencana merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus menggerakan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat

“Ini artinya gotong royong bersama masyarakat. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Suemah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan langsung oleh Bupati Tangerang dan jajaran pemerintah daerah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran atas bantuan dan kepeduliannya. Alhamdulillah, rumah saya bisa segera dibangun agar bisa aman dan nyaman ditinggali," ucapnya penuh haru. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Ketakutan luar biasa sempat melanda seorang ibu rumah tangga sebut saja Ceu Asih yang dikenal pengusaha Weeding Organizer sekaligus istri dari Ketua Pengurus Anak Cabang Gerindra di wilayah Solear Kabupaten Tangerang, pada Jum'at malam (21/082026) tepat saat suaminya sedang pergi mengikuti acara tahlil. Sendirian di rumah, ia tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran seekor ular besar jenis King Kobra yang merayap di lingkungan kediaman mereka.

Berdasarkan keterangan sauduaranya, Jeks yang rumahnya tidak jauh dari TKP saat kejadian berlangsung, suasana menjadi sangat tegang ketika Ceu Asih meminta tolong karena melihat ular tersebut muncul secara tiba-tiba di halaman dan masuk rumah. Melihat ukuran tubuh ular tersebut yang besar dan menyadari bahaya yang ditimbulkan, dirinya pun segera menghubungi untuk melapor ke pihak berwenang segera meminta bantuan.

Tidak lama setelah laporan masuk, tim petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 1 Cisoka segera bergerak cepat menuju lokasi membawa perlengkapan lengkap penanganan hewan berbisa. Sesampainya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan penelusuran dengan hati-hati dan akhirnya menemukan lokasi persis ular tersebut berada.

Dengan kewaspadaan tinggi, ketenangan, serta keahlian yang dimiliki, petugas melakukan penanganan secara hati-hati namun tegas. Ular King Kobra itu berhasil ditangkap dan diamankan dengan selamat tanpa menimbulkan kerugian harta benda maupun korban luka sedikit pun. Kini suasana di kediaman warga tersebut telah kembali aman dan kondusif. (Lingga)

Published in Banten
Go to top