Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meresmikan rumah milik Siti Rahmawati yang roboh pada bulan Agustus lalu di Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Rabu (30/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengungkapkan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan rumah Ibu Siti Rahmawati yang dibongkar total dan saat ini sudah bisa ditempati dengan lebih dengan lebih aman, nyaman, bersih dan sehat.
“Alhamdulillah sekarang Ibu Rahmawati beserta keluarga, suami dan anaknya bisa tinggal di sini dengan nyaman, bersih dan sehat. Air bersihnya juga sudah kita bangun dan bor, alhamdulillah airnya bening,” ujar Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal menegaskan pembangunan rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata dan gotong royong masyarakat bersama berbagai pihak yang dilakukan secara swadaya tanpa menggunakan APBD Kabupaten Tangerang. Pembangunan rumah tersebut dilakukan dengan membongkar seluruh bangunan lama yang sudah tidak layak dan kemudian membangunnya kembali
“Ini kita gotong royong bersama-sama, tidak menggunakan APBD. Ada Pak Camat, Pak Lurah, Pak Yansen dan semua pihak yang ikut membantu,” ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk almarhum Haji Deden Shukron, jajaran pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta pihak lainnya yang ikut membantu mewujudkan rumah layak huni bagi keluarga Siti Rahmawati.
Tak hanya memastikan rumah dibangun kembali dengan layak, perhatian juga diberikan terhadap keberlanjutan ekonomi keluarga Ibu Siti Rahmawati tersebut. Bupati menyebut anak sulung Siti Rahmawati akan diberikan kesempatan bekerja di tempat usaha milik Yansen, salah satu pihak yang turut membantu pembangunan rumah.
“Anaknya yang besar nanti akan kita berikan kesempatan untuk bekerja di Pak Yansen, supaya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membantu kedua orang tuanya,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Rahmawati mengaku sangat bersyukur dan terharu melihat rumahnya kini kembali berdiri dan dapat ditempati bersama keluarga. Ia dan keluarganya kini bisa menempati rumah dengan lebih aman dan nyaman
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan semua pihak yang sudah membantu. Rumah kami sekarang sudah bagus dan nyaman untuk ditempati,” kata Siti.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi sebuh kado kebahagiaan besar bagi keluarganya, terlebih setelah rumah yang sebelumnya ditempati mengalami kerusakan berat hingga akhirnya harus dibangun dan bisa ditempati kembali.
“Saya tidak menyangka bisa dibantu sampai rumahnya dibangun kembali. Semoga semua yang sudah membantu diberikan kesehatan, rezeki dan dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam meningkatkan pengelolaan sampah serta menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri dan membuka Workshop Kepatuhan Perusahaan Dalam Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan PT. Japfa Food Indonesia, Rabu (30/09/26)
"Penguatan kolaborasi, komunikasi dan koordinasi antara perintah dan dunia usaha harus terus dilakukan agar pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan dapat sama-sama dijaga yang pada akhirnya juga bermanfaat serta berdampak luas," ujar Wabup Intan
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan, dunia usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga kualitas lingkungan. Untuk itu, pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan yang merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara konsisten, berkelanjutan dan berdampak
"Pengelolaan sampah dan kelestarian lingkungan ini merupakan tanggung jawab bersama. Peningkatan kepedulian, perubahan kebiasaan, serta penerapan inovasi di lingkungan perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan yang berdapak nyata bagi perusahaan, pemerintah dan masyarkat," tandasnya
Ia mengapresiasi PT So Good Manufacturing yang telah berinisiatif menyelenggarakan workshop tersebut. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman, meningkatkan kepedulian, serta memperkuat komitmen seluruh pihak terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan yang lebih baik.
Wabup Intan berpesan kepada seluruh peserta workshop agar kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan komitmen bersama terhadap lingkungan, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang.
“Yang kita harapkan bukan hanya bertambahnya pengetahuan setelah mengikuti workshop ini, tetapi adanya perubahan yang dapat dirasakan dalam pelaksanaan sehari-hari. Mulai dari bagaimana kita memperlakukan sampah, membangun kebiasaan yang lebih peduli lingkungan, sampai bagaimana perusahaan dapat terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan lingkungannya,” ujarnya
Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara PT So Good Manufacturing dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan di bidang lingkungan.
"Saya berharap kerja sama yang telah dilakukan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan dan inovasi di bidang lingkungan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di lingkungan perusahaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar," pungkasnya.
Sementara itu, Head of HRBP Manufacturing PT Japfa Food Indonesia, Agung Wahyu Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kegiatan tersebut. Pihaknya berharap dukungan arahan dan sinergitas yang telah terjalin dapat memberikan dorongan semangat bagi perusahaan untuk menghadapi tantangan ke depan
“Kami berharap ke depan hubungan dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang semakin erat. Dengan dukungan dan arahan dari pemerintah, kami semakin percaya diri menghadapi berbagai tantangan, baik kompetisi maupun regulasi yang akan datang,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputy Head of Sustainability PT. Japfa Food Indonesia, Mardian, mengatakan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab perusahaan atas penggunaan energi, material dan penggunaan air oleh perusahaan
“Kami menyadari sebagai perusahaan yang beroperasi dari hulu hingga hilir, tentunya harus memberikan dampak lingkungan. Kami harus bertanggung jawab untuk mengelola berbagai dampak yang muncul, baik dari penggunaan energi, penggunaan material, penggunaan air yang menghasilkan sampah atau limbah,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, secara resmi melepas kontingen kafilah Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Kabupaten Tangerang untuk berlaga di tingkat Provinsi Banten. Acara pelepasan yang penuh khidmat dan semangat kebersamaan ini dilangsungkan di Masjid Al-Amjad, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (30/9/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menegaskan bahwa ajang FASI memiliki nilai yang jauh melampaui sekadar kompetisi atau perlombaan semata. Lebih dari itu, FASI merupakan instrumen strategis dalam membangun fondasi generasi masa depan yang religius.
"FASI bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, FASI merupakan bagian penting dari ikhtiar kita dalam membangun generasi yang memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta kemampuan untuk mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," ujar Soma Atmaja di hadapan para peserta, pembina, dan orang tua santri.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, menyambut sangat baik dan memberikan apresiasi tinggi atas keikutsertaan para santri terbaik daerah pada ajang FASI Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 ini.
Kepada para peserta yang akan bertanding, Sekda menyampaikan pesan penyemangat agar mereka senantiasa menjaga kepercayaan diri dan nama baik daerah. Ia mengingatkan bahwa para santri tidak hanya membawa nama pribadi atau lembaga pendidikan masing-masing, melainkan membawa marwah Kabupaten Tangerang secara keseluruhan.
"Anak-anakku yang saya banggakan, berangkatlah dengan doa, tampilkan kemampuan dengan percaya diri, junjung tinggi akhlak dan sportivitas, serta pulanglah membawa pengalaman dan kebanggaan bagi Kabupaten Tangerang. Ingatlah bahwa prestasi akan menjadi lebih bermakna apabila dibangun bersama akhlak yang mulia," ujar Soma.
Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak menjadikan kemenangan semata-mata sebagai satu-satunya tujuan utama. Keberanian untuk tampil, kedisiplinan dalam berlatih, serta proses belajar dan bersilaturahmi merupakan pencapaian berharga tersendiri.
Sekda juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkomitmen penuh dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya melalui penguatan sektor pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi muda.
Pihaknya bertekad agar anak-anak di daerah berjuluk Kota Benteng ini tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter kuat, berdaya saing, serta siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Tak lupa, Soma Atmaja menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Tangerang, para ustadz dan ustadzah, guru pembimbing, serta para orang tua.
"Peran Bapak dan Ibu sangat penting. Sebab, prestasi anak-anak tidak lahir secara instan, tetapi tumbuh dari pendidikan, keteladanan, doa, latihan, dan pendampingan yang dilakukan secara terus-menerus," tambahnya.
Menutup arahannya, Sekda mendoakan agar seluruh kafilah diberikan kelancaran, kesehatan, serta hasil terbaik yang membanggakan. “Selamat berjuang, selamat bertanding, jaga nama baik Kabupaten Tangerang, dan berikan penampilan terbaik,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelepasan Kafilah FASI BKPRMI Sarwoko menambahkan Ketua Pelaksana Pelepasan Kafilah FASI BKPRMI, Sarwoko, mengungkapkan bahwa kegiatan mulia ini melibatkan puluhan peserta pilihan dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. "Kegiatan ini diikuti oleh 54 peserta, didukung oleh 16 official, serta 10 pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Tangerang," ujar Sarwoko.
Ia menjelaskan, festival yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kabupaten Tangerang ini turut dihadiri oleh pengurus perwakilan kabupaten/kota se-wilayah Tangerang. Dalam ajang bergengsi ini, kontingen Kabupaten Tangerang ambil bagian dari delapan cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Dalam kesempatan yang sama, pihak perwakilan BKPRMI juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan nyata terhadap suksesnya kontingen ini. Sinergi yang kuat terjalin berkat kepedulian dari pihak swasta hingga unsur pemerintah.
"Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam baik kepada pihak swasta maupun pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan dan sinergi yang terjalin," pungkas Sarwoko. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada tindakan penyegelan terhadap rumah ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan Camat Rajeg, Oman Pariaman, setelah melakukan musyawarah dengwn pengurus dan pendeta di Kantor Kecamatan Rajeg. Senin, (28/09/26)
“Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada penyegelan terhadap rumah ibadah GKPI Rajeg. Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar situasi tetap aman, kondusif, serta kerukunan antarumat beragama dapat terus terjaga,” ujar Camat Rajeg Oman.
Oman menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan dialogis, komunikasi, serta koordinasi bersama seluruh pihak dalam menjaga ketertiban dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Pemerintah daerah memastikan setiap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan disikapi secara hati-hati, dengan mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangan serta menjaga suasana yang aman dan kondusif bagi masyarakat," jelasnya
Pihaknya juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, baik di media sosial dan informasi lain yang berkembang dimasyarakat. Masyarakat diharapkan tetap mengutamakan komunikasi dan penyelesaian secara musyawarah apabila terdapat persoalan di lingkungan masing-masing.
"Pemerintah daerah bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan komunikasi guna memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tertib serta terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Koordinator Wilayah (Korwil) Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jawa Bali, Pendeta Henri Marpaung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, khususnya Camat Rajeg dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), yang telah memfasilitasi pertemuan dan koordinasi bersama unsur pimpinan kecamatan terkait relokasi tempat ibadah bagi jemaat GKPI.
"Terima kasih atas pertemuan kita bersama di sini Pak Camat dan Pak KUA yang telah menyambut kami dengan baik. Dan kami telah menerima kabar baik juga bahwa GKPI telah difasilitasi untuk beribadah di tempat yang layak atau nyaman untuk kami gunakan untuk beribadah," ujar Henri.
Henri menegaskan, pimpinan GKPI berkomitmen menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat. Terkait peristiwa penghentian ibadah yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, ia memastikan pihak GKPI tidak akan menempuh langkah hukum.
"Jadi secara tegas kami sampaikan Pak Camat, kalau dari GKPI kami ada garis komando. Dengan kejadian yang hari Minggu yang lalu, kita tidak ada niat untuk mengajukan langkah apa pun ke jalur hukum, karena yang kita utamakan adalah ajaran kasih," tegasnya
Lanjut dia, sikap saling mengasihi dan mengampuni jauh lebih baik dari apapun. Dengan sikap yang demikian, semua pihak dapat saling menahan diri dan bisa berjalan beriringan dalam membangun wilayah
Kita saling mengasihi, saling mengampuni, itu jauh lebih baik dari apa pun itu. Ketika kita sudah saling mengampuni, saling mengasihi, saya kira kita dapat berjalan bersama untuk membangun kecamatan kita ini," imbuhnya.
Henri juga menitipkan salam hormat dan ucapan terima kasih kepada pimpinan daerah yang telah memberikan perhatian kepada jemaat GKPI.
"Salam ke Pak Bupati juga yang sangat perhatian dengan kami, dan Pak Camat, dan semua aparat pemerintah kita di daerah ini. Kiranya tempat yang sudah disediakan itu dapat digunakan dengan baik untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan," tutupnya.
Dikutip dari dikutip dari Kompas.com, Senin (28/9/2026), Penatua Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Surya Sarjono Lumban Gaol mengungkapkan
Rumah Doa GKPI Rajeg direlokasi ke lokasi baru di kawasan Kota Sutera, Pasar Kemis
"Rumah Doa GKPI Tangerang dipindah ke daerah Kota Sutera, Pasar Kemis" ujar Surya Sarjono Lumban Gaol,
Sarjono menyampaikan, seluruh persiapan untuk pelaksanaan ibadah di rumah doa baru telah selesai dilakukan. Menurut dia, rumah doa tersebut siap digunakan kembali untuk peribadatan mulai Minggu pekan ini.
"Persiapan telah dilakukan, ibadah Minggu pekan ini sudah bisa dilakukan di rumah doa baru," ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-54 Tahun 2026. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semarak tersebut digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang pada Selasa (29/09/2026).
Peringatan HKG PKK Ke-54 mengusung tema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Melaksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045". Momentum tahunan ini menjadi sarana penting bagi seluruh jajaran penggerak PKK, mulai dari tingkat kabupaten hingga Dasa Wisma, untuk menyatukan langkah dan memperkuat peran PKK di tengah masyarakat.
Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara HKG PKK yang turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Banten, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat, hingga para kader. Ia menekankan pesan penting, baik dari Bupati Tangerang maupun Ketua TP PKK Provinsi Banten, agar seluruh elemen pandai berkolaborasi dalam memajukan berbagai kegiatan di tengah masyarakat.
"Kita harus pandai-pandai berkolaborasi dalam meningkatkan dan memajukan kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat, khususnya program-program PKK yang ada kaitannya dengan Asta Cita Bapak Presiden," ujar Ny. Hj. Rismawati.
Ia menjelaskan, melalui penguatan program pokok tersebut, PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan berbasis keluarga. Dirinya juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara penggerak PKK dengan perangkat pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan langsung oleh warga.
"Saya bersyukur dan sangat mengapresiasi seluruh kecamatan dan tim penggerak PKK yang telah bekerja luar biasa dan berhasil melaksanakan 10 Program Pokok PKK tersebut dengan baik. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai ajang untuk mempererat kebersamaan dan meneguhkan semangat pengabdian. Kehadiran PKK harus menjadi solusi nyata dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, agar Kabupaten Tangerang semakin maju dan gemilang," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Banten, Ny. Tinawati Andra Soni, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh kader PKK di Kabupaten Tangerang. Beliau menegaskan bahwa kader PKK, hingga ke tingkat Dasa Wisma, merupakan ujung tombak pelaksanaan program-program PKK, baik dari pusat maupun daerah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara PKK, sebagai unit terkecil pemerintahan, dengan pemerintah daerah dalam membangun desa dan wilayah, sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045.
"Ini adalah upaya kita bersama membangun dari desa. Bagaimana membangun suatu wilayah harus berkolaborasi, tidak bisa bergerak sendiri-sendiri. Kami berharap semangat dari peringatan ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi pendorong bagi gerakan PKK di tahun-tahun mendatang," ucapnya.
Puncak peringatan semakin meriah dengan disuguhkannya berbagai penampilan hiburan yang melibatkan kader dari berbagai wilayah. Rangkaian hiburan tersebut meliputi Tari dan Lagu dari para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, Paduan Suara Dasa Wisma (Kecamatan Mauk), Edukasi Senam Tangerang Gemilang (Kecamatan Balaraja), Jingle Gelari Pelangi (Kecamatan Jambe), Parade Fashion Show Kreasi Batik se-Kabupaten Tangerang, serta penampilan Gerak dan Lagu GKSTTB (Kecamatan Legok).
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja para kader, acara ini juga dirangkaikan dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para Pelaksana Terbaik 10 Program Pokok PKK. Penghargaan diberikan kepada para pemenang dari berbagai kategori lomba, di antaranya Lomba Tertib Administrasi dan Dasa Wisma, Lomba PAAREDI (Pokja I), Lomba Gelari Pelangi dan Kampung Mandiri (Pokja II), Lomba AKU HATINYA PKK (Pokja III), serta Lomba GKSTTB (Pokja IV). Turut diserahkan pula penghargaan untuk Lomba Posyandu 6 SPM tingkat Kabupaten Tangerang, serta penganugerahan piala Juara Umum yang terbagi dalam Kategori Mandiri dan Kategori Maju Berkembang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (29/9/26).
Peringatan HKG PKK ke-54 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” dan dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, ketua TP PKK Banten, dan Ketua TP PKK Kab. Tangerang
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, HKG PKK bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, menyatukan gerak, sekaligus mengevaluasi sejauh mana PKK hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sepuluh Program Pokok PKK memiliki peran yang sangat penting karena menyentuh langsung kehidupan keluarga dan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menegaskan, 10 Program Pokok PKK tidak boleh hanya menjadi program di atas kertas, tetapi harus diwujudkan secara nyata hingga tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, penguatan 10 program PKK tersebut sejalan dengan upaya bersama dalam melaksanakan Asta Cita, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi keluarga.
“Dari keluarga, kita bangun masyarakat. Dari masyarakat, kita kuatkan Kabupaten Tangerang. Dan dari daerah, kita ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Bupati Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang selama ini telah bekerja dan bergerak dekat dengan masyarakat. Ia menilai kekuatan PKK berada pada kader yang memahami persoalan di lapangan dan mampu menggerakkan keluarga untuk melakukan perubahan.
Ia menambahkan, Pemkab Tangerang akan terus memberikan dukungan terhadap gerakan PKK. Namun, dia juga menandaskan bahwa keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan tidak dapat hanya dengan mengandalkan pemerintah, namun ditentukan juga oleh kekuatan sinergi dan partisipasi aktif semua elemen masyarakat, termasuk PKK yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh seberapa kuat sinergi dan partisipasi seluruh elemen, termasuk PKK. PKK semakin dekat, semakin dirasakan, dan semakin bermanfaat pula bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid membacakan sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat. Ia menekankan bahwa peringatan HKG PKK menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat gerakan PKK dari tingkat pusat hingga daerah untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat
“Melalui momentum Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 ini, mari kita jadikan gerakan PKK semakin kuat, solid dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Kader PKK harus terus hadir, bergerak dan memberikan manfaat nyata mulai dari lingkungan keluarga,” ujar Hj. Rismawati
Pihaknya mengajak seluruh kader PKK untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas kader, serta memastikan 10 Program Pokok PKK dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak langsung bagi keluarga dan masyarakat.
"Saya mengajak seluruh kader PKK di Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai elemen masyarakat," ajaknya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik kolaborasi strategis antara Tunas Pengusaha Muda dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang. Sinergi ini difokuskan untuk mendorong pemberdayaan petani muda, meningkatkan produktivitas agribisnis, serta mengembangkan ketahanan komoditas unggulan wilayah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah, Yudiana, saat hadir mewakili Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam acara peresmian Desa Komoditi dan pembukaan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda di Desa Cikuya, Kecamatan Cikuya, Senin (28/9/2026).
Menurut Yudiana, peresmian Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa. Setiap desa, kata dia, memiliki sumber daya dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
"Pengembangan potensi desa harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pembangunan jejaring usaha. Dengan demikian, potensi lokal dapat memberikan nilai tambah dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tangerang juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda. Kegiatan ini dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian modern sekaligus kewirausahaan.
Yudiana mengatakan, generasi muda perlu memiliki cara pandang baru terhadap sektor pertanian. Pertanian tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik.
"Anak-anak muda jangan hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional, tetapi harus mampu melihatnya sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar apabila dikelola dengan inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik," ujar Yudiana saat membacakan pesan Bupati Tangerang.
Selain penguatan kapasitas petani muda, Pemkab Tangerang juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam sektor pertanian. Konsep tersebut memungkinkan limbah atau hasil samping dari suatu kegiatan untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Penerapan ekonomi sirkular diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sementara itu, melalui dialog interaktif mengenai ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa, pemerintah berharap dapat muncul berbagai gagasan konkret dan aplikatif yang dapat diterapkan di lapangan.
Yudiana menegaskan bahwa pembangunan dan penguatan ekonomi desa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, petani, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat desa.
"Kepada para peserta pelatihan dan generasi muda, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, berani berinovasi, dan tidak takut untuk memulai usaha," pesannya.
Pemkab Tangerang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kemandirian desa, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan warga. (Red)
BOGOR, lensafokus.id - Kuasa hukum pemilik kawasan Palm Boko Bojong Koneng, Damai Hari Lubis (DHL), secara resmi melaporkan PT Sentul City ke Ditreskrimum Polda Jawa Barat.
Hal tersebut merupakan buntut aksi penyerobotan lahan milik kliennya Ozzy Sudiro di blok 025 Kampung Cikeas, RT 02/RW 10, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, oleh alat berat suruhan PT Sentul City sejak Kamis (17/09/2026) hingga pekan ini.
"Sebagai warga negara yang taat hukum, pelaporan polisi telah kami tempuh di Ditreskrimum Kepolisian Daerah Jawa Barat, jadi beradu bukti nanti di pengadilan bukan di meja tim legal Sentul City," kata DHL, Selasa (29/09/2026).
Pelaporan kepolisian yang dilakukan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sentul (FORMAS) itu juga meminta dukungan element penegak hukum lainnya untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aksi-aksi penyerobotan lahan dan ancaman yang dilakukan Sentul City selama ini.
"Jadi pelaporannya soal adanya upaya pemerasan disertai ancaman dan penyerobotan/perusakan lahan milik masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, kuasa pengelolaan lahan Palm Boko, Pepen Efendi mengatakan, pelaporan dugaan tindak pidana pemerasan dan perusakan lahan lahan yang selama ini diamanatkan kepada dirinya selaku penduduk asli Desa Bojong Koneng, telah diterima jajaran Ditkrimum Polda Jabar.
"Pelaporan nomor: LP/B/1765/IX/2026/SPKT/Polda Jabar tanggal 19 September 2026 dan sudah ditindak lanjuti dengan diterbitkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) nomor 1375. Tanggal 30 September ini saya akan sertakan semua bukti-bukti berkaitan dengan perkara tersebut kepada jajaran Ditkrimum Polda Jabar," ungkap Pepen.
Ozzy Sudiro menambahkan, sejak kisruh penyerobotan lahan miliknya berlangsung dan disorot media, banyak warga lain yang menjadi korban Sentul City angkat bicara dan siap berjuang.
"Banyak yang kemudian menyampaikan fakta-fakta yang terjadi kepada kami, jadi pola mereka itu seperti memeras masyarakat. Kalau tidak membayar ya buldoser yang turun," papar Ozzy.
Ozzy Sudiro juga menolak ajakan tim legal Sentul City yang memintanya datang ke kantor. Menurutnya, Sentul City menempatkan diri mereka sebagai penguasa dan penindas.
"Mereka pikir mereka siapa, datang tak diundang, main serobot dan merusak lahan milik orang lain, lalu seenaknya suruh kami datang menghadap. Ini ciri Feodal yang arogansi menindas dan merendahkan martabat masyarakat. Irooninya, Sentul City menggunakan segala cara dengan melibat oknum, mulai dari tokoh, aparat hingga perangkat desa yang bermental jongos untuk mengadu domba kepada masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, PT Sentul City dalam siaran pers tim legal kepada sejumlah media yang telah dikontrak kerjasama menyebutkan, siap membuka ruang dialog dan melakukan pencocokan data bersama pihak yang merasa keberatan.
Sentul City juga menyatakan memiliki basis data aset serta dokumen terkait kepemilikan dan riwayat penguasaan lahan yang menjadi dasar aktivitas di lokasi tersebut.
Tim Legal PT Sentul City Tbk, Farhan, mengatakan perusahaan terbuka untuk melakukan verifikasi bersama dengan warga maupun kuasa hukumnya.
“Kami sangat terbuka kepada Saudara Ozzy maupun kuasa hukumnya untuk duduk bersama, berkomunikasi, dan berdiskusi secara konstruktif. Perusahaan memiliki basis data dan kelengkapan berkas atas dasar penyelesaian yang sah sejak lama,” ujar Farhan dalam keterangannya, Jumat (18/09/2026).

Menurut Farhan, pencocokan dokumen secara langsung diperlukan agar persoalan dapat dilihat berdasarkan data dan fakta hukum yang dimiliki masing-masing pihak.
Ia mengimbau seluruh pihak mengedepankan iktikad baik serta menempuh proses klarifikasi melalui mekanisme yang terbuka.
“Tidak perlu ragu, tinggal datang saja kepada kami untuk saling kroscek data secara transparan,” kata Farhan dikutip dari sejumlah media lokal.
Sementara itu, pantauan di lokasi, sejumlah alat berat tampak tetap beroperasi. Selain itu, sejumlah dump truk hilir mudik mengangkut tanah dari kawasan Cijayanti.
"Pengangkutan tanah sejak hari Minggu, ada puluhan truk angkut tanah dari Cijayanti dibawa kesini," ujar, warga setempat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan Program Sekolah Swasta Gratis harus mampu dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Evaluasi Program Sekolah Swasta Gratis/Setara Tahun 2026 di Hotel Vega Gading Serpong, Senin (28/9/2026).
“Program sekolah gratis tidak hanya soal membebaskan biaya pendidikan. Harus dibarengi dengan peningkatan mutu pembelajaran, sarana dan prasarana, serta kompetensi para tenaga pendidik. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Bupati Maesyal.
Menurutnya, kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan lembaga pendidikan swasta menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Keberadaan sekolah swasta dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh anak di Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
“Sekolah swasta bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra utama pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kabupaten Tangerang. Tanpa peran aktif sekolah swasta, pemerataan akses pendidikan tidak akan tercapai secara optimal,” ujarnya.
Bupati Maesyal juga meminta pengelolaan dana Program Sekolah Swasta Gratis/Setara dilakukan secara terbuka, tepat sasaran, dan akuntabel. Ia mengatakan, kegiatan evaluasi menjadi momentum untuk memetakan berbagai kendala administratif maupun operasional yang dihadapi sekolah, sekaligus mencari solusi bersama untuk penyempurnaan program.
“Pengelolaan dana harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, serta tepat sasaran. Kita ingin manfaat program ini benar-benar dirasakan langsung oleh peserta didik dan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Tercatat, pada tahun 2026 Program Sekolah Swasta Gratis/Setara mencakup 71 sekolah dasar (SD) dengan jumlah peserta didik sebanyak 9.676 siswa. Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), program tersebut mencakup 193 sekolah dengan total 27.886 siswa.
Adapun alokasi anggaran yang disiapkan untuk jenjang SD mencapai Rp13.989.200.000, sedangkan untuk jenjang SMP sebesar Rp54.010.800.000. Dengan dukungan anggaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong agar pelaksanaan program sekolah swasta gratis tersebut dapat berjalan tepat sasaran sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah-sekolah swasta.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan berkas Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) hasil perbaikan kepada Tim Dinas Pendidikan. Bupati mengingatkan seluruh kepala sekolah dan pengelola lembaga pendidikan agar memastikan kelengkapan dokumen sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Perbaikan berkas NPHD ini merupakan bagian dari tertib administrasi dan menjadi landasan hukum dalam penyaluran serta pertanggungjawaban dana hibah. Pastikan semua dokumen lengkap dan sesuai ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari,” pungkasnya.
Bupati Maesyal juga turut mengapresiasi BMPS dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang yang terus melakukan pendampingan kepada sekolah-sekolah dalam penyempurnaan dokumen NPHD.
"Kita berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga Program Sekolah Swasta Gratis/Setara dapat berjalan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Cakupan konektivitas digital Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen.
Pemerintah kini mengarahkan pembangunan tidak hanya pada perluasan cakupan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan agar konektivitas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan, kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo saat bertemu awak media usai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Menurut Wamen Angga Raka Prabowo, peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur dan ekosistem telekomunikasi digital yang lebih baik.
“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri, hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat, nah inilah semangat itu yang sedang kita tumbuhkan,” jelas Wamen Angga Raka Prabowo.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemanfaatan frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan layanan 4G dan menutup wilayah yang masih mengalami blank spot.
Frekuensi tersebut dinilai penting bagi operator seluler dalam memperkuat cakupan layanan.
“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 MHz dan 2.600 MHz, 700 MHz bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 MHz digunakan untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkapnya.
Sementara itu, frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas layanan 5G.
Pemerintah telah menggelar frekuensi tersebut dan seluruh operator seluler telah memilikinya.
“2.600 MHz untuk lompatan kita, untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita masih belum luas sebarannya, Alhamdulillah dengan 2.600 MHz ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki,” kata Wamen Angga Raka Prabowo.
Pemerintah menargetkan perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar dan semakin baik dalam tiga tahun ke depan.
Peningkatan tersebut terutama diarahkan pada kualitas layanan kepada publik.
“Harapannya 3 tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya,” tegas Wamen Angga Raka Prabowo.
Menurut Wamen Angga Raka Prabowo, peningkatan konektivitas dan kualitas layanan merupakan bagian dari arah transformasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital yang bertumpu pada tiga hal yakni masyarakat semakin terkoneksi, ekonomi dan inovasi terus tumbuh, serta pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.
“Hari ini kita sedang menuju ke arah transformasi digital, dari Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri, kita mengedepankan terhubung, tumbuh dan terjaga,” pungkas Wamen Angga Raka Prabowo. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
