Banten

Banten (6088)

TANGERANG, lensafokus.id - Upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Tangerang kini semakin menyadarkan ke akar rumput. Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang menggandeng pemerintah desa memperkuat pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), guna mewujudkan Desa Bersinar, yakni desa bersih dari narkoba.

Kepala BNK Kabupaten Tangerang, Dedy Sutardi menegaskan bahwa kunci keberhasilan program P4GN terletak pada sinergi antara BNK dan para kepala desa sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Jadi kita bisa raih depan masyarakat bersinar, itu pasti masyarakat itu dikomandoi oleh kepala desa. Karena merekalah yang punya masyarakat secara langsung,” ujar Dedy dalam Rakor Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk ketua apdesi di Ruang Parakan, Gedung Pekerjaan Umum (PU), Rabu (11/12/2025).

Ia berencana memiliki empat fokus program utama, yaitu lingkungan kerja bersinar, lingkungan pendidikan bersinar, lingkungan perusahaan bersinar, dan lingkungan masyarakat bersinar. Dengan output-nya adalah membentuk masyarakat bersinar, maka dari itu diharapkan peran aktif para kepala desa dan perangkatnya.

Dedy menambahkan, program P4GN di tingkat desa akan diperkuat melalui rencana penyusunan program promotif dan preventif oleh pemerintah desa. “Kita harap masing-masing desa nanti sudah menyusun programnya. Baik kampanye moral, sosialisasi, maupun kegiatan tingkat RT dan RW. Semua itu harus dikomandoi kepala desa,” terangnya.

BNK juga berharap mulai tahun 2026 setiap desa dapat memiliki program P4GN sendiri di bawah bimbingan Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tangerang, Maskota mengungkapkan bahwa sejumlah desa sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah sosialisasi dan pencegahan sebelum adanya rapat koordinasi tersebut.

“Kami sudah bersosialisasi dengan masyarakat tentang bahaya narkoba. Tujuan utamanya jelas, bagaimana tidak ada pengedaran narkoba di wilayah desa masing-masing,” kata dia.

Akan tetapi dirinya mengakui bahwa tantangan terbesar justru datang dari sifat peredaran narkoba yang tersembunyi dan sulit dijangkau oleh perangkat desa. "Pengedar itu sembunyi-sembunyi. Kadang datang dari luar wilayah, bahkan teman warga sendiri. Ketika ditangkap tangan pun kami tidak punya kewenangan seperti kepolisian," jelasnya.

Untuk itu, Apdesi berencana memperkuat kolaborasi dengan pihak kepolisian agar penindakan di lapangan bisa lebih efektif. Selain itu, Maskota juga menekankan pentingnya pendekatan keagamaan dan moral untuk menekan penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat dan generasi muda.

“Kami libatkan para ustaz, ulama, dan MUI dalam sosialisasi. Kalau masyarakat dekat dengan agama, insya Allah peredaran narkoba bisa ditekan,” tutup dia. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat yang bertema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, di Gedung Serbaguna (GSG) Puspem Kabupaten Tangerang. Rabu (12/11/25).

Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah diikuti oleh 105 ibu hamil yang berasal dari 7 Puskesmas , yakni Puskesmas Tigaraksa, Pasir Nangka, Jambe, Cikupa, Pasir Jaya, Cisoka, dan Puskemas Panongan serta Kader Motivator Kesehatan Ibu dan Anak (MKIA) yang menjadi pendamping ibu hamil untuk setiap kegiatan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menandaskan bahwa kebahagiaan dan kesehatan ibu hamil merupakan hal yang sangat penting sebagai fondasi lahirnya generasi unggul dan berdaya saing di masa depan.

"Generasi yang hebat hanya dapat lahir dari ibu yang sehat dan bahagia, serta mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sejak masa kehamilan,"

Dia menambahkan, pemerintah daerah terus berkomitmen untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mencegah Stunting sejak dini, serta memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan, asupan gizi yang baik, dan pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan.

Pihaknya sangat mendukung Gerakan Ibu Hamil Sehat tersebut yang bisa dijadikan sebagai ajang edukasi kesehatan kepada para ibu hamil dengan lebih menghibur dan menyenangkan.

"Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi kesehatan yang lebih menghibur seperti parade ibu hamil sehat. Parade ini juga menjadi media edukatif yang merepresentasikan panduan-panduan untuk kesehatan ibu hamil yang dikemas menjadi lebih menarik dan menghibur," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang,Sri Indriyanti, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Membangun kesehatan bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Mari kita dukung para ibu agar semakin sadar pentingnya gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan teratur, serta pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Lanjut dia, pihaknya bersama OPD terkait dan masyarakat terus berupaya mencegah munculnya kasus stunting baru dengan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil, memperluas akses pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan, serta memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kader dan posyandu.

"Dengan semangat Hari Kesehatan Nasional ke-61 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menegaskan kembali komitmennya untuk melahirkan generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, dan bebas stunting demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing," pungkasnya.

Selain edukasi kesehatan, para peserta juga menerima pemberian makanan tambahan bergizi berupa ikan segar dan olahan ikan yang disediakan dengan dukungan dari Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menegaskan bahwa program penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Rangkasbitung bukan semata-mata soal pemindahan lokasi, melainkan langkah strategis untuk memperindah wajah kota sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang.

Penegasan tersebut disampaikan Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi Pemkab Lebak, Azis Suhendi, dalam Forum Konsultasi Publik Penataan PKL di ruas Sunan Kalijaga dan Jalan Tirtayasa Rangkasbitung, yang digelar di Aula Multatuli, Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Selasa (11/11/2025).

Menurut Azis, keberhasilan penataan PKL memerlukan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah semata.

“Program ini tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah saja, tapi perlu kolaborasi semua unsur,” ujar Azis di hadapan lebih dari 155 media dan 213 lembaga yang hadir dalam forum tersebut.

IMG 20251111 WA0066

Ia menambahkan, hingga kini Pemkab Lebak telah menggelar lebih dari 15 kali sosialisasi dan dialog publik untuk menyamakan persepsi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat.

“Menempatkan pedagang bukan sekadar objek pemindahan, tapi subjek pembangunan. Kami ingin pedagang bisa naik kelas,” tegasnya.

Azis menjelaskan, penataan PKL ini merupakan bagian dari upaya mempercantik kota Rangkasbitung yang menjadi etalase Kabupaten Lebak, sekaligus merespons kondisi Pasar Rangkasbitung yang saat ini telah overload.

Selain itu, faktor meningkatnya aktivitas transportasi juga menjadi alasan mendesak dilakukannya penataan.

“Kami mendapat informasi bahwa Stasiun Rangkasbitung akan dioperasikan penuh pada Desember nanti, dengan kapasitas penumpang mencapai 85.000 orang per hari. Karena itu, penataan kota ini menjadi sangat mendesak,” ungkapnya.

Untuk memastikan kesejahteraan pedagang tetap terjaga, Pemkab Lebak menyiapkan sejumlah fasilitas di pasar semi modern 24 jam bagi pedagang yang direlokasi. Di antaranya meja dagang gratis, serta pembebasan sewa dan retribusi selama tahun pertama.

“Kami ingin memberi solusi, bukan hanya memindahkan. Sambil berjalan, kita perbaiki dan benahi bersama,” kata Azis.

Forum konsultasi publik tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur hukum dan keamanan, seperti Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lebak Irfano, Kabag Ops Polres Lebak, dan Pasi Ops Kodim 0603 Lebak, yang membahas aspek hukum serta sinergi keamanan dalam proses penataan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Kabupaten Lebak, Orok Sukmana, dalam kesempatan yang sama menampilkan video dokumentasi penataan kota sebagai bentuk transparansi dan edukasi publik.

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi terkait penataan PKL di Kota Rangkasbitung,” ujarnya.

Menutup forum, Azis kembali menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah daerah adalah menyejahterakan pedagang sekaligus memperindah wajah Rangkasbitung sebagai pusat aktivitas ekonomi dan transportasi.

“Pemda punya niat baik, dan harus dilakukan dengan cara yang baik pula,” pungkasnya. (Cecep)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid yang didampingi Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah secara resmi membuka acara pelatihan kemitraan yang merupakan kerjasama antara Dekranasda Kab. Tangerang dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) di Fame Hotel Gading Serpong, Selasa (11/11/25).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan sangat mendukung kolaborasi antara Dekranasda bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Tangerang yang terus melakukan berbagai upaya dan terobosan dalam rangka memperkuat peran UMKM sehingga dapat memberikan kontribusi dalam menopang perekonomian daerah.

“Di tahun 2024, UMKM ada 61.000 di Kabupaten Tangerang, setelah 8 bulan sudah mencapai 72.000. Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dekranasda, Dinas Koperasi dan seluruh pelaku usaha yang telah memberikan kontribusi terhadap roda perekonomian di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Selanjutnya, Pemkab Tangerang melalui Diskum, Disperindag dan perangkat daerah terkait lainnya terus melakukan pendampingan, pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM di Kab. tangerang.

“Bapak-bapak, ibu-ibu di sini dilatih dalam rangka menambah kompetensi, menambah wawasan, menambah semangat. Jadi kalau, bapak, ibu semangat, kami juga akan lebih semangat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pelaku UMKM, terhadap pengrajin-pengrajin yang ada di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wabup Intan mengatakan bahwa kemitraan merupakan salah satu faktor penting dan utama yang menentukan tumbuh kembang dan peningkatan kompetensi para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang.

“Kemitraan ini merupakan salah satu faktor penting bagi peningkatan kompetensi para pelaku UMKM. Dengan adanya kemitraan ini, para pelaku UMKM kita, bisa terbantu banyak, baik dari sisi peningkatan kapasitas dan kualitas produk yang dihasilkan maupun perluasan pasar dan bantuan lunak lainnya yang mereka butuhkan,” jelas Wabup Intan

Sementara itu, Kadis Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum)yang membacakan Berbagai Ketua Dekranasda Kab. Tangerang, Anna Ratna Maemunah mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang mengambil tema Stratergi Kemitraan tersebut bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan sinergi antara pelaku usaha kreatif dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah dan Dekranasda.

“Kegiatan yang diikuti oleh para pelaku usaha kreatif UMKM binaan Dekranasda ini bertujuan untuk memperkuat jaringan kerjasama dan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing serta berkelanjutan, serta meningkatkan wawasan dan kapasitas pelaku usaha kreatif mengenai pentingnya strategi kemitraan,” kata Anna.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kapasitas dan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id — Karang Taruna Kecamatan Karawaci resmi memiliki ketua baru. Moch Holilluroman dilantik sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Karawaci masa bakti 2025–2030 dalam acara pelantikan dan pengukuhan yang digelar di Gedung Tangerang Convention Center (TCC) Cimone, Senin (10/11/2025).

Pelantikan juga diikuti oleh para pengurus Karang Taruna di tingkat kelurahan se-Kecamatan Karawaci. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Camat Karawaci Dr. H. Achmad Zuldin, S.Ag., M.Si., yang sekaligus melantik para pengurus dengan pembacaan ikrar janji.

 IMG 20251111 WA0025

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kadinsos Kota Tangerang H. Mulyani selaku pembina Karang Taruna Kota Tangerang, Kabid Dinsos Moch Taher, Kapolsek Karawaci yang diwakili oleh AKP Sugito, S.H., serta Danramil Karawaci yang diwakili Bapak Supratman. Seluruh lurah dari 16 kelurahan di Kecamatan Karawaci juga turut menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.

Dalam sambutannya, Moch Holilluroman mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menjaga kekompakan dan bekerja dengan penuh tanggung jawab.

“Saya berharap teman-teman pengurus dapat bekerja sama, menjaga kekompakan, dan menjalankan tugas sesuai fungsinya. Mari berkolaborasi dengan pihak kecamatan agar Karang Taruna Karawaci bisa terus berkembang dan diterima masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Tangerang Aditya Pratama dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara Karang Taruna dengan pemerintah daerah.

“Kami berharap seluruh jajaran pengurus Karang Taruna Karawaci dapat berkolaborasi dengan kecamatan dan pemerintah kota. Utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” tegas Aditya.

Aditya juga menyampaikan bahwa Karang Taruna Kota Tangerang telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas di Kota Tangerang.

“Jika ada anggota Karang Taruna yang ingin melanjutkan kuliah, kami siap memberikan rekomendasi agar bisa mendapat potongan biaya kuliah dari universitas mitra. Selain itu, kami juga telah bekerja sama dengan Dispora dan Dinas Indagkop untuk membuka pelatihan UMKM bagi anggota Karang Taruna,” tambahnya.

Momen pelantikan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November, yang turut menjadi refleksi bagi para pengurus baru.

“Mari kita selalu mengingat jasa para pahlawan — baik pahlawan bangsa, pahlawan Provinsi Banten, maupun para pendiri Kota Tangerang. Semoga semangat perjuangan mereka menjadi inspirasi agar Karang Taruna terus berkontribusi bagi masyarakat,” tutup Aditya. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan Perluasan Pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) dari sebelumnya yang hanya tersedia di 7 lokus kecamatan, kini menjadi 29 kecamatan. Acara tersebut dipusatkan di Kecamatan Cisauk, Senin (10/11/25).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan dengan perluasan layanan ini, masyarakat kini dapat melakukan pencetakan KTP-el dan Kartu Identitas Anak (KIA) secara langsung di kecamatan masing-masing, tanpa harus datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Tigaraksa.

“Perluasan pelayanan Adminduk ini merupakan bagian dari program unggulan kami, yakni Pelayanan Prima. Pelayanan ini untuk meningkatkan mutu dan mendekatkan ke masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan, sehingga cukup datang ke kecamatan masing-masing,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menegaskan bahwa upaya perluasan layanan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Sekali lagi apa yang kita lakukan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan layanan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. Dengan perluasan pelayanan ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mudah, efisien dan transparan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, menjelaskan bahwa sebelumnya pelayanan hanya tersedia di 7 kecamatan. Setelah dilaunching oleh Bupati, kini layanan tersebut telah tersedia di seluruh 29 kecamatan.

“Terdapat 11 item layanan administrasi kependudukan dan 2 item layanan pencatatan sipil yang kini bisa dilayani di kecamatan,” jelas Fachrul Rozi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengurus sendiri dokumen kependudukan dengan datang langsung ke kecamatan dan tidak melalui perantara.

“Seluruh layanan Adminduk ini gratis, tanpa dipungut biaya, terkait kuota blanko pencetakan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kecamatan. Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan bebas pungli,” tegasnya.

Pada acara peluncuran layanan tersebut, Bupati Tangerang yang didampingi Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah dan perwakilan unsur Forkpimda juga melakukan dialog interaktif dengan para camat melalui sambungan zoom meeting untuk memantau kesiapan pelaksanaan pelayanan di tiap kecamatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kajari Kabupaten Tangerang, Kapolresta Tangerang Selatan, perwakilan Polresta Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota, Dandim 0510/Trs, para Kepala OPD, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Camat Cisauk, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (Red)

Page 36 of 609
Go to top