Lebak, lensafokus.id - Wajah Kota Rangkasbitung, bakal ditata ulang secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Lebak, siapkan kios untuk pedagang kaki lima (PKL) yang berasal dari kawasan padat Jalan Sunan Kalijaga dan Jalan Tirtayasa di Pasar Semi Narimbang Mulya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Bupati Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, dalam menata kota agar lebih tertib, bersih, dan modern tanpa mengorbankan nasib pedagang kecil.
“Kita tidak ingin mematikan usaha, justru ingin menata agar PKL bisa berjualan dengan lebih nyaman dan tertib,” ujar Hasbi saat memimpin sosialisasi penataan kota Rangkasbitung di Pendopo Pemkab Lebak, beberapa hari lalu.

Menurut Hasbi, pemerintah akan melakukan penataan secara humanis dan bertahap, dengan memperhatikan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga telah menyiapkan Pasar Semi Narimbang Mulya dengan sarana dan prasarana yang layak, serta pendampingan selama masa transisi agar para pedagang bisa beradaptasi dengan lingkungan baru tanpa kehilangan pelanggan.
Sosialisasi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Polres Lebak, OPD terkait, serta ratusan pedagang yang antusias menyambut kebijakan baru tersebut. Suasana berlangsung hangat, diwarnai optimisme bahwa penataan ini akan membuka peluang baru bagi geliat ekonomi rakyat.
Di kesempatan yang sama, Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H., menegaskan pihaknya siap mengawal penuh proses pemindahan agar berjalan tertib dan bebas pungli.
“Kalau ada oknum yang coba-coba pungli di lokasi baru, segera laporkan ke polisi atau langsung ke Mapolres Lebak,” tegas Herfio.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, bahwa kawasan Jalan Sunan Kalijaga bukan zona berdagang. Mengingat, karena area tersebut merupakan fasilitas umum. Ia meminta seluruh pedagang menaati aturan dan beralih ke lokasi yang telah disediakan.
“Kami ingin semua pedagang berjualan dengan tenang tanpa mengganggu lalu lintas. Setelah pasar baru beroperasi, tidak boleh lagi ada yang berjualan di pinggir jalan,” ujar Amir.
Dengan langkah ini, Pemkab Lebak menegaskan komitmennya membangun kota yang tertib, bersih, dan berdaya saing, sembari memperkuat ekonomi berbasis UMKM yang teratur dan berkelanjutan.
Rangkasbitung kini bukan hanya sekadar kota kabupaten, tapi sedang bertransformasi menjadi wajah baru Lebak yang lebih modern, rapi, dan berorientasi pada masa depan. (Adv)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan revitalisasi SDN Kedung Dalem 1 dan 2, yang dirangkaikan dengan pembukaan Program Penyetaraan Pendidikan “Bang Pendi” dan peluncuran uji coba layanan angkutan sekolah gratis di Kecamatan Mauk, Selasa (4/11/25).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur atas selesainya revitalisasi gedung sekolah yang sempat roboh akibat bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu.
Pemkab Tangerang bersama pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) langsung melakukan proses pembangunan kembali gedung SD yang rusak
“Waktu itu sekolah ini terkena musibah roboh akibat angin puting beliung. Saya langsung minta agar segera dibangun kembali karena kasihan anak-anak tidak bisa belajar terlalu lama. Alhamdulillah, berkat kerja sama dengan pihak PIK 2, dalam waktu dua bulan sekolah ini bisa berdiri kembali dan hari ini bisa diresmikan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang terlibat langsung, khususnya PT Agung Sedayu Group/PIK 2 yang telah banyak berkontribusi membantu masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah Pantura, dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
“Terima kasih kepada PIK 2 yang sudah banyak membantu masyarakat melalui CSR-nya. Tidak hanya di sini, mereka juga telah membangun fasilitas pendidikan dan olahraga di berbagai wilayah. Ini bukti nyata kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat sekitar,” ungkapnya
Selain peresmian sekolah, masih dalam kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid juga dilakukan peluncuran Program Penyetaraan Pendidikan “Bang Pendi”, sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menamatkan jenjang sekolah dasar hingga menengah.
Bupati menjelaskan bahwa program “Bang Pendi” menjadi salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan seluruh warga mendapatkan kesempatan belajar yang sama.
“Melalui Program Bang Pendi, kita ingin tidak ada lagi warga Kabupaten Tangerang yang putus sekolah. Semua punya kesempatan yang sama untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri,” jelasnya.
Selain itu, Bupati Maesyal Rasyid juga secara simbolis meluncurkan uji coba layanan angkutan sekolah gratis untuk wilayah Kecamatan Mauk. Program ini ditujukan untuk membantu siswa-siswi di wilayah pesisir agar lebih mudah dan aman berangkat sekolah, sekaligus meringankan beban orang tua.
“Kita berharap layanan ini bisa memudahkan anak-anak kita berangkat ke sekolah tanpa harus khawatir ongkos transportasi. Semoga program ini membawa manfaat besar bagi masyarakat,” imbuhnya
Sementara itu, perwakilan dari PT Agung Sedayu Group (PIK 2), Bapak Restu, menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi dan berkolaborasi yang terjalin baik dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung dunia pendidikan.
“Kami mendapatkan arahan langsung dari pimpinan untuk segera membantu setelah mendengar adanya musibah. Hari ini kami senang bisa melihat hasilnya dan semoga fasilitas ini bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat sekitar,” ucapnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, unsur Forkopimda, jajaran Dinas Pendidikan, Camat Mauk, perwakilan PT Agung Sedayu Group (PIK 2), para guru, siswa, dan tokoh masyarakat setempat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa penataan Pasar Cisoka bukan hanya terkait relokasi semata namun untuk kepentingan dan kemajuan bersama.
Hal tersebut ditegaskan Wabup Intan bersama jajaran Forkopimcam Kecamatan Cisoka, perwakilan PD Pasar NKR, para tokoh masyarakat, alim ulama, dan paguyuban pedagang menghadiri dan memimpin langsung memimpin langsung rapat koordinasi penataan pedagang eks penampungan Pasar Cisoka, di RM Waroeng Sunda Talaga Bestari, Selasa (04/11/25)
“Penataan pasar bukan semata soal relokasi, tetapi juga untuk menjaga ketertiban, keselamatan, dan kemajuan ekonomi masyarakat di wilayah Cisoka. Kami sudah berkali-kali mendengarkan keluhan masyarakat, baik dari pedagang di luar maupun di dalam pasar. Penataan ini bukan untuk merugikan siapa pun, tetapi agar Cisoka menjadi wilayah yang tertib, bersih, dan perekonomiannya tumbuh dengan baik,” tegas Wabup Intan
Dia menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) telah menyiapkan sejumlah kemudahan dan keringanan bagi pedagang yang akan berpindah ke dalam pasar. Mulai dari gratis sewa los selama tiga bulan pertama, keringanan tarif parkir bagi pedagang aktif, serta biaya sewa kios yang terjangkau, yaitu sekitar Rp500 ribu perbulan yang jauh lebih murah dibandingkan di area luar yang mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta.
“Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak pindah. Sekali lagi, ini demi kebaikan bersama, supaya masyarakat bisa berbelanja dengan aman dan tertib, dan wajah Kecamatan Cisoka menjadi lebih rapi,” tandasnya.
Pihaknya juga menyampaikan bahwa penertiban akan dilakukan secara persuasif dan humanis. Pemerintah akan menyediakan kendaraan angkut agar pedagang dapat memindahkan barang dagangannya dengan mudah ke dalam pasar. Ia juga akan menginstruksikan kepada aparat kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk bersinergi dan bekerja sama menertibkan lalu lintas serta mengatur jam operasional kendaraan berat yang melintas di jalur Kecamatan Cisoka.
“Satpol PP nanti akan mendampingi dengan cara yang baik. Barang-barang pedagang akan diangkut menggunakan mobil yang disiapkan pemerintah. Tidak ada obrak-abrik. Semua dilakukan dengan tertib dan berkeadilan,” jelasnya
Dia berharap melalui pertemuan tersebut, seluruh unsur pemerintah daerah, kecamatan, Perumda Pasar NKR, tokoh masyarakat, dan paguyuban pedagang, bisa mencapai titik temu dan bersepakat untuk bersinergi bersama dalam menata pasar dan memperindah wajah Kecamatan Cisoka.
“Insya Allah ke depan, setelah penataan selesai, aktivitas ekonomi di Pasar Cisoka akan semakin bergairah dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Jalanan sudah tidak macet, pasar rapi, dan masyarakat bisa belanja dengan nyaman. Ini semua demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya
Camat Cisoka, Sumartono, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah persuasif kepada para pedagang dan pemilik lahan di lokasi eks penampungan pasar. Ia menjelaskan ada tiga hambatan utama yang sebelumnya menjadi kendala relokasi, yaitu penataan pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan, kebijakan portal dan akses kendaraan, serta biaya sewa kios yang dianggap mahal. Pihaknya nantinya juga akan mengadakan kegiatan promosi dan undian belanja untuk menarik minat pembeli agar kembali berbelanja di dalam pasar.
“Alhamdulillah, kini sudah mendapatkan perhatian dan solusi. Sebagian besar pedagang sudah setuju untuk masuk ke dalam pasar. Kami terus melakukan komunikasi baik dengan pengelola maupun dengan masyarakat agar proses ini berjalan lancar,” ungkap Sumartono.
Dukungan penuh terhadap penataan Pasar Cisoka juga disampaikan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Cisoka serta para tokoh masyarakat dan alim ulama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berharap relokasi pedagang ini benar-benar menjadi solusi akhir setelah bertahun-tahun menghadapi ketidakpastian.
“Kami sudah menunggu empat tahun agar masalah ini tuntas. Kami berharap kebijakan pemerintah kali ini benar-benar menjadi penyelamat bagi pedagang kecil agar bisa kembali hidup dan berkembang,” ujar Nana, perwakilan paguyuban.
Tokoh masyarakat juga menyoroti pentingnya penataan bukan hanya di area pasar, tetapi juga sektor lain seperti lalu lintas, keselamatan jalan, dan pengaturan jam operasional truk tambang yang selama ini menimbulkan kemacetan dan potensi kecelakaan di jalur Cisoka. (Red)
Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat upaya edukasi pajak kepada masyarakat. Melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Pemkot gencar mensosialisasikan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas tenaga listrik atau yang lebih dikenal dengan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) ke seluruh wilayah kota.
Kegiatan sosialisasi ini menyasar 13 kecamatan, dengan pelaksanaan terbaru digelar di Kecamatan Neglasari dan Kecamatan Batuceper, Rabu (22/10/2025) lalu.

Kepala BPKD Kota Tangerang, Agus Andriansjah, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar memberikan informasi teknis mengenai PPJ, tetapi juga membangun kesadaran publik akan pentingnya peran pajak daerah dalam menunjang pembangunan dan layanan publik.
“Pajak Penerangan Jalan merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah. Hasilnya dikembalikan lagi kepada masyarakat, terutama untuk penyediaan dan pemeliharaan lampu penerangan jalan di seluruh wilayah Kota Tangerang,” ujar Agus.
Dalam kegiatan tersebut, BPKD turut menghadirkan narasumber dari PT PLN (Persero) UP3 Cikokol serta Bidang Pembangunan PJU Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Peserta kegiatan meliputi perwakilan warga, ketua RW, serta para lurah di setiap kecamatan.
Sosialisasi berjalan interaktif. Masyarakat diberikan kesempatan untuk memahami mekanisme pungutan PPJ yang biasanya sudah termasuk dalam tagihan listrik bulanan, sekaligus memperoleh penjelasan tentang transparansi penggunaan dana pajak.
“Langkah ini penting agar masyarakat tahu ke mana pajak yang mereka bayarkan disalurkan. Dengan pemahaman yang baik, kami yakin partisipasi masyarakat dalam membayar pajak akan meningkat,” tambah Agus.

Selain meningkatkan literasi pajak, acara ini juga menjadi ruang bagi PLN untuk menyampaikan informasi seputar program dan layanan terbaru, termasuk upaya peningkatan mutu pasokan listrik di Kota Tangerang.
Ke depan, BPKD akan melanjutkan kegiatan sosialisasi ke seluruh kecamatan hingga akhir tahun. Pemerintah berharap, dengan semakin tingginya pemahaman masyarakat terhadap fungsi pajak daerah, khususnya PPJ, pembangunan kota dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kesadaran pajak adalah fondasi pembangunan. Semakin banyak masyarakat yang paham, semakin cepat pula Kota Tangerang berkembang menuju kota yang terang, tertib, dan maju,” tutup Agus. (Adv)
SERANG, lensafokus.id - Dalam rangka semangat mempererat silaturahmi sekaligus menyambut peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang akan digelar pada 6 - 9 Februari 2026 mendatang, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar pertandingan fun futsal persahabatan melawan tim Universitas Serang Raya (Unsera FC), Selasa (4/11/2025).
Pertandingan berlangsung di Lapangan Futsal Unsera, Kota Serang, dan diikuti dengan penuh antusias oleh kedua tim. Suasana keakraban tampak sejak awal laga dimulai. Riuh sorak penonton dan semangat pemain menambah kemeriahan jalannya pertandingan yang sarat dengan nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan.
Ketua Unsera FC, Delly Maulana, mengatakan bahwa pertandingan ini bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan tentang membangun sinergi antara insan pers dan dunia kampus melalui semangat olahraga.
“Kami tidak berbicara soal hasil akhir, tapi tentang kebersamaan dan semangat untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga. Ini juga menjadi bentuk dukungan kami terhadap insan pers yang akan merayakan Hari Pers Nasional,” ujar Delly.
Dalam laga tersebut, SIWO PWI Banten menghadapi tantangan berat. Tim Unsera FC tampil solid dan berhasil unggul dengan skor 6 - 0. Meskipun demikian, tim SIWO tetap menunjukkan semangat pantang menyerah.
Sebelumnya, SIWO PWI Banten juga telah melakoni laga persahabatan serupa di Lapangan CIA Futsal, Kota Serang, pada Jumat sore, (24/10/25) lalu dengan hasil 7 - 4 untuk keunggulan lawan. Dua kekalahan beruntun tidak membuat semangat tim SIWO surut. Sebaliknya, hal ini menjadi pemacu motivasi untuk terus berlatih dan mempererat kekompakan antarwartawan di Banten.
Perwakilan SIWO PWI Banten, Fahdi Khalid yang menjabat sebagai Sekretaris PWI Banten, menyampaikan bahwa kegiatan olahraga seperti ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Hari Pers Nasional, sekaligus wujud komitmen SIWO dalam memperkuat hubungan lintas sektor.
“Melalui olahraga, kita bisa membangun kebersamaan dan semangat positif. Pertandingan ini menjadi ajang pemanasan menuju Hari Pers Nasional 2026, yang tidak hanya menjadi perayaan insan pers, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi antara dunia media, pendidikan, dan masyarakat,” ungkap Fahdi.
Sementara itu, Ketua PWI Banten Rian Nopandra mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh SIWO. Menurutnya, olahraga dapat menjadi medium efektif untuk mempererat hubungan antarprofesi, khususnya antara wartawan dan kalangan akademisi.
“Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena membawa semangat HPN 2026: menjalin sinergi, memperkuat solidaritas, dan membangun bangsa melalui karya dan sportivitas,” katanya.
Laga persahabatan ini juga menjadi simbol komitmen SIWO PWI Banten untuk terus aktif di bidang olahraga dan sosial kemasyarakatan. Ke depan, SIWO Banten berencana menggelar berbagai kegiatan serupa di sejumlah daerah, sebagai bagian dari kampanye “Wartawan Sehat dan Sportif Menyongsong HPN 2026.”
Dengan semangat kebersamaan dan persahabatan, SIWO PWI Banten berharap momentum ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga di tengah kesibukan dunia modern. (Cecep)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara pengukuhan Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Tangerang periode 2024–2028 yang digelar di Aula Kantor MUI. Selasa (4/11/25).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan ucapan selamatnya kepada pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap para pengurus baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta semangat pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
“Selamat kepada mereka yang dikukuhkan hari ini. Semoga amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan penuh keiklasan, tanggung jawab dan dengan semangat pengabdian,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan, penghulu memiliki peran penting dan strategis dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang menjadi fondasi ketahanan sosial dan spiritual bangsa. Oleh karena itu, seorang penghulu dituntut untuk profesional, berintegritas, dan memiliki akhlak mulia dalam menjalankan tugas.
"Penghulu bukan hanya pelaksana pencatatan pernikahan, tetapi juga penjaga moral umat, pembina keluarga, dan pelopor keteladanan akhlak," tandasnya
Dia juga menyebutkan bahwa APRI merupakan wadah penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antarprofesi penghulu serta meningkatkan kapasitas dan kualitas para penghulu dalam melayani masyarakat. Dia berharap dengan adanya pengukuhan pengurus tersebut semakin menguatkan peran dan fungsi organisasi untuk senantiasa bersinergi bersama pemerintah dalam pembangunan.
“APRI diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektoral, memperkuat peran penghulu sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional, serta menjadi motor penggerak pembinaan keluarga sakinah dan masyarakat berakhlakul karimah,” imbuhnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memberikan apresiasi tinggi kepada para penghulu yang telah mengabdikan diri dengan dedikasi dan integritas tinggi. Ia meyakini penghulu yang profesional akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius, sejahtera, dan berdaya saing. Dia pun memberikan pesan kepada seluruh anggota untuk menjadikan APRI sebagai ruang belajar, berdiskusi dan berinovasi sehingga keberadaanya juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
“Jadikan organisasi ini sebagai ruang untuk berbagi, belajar, dan memperkuat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” ucapnya.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, tokoh agama, serta para penghulu se-Kabupaten Tangerang. (Red)