Tangerang Selatan, lensafokus.id - Grand Final Putri Muslimah Indonesia 2025 berlangsung megah dan meriah Di Mall Teras Kota Senin (24/11/2025).
Putri Lentera Muslimah Indonesia" Adalah acara kompotisi unjuk bakat dan kontes
kecantikan dengan peragaan busana muslimah yang diselenggarakan oleh PT. Lentera
Muslimah Indonesia.

Acara yang digelar di Teras Kota, Tangerang Selatan itu melalui audisi online dari 30 peserta 8 di pilih menjadi grand final. Founder PT Lentera Muslimah Indonesia, Aida, memaparkan, kompetisi tersebut bukan hanya memamerkan pesona fisik, tapi memiliki latar belakang kontestan yang cerdas berbudi luhur.
" Ini adalah ajang kompetisi unjuk bakat yang prestisius sekaligus kontes kecantikan yang
dirancang khusus untuk para muslimah di seluruh Indonesia. Putri Lentera Muslimah Indonesia bukan sekadar panggung untuk menampilkan pesona fisik semata. Lebih dari itu, kami mencari muslimah yang memiliki kecerdasan, kepribadian yang luhur, dan bakat istimewa yang siap menjadi inspirasi dan lentera bagi sesama, " ujarnya saat konferensi pers, Senin (24/11)
Adapun, beberapa test untuk menjadi model muslimah diantaranya memprioritaskan baca huruf Qur'an dan publik speaking,
" Audisinya melalui online ada sesinya juga, dari mulai sesi wawancara melihat potensi mereka langsung, test mengaji, modeling dan publik speaking, sampai psikotes, " tambahnya
Sementara, di tempat yang sama, salah satu MUA, Aini mengatakan, pihaknya mengaku senang lantaran berikan kesempatan untuk menjadi sponsor pada kegiatan tersebut.
" Suatu kehormatan dan kebanggaan diberikan kesempatan mensponsori acara ini. Mudah-mudahan acara ini semakin sukses selalu, " imbuh owner Amelia Wedding
Sejak awal acara dimulai, suasana dibalut nuansa elegan dengan sentuhan dan
nilai-nilai Islami. Para peserta tampil percaya diri dalam rangkaian sesi penilaian, peragaan busana muslimah modern. (Sumarna)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Seribu pelajar nampak kompak mengikuti Deklarasi Pelajar Anti Tawuran yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Tidak hanya upacara pembacaan deklarasi semata, kegiatan orientasi kebangsaan berhasil diikuti para pelajar secara antusias.
Salah satu pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Terpadu Al-Husna Kota Tangerang, Malika Zatifah menuturkan, kegiatan deklarasi dan orientasi kebangsaan ini memberikan pengalaman baru yang berkesan.
Terlebih, kegiatan deklarasi dan orientasi kebangsaan ini akan menyajikan sesi pembekalan materi yang beragam. Mulai dari materi kebangsaan, kepemimpinan, kedisiplinan, antikekerasan dan perundungan, sampai antipenyalahgunaan narkoba di bawah bimbingan intensif TNI di Yonif Mekanis 203/Arya Kemuning, Jatiuwung, Kota Tangerang.
”Saya bersama teman-teman semuanya sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan deklarasi dan orientasi yang berlangsung sampai besok ini. Apalagi acaranya bukan sekadar formalitas pembacaan deklarasi semata, namun disertai kegiatan orientasi yang penuh kebersamaan dengan teman-teman baru dari sekolah lainnya,” ujar Malika setelah menjalani Upacara Deklarasi Pelajar Anti Tawuran bersama Wali Kota Tangerang Sachrudin, Senin (24/11/25).
Di momen sama, Amron Nur Alamsyah dari SMA Negeri 3 Kota Tangerang menambahkan, kegiatan deklarasi dan orientasi kebangsaan ini menjadi wadah pembentukan karakter yang penting bagi generasi muda.
Sederet agenda kegiatan yang akan dijalani ke depan dinilai dapat membentuk jiwa kepemimpinan para pelajar untuk melawan stigma buruk bahwa pelajar sekarang bukanlah beban, melainkan calon pemimpin di masa depan.
”Saya menilai kegiatan deklarasi dan orientasi ini sangat penting dan bermanfaat pastinya. Semua agendanya akan memberikan dampak yang besar dalam pembentukan karakter. Sehingga diharapkan setelah kegiatan ini bisa menginspirasi teman-teman lainnya untuk meninggalkan aksi tawuran dan kekerasan lainnya di lingkungan sekolah masing-masing,” tambah Amron. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa penanganan Tuberkulosis (TBC) merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Penguatan Desa Siaga TBC yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Senin (24/11/25).
“Bagi seluruh pemangku kepentingan, pahami peran masing-masing, pertegas komitmen, dan terus kawal penguatan Desa Siaga TBC hingga berdampak nyata terhadap penurunan kasus,” ujar Bupati Maesyal.
Bupati memaparkan bahwa estimasi kasus TBC di Kabupaten Tangerang pada tahun 2024 mencapai 13.625 kasus, dengan pencapaian penemuan 12.391 kasus atau 90,9%. Angka tersebut menunjukkan tren yang masih harus terus ditekan melalui pencegahan, penemuan kasus secara aktif, serta pengobatan yang berkesinambungan.
Ia menetapkan bahwa pendataan ulang kepada masyarakat sangat penting untuk memastikan keakuratan data. Dengan data yang akurat, upaya sosialisasi, skrining, dan pendeteksian dini sangat menentukan langkah dan kebijakan yang diambil agar warga yang terinfeksi dapat segera mendapatkan pengobatan yang tepat dan optimal.
“Tugas kesehatan adalah tanggung jawab kita semua. Pemdes bersama kader, dengan Arahan camat dan pimpinan Puskesmas, harus bertugas mengumpulkan data ulang masyarakat, memastikan keakuratan data, lalu melakukan sosialisasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Dia juga meminta perangkat desa, kader kesehatan, Puskesmas, serta camat untuk turun langsung mendata dan mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan dengan pendekatan humanis dan informatif. Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah penularan yang lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar 25 persen APBD untuk sektor kesehatan, dan sebagian dari anggaran tersebut diarahkan khusus untuk memperkuat program penanggulangan TBC.
Lebih lanjut, dia menyampaikan ada enam strategi nasional eliminasi TBC yang menjadi pedoman daerah, yakni penguatan kepemimpinan, peningkatan layanan berkualitas, optimalisasi pencegahan dan pengobatan, pemanfaatan penelitian dan teknologi, pelibatan multisektor, serta program penguatan manajemen.
“Semua strategi ini saling berkaitan dan membutuhkan implementasi yang konsisten di daerah,” ujarnya.
Sejalan dengan arah nasional, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menghadirkan berbagai inovasi. Salah satunya melalui Desa Siaga TBC sebagai garda terdepan percepatan eliminasi secara bottom-up. Selain itu, terdapat program Investigasi Advokasi Cegah dengan Terapi Pencegahan TBC (Siaga Dengan Tepat) serta Skrining TBC Sekolah (Situbers) yang menjadi terobosan daerah dalam menekan penyebaran TBC.
Sementara itu, salah satu penderita TBC yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Balaraja, Siti Hamidah, menuturkan dirinya telah menjalani pengobatan selama 15 bulan. Ia merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari rumah sakit dan juga Puskesmas.
“Saya mendapat pendampingan dari rumah sakit dan juga Puskesmas. Saya didampingi agar tetap teratur minum obat dalam masa pengobatan,” tuturnya.
Ia berharap pendampingan seperti yang ia terima dapat terus diperkuat, sehingga lebih banyak pasien TBC yang merasa terbantu, tidak takut berobat, dan bisa sembuh tepat waktu. Ia juga berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri maupun lingkungan agar penyebaran TBC dapat ditekan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung proses pembongkaran dalam rangka pelaksanaan normalisasi gorong-gorong di kawasan Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Senin (24/11/25).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir yang setiap tahun melanda kawasan tersebut pada musim hujan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang ikut langsung membantu warga dan para pedagang yang secara sukarela melakukan pembongkaran bangunan yang berada di atas saluran gorong-gorong. Dia menjelaskan bahwa seluruh pihak di 7 RW terdampak telah sepakat untuk melakukan penertiban dan normalisasi gorong-gorong demi kepentingan umum.
“Hari ini kita bersama Dinas Bina Marga SDA, Muspika, Camat, Danramil, Kapolsek serta seluruh RW dan RT di Villa Tangerang Elok sepakat bahwa gorong-gorong di kawasan ini harus dilakukan penertiban dan normalisasi," jelas Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, aduan masyarakat dan hasil kesepakatan bersama seluruh pihak dalam rangka mengatasi dampak banjir yang kerap melanda wilayah 7 RW di Kelurahan Kutajaya telah dicapai. Demi kepentingan bersama, semua pihak dengan terbuka dan sukarela untuk membongkar bangunan di atas gorong-gorong agar pelaksaan normalisasi saluran air bisa segera dilakukan.
"Demi kepentingan umum, kita berusaha melakukan penertiban dan normalisasi gorong-gorong. Semua pemilik ruko sudah siap, sesuai dengan surat pernyataan yang ada. Mudah-mudahan setelah normalisasi ini dijalankan, banjir bisa berkurang bahkan tidak terjadi lagi,” imbuhnya.
Dia mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi dukungan dan kesadaran masyarakat yang dengan sukarela mendukung program normalisasi.
“Alhamdulillah, dengan kesadaran tinggi dari masyarakat, para pemilik ruko dan pelaku usaha setuju dilakukan normalisasi. Mohon doa agar pekerjaan ini berjalan lancar,” ujarnya.
Dia berharap program normalisasi gorong-gorong ini bisa juga menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan bagi warga Perumahan Villa Tangerang Elok dan sekitarnya.
Sementara itu, Moses, salah satu warga yang sejak tahun 2000 tinggal di kawasan tersebut, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati dan seluruh jajaran atas insiatifnya yang mengedepankan dialog humanis serta turun langsung ke lokasi
“Saya di sini sejak tahun 2000, sudah 25 tahun setiap musim hujan selalu banjir. Kita harus ikhlas agar ke depan tidak banjir lagi. Saya memberikan contoh dengan siap melakukan pembongkaran. Semoga warga lain mengikuti. Hari ini sudah mulai dan saya siap mendukung.” katanya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja memimpin apel Semun pagi pegawai yang digelar di Lapangan Upacara Raden Aria Yudhanegara, Senin (24/11/25).
Dalam amanatnya, Sekda Soma menegaskan bahwa APBD tahun 2026 akan berjalan dalam kondisi fiskal yang menantang akibat adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat tentang Transfer ke Daerah (TKD). Untuk itu, meminta seluruh OPD harus siap dan melakukan berbagai terobosan-terobosan tanpa mengurangi kualitas pelayanan msyarakat
"Situasi tahun depan memang sedikit berbeda dan menantang. Dengan adanya perubahan kebijakan TKD, kita semua harus siap menyesuaikan diri. Kita harus mampu melakukan pengetatan anggaran dan meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat," tandas Soma.
Dia juga menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan potensi sumber pendapatan lainnya sebagai langkah untuk memperkuat kemampuan fiskal daerah. Ia meminta perangkat daerah seperti Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP untuk terus memperkuat integrasi data dan rekomendasi BPK agar pendataan objek pajak dapat dilakukan lebih akurat dan cepat.
“Kita memiliki banyak potensi pajak dari bangunan dan lahan yang sudah berkembang. Data yang terintegrasi antara Bapenda, DTRB, dan DBMPTSP menjadi kunci. Begitu datanya lengkap, tindak lanjut pajaknya bisa dieksekusi lebih cepat,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan terhadap segala potensi bencana di penghujung tahun. Menurutnya, banjir dan angin puting beliung merupakan dua bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Tangerang sehingga harus diantisipasi dengan baik lintas sektor
"Kita harus tetap waspada. Banjir adalah pemandangan yang hampir rutin di beberapa wilayah, dan puting beliung juga sering terjadi. Jika ada kejadian, BPBD, camat, OPD terkait lainnya harus cepat turun, didukung oleh PMI, Tagana, dan seluruh relawan," ujarnya.
Dia juga menyebut bahwa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara otomatis terdaftar sebagai anggota induk organisasi resmi seperti PGRI untuk para guru dan Korpri untuk para ASN.
"Tidak ada forum-forum lain di luar PGRI dan Korpri. P3K adalah bagian dari ASN kita, bagian dari Korpri kita. Semua harus menginduk pada organisasi resmi," tandasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Belimbing 1 Kosambi, Tangerang, yang didanai dengan anggaran publik sebesar Rp 822.192.000,00 dari APBD TA. 2025, tengah menjadi sorotan publik. Proyek ini bertujuan vital untuk mendukung Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar, namun pelaksanaannya oleh CV. Tabita Mutiara Desa dalam waktu 53 hari kalender diduga kuat telah melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan pengawasan mutu.
Puncak dari dugaan kelalaian ini adalah temuan di lapangan bahwa proses pengecoran struktur bangunan berlangsung tanpa kehadiran Pelaksana proyek maupun Konsultan Pengawas. Pengecoran adalah tahapan paling krusial yang menentukan kekuatan struktural bangunan. Ketiadaan pengawasan di momen ini mengindikasikan bahwa kontrol mutu proyek telah diabaikan, membuka peluang besar bagi penyimpangan teknis dan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi kontrak.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius bahwa anggaran hampir satu miliar Rupiah dari uang rakyat terancam sia-sia karena berpotensi menghasilkan bangunan yang cacat mutu dan tidak layak huni. Kecenderungan untuk memotong prosedur pengawasan diduga kuat didorong oleh tenggat waktu pengerjaan yang sangat ketat, yaitu hanya 53 hari, yang mana prioritas keselamatan dan kualitas dikorbankan demi kecepatan.

Aspek yang paling mengkhawatirkan adalah ancaman keselamatan jangka panjang bagi para siswa. Struktur yang dicor tanpa pengawasan teknis berisiko tinggi memiliki kekuatan yang tidak memadai, menjadikannya "bom waktu" yang membahayakan nyawa anak-anak sekolah. Jika terbukti terjadi penyimpangan teknis, bangunan RKB ini justru dapat menjadi bencana di masa depan, alih-alih menjadi fasilitas pendidikan yang aman.
Masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, selaku pemilik proyek, segera turun tangan. Tindakan yang diperlukan bukan hanya sekadar verifikasi, tetapi juga audit forensik terhadap mutu pengerjaan yang sudah berjalan. Diperlukan pengujian mendesak, seperti core drill test, untuk menguji kekuatan beton yang telah dicor guna memastikan bangunan tersebut tidak melanggar standar keamanan minimum.
Kasus ini menuntut akuntabilitas penuh dari CV. Tabita Mutiara Desa, Konsultan Pengawas, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Kegagalan untuk memastikan pengawasan teknis dan penerapan K3 yang memadai menunjukkan kelalaian serius dalam mengelola amanah anggaran publik. Tindakan tegas dan transparan diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap proyek-proyek infrastruktur pendidikan. (Sumarna)