Items filtered by date: Friday, 23 October 2026

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama BAZNAS Kabupaten Tangerang menyalurkan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa serta bantuan usaha kepada masyarakat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Aula Kantor Baznas Citra Raya Kec. Panongan. Jumat (23/10/26).

Bupati Maesyal mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari pendistribusian program BAZNAS Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus Hari Santri Nasional 2026. Sebanyak 80 gerobak usaha diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Setiap penerima juga mendapatkan tambahan modal usaha sebesar Rp1 juta untuk membantu memulai dan mengembangkan usahanya.

“Alhamdulillah, hari ini bersama BAZNAS kita menyerahkan 80 gerobak usaha. Selain gerobak, masing-masing juga mendapatkan modal Rp1 juta. Ada yang akan jualan es teh, gorengan, bakso, cilok dan usaha lainnya,” ungkap Bupati Maesyal

Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat dalam memulai usahanya dan bisa lebih mandiri secara ekonomi serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Yang penting ada usaha. Mudah-mudahan mereka bisa maju, sukses dan sejahtera sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Selain bantuan usaha, pada kegiatan tersebut juga disalurkan santunan kepada sekitar 394 anak yatim dan kaum dhuafa berupa paket sembako serta uang. Bupati pun mengapresiasi BAZNAS Kabupaten Tangerang yang telah secara konsisten bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Ini kerja sama yang bagus antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan BAZNAS. Mudah-mudahan masyarakat kita semakin terbantu dan beban mereka bisa diringankan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Tangerang H. Ahmad Nawawi mengatakan, pendistribusian bantuan tersebut merupakan program tahunan yang digelar bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, ini program tahunan BAZNAS. Selain santunan yatim dan dhuafa, kami juga memberikan dukungan kepada UMKM berupa gerobak dan modal usaha. Hari ini ada 80 unit gerobak, masing-masing disertai modal Rp1 juta,” jelas Nawawi.

Dia menambahkan, BAZNAS Kabupaten Tangerang juga memiliki sejumlah program bantuan lainnya, antara lain bedah rumah, sanitasi, sembako hingga alat bantu kesehatan seperti kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu dan tangan palsu.

Dana tersebut dihimpun dari zakat, infak dan sedekah para muzaki, termasuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Semakin optimali penghimpunan zakat, infak dan sedekah, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita bantu,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang menerima kunjungan study tiru dari TP PKK Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi antardaerah, serta berbagi inovasi berbasis teknologi dan pengetahuan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK guna meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada rombongan TP PKK Kabupaten Sarolangun. Ia berharap kunjungan tersebut dapat menjadi sarana untuk saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat inovasi dalam menjalankan program-program PKK.

“Kami menyambut baik kunjungan TP PKK Kabupaten Sarolangun ke Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan

study tiru ini, kita dapat saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta mempelajari berbagai program dan inovasi yang telah dilaksanakan di masing-masing daerah,” ujar Rismawati.

Menurutnya, TP PKK memiliki peran strategis dalam mendukung astacita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya melalui pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, serta upaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan sejahtera.

Ia juga berharap berbagai informasi dan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan program PKK yang lebih inovatif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting, bagaimana program-program PKK dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, diperlukan komitmen, kerja sama, dan peran aktif seluruh kader PKK agar pemberdayaan keluarga dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sarolangun Hj. RISHA fitria Hurmin, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh TP PKK Kabupaten Tangerang. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan

study tiru tersebut merupakan kesempatan berharga untuk memperoleh wawasan dan mempelajari praktik baik dalam pelaksanaan program pemberdayaan keluarga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang beserta seluruh jajaran yang telah menerima kunjungan kami dengan baik. Kami berharap melalui kegiatan ini, kami dapat memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan yang nantinya bisa diterapkan serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sarolangun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pertukaran pengalaman antardaerah menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kapasitas kader PKK, sekaligus mendorong lahirnya inovasi program yang mampu menjawab berbagai kebutuhan keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang baik antarpengurus TP PKK perlu terus dibangun agar pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dapat berjalan semakin efektif dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (Red)

Published in Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menegaskan kepedulian dan dukungannya terhadap para pengemudi ojek online (ojol) yang setiap hari menjadi bagian penting dalam menunjang mobilitas sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat menghadiri Anniversary ke-1 Forum Ojek Online Bersatu Kabupaten Tangerang (FORBETA) di GSG Puspemkab Tangerang, Jumat (23/10/26).

“Rekan-rekan ojek online tidak hanya sebagai salah satu urat nadi transportasi harian, membantu mobilitas masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Pemerintah daerah tentu mengapresiasi peran dan kontribusi tersebut,” ujar Bupati Maesyal

Menurut dia, komunitas ojol juga menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Tangerang yang harus dirangkul. Pemkab Tangerang berharap FORBETA dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan.

“Saya berharap FORBETA terus menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah. Tetap jaga kekompakan, keselamatan di jalan, tertib berlalu lintas dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi FORBETA yang tidak hanya membangun solidaritas antarpengemudi, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial melalui santunan kepada anak yatim dan dhuafa.

"Kami doakan seluruh pengemudi ojol agar senantiasa diberikan keselamatan dalam bekerja, perlindungan, kelancaran rezeki serta keberkahan bagi keluarganya," ucapnya

Salah seorang pengemudi ojol, Acep, mengaku perhatian pemerintah daerah, khususnya Bupati Tangerang, kepada para pengemudi ojol selama ini cukup besar.

“Pemkab Tangerang sangat peduli kepada kami para ojol. Salah satu buktinya kami didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan oleh Pemda. Kami juga sering menerima bantuan. Jadi memang banyak perhatian dari Pemkab Tangerang, khususnya Pak Bupati, kepada para ojol,” ungkap Acep.

Menurut Acep, perhatian pemerintah daerah tersebut memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk pengakuan terhadap para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan dan memiliki risiko kerja cukup tinggi.

"Dukungan dan perhatian kepada kami pengemudi ojol merupakan bentuk pengakuan keberadaan ojol dan membuat kami merasa lebih aman dalam bekerja," pungkasnya. (Red)

Published in Banten

LEBAK | lensatokus.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap penguatan kelembagaan pondok pesantren. Momentum Hari Santri 2026 dinilai menjadi kesempatan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren, kesejahteraan santri, serta pengembangan sumber daya manusia yang religius dan berkarakter.

Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori, mengatakan penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama diharapkan dapat mendorong perkembangan pesantren secara lebih terarah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

“Kita meyakini adanya setingkat Direktorat Jenderal Pesantren dipastikan dapat membawa kemajuan pesantren dari tingkat pusat sampai daerah,” kata Ahmad Hudori di Lebak, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan keagamaan sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, dukungan terhadap pesantren perlu mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Ia menyebutkan, pesantren di Kabupaten Lebak terus berkembang dan tersebar di berbagai wilayah. Bantuan pembangunan gedung serta fasilitas pesantren juga dinilai penting untuk mendukung kegiatan belajar para santri.

Ahmad berharap pesantren mampu melahirkan generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami memastikan pesantren di Lebak terus berkembang dan santri belajar dengan tenang, aman serta dapat meningkatkan nilai-nilai keagamaan juga keilmuan,” ujarnya.

Dukungan terhadap pendidikan pesantren juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan. Ia mengatakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar pada 2026 untuk program beasiswa bagi 100 santri dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di pesantren modern.

Penerima bantuan tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam pengelompokan data sosial ekonomi.

“Kami berharap beasiswa santri itu dapat mendukung pembangunan dan mampu mengentaskan kemiskinan ekstrem,” kata Halson.

Program beasiswa tersebut diharapkan membantu meringankan beban biaya pendidikan keluarga penerima sekaligus memperluas kesempatan bagi santri dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Sementara itu, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Lebak, KH Ade Bujhaerimi, menyebutkan bahwa jumlah pesantren yang terdaftar di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 1.600 unit.

Menurutnya, pesantren di daerah tersebut memiliki karakteristik beragam, mulai dari sistem pendidikan tradisional hingga modern.

Ade mengapresiasi upaya penguatan kelembagaan pesantren dan berharap kebijakan tersebut diikuti dengan dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan pendidikan, fasilitas, serta kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

“Kami mengapresiasi Prabowo-Gibran yang peduli terhadap pesantren yang diperkuat kelembagaan dengan adanya Direktorat Jenderal Pesantren, dipastikan terus berkembang,” katanya. (C2p)

Published in Banten
Go to top