
Tangerang, lensafokus.id – Mengawali puncak acara keagamaan dalam rangkaian Tangerang Bersyukur, para jamaah disuguhkan ceramah agama dan tausiyah yang menyejukkan dari penceramah kondang, KH. Ubaidillah, di ruang utama Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa.
Dalam ceramahnya di hadapan jajaran pejabat Pemkab Tangerang, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai elemen, KH. Ubaidillah menekankan pentingnya memaknai usia ke-394 Kabupaten Tangerang sebagai wujud nikmat besar yang wajib disyukuri bersama. Beliau menyampaikan bahwa rasa syukur sebuah daerah tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui perbuatan nyata, menjaga kedamaian, dan memperkuat keimanan.
"Syukur adalah kunci keberkahan suatu negeri. Ketika pemerintah dan rakyatnya bersatu dalam ketaatan, saling merangkul, dan menjaga ukhuwah Islamiyah serta persatuan, maka Allah SWT akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi untuk Kabupaten Tangerang," tutur KH. Ubaidillah.
Lebih lanjut, beliau juga mengapresiasi kebersamaan seluruh lapisan masyarakat yang hadir melebur tanpa sekat di Masjid Agung Al-Amjad. Momen berkumpulnya ASN, ulama, pengemudi ojek online, hingga warga umum ini dinilainya sebagai wujud keharmonisan yang harus terus dirawat demi kemajuan daerah.
Tausiyah hangat yang diselingi dengan pesan-pesan kebaikan tersebut ditutup dengan doa bersama agar Kabupaten Tangerang senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya, diberikan pemimpin yang amanah, serta dijadikan daerah yang semakin religius, sejahtera, dan penuh keberkahan di usianya yang ke-394 ini. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menekankan kepada para kepala desa untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta meningkatkan tata kelola keuangan yang baik
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal saat membuka sosialisasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) APDESI Kab. Tangerang, Rabu (07/10/26)
"Alhamdulillah kepala desa sudah bagus menjalankan tugas bersama perangkat desa. Kolaborasi dengan BPD-nya juga sudah bagus, sekarang harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Karena dengan kolaborasi bersama-sama itu bisa saling mengayomi, saling bantu dan gotong royong majukan desa dan masyarakatnya," tandas Bupati Maesyal
Bupati Maesyal juga menegaskan pentingnya tata kelola keuangan desa yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penggunaan dan pengelolaan anggaran desa harus sesuai dengan kaidah dan norma-normal hukum yang berlaku.
"Dana desa baik itu dari pemerintah pusat dan daerah maupun kementerian itu harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur, sesuai dengan mekanisme dan dapat dipertanggungjwabkan. Kesadaran hukum harus dipegang teguh termasuk untuk batuan keuangan dari provinsi dan lainnya maupun bantuan bagi hasil keuangan dari pajak retribusi daerah," tegasnya
Selain itu, Bupati Maesyal juga meminta para kepala desa agar merespon cepat dan menindaklanjuti segala permasalahan yang terjadi. Para kepala desa selaku kepanjangan dari pemerintah diharapkan selaku hadir di tengah-tengah masyarakat dan melayani dengan prima sampai paripurna.
"Namanya pelayanan prima itu adalah pelayanan yang betul-betul turun secara ikhlas, dilakukan oleh kepala desa maupun perangkatnya. Merespon cepat, kalau ada hal-hal yang perlu penanganan cepat jangan ditunda, langsung ditindaklanjuti," pintanya
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh kepala desa beserta perangkatnya atas kinerja dan pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat
"Kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepada 246 kepala desa yang ada di Kabupaten Tangerang yang sampai saat ini masih tetap semangat menjalankan tugas di desanya masing-masing. Saya angkat jempol kepada kepala desa," ucapnya
Mengakhiri sambutanya, dia juga mengajak para kepala desa untuk memeriahkan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Tangerang, Maskota melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala desa dan sekretaris desa dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa akan kesadaran hukum dan norma-norma yang berlaku
"InsyaAllah penyampaian materi kegiatan peningkatan kapasitas perangkat desa ini bermanfaat bagi seluruh kepala desa dan para sekdes se-Kabupaten Tangerang," terangnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Jambore Ajang Kreativitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Gedung Diklat Kitri Bhakti Curug, Kamis (08/10/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan kepada seluruh peserta jambore bahwa kehadiran dan keikutsertaan para remaja bukan hanya sekadar untuk mengikuti perlombaan, permainan, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman namun juga merupakan bagian dari pembentukan karakter, mental dan spiritual
"Kalian hadir sebagai bagian dari generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kekuatan besar Kabupaten Tangerang dan Indonesia di masa depan. Karena Indonesia yang bersinar tidak mungkin dibangun hanya oleh orang dewasa," ujar Wabup Intan
Dia mengatakan tema kegiatan "Remaja Sadar, Indonesia Bersinar", sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Menurut dia, Indonesia, khususnya Kabupaten Tangerang yang bersinar harus dipersiapkan sejak dini, melalui remaja yang sadar akan dirinya, potensi, sadar terhadap lingkungan sekitarnya, pengambilan keputusan, dan yang paling penting adalah sadar bahwa setiap pilihan dan keputusan yang dibuat hari ini akan menentukan masa depan nantinya.
"Jambore ini menjadi kesempatan bagi kalian untuk belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Saya ingin kalian pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga daripada piala, bawalah pengalaman, persahabatan, keberanian dan nilai-nilai baik yang kalian dapatkan selama mengikuti jambore ini," tandasnya
Wabup Intan berharap Jambore PIK-R tidak hanya menjadi ajang komunitas semata, tetapi juga mampu menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi dan saling mendukung satu dengan yang lainnya
"Jambore PIK-R ini harus menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi, bertanya, saling menguatkan, saling mendukung dan saling mengingatkan teman seusianya," ujarnya
Dia juga berpesan kepada seluruh peserta jambore agar menjadi remaja yang hebat. Remaja yang berani bersuara dan berani bersikap apabila ada teman dan remaja lainnya yang mengalami perundungan dan kesulitan. Selain itu, Wabup Intan juga meminta seluruh peserta untuk mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, kekompakan dan nama baik diri sendiri, sekolah, keluarga, dan Kabupaten Tangerang.
"Menjadi hebat adalah ketika kita bisa membantu orang lain untuk ikut bertumbuh. Ketika ada teman yang sedang mengalami kesulitan atau perundungan, jangan dijauhi, ketika ada teman yang kehilangan arah, jangan dihakimi, ketika ada teman yang memiliki potensi, jangan merasa tersaingi, justru rangkul, dukung, dan tumbuh bersama," tegasnya
Ketua pelaksana kegiatan, Aisya Anggraini melaporkan bahwa jambore tersebut merupakan sarana bagi seluruh anggota PIK-R untuk dapat mengembangkan kemampuan serta menguatkan relasi pertemanan. Jambore tersebut juga merupakan rangkaian puncak yang mempertemukan 13 finalis terbaik se-Kab. Tangerang
"Jumlah pesertanya 223 orang, dengan 43 kelompok PIK-R. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari ini sampai hari sabtu," ungkapnya
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Muchlis mengatakan jambore tersebut bertujuan untuk memicu inovasi dan kreativitas remaja dalam merespon isu kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta tantangan kontemporer lainnya yang dikemas melalui konsep kebersamaan di alam terbuka.
"Jambore ini akan di isi dengan penyampaian materi yaitu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, HIV/AIDS, dan pelatihan modul PSKS, serta lomba dan permainan yang edukatif bagi remaja," jelasnya
Pihaknya berharap setelah mengikuti kegiatan, seluruh peserta lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alam, rasa solidaritas antar sesama remaja guna menciptakan lingkungan remaja yang sehat, aman, dan produktif serta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari serta terampil merancang perencanaan masa depan yang baik bagi diri sendiri dan masyarakat. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Wali Kota Tangerang Sachrudin menggerakkan seluruh perangkat kewilayahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir memasuki musim penghujan.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Kewilayahan yang melibatkan seluruh camat dan lurah se-Kota Tangerang di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Kamis (8/10/2026).
Sachrudin mengatakan, kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan perlu dilakukan sejak dini dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah dan masyarakat di setiap wilayah.
“Kami tadi melaksanakan rapat evaluasi sekaligus memperkuat sinergi bersama menghadapi musim penghujan dalam hitungan bulan ke depan. Camat dan lurah juga didorong untuk mengajak masyarakat di wilayahnya agar bersama-sama turun tangan mengantisipasi banjir di Kota Tangerang,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, upaya antisipasi tidak hanya dilakukan melalui kesiapan aparatur kewilayahan, tetapi juga dengan memastikan kondisi saluran air dan sungai di berbagai wilayah tetap mampu menampung aliran air saat curah hujan meningkat.
Normalisasi Sungai dan Saluran Air
Pemkot Tangerang juga telah menggencarkan normalisasi sejumlah sungai, kali, dan saluran air di berbagai titik.
Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari upaya tersebut di antaranya Kali Ledug, Kali Serua, Kali Cantiga, serta Saluran Irigasi Sipon.
“Aksi konkretnya juga sudah mulai dijalankan. Normalisasi di beberapa titik sudah dilakukan bahkan masih terus berlanjut sampai sekarang,” tambahnya.
Selain langkah teknis melalui normalisasi, Pemkot Tangerang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat budaya gotong royong dan kerja bakti di lingkungan masing-masing.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan saluran air, mengurangi potensi penyumbatan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi banjir selama musim penghujan.
Sachrudin menekankan bahwa penanganan potensi banjir membutuhkan keterlibatan bersama, sehingga koordinasi antara pemerintah, perangkat kewilayahan, dan masyarakat perlu terus diperkuat. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan khitanan massal gratis yang berpusat di RSUD Tigaraksa pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan langsung yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menjelaskan bahwa khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT kabupaten sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Tangerang.
“Tahun ini dalam menyambut HUT dilakukan secara sederhana, mengedepankan kegiatan sosial serta meningkatkan rasa syukur,” ujar Soma Atmaja usai meninjau langsung pelaksanaan khitanan massal di lokasi.
Soma menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata guna meringankan beban biaya hidup masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk terus hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan tindakan medis, pihak rumah sakit telah menyiapkan fasilitas dan tenaga kesehatan terbaik. Direktur Utama RSUD Tigaraksa, dr. M. Faridzi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerjunkan tim medis yang sangat berpengalaman untuk agenda ini.
"Kami menyediakan 5 tim tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter dan perawat yang sudah terlatih melaksanakan khitanan," jelas dr. Faridzi.
Ia memaparkan bahwa proses khitanan kali ini menerapkan dua metode penanganan, yaitu metode manual dan metode kauterisasi (laser). Penentuan metode ini dilakukan guna memberikan kenyamanan terbaik bagi para pasien anak.
"Mudah-mudahan semua sesuai SOP atau kaidah-kaidah di bidang kedokteran, dan mudah-mudahan insyaallah tidak ada komplikasi," harapnya.
Dalam pelaksanaan khitanan massal gratis ini, RSUD Tigaraksa sebenarnya mengalokasikan kuota yang cukup besar bagi masyarakat luas. Namun, dari total kapasitas yang disediakan, tercatat ada puluhan anak yang hadir memanfaatkan fasilitas penanganan gratis tersebut.
"Untuk kuota pendaftaran kita menyediakan 100 untuk khitan massal gratis, tapi yang datang hanya ada sekitar 70 pasien dari 29 kecamatan," pungkas dr. Faridzi.
Meski jumlah peserta belum memenuhi kuota maksimal, acara tetap berlangsung khidmat dan lancar. Kehadiran program intervensi sosial seperti ini membuktikan komitmen jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang dan RSUD Tigaraksa untuk terus mengedepankan aksi kemanusiaan di hari jadi kabupaten yang ke-394. (Mala)