Banten

Banten (7352)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan tahapan lanjutan kegiatan demonstrasi plot (demplot) budi daya padi sawah di kawasan Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekarjaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan inovasi teknologi pertanian melalui kolaborasi dengan BRIN.

Ia mengatakan, tahapan kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengukuran lahan dan pemetaan petakan sebagai dasar pelaksanaan Demplot Super Impose. Kegiatan tersebut juga mencakup pemetaan dosis pemupukan spesifik lokasi menggunakan drone berdasarkan hasil analisis citra digital.

"Selain itu, dilakukan pemasangan alat AWD (Alternate Wetting and Drying) sebagai instrumen untuk memantau kondisi air pada lahan sawah. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan air irigasi yang lebih efektif dan efisien," jelasnya.

Menurutnya, tim BRIN juga melakukan aplikasi pupuk organik pada lahan demplot padi sawah sebagai bagian dari tahapan persiapan dan perlakuan budi daya.

Lebih lanjut, DPKP Kabupaten Tangerang turut melakukan koordinasi dengan UPT SDA V terkait ketersediaan dan kelancaran aliran air irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan demplot.

"Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ditemukan sedikit kendala pada aliran air yang disebabkan oleh pendangkalan saluran irigasi tersier. Oleh karena itu, kami berharap kondisi tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar kebutuhan air untuk lahan demplot seluas 1 hektare dapat terpenuhi dengan baik," ungkapnya.

Ia menambahkan, kelancaran jaringan irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan demplot budi daya padi sawah. Melalui sinergi dan koordinasi lintas instansi, diharapkan berbagai kendala teknis di lapangan dapat segera diatasi sehingga kegiatan percontohan ini berjalan optimal dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang mengusung tema "Sehat Untuk Semua", Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Lomba Kreasi Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Acara ini berlangsung meriah di Gedung Serba Guna Kabupaten Tangerang pada Rabu, 4 November 2026.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Moch. Maesyal Rasyid beserta jajaran, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. H. Hendra Tarmizi, MARS, serta jajaran Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. H. Hendra Tarmizi, MARS, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa tujuan umum dari acara ini adalah untuk mendorong pengembangan kreasi menu PMT berbasis pangan lokal. Hal ini dilakukan sebagai upaya nyata mendukung pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita di wilayah Kabupaten Tangerang.

"PMT berbasis pangan lokal menjadi salah satu intervensi gizi spesifik yang efektif untuk melengkapi kebutuhan energi dan zat gizi yang belum tercukupi dari makanan utama. Melalui PMT lokal yang bergizi, mudah diperoleh, dan sesuai cita rasa setempat, ibu hamil dapat mendukung pertumbuhan janinnya, sementara balita mendapatkan asupan energi dan protein tambahan untuk pertumbuhan optimal sekaligus mencegah munculnya kasus baru stunting," ujar dr. Hendra.

IMG 20261106 WA0020

Perlombaan ini diikuti oleh 116 peserta yang merupakan perwakilan dari TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tangerang, di mana masing-masing kecamatan mengirimkan 4 orang utusan. Penilaian produk kreasi menu dilakukan secara objektif oleh dewan juri berkompeten yang terdiri dari 2 orang pengurus TP PKK Kabupaten Tangerang dan 2 orang ahli gizi dari DPD Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Banten.

Selain kompetisi memasak, acara ini juga menghadirkan edukasi mendalam melalui sesi pemaparan oleh narasumber kenamaan sekaligus praktisi Gizi Masyarakat, Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj. Rismawati Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Beliau berharap menu pangan lokal yang dikreasikan dalam lomba ini dapat segera diterapkan dan didistribusikan di Posyandu-Posyandu.

"Makanan tambahan pangan lokal ini dapat diberikan di Posyandu sebagai sarana edukasi penyediaan PMT yang berkualitas tinggi. Posyandu memiliki peran penting sebagai pemberi informasi dan penggerak masyarakat untuk perbaikan pola makan gizi sejak dini. Kader PKK sebagai penggerak dan pelaksana di masyarakat diharapkan mampu menyuluhkan makanan berbahan pangan lokal ini, yang tentunya murah, mudah didapat, namun sangat bergizi untuk keluarga," tutur Ny. Hj. Rismawati.

Melalui sinergi kuat antara Dinas Kesehatan dan TP-PKK sebagai ujung tombak di masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi nyata dalam menekan angka stunting dan menciptakan generasi Kabupaten Tangerang yang lebih sehat dan unggul. (Mala)

BANTEN, lensafokus.id – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) BPD Banten, GS Ashok Kumar, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian kebijakan tersebut dilakukan secara bijak sehingga tidak menimbulkan stigma negatif terhadap industri perhotelan, khususnya terkait aktivitas rapat dan kegiatan pemerintahan di hotel.

Menurut Ashok, efisiensi anggaran merupakan langkah positif dalam memperkuat pengelolaan keuangan negara. Ia mendukung upaya pemerintah melakukan penataan internal dan penghematan anggaran melalui optimalisasi pemanfaatan fasilitas kantor kementerian maupun pemerintah daerah.

“Kami sangat mendukung komitmen pemerintah dalam melakukan penataan internal dan penghematan Anggaran Negara melalui optimalisasi fasilitas kantor kementerian maupun pemerintah daerah,” ujar Ashok, Jumat (6/11/2026).

Meski demikian, Ashok berharap seluruh pihak, khususnya regulator, dapat lebih berhati-hati dalam memilih istilah ketika menyampaikan kebijakan efisiensi. Menurutnya, penggunaan bahasa yang kurang tepat berpotensi membentuk persepsi negatif terhadap sektor akomodasi formal yang selama ini menjalankan kegiatan usaha secara legal.

“Kami hanya berharap, bahasa yang digunakan bisa lebih bijak dan berkeadilan, agar tidak menimbulkan stigma negatif terhadap sektor akomodasi formal industri jasa perhotelan,” katanya.

Ashok yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pusat Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Perkumpulan Urang Banten, Ketua Dewan Pembina Utama IKEI Pusat, serta Koordinator Wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat PHRI tersebut menilai penyebutan industri perhotelan secara spesifik sebagai simbol pemborosan anggaran kurang mencerminkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian.

“Industri perhotelan saat ini telah bertransformasi secara masif demi mendukung program-program strategis nasional. Ini bukan sektor komoditas yang negatif,” tegasnya.

Ia mencontohkan, salah satu bentuk transformasi industri perhotelan adalah penerapan sertifikasi halal resmi dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) pada berbagai lini usaha, mulai dari fasilitas dapur, restoran, hingga manajemen pelayanan.

“Ini bukti komitmen kami untuk menyediakan ekosistem jasa yang bersih, aman, dan patuh terhadap syariat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ashok mengingatkan bahwa industri perhotelan memiliki peran penting dalam penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Sektor ini tidak hanya melibatkan karyawan hotel, tetapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pemasok kebutuhan operasional, hingga petani lokal yang memasok bahan pangan.

Menurutnya, aktivitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di hotel juga memberikan dampak ekonomi secara langsung maupun tidak langsung. Selain menggerakkan rantai pasok, kegiatan tersebut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak daerah dan berbagai aktivitas usaha pendukung.

“Kegiatan MICE di hotel itu perputarannya langsung terasa. Dari MICE, ada kontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah melalui pajak hotel dan restoran. Belum lagi pajak-pajak lainnya, seperti pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak hiburan, dan seterusnya,” jelasnya.

Ashok menambahkan, operasional satu hotel melibatkan banyak komponen usaha yang saling berkaitan. Mulai dari pemasok gula, teh, kopi, perlengkapan kebersihan, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya. Karena itu, dampak ekonomi dari aktivitas perhotelan tidak hanya dirasakan oleh pengelola hotel, tetapi juga berbagai sektor pendukung.

“Satu hotel saja ada lebih dari 125 komponen multiplier effect. Dari pemasok gula, teh, kopi, sabun, sampo, odol, masih panjang lagi seterusnya,” pungkas Ashok, yang juga merupakan Founder 7P dan 5C Sustainable Hospitality Management.

Ia berharap evaluasi internal pemerintah terhadap penggunaan anggaran dapat tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan pengawasan, tanpa mengabaikan kontribusi industri perhotelan terhadap perekonomian dan lapangan kerja.

Menutup pernyataannya, Ashok menyampaikan pesan kepada seluruh pelaku industri perhotelan agar tetap menjaga optimisme dan memberikan pelayanan terbaik.

“And do it with smile. As always, we are at your service.” (C2P)

SERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil meraih Predikat Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, pada Kamis (5/11/2026).

Anugerah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada badan publik yang dinilai berhasil menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan acara dan mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi sebagai kebutuhan tata kelola pemerintahan modern yang bersih dan transparan.

“Keterbukaan informasi bukanlah sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang modern," tutur Andra Soni.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, bersyukur atas penghargaan keterbukaan informasi yang diraih, yang dinilai sebagai bukti nyata komitmen Pemkab Tangerang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini Pemkab Tangerang mendapatkan penghargaan kategori Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Banten,” ujar Mayang.

Lebih lanjut, Mayang menjelaskan bahwa Diskominfo Kabupaten Tangerang terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi publik melalui berbagai kanal resmi. Salah satunya dengan mengembangkan website yang berisi beragam data dan layanan informasi.

“Kami telah menyediakan website yang berisi banyak informasi publik agar masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya. Dengan begitu, layanan kepada masyarakat juga bisa semakin optimal,” jelasnya.

Selain pengelolaan informasi berbasis digital, Pemkab Tangerang juga mendorong partisipasi aktif seluruh perangkat daerah untuk terbuka dalam memberikan informasi publik, sehingga setiap kebijakan dan kegiatan pemerintah dapat diketahui masyarakat secara transparan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong perangkat daerah agar lebih terbuka dan berinovasi, supaya masyarakat dapat semakin mudah mengakses informasi dari berbagai sektor,” tuturnya.

Mayang menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi antarperangkat daerah agar sistem keterbukaan informasi di Kabupaten Tangerang semakin terintegrasi dan efisien. Ia juga berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja di tahun mendatang.

“Harapannya tentu bisa juara satu tahun depan. Kami akan terus berusaha agar pelayanan informasi publik di Kabupaten Tangerang semakin baik,” kata Mayang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar acara penganugerahan Corporate Social Responsibility (CSR) Award Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Lemo Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (05/11/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP).

Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Nomor 1100 tanggal 21 Oktober 2026 setelah melalui serangkaian proses pengusulan, verifikasi administrasi, dan penilaian oleh tim khusus. Program CSR dari berbagai perusahaan ini dinilai selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang dan mencakup berbagai bidang penting seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan upaya dari pemerintah semata. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama sektor dunia usaha dan elemen masyarakat, guna mengoptimalkan potensi serta mempercepat kemajuan daerah.

"Pembangunan Daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan, partisipasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan program CSR/TJSLP memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kualitas pelayanan publik," ungkap Moch. Maesyal Rasyid dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa penganugerahan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi perusahaan-perusahaan untuk terus berinovasi dalam merancang program-program yang tepat sasaran. Ia juga menyoroti bahwa esensi dari pembangunan yang sejati adalah ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung secara nyata oleh masyarakat luas, bukan sekadar melihat pada besaran anggaran yang dikeluarkan.

"Saya berharap penghargaan berupa piagam dan trofi CSR Award ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan program CSR di masa mendatang. Keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Pada tahun 2026 ini, terdapat 30 perusahaan dan instansi yang menerima penghargaan CSR Award, di mana masing-masing perusahaan tersebut juga terdata berkontribusi dalam dukungan Beasiswa S1 50% dan Beasiswa S2 50%. Berikut adalah daftar 30 penerima penghargaan tersebut:

1. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk

2. Sinar Mas Land

3. Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang

4. PT. Angkasa Pura Indonesia

5. PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk

6. PT. Marga Mandalasakti

7. PT. Paramount Enterprise Internasional

8. PT. PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar

9. PT. Adis Dimension Footwear

10. PT. Torabika Eka Semesta

11. PT. Bank Bjb Cabang Kabupaten Tangerang, Tbk

12. PT. Alam Sutera Reality

13. PT. Paragon Technology and Innovation

14. PT. Mayora Indah, Tbk

15. PT. Serpong Cipta Cahaya

16. PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk

17. PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk

18. PT. YKK AP Indonesia

19. PT. EDS Manufacturing Indonesia

20. PT. Doulton Indonesia

21. PT. Aetra Air Tangerang

22. PT. Serpong Cipta Kreasi

23. PT. LG Electronics Indonesia

24. PT. Batavia Alumindo Industri

25. PT. Ciputra Residence

26. PT. Surya Toto Indonesia, Tbk

27. PT. Hansung Fiber

28. PT. Indomarco Prismatama

29. PT. Savoria Kreasi Rasa

30. Swiss German University

Melalui momentum apresiasi ini, Pemkab Tangerang berharap kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat terus terjalin erat dan berkesinambungan. Dengan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan program-program CSR yang berjalan akan terus membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Kota Tangerang menurunkan kekuatan besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026. Sebanyak 1.739 personel disiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Tangerang yang akan berlaga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan rumah.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.261 atlet dan 478 ofisial yang akan berjuang dalam 59 cabang olahraga (cabor). Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam mendorong pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah di tingkat Provinsi Banten.

Dari total 478 personel pendukung, sebanyak 60 orang bertugas sebagai manajer cabang olahraga, 111 ofisial, 136 pelatih, 147 asisten pelatih, serta 24 pelatih fisik. Seluruh unsur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kesiapan dan performa atlet selama mengikuti pertandingan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan besarnya kekuatan kontingen menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi PORPROV VII Banten 2026.

Menurutnya, kesiapan kontingen tidak hanya ditentukan oleh jumlah atlet yang bertanding, tetapi juga dukungan para pendamping yang bertugas memastikan kebutuhan dan persiapan atlet berjalan optimal.

“Keikutsertaan Kota Tangerang dalam 59 cabang olahraga menunjukkan keseriusan daerah dalam mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga,” tegas Kaonang.

Ia berharap seluruh anggota kontingen dapat menjaga semangat, disiplin, kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung.

“Target kita tentu mempertahankan gelar juara umum, tetapi yang tidak kalah penting adalah memberikan penampilan terbaik dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Kota Tangerang,” tambahnya.

Kaonang juga menjelaskan bahwa Pemkot Tangerang terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan atlet melalui pendampingan setiap cabang olahraga oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan umum daerah (Perumda) yang berperan sebagai Bapak Asuh Cabor.

“Besarnya jumlah personel pendukung menunjukkan bahwa perjuangan atlet tidak berjalan sendiri. Manajer, ofisial, pelatih, asisten pelatih, dan pelatih fisik memiliki peran masing-masing dalam memastikan kesiapan, pendampingan, serta kebutuhan atlet selama mengikuti pertandingan,” jelasnya. (Sumarna)

Page 2 of 736
Go to top