KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Petugas pemadam kebakaran BPBD Kota Tangerang masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran pabrik di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kamis (17/9/2026) siang.
Hingga pukul 12.00 WIB, petugas masih menemukan sejumlah titik api di bagian belakang bangunan. Proses pendinginan dilakukan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak kembali membesar.
Komandan Regu 3 UPT Batuceper BPBD Kota Tangerang, Rochim, mengatakan proses pendinginan masih berlangsung lantaran terdapat titik api yang belum sepenuhnya padam di area belakang bangunan.
“Saat ini masih proses pendinginan. Karena di bagian belakang masih ada titik api yang masih menyala,” ujar Rochim.
Dalam penanganan lanjutan, sebanyak 25 personel dan tujuh unit armada pemadam kebakaran masih bertahan di lokasi. Petugas terus melakukan penyiraman di sejumlah bagian bangunan guna memastikan api dapat dipadamkan secara menyeluruh.
Bangunan Runtuh Jadi Kendala
Rochim menjelaskan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi bangunan yang sebagian telah runtuh dan menimpa bahan baku yang terbakar.
Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menjangkau sumber api yang berada di bawah material dan reruntuhan bangunan.
“Bangunan ini sudah runtuh sebagian dan menimpa bahan baku. Bahan baku yang terbakar tertimpa dinding sehingga kita sulit untuk memadamkannya,” jelasnya.
Selain kondisi bangunan, petugas juga menghadapi kendala dalam suplai air. Sumber air yang digunakan berada di kawasan Batu Sari dan membutuhkan perjalanan cukup jauh.
Kondisi lalu lintas di jalur tersebut turut menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses pengisian maupun suplai air ke lokasi kebakaran.
Meski menghadapi berbagai kendala, petugas terus melakukan penanganan secara maksimal. Rochim mengatakan, api yang sebelumnya menjalar ke arah rumah warga telah berhasil diputus sejak Kamis dini hari.
“Alhamdulillah, api yang menjalar ke rumah warga sudah terputus sejak dini hari. Kami terus berusaha semaksimal mungkin agar api ini cepat padam,” katanya.
Rochim juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau. Warga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah secara sembarangan.
“Imbauan untuk masyarakat di musim kemarau ini agar tidak bermain dengan api, apalagi membakar sampah. Pihak perusahaan juga harus waspada dan memperhatikan aspek keselamatan,” pungkasnya. (Sumarna)
