Tangerang, lensafokus.id – Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang berubah menjadi penuh ketegangan. Agenda penting partai yang digelar di aula depan Gedung DPC PKB Kabupaten Tangerang, Jumat (10/4/2026), diwarnai kericuhan sejak awal kegiatan.
Suasana yang semula kondusif mendadak memanas ketika massa akar rumput dari DPAC Kelapa Dua melancarkan orasi lantang yang menggema dengan tuntutan perubahan kepemimpinan. Teriakan “perubahan” yang mengguncang lokasi acara memicu gesekan keras antara kader dengan pasukan pengamanan internal partai, yakni Barisan Serbaguna (Banser) Panji Bangsa.
Aksi saling dorong pun tak terhindarkan di depan kantor DPC PKB. Ketegangan meningkat saat massa mencoba mendekat dan menghadang jalannya kegiatan, sementara petugas internal berupaya mengendalikan situasi agar tidak semakin meluas.
Agenda Muscab yang seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB terpaksa ditunda hingga pukul 13.00 WIB. Namun, kondisi yang belum sepenuhnya kondusif membuat acara kembali molor dan baru bisa berjalan sekitar pukul 14.00 WIB.
Puncak kericuhan terjadi saat Wakil Ketua Umum DPP PKB tiba di lokasi. Kedatangan rombongan elit partai justru disambut aksi penghadangan dari sejumlah pengurus tingkat kecamatan (PAC) yang langsung menyuarakan aspirasi secara terbuka dan penuh emosi.
Orasi dipimpin oleh Abdul Rosid, perwakilan pengurus PAC PKB Kecamatan Kelapa Dua. Dalam orasinya, ia dengan tegas menyuarakan kekecewaan kader di tingkat bawah yang merasa selama ini hanya dimanfaatkan saat momentum politik.
“Kami ingin suara kami didengar oleh DPP. Kami menuntut perubahan kepemimpinan baru di DPC PKB Kabupaten Tangerang. Jangan hanya menjadikan kami ujung tombak saat pemilu, tapi abaikan setelahnya,” tegas Abdul Rosid di tengah sorakan massa.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian nyata serta kontribusi konkret dari pimpinan partai, baik di tingkat pusat maupun wilayah. Menurutnya, selama ini kader di akar rumput merasa tidak dirawat secara organisasi.
“Kita menuntut perubahan. Siapapun pemimpinnya nanti, khususnya dari anggota DPRD, harus ada perubahan nyata. Jangan lagi kader bawah hanya dijadikan alat politik,” lanjutnya dengan nada tinggi.
Situasi yang sempat memanas akhirnya berangsur mereda setelah dilakukan mediasi oleh pihak keamanan internal partai. Meski demikian, insiden ini menjadi sorotan tajam dan mencerminkan adanya dinamika internal yang cukup serius di tubuh PKB Kabupaten Tangerang.
Hingga berita ini diturunkan, pelaksanaan Muscab tetap dilanjutkan dengan pengawalan ketat, sementara tuntutan perubahan dari kader akar rumput masih menjadi isu utama yang membayangi jalannya forum tersebut. (Mala)
