Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengajak masyarakat menjadikan bulan Muharam sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan amal ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Pengajian Akbar Tingkat Kabupaten Tangerang, di Masjid Agung Al-Amjad, Rabu (24/6/26).
Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Pengajian Akbar tersebut diisi ceramah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Fudholi dan dihadir pula pada acara tersebut, jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid, para Kepala OPD, para pegawai dan masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Momentum pergantian tahun hijriah hendaknya tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga menjadi sarana introspeksi dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
"Tahun Baru Islam selalu menjadi pengingat bagi kita tentang makna hijrah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam keimanan, akhlak, cara berpikir maupun dalam menjalankan amanah yang diberikan kepada kita," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia pun mengajak seluruh pegawai dan masyarakat menjadikan Muharam sebagai titik awal untuk meningkatkan amal ibadah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan semangat pengabdian dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang.
"Mari kita sambut tahun baru ini dengan semangat hijrah, semangat memperbaiki diri, semangat melayani dengan lebih baik, serta semangat untuk terus berbuat kebaikan bagi masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengabdian, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang berdampak nyata bagi masyarakat
"Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, saya juga ingin mengajak kita semua untuk semakin peduli terhadap sesama, memperkuat rasa empati, saling membantu, saling menguatkan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," ajaknya.
Selain diisi dengan pengajian akbar, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian dan implementasi nilai-nilai Islam yang mengajarkan cinta kepada sesama. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Asisten Bidang Administrasi Umum Firzada Mahalli membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Diklat Kitri Bhakti Curug, Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutannya, Firzada Mahalli menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta orientasi yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh peserta orientasi yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Menurut dia, para peserta merupakan insan terpilih yang telah melalui proses seleksi dan kini dipercaya untuk turut mengemban amanah pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Firzada menegaskan bahwa orientasi PPPK merupakan tahapan penting untuk memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, hak, kewajiban, serta nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga momentum untuk membangun karakter ASN yang profesional, berintegritas, berorientasi pelayanan, adaptif, akuntabel, serta mampu bekerja secara kolaboratif.
“Sebagai PPPK, Saudara dituntut untuk mampu menunjukkan kinerja terbaik, disiplin dalam bekerja, serta senantiasa menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Seorang ASN juga harus mampu memegang rahasia yang menurut sifatnya harus dirahasiakan, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh peserta orientasi diharapkan dapat memahami visi pembangunan daerah serta menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat yang siap memberikan solusi.
“Pahami visi pembangunan daerah dan jadilah pelayan masyarakat yang siap memberikan solusi, bukan menambah persoalan,” katanya.
Firzada juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kegiatan orientasi sebagai sarana belajar dan pengembangan diri. Selain memperluas wawasan, para peserta diharapkan dapat membangun jejaring kerja yang baik serta menanamkan semangat pengabdian sejak dini.
Ia berpesan agar seluruh PPPK senantiasa menjaga nama baik institusi, memegang teguh nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai core values ASN, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan humanis kepada masyarakat.
“Jadilah aparatur yang tidak hanya bekerja karena tugas, tetapi juga mengabdi dengan hati. Kehadiran Saudara sebagai PPPK harus mampu menghadirkan perubahan positif, memperkuat kualitas pelayanan publik, dan menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Kabupaten Tangerang yang semakin sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya.
Kegiatan orientasi tersebut diikuti oleh 186 PPPK Tahap II Tahun 2026 dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai ASN sekaligus meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) secara resmi menyelenggarakan Pelatihan Usaha Keripik Baby Crab yang dirangkaikan dengan Penyerahan Bantuan Peralatan Usaha bagi masyarakat pelaku usaha mikro. Selasa (23/06/2026).
Kegiatan pemberdayaan ekonomi ini dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Sukadiri dan diikuti oleh 65 peserta berasal dari dua wilayah, yakni 50 peserta dari Kecamatan Sukadiri dan 15 peserta dari Kecamatan Mauk.
Acara tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Dalam arahannya, Bupati Tangerang menegaskan bahwa jajaran pemerintah daerah memiliki komitmen serta tanggung jawab penuh dalam mendorong peningkatan taraf hidup, produktivitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat pelaku usaha.
"Pemerintah daerah Kabupaten Tangerang bersama dengan PKK Kabupaten Tangerang punya tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, meningkatkan pendapatan, meningkatkan aktivitas, serta meningkatkan usaha masyarakatnya. Tujuannya adalah supaya masyarakat kita bisa mandiri," ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati juga memaparkan capaian positif indikator ekonomi daerah yang berhasil tumbuh signifikan di atas rata-rata berkat kontribusi aktif dari sektor usaha mikro di lapangan.
"Alhamdulillah, saat ini pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang mencapai 5,67 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten maupun capaian di tingkat Nasional," ungkapnya.
Kepala Diskum, Anna Ratna Maemunah, dalam laporannya ia menyampaikan bahwa program ini didesain secara terintegrasi untuk menyentuh aspek peningkatan kompetensi sekaligus fasilitasi sarana produksi.
"Maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah memberikan pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan kepada masyarakat, serta memperkuat kapasitas usaha mikro melalui dukungan sarana usaha yang memadai," jelas Anna.
Sebanyak 50 peserta pelatihan mendapatkan bantuan berupa paket kompor dua tungku beserta regulator dan mixer, dan 15 peserta pelatihan lainnya menerima bantuan booth UMKM portable.
Sesi edukasi dan praktik pengolahan Baby Crab ini dipandu langsung oleh narasumber praktisi, Dewi Fatimah, selaku Owner PT. Dewi Bahari Indonesia (Dewi Home Crab).
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap kapasitas komparatif produk daerah terus meningkat, mendorong penciptaan lapangan kerja baru, serta mampu menekan angka pengangguran secara berkala.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, Dansatradar 211 Tanjung Kait, Camat Sukadiri, Sekretaris Kecamatan Mauk, serta para kepala desa dan lurah di wilayah Kecamatan Sukadiri dan Kecamatan Mauk. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - SDN Cempaka 3 di Desa Cempaka Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, semakin diminati masyarakat. Jumlah pendaftar terus bertambah setiap tahunnya sebagai bukti kepercayaan warga terhadap kinerja sekolah. Namun, tingginya minat ini tidak diimbangi dengan kondisi sarana belajar yang memadai.
Saat ini beberapa ruang kelas sekolah, yang kondisinya sudah tua dan sebagian dinilai kurang layak digunakan. Terdapat kerusakan bisa terlihat pada atap, jendela, sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan siswa saat belajar.
Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran untuk perawatan dan perbaikan. Dana yang tersedia harus dikelola secara ketat mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang berlaku. Aturan ini membatasi jenis pekerjaan dan besaran biaya yang dapat digunakan, sehingga tidak cukup untuk menangani perbaikan menyeluruh pada ruang kelas yang sudah rusak.
Meskipun menghadapi keterbatasan tersebut, SDN Cempaka 3 telah melaksanakan program Sekolah Ramah Anak dan lingkungan serta sekolah ketahanan pangan Sekolah terus berusaha menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersahabat, dan mendukung perkembangan siswa secara optimal.
Kepala Sekolah, Bai Sapinah, SPd, menjelaskan kondisi tersebut “Kami sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga kondisi sekolah. Namun kalaupun ingin melakukan perbaikan, anggaran perawatan juga terbatas karena harus sesuai dengan Juknis BOS yang berlaku. Dana BOS lebih ditujukan untuk operasional harian, belanja modal dan belanja lainnya yg sesuai dengan standar pendidikan nasional dan perawatan ringan bukan untuk perbaikan besar atau pembangunan ruang baru.”
Ia menambahkan, jika kondisi ini tidak segera mendapat perhatian, sekolah akan kesulitan mempertahankan kenyamanan belajar dan terpaksa membatasi penerimaan siswa baru ke depannya.
Berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pendidikan dapat memberikan bantuan khusus di luar anggaran BOS, baik untuk perbaikan ruang kelas yang ada maupun penambahan ruang baru. Dengan demikian, program Sekolah Ramah Anakdan lingkungan serta sekolah ketahanan pangan dapat benar-benar didukung oleh fasilitas yang layak dan memadai. (Lingga)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk menggerakkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat RT dan RW guna memastikan pendataan berjalan sukses dan menghasilkan data yang akurat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di GSG Puspemkab Tangerang, Selasa (23/6/26).
"Kami siap mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Seluruh perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, desa hingga RT dan RW akan kami libatkan untuk membantu menyukseskan pendataan ini agar berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas," ujar Maesyal Rasyid.
Menurut dia, data yang akurat bisa menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Untuk itu, keberhasilan sensus ekonomi ini juga harus didukung semua pihak, tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi juga seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
"Data yang akurat dan berkualitas ini menjadi fondasi utama penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS, tapi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah," tandasnya
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hasil sensus ekonomi nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Data yang dihasilkan tersebut juga akan membantu pemerintah dalam merancang program yang tepat sasaran, mendorong investasi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus. Semakin baik data yang kita miliki, maka semakin tepat pula kebijakan yang akan dirumuskan untuk kemajuan daerah," imbuhnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan dukungan selama proses pendataan berlangsung. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat turut menjadi kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, BPS, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat, Pemkab Tangerang optimistis Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data yang berkualitas sebagai landasan mewujudkan pembangunan daerah yang semakin maju, kompetitif, dan berdaya saing," ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cempaka 3, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, membutuhkan tambahan tiga ruang kelas baru untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih optimal. Kebutuhan tersebut dinilai mendesak seiring meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahun, sementara kapasitas ruang belajar yang tersedia saat ini sudah tidak lagi memadai.
Kepala SDN Cempaka 3, Bai Sapinah, S.Pd., mengatakan keterbatasan ruang kelas menjadi salah satu kendala yang dihadapi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang maksimal kepada para siswa.
“Dengan bertambahnya jumlah siswa, sekolah sangat membutuhkan tambahan tiga lokal atau ruang kelas baru agar proses belajar mengajar lebih nyaman dan efektif,” ujarnya.
Menurut Bai Sapinah, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi penerimaan peserta didik baru pada tahun-tahun mendatang. Jika tidak ada penambahan ruang kelas, sekolah terpaksa harus membatasi jumlah siswa yang diterima sesuai ketentuan dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kalau tidak ada penambahan lagi, ke depan penerimaan siswa baru terpaksa harus dibatasi sesuai aturan Dapodik, karena kapasitas ruang belajar yang ada sudah sangat terbatas,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah telah menyampaikan kondisi tersebut kepada para wali murid agar masyarakat memahami keterbatasan sarana yang saat ini dihadapi SDN Cempaka 3.
“Kami sudah menyampaikan kepada wali murid mengenai aturan penerimaan siswa baru serta kondisi sekolah yang saat ini masih kekurangan kelas. Hal ini perlu diketahui bersama agar masyarakat memahami kondisi yang dihadapi sekolah,” tambahnya.
Di sisi lain, harapan agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan ruang kelas baru juga disampaikan oleh para orang tua siswa. Salah satunya Siti Aifah yang berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan sarana pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami berharap adanya bantuan penambahan kelas baru dari Pemerintah Kabupaten Tangerang agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih maksimal dan siswa belajar dengan nyaman,” ungkapnya.
Penambahan ruang kelas baru dinilai tidak hanya penting untuk mengatasi keterbatasan kapasitas belajar, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan tersedianya ruang belajar yang memadai, siswa diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman, aman, dan efektif.
Masyarakat pun berharap kebutuhan pembangunan tiga ruang kelas baru di SDN Cempaka 3 Cisoka dapat menjadi prioritas pemerintah daerah, mengingat tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah tersebut. (Lingga)