Banten

Banten (6955)

Jakarta Pusat, lensafokus.id – Pemilik Percetakan "Mau Print" resmi melaporkan tiga mantan karyawannya ke Polres Metro Jakarta Pusat atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan/atau penggelapan. Laporan tersebut telah diterima kepolisian dan kini tengah dalam proses penyelidikan.

Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/1909/VI/2026/SPKT/Polres Metro Jakpus/Polda Metro Jaya tertanggal 30 Juni 2026. Adapun tiga terlapor masing-masing berinisial T.S., M.R.J., dan A.S.

Kuasa hukum pelapor dari Firma Hukum YNN & PARTNERS, Yanto Nelson Nalle, SH., MH., menjelaskan bahwa laporan dibuat atas dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 488 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan/atau Pasal 486 KUHP.

Menurut kronologi yang disampaikan, dugaan tindak pidana tersebut terjadi pada 5 Juni 2026 sekitar pukul 16.40 WIB di Percetakan "Mau Print" yang beralamat di Jalan Kalibaru Timur No. 182, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Yanto Nelson Nalle mengungkapkan, dugaan penggelapan terungkap setelah pihak perusahaan melakukan pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari hasil pemeriksaan tersebut, salah seorang mantan karyawan diduga mengambil barang berupa plat milik perusahaan yang telah dibungkus, kemudian menyerahkannya kepada dua orang lainnya.

"Temuan tersebut menjadi dasar bagi klien kami untuk melaporkan dugaan tindak pidana ini kepada pihak kepolisian agar memperoleh kepastian hukum," ujar Yanto Nelson Nalle kepada awak media, Selasa (30/6/2026).

Akibat kejadian tersebut, pihak perusahaan mengaku mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp272.232.500.

"Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian. Harapan kami kasus ini dapat diproses secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga berharap seluruh kerugian yang dialami perusahaan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum proses hukum selesai.

"Kami menghormati asas praduga tak bersalah. Karena itu, biarlah proses hukum berjalan dan fakta-fakta yang nantinya terungkap dalam persidangan menjadi dasar penilaian," tambahnya.

Di sisi lain, mewakili keluarga dan manajemen Percetakan "Mau Print", pihak perusahaan turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait video yang sempat viral serta peristiwa yang terjadi di lingkungan usaha mereka.

"Kami mewakili keluarga dan manajemen percetakan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas video yang viral serta kejadian yang terjadi di lingkungan percetakan kami," tulis pernyataan manajemen.

Manajemen menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar fakta-fakta yang sebenarnya dapat terungkap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut pihak manajemen, persoalan tersebut bermula dari dugaan pencurian yang diduga dilakukan oleh mantan pekerja percetakan. Dugaan itu, kata mereka, didasarkan pada adanya pengakuan serta surat pernyataan kesanggupan untuk mengganti kerugian yang dibuat oleh pihak yang bersangkutan.

Meski demikian, manajemen mengakui terdapat kekeliruan dalam penanganan persoalan secara internal dan berkomitmen menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa seluruh persoalan ini sedang diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku, sehingga kebenaran nantinya dapat terungkap melalui proses tersebut," tutup pernyataan manajemen.

Hingga berita ini diterbitkan, perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Seluruh pihak yang dilaporkan tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (Mala)

Tangerang, lensafolus.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menghadirkan kanal layanan digital baru bernama Virtual Office Layanan Peserta (VIOLA). Melalui layanan ini, peserta bisa mengakses berbagai kebutuhan administrasi kepesertaan tanpa perlu datang langsung ke kantor.

VIOLA memungkinkan peserta memperoleh informasi Program JKN, mengurus administrasi kepesertaan, hingga menyampaikan pengaduan secara daring melalui video conference menggunakan Zoom.

Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah IV, Yessi Kumalasari mengatakan, layanan ini dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan administrasi BPJS Kesehatan.

Menurut Yessi, peserta kini bisa berinteraksi langsung dengan petugas secara virtual tanpa harus mendatangi kantor cabang.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan pelayanan optimal meski melalui layanan virtual,” kata Yessi saat diskusi media bertajuk Ngopi JKN, Senin (29/6/2026).

Yessi menilai, kehadiran VIOLA menjadi solusi bagi peserta yang memiliki keterbatasan waktu, jarak, maupun mobilitas.

Selama terhubung dengan internet, peserta dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dari mana saja secara lebih praktis dan fleksibel.

Ia berharap, masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan VIOLA sebagai salah satu alternatif layanan digital BPJS Kesehatan.

Menurutnya, pengembangan layanan digital menjadi bagian dari transformasi BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses peserta JKN.

Selain VIOLA, BPJS Kesehatan juga menyediakan sejumlah kanal layanan digital lain seperti Mobile JKN, layanan administrasi via WhatsApp PANDAWA, Care Center 165, serta program REHAB untuk membantu peserta melunasi tunggakan iuran secara bertahap.

Yessi menegaskan kehadiran berbagai kanal layanan ini memberi masyarakat lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan, baik melalui layanan tatap muka maupun digital.

“Kami berharap masyarakat bisa memilih kanal layanan yang paling sesuai. Dengan begitu, pelayanan administrasi menjadi lebih cepat, mudah, tanpa antre, dan manfaat Program JKN bisa dirasakan optimal oleh seluruh peserta,” ujarnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peresmian Jembatan Garuda Kodim 0510/Tigaraksa di Kampung Dukuh, Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, Senin (29/06/26).

Jembatan yang dibangun melalui program pemerintah pusat bersama TNI Angkatan Darat tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia melalui jajaran TNI yang telah menghadirkan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Pak Pangdam Jaya yang telah membangun jembatan di Kabupaten Tangerang. Ini sangat bermanfaat bagi roda perekonomian masyarakat setempat," ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Jembatan tersebut diharapkan dapat mempercepat mobilitas warga, memudahkan anak-anak menuju sekolah, memperlancar distribusi hasil usaha, serta meningkatkan akses terhadap berbagai layanan publik.

"Setiap infrastruktur yang kita bangun harus benar-benar memberi manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat. Inilah makna pembangunan yang sesungguhnya, yaitu menghadirkan kemudahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Bupati Maesyal juga memastikan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melengkapi fasilitas penunjang di sekitar jembatan agar masyarakat semakin nyaman dan aman saat melintas. Menurutnya, pemasangan penerangan jalan dan perlengkapan pengaman akan segera direalisasikan setelah berkoordinasi dengan jajaran TNI.

"Pemerintah daerah akan hadir untuk melengkapi penerangan lampu, termasuk railing pengaman di jembatan ini. Lebih cepat tentu lebih baik karena sebagian penerangan juga sudah mulai disiapkan," katanya.

Selain itu, Bupati menegaskan keberhasilan pembangunan tersebut merupakan hasil sinergi yang selama ini terjalin erat antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus dipelihara agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Pangdam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi menjelaskan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang menugaskan TNI Angkatan Darat membangun jembatan di berbagai daerah di Indonesia. Pada hari yang sama, Kodam Jaya meresmikan tiga jembatan, termasuk Jembatan Garuda di Desa Patrasana, yang seluruhnya berhasil diselesaikan sesuai rencana.

"Sebelum ada jembatan, masyarakat harus menempuh akses yang jauh, sedangkan sekarang mereka bisa langsung menuju tempat tujuan. Mudah-mudahan, masyarakat bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah dapat menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujar Pangdam Deddy.

Pangdam Deddy juga mengajak masyarakat untuk melaporkan lokasi-lokasi yang masih membutuhkan jembatan agar dapat disurvei dan dibangun secara bertahap melalui kolaborasi bersama sehingga semakin banyak wilayah yang memperoleh akses yang lebih aman, cepat, dan layak. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang digulirkan Balai Besar Wilayah Sungai Cidurian Ciujung Ciliwung (BBWSC3) Kementerian Pekerjaan Umum terus berjalan di wilayah Banten Selatan. Tahun ini, program tersebut mencakup 74 titik di Kabupaten Lebak dan 37 titik di Kabupaten Pandeglang.

Salah satu desa yang mendapat manfaat adalah Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang memperoleh dua paket pembangunan jaringan irigasi melalui Program P3-TGAI. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara swakelola oleh dua kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), yakni P3A Tani Mandiri dan P3A Cibangkur Sabrang, yang akan mengairi puluhan hektare lahan persawahan produktif.

Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Oke Oktaviani, ST, mengatakan kedua kelompok P3A tersebut masing-masing menerima anggaran sebesar Rp195 juta untuk pembangunan irigasi.

"Ada dua kelompok P3A di Desa Sukadaya yang mendapatkan Program P3-TGAI. Saat ini pekerjaan sedang berlangsung sesuai petunjuk pelaksanaan dengan mengutamakan kualitas pembangunan," ujar Oke Oktaviani kepada awak media di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, Program P3-TGAI merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan sarana irigasi yang memadai bagi petani.

"Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi padi, sehingga hasil panen petani dapat meningkat dan berdampak pada kesejahteraan mereka," tambahnya.

Sementara itu, Ketua P3A Cibangkur Sabrang, Ilham, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melaksanakan pembangunan dengan penuh tanggung jawab karena irigasi merupakan kebutuhan utama para petani.

"Kami sebagai pelaksana memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan bangunan irigasi yang berkualitas. Irigasi ini adalah kebutuhan kami sendiri, sehingga tidak mungkin kami membangun asal jadi," tegas Ilham.

IMG 20260630 WA0002

Pernyataan serupa disampaikan Ketua P3A Tani Mandiri, Mahdi. Ia memastikan pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dengan menggunakan material berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Kami menjamin kualitas fisik bangunan sesuai spesifikasi, karena seluruh material yang digunakan mengacu pada RAB yang telah ditetapkan," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Sukadaya, Suheri Suryaningrat, mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum atas bantuan dana hibah dari APBN Tahun 2026.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat karena Desa Sukadaya mendapatkan dua titik pembangunan irigasi. Kami akan mengawal pelaksanaan program ini agar benar-benar menghasilkan bangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya para petani," ungkap Suheri di Kantor Desa Sukadaya, Senin (29/6/2026). (C2p)

Tangerang, lensafokus.id - Dalam upaya mendorong penguatan ekonomi lokal dan membantu para pelaku usaha mikro agar dapat berkembang lebih maju, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disindagkop UKM) Kota Tangerang menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas SDM Usaha Mikro Tingkat Dasar.

Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan usaha, serta mewujudkan UMKM Kota Tangerang yang naik kelas.

Kepala Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan, kegiatan bimbingan teknis ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memfasilitasi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan dinamis.

"Kami ingin memastikan para pelaku usaha mikro di Kota Tangerang tidak jalan di tempat. Melalui Bimtek Tingkat Dasar ini, kami memberikan fondasi berupa pengetahuan dan keterampilan manajemen usaha yang kuat agar mereka siap naik kelas, lebih inovatif dan mandiri secara ekonomi," pungkasnya.

Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh pelaku usaha mikro yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya, mengingat kuota yang disediakan oleh dinas sangat terbatas.

"Bagi para pelaku usaha mikro yang memenuhi syarat, jangan lewatkan kesempatan ini dan segera daftarkan diri Anda secara online melalui tautan bit.ly/BIMTEKPeningkatanKualitas," sambungnya.

Ikuti Bimtek Usaha Mikro di Ruang Rapat Dinas UKM Kota Tangerang, Gedung Cisadane Lantai 1 (08.00 WIB–selesai) dengan pilihan jadwal Angkatan 1 (23–24 Juli 2026) atau Angkatan 2 (28–29 Juli 2026).

Kegiatan ini gratis, bagi warga pemilik usaha di wilayah Kota Tangerang (wajib KTP setempat), dibatasi satu orang per rumah, dan belum pernah mengikuti pelatihan sejenis. Peserta diminta berkomitmen penuh selama dua hari, berpakaian rapi, serta tidak membawa anak kecil ke lokasi acara. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/26).

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Tangerang, Ketua TPP PKK dan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader keluarga berencana, TP PKK, perangkat kecamatan dan desa, hingga perwakilan keluarga dari seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa peringatan Harganas tahun 2026 mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”. Tema ini menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

"Hari ini Kabupaten Tangerang melaksanakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Keluarga Nasional, Hari Kesadaran Nasional, dan Hari Anti Narkotika. Setelah apel pagi, kita melaksanakan silaturahmi bersama seluruh komponen keluarga dari desa dan kecamatan untuk merayakan Hari Keluarga Nasional," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menekankan bahwa peringatan Harganas menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dan modal utama pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.

"Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, kita terus melanjutkan program keluarga berencana dan membangun keluarga yang harmonis. Di dalamnya hadir ayah, ibu, dan anak yang saling mendukung. Dengan keluarga yang sehat dan harmonis, Insyaallah menjadi pondasi utama dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Lanjut dia, tema "Ayah Wajib Hadir" mempunyai makna bahwa kehadiran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pelindung, pendidik, dan pendamping bagi anak-anak dalam setiap tahap kehidupan mereka.

"'Ayah Wajib Hadir' berarti ayah harus senantiasa hadir di tengah keluarga, melindungi keluarganya, meluangkan waktu bersama istri dan anak-anaknya. Kehadiran ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak," jelasnya.

Sebagai bentuk implementasi nyata dari tema Harganas tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menerbitkan surat edaran yang mengimbau para ayah untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah.

"Saya sudah menandatangani surat edarannya. Sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru, dan kami mengimbau agar para ayah dapat hadir mengantarkan anak-anaknya ke sekolah pada hari pertama. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, akan memberikan semangat dan dukungan psikologis bagi anak," ungkapnya.

Dia berharap melalui peringatan Harganas 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap seluruh keluarga semakin memperkuat peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang, pendidikan yang baik, serta perlindungan terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa.

Selain memperingati Hari Keluarga Nasional, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Anti Narkotika. Bupati menilai kedua peringatan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

"Memperingati Hari Keluarga Nasional dan Hari Anti Narkotika sangat relevan. Keluarga yang kuat akan menjadi benteng utama agar anak-anak dan anggota keluarga tidak terpengaruh narkoba. Dengan keluarga yang sehat dan lingkungan yang kondusif, generasi muda dapat meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik," tegasnya. (Red)

Page 28 of 696
Go to top