TANGERANG, lensafokus.id - Cabang Olahraga (Cabor) Voli Indoor Putera Kabupaten Tangerang meraih medali emas setelah mengalahkan tim Kota Tangerang Selatan pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten Tahun 2026. Laga tersebut berlangsung di GOR Mutiara Bunda Kota Cilegon, Selasa (16/06/2026).
Pertandingan ini berlangsung 4 set dengan skor 3-1, nilai tiap set antara tim Kabupaten Tangerang dan tim Kota Tangerang Selatan. Set pertama dimenangkan Kab.Tangerang 25 - 16, set kedua dimenangkan Kota Tangsel 25- 22, set ketiga dan kempat direbut kembali oleh Kab.Tangerang, masing-masing 32 - 30 dan 26 - 16.
Ketua PBVSI Kab.Tangerang, mengatakan perjuangan tim bola voli putera Kabupaten Tangerang sangat luar biasa. Mereka melakukan yang terbaik di pertandingan final ini hingga akhirnya mendapatkan Medali Emas.
“Tim bola voli putra pantas mendapatkan medali emas, mereka semua berjuang habis-habisan di lapangan untuk mengharumkan nama baik Kabupaten Tangerang. Saya secara pribadi sangat senang sekali," ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang selalu mendukung tim bola voli Kab.Tangerang dari segi akomodasi, tempat istirahat atlet, kesehatan, vitamin, dan motivasi yang diberikan kepada para atlet hingga berada di titik final saat ini.
“Kami juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pelatih, official, Bapopsi Kabupaten Tangerang, orang tua, supporter dan masyarakatKabupaten Tangerang. Tim bola voli putera berhasil mengharumkan nama baik Kabupaten Tangerang dan ini mempertahankan juara selama 8 kali berturut-turut pada POPDA tingkat Provinsi Banten,” pungkasnya.
Sementara itu, Dhanu Rekza Pelatih tim Putera cabor Voli indoor Kabupaten Tangerang, mengatakan persiapan tim selama empat bulan tidak sia-sia. Tim melakukan latihan dengan sungguh-sungguh dan kerja keras untuk mendapatkan medali emas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua, kepada Sekolah, Club voli, jajaran Pelatih, Pengurus PBVSI Kab.Tangerang serta semua yang terlibat sudah mendukung kami di pegelaran POPDA XII Prov.Banten tahun 2026, kemenangan ini kami persembahkan untuk mereka,” tuturnya.
Sebagai informasi, di tempat yang sama cabor bola voli puteri Kabupaten Tangerang mendapatkan Medali Perunggu setelah mengalahkan Kab.Lebak di perebutan tempat ke Tiga,dengan skor akhir 1-3. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menyambut kedatangan jamaah haji Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Kloter 12 JKB di Asrama Haji Provinsi Banten, Cipondoh-Kota Tangerang, Rabu (17/06/26)
Pada kesempatan tersebut, Sekda Soma mengucapkan rasa syukurnya bisa menyambut para tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima dengan lancar dan kembali ke tanah air dlam keadaan sehat wal'afiat.
"Alhamdulillah, hari ini kita menyambut kepulangan mereka dalam keadaan selamat sebagai tamu-tamu Allah yang telah menunaikan rukun Islam kelima. Selamat kepada kepada seluruh jamaah Kabupaten Tangerang dan keluarga, semoga menjadi haji yang mabrur," ujar Sekda Soma
Dia menandaskan bahwa momentum kepulangan ini bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar di tengah masyarakat. Predikat haji mabrur hendaknya tercermin dalam perubahan sikap, akhlak, kejujuran, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Jagalah kemabruran haji dengan senantiasa meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh serta menjadi pribadi yang membawa kesejukan bagi lingkungan. Jadilah penggerak kehidupan keagamaan di lingkungan masing-masing, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta turut menjaga kerukunan dan persatuan masyarakat," tandasnya
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari penguatan koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh, peningkatan pelayanan administrasi, dukungan transportasi, pembinaan manasik, hingga rencana pembangunan fasilitas pusat manasik haji sebagai sarana pembelajaran bagi calon jamaah agar semakin siap menjalankan ibadah ke Tanah Suci.
"Kami menyadari bahwa pelayanan kepada jamaah haji merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang harus terus ditingkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, berbagai masukan dari para jamaah akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan ibadah haji di tahun-tahun mendatang semakin baik," jelasnya
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten beserta seluruh jajarannya, atas pelayanan terbaik yang telah diberikan kepada seluruh jamaah haji Kab. Tangerang
"Atas nama pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten dan seluruh jajarannya yang selama ini selalu memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Tangerang dan kloter-kloter lainnya," pungkasnya
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten, H. Samsudin Kloter 12 JKB tersebut sebanyak 392 orang.
"Kami serahkan jamaah haji asal Kabupaten Tangerang kepada Bapak Sekretaris Daerah, Soma Atmadja, Kloter 12 JKB dengan jumlah 392. Semoga jamaah asal Kabupaten Tangerang menjadi haji yang mabrur, sehat dan mampu menjadi teladan keimanan serta kebajikan di masyarakat," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Dalam upaya menciptakan generasi muda yang tangguh dan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) pada Program Lingkungan Pendidikan Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari perwakilan guru (khususnya bidang kesiswaan) serta pelajar jenjang SMA/SMK/Sederajat se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Parakan, Rabu (17/06/2026).
Kasubid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Dan Agama, Risma Nurmalayanti mengatakan bahwa program Sekolah Bersinar merupakan salah satu program BNK yang berada di bawah naungan Kesbangpol Kabupaten Tangerang. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Menurut Risma, kegiatan sosialisasi tersebut memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang saat ini semakin beragam bentuk dan modus penyebarannya.
“Kehadiran kegiatan ini membawa dampak yang sangat positif, terutama bagi anak-anak maupun remaja saat ini yang rentan terpapar narkoba. Terlebih lagi, kita sering kali tidak mengetahui jenis-jenis narkoba baru yang beredar di luar sana, sehingga edukasi seperti ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan para pelajar,” kata Risma.
Ia menambahkan, ancaman penyalahgunaan zat adiktif tidak hanya berasal dari narkotika konvensional. Beberapa produk yang akrab di kalangan remaja juga perlu diwaspadai karena berpotensi mengandung zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan.
“Sebagai contoh sederhana adalah penggunaan vape. Kita banyak yang tidak menyadari bahwa di dalam komponen atau bahan-bahan tertentu terdapat indikasi kandungan zat adiktif yang berbahaya,” ujarnya.
Risma menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan langkah antisipasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BNN Provinsi Banten, BNN Kota Tangerang hingga BNN Kota Tangerang Selatan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.
Selain itu, Kesbangpol dan BNK secara rutin melaksanakan sosialisasi serta roadshow ke berbagai kampus, SMA, SMK, dan sekolah lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan dan masa depan mereka.
“Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memetakan beberapa wilayah rawan. Jika ditemukan adanya wilayah atau individu yang sudah terdampak, informasi tersebut akan segera diteruskan kepada pihak kepolisian, khususnya Satresnarkoba untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Risma berharap para pelajar dapat memahami secara utuh dampak negatif penyalahgunaan narkoba sehingga mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh yang dapat merusak masa depan mereka.
“Setelah memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup, saya berharap para siswa dapat lebih waspada serta mampu menjaga diri mereka sendiri. Mereka harus tahu bahwa narkoba itu sama sekali tidak membawa kebaikan, melainkan memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan masa depan mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Kabupaten Tangerang, H. Dedy Sutardi, SH, menyampaikan bahwa sosialisasi Pendidikan Bersinar yang dilaksanakan saat ini merupakan tahap pertama dari rangkaian kegiatan yang akan digelar di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.
“Hari ini, kegiatan sosialisasi diadakan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan Bersinar atau Bersih Narkoba. Pelaksanaan sosialisasi ini baru memasuki tahap pertama karena jumlah peserta yang cukup banyak, sehingga nantinya akan ada sesi lanjutan di wilayah lainnya,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, tahap pertama kegiatan difokuskan bagi siswa-siswi di wilayah Tigaraksa dan sekitarnya. Selanjutnya, sosialisasi akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah lain, termasuk kawasan Pantura yang memiliki sebaran sekolah cukup luas.
Menurut Dedy, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini yang ditujukan kepada para siswa sebagai generasi penerus bangsa. Melalui penyuluhan yang diberikan, para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba serta mampu menjauhkan diri dari penyalahgunaannya.
“Harapan kami, materi yang diberikan dapat menjadi input yang efektif bagi para siswa. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menjauhi narkoba, tumbuh menjadi pelajar yang sehat, dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang tanpa narkoba,” tutupnya. (Red)
LEBAK, lensafokus.id – Keberadaan puluhan warung remang-remang di kawasan Kampung Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dikeluhkan warga. Warung-warung yang berdiri di sepanjang pesisir pantai tersebut diduga kerap beralih fungsi menjadi tempat hiburan malam yang menyediakan minuman keras dan wanita pendamping.
Tokoh masyarakat Bayah, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa aktivitas warung remang-remang tersebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai semakin meresahkan masyarakat sekitar.
"Keberadaan warung remang-remang itu sangat meresahkan warga. Apalagi jika malam hari, warung tersebut menyediakan wanita-wanita pendamping dan minuman keras," ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, warung-warung tersebut mulai beroperasi sejak sore hingga dini hari. Selain menjadi tempat berkumpul para pengunjung untuk mengonsumsi minuman keras, lokasi tersebut juga kerap dipadati pendatang dari luar daerah.
Dedi menilai, hingga saat ini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat terkait, sehingga aktivitas di kawasan tersebut terus berlangsung setiap hari.
"Warung-warung itu sudah lama ada, tetapi belum juga ada tindakan. Akibatnya banyak pendatang yang datang ke sana untuk minum-minuman keras yang disediakan di lokasi," katanya.
Ia menambahkan, lokasi warung remang-remang tersebut berada tidak jauh dari jalan utama Bayah-Sawarna, sehingga aktivitasnya mudah terlihat oleh masyarakat umum. Bahkan, suara musik dari lokasi sering terdengar hingga ke badan jalan.
"Kadang terlihat pengunjung dalam kondisi mabuk. Kami meminta aparat dan Forkopimcam Bayah segera mengambil tindakan untuk memberantas warung remang-remang itu karena sangat mengganggu kenyamanan masyarakat," tegasnya.
Senada dengan itu, warga lainnya, Asep, menyebut peredaran minuman keras di kawasan tersebut cukup tinggi. Berbagai merek minuman keras diduga diperjualbelikan secara bebas meskipun tidak dipajang secara terbuka di etalase warung.
"Berbagai merek minuman keras diperjualbelikan di sana," ungkapnya.
Warga mengaku telah beberapa kali memberikan teguran kepada para pemilik warung. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan sehingga aktivitas usaha tetap berjalan seperti biasa.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Seksi Intelijen Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak, Wahyudin, mengaku akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
"Kami akan melakukan pengecekan ke lokasi. Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti dan laporkan kepada pimpinan," kata Wahyudin. (C2p)
TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi, Masjid As-Sakinah bersama Pengajian Silaturahmi Sholat Subuh (Silajambuh) menggelar kegiatan Istighosah dan Tabligh Akbar di Masjid As-Sakinah Blok P8, Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Semangat Hijrah Mempererat Ukhuwah dan Meningkatkan Ketakwaan Menuju Pribadi yang Lebih Baik" tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, unsur pemerintahan, serta ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Solear.
Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua MUI Kecamatan Solear KH Muslihat, perwakilan Kecamatan Solear, perwakilan Polsek Cisoka, perwakilan Koramil Cisoka, Kepala Desa Cikuya Ade Safei, Kepala Dusun III Desa Cikuya Julaeni, SH, Ketua Silajambuh H. Sirli Usin, SE, para pengurus RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, tausiyah utama disampaikan oleh KH Abdurrahman Djaelani, S.Sos.I, yang dikenal sebagai salah satu penceramah dalam program Damai Indonesiaku di TV One.
Ketua Panitia, Ustadz Yana Rodiana, S.Pd.I, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Blok P, khususnya kaum ibu yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, para pengurus masjid dan mushola yang tergabung dalam Silajambuh, serta para pemuda dan pemudi yang telah bekerja keras demi suksesnya acara ini. Pemuda merupakan garda terdepan dalam setiap kegiatan dan menjadi harapan bangsa," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh masjid dan mushola yang tergabung dalam Silajambuh atas dukungan dana, tenaga, dan pemikiran demi kelancaran kegiatan tersebut.
Hal senada disampaikan Ketua Silajambuh, H. Sirli Usin, SE. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan kehadiran ratusan jamaah yang memadati lokasi acara.
"Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti Istighosah dan Tabligh Akbar ini. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan lebih meriah," katanya.
H. Sirli juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan pengurus mushola yang tergabung dalam Silajambuh atas kontribusi yang diberikan sehingga acara berjalan lancar dan sukses.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan Silajambuh dilakukan secara bergiliran. Tahun ini Masjid As-Sakinah mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, sedangkan tahun mendatang akan dilaksanakan di masjid lainnya yang tergabung dalam Silajambuh.
Kegiatan Istighosah dipimpin oleh Ketua MUI Kecamatan Solear KH Muslihat bersama Ustadz H. Safarudin Hasibuan. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH Abdurrahman Djaelani.
Dalam ceramahnya, KH Abdurrahman menjelaskan bahwa makna hijrah Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebatas perpindahan fisik dari Kota Makkah ke Kota Madinah, melainkan juga perubahan sikap dan perbaikan diri menuju kehidupan yang lebih baik.
"Hijrah yang sesungguhnya adalah bagaimana kita memperbaiki hati dan akhlak. Jika tahun ini hubungan kita dengan tetangga kurang baik, maka tahun depan harus lebih baik. Jika tahun ini masih lalai dalam menjalankan sholat, maka ke depan harus lebih disiplin dan lebih baik lagi," ungkapnya.
KH Abdurrahman Djaelani sendiri merupakan pimpinan Pondok Pesantren Daarul Huffazh Walidain yang berlokasi di Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. (War)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus secara resmi membuka Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Selasa (16/06/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Ciakar dan seluruh pihak yang telah menghadirkan ruang ekonomi, sosial dan budaya bagi masyarakat Desa Ciakar dan sekitarnya.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Ciakar beserta seluruh elemen masyarakat yang telah berinisiatif dan bekerja keras menghadirkan pasar tradisional ini sebagai ruang ekonomi, sosial, sekaligus budaya bagi masyarakat," ujar Wabup Intan
Menurut dia, pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, melainkan pusat pergerakan ekonomi rakyat, tempat bertemunya produsen dan konsumen lokal, serta wadah pelestarian budaya dan kuliner nusantara yang menjadi identitas daerah
"Di Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini, kita melihat semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru dan mengenalkan kekayaan kuliner daerah kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," ujarnya
Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat desa, serta pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.
"Pembangunan yang kuat harus dimulai dari desa, karena desa merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Keberadaan Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini diharapkan menjadi ruang produktif yang dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka peluang kerja, serta memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial warga," tandasnya
Lanjut dia, keberhasilan pasar tradisional tidak hanya diukur dari ramainya transaksi dan meningkatnya pendapatan pedagang, tetapi juga dari kebersihan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan pasar itu sendiri. Untuk itu, dia juga menghimbau para pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat pasar tersebut agar tetap bersih, aman dan nyaman
"Saya mohon kepada pengelola, pedagang dan masyarakat, rawat dan jaga pasar ini agat tetap bersih, rapi, aman dan nyaman. Jaga kehigienisan produk yang dijual, khususnya makanan dan minuman, sehingga kualitas dan keamanan pangan tetap terjamin," himbaunya
Wabup Intan juga berharap dengan lingkungan yang bersih dan produk yang higienis, Tradisional Sumur Gede Cipari Desa Ciakar akan semakin berkembang dan dipercaya masyarakat serta mampu menjadi contoh pasar tradisional yang sehat, tertib, dan nyaman di Kabupaten Tangerang.
"Saya optimistis bila Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini bersih, aman, nyaman dan higienis akan berkembang menjadi destinasi ekonomi dan budaya yang membanggakan bagi Masyarakat Desa Ciakar dan Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)