Items filtered by date: Wednesday, 18 February 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuka pendaftaran program On The Job Training (OJT) AEON Alam Sutera bagi para calon pencari kerja asal Kota Tangerang secara gratis dan kuota terbatas.

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang Yasin Surya menuturkan, program OJT AEON Alam Sutera disediakan bagi para alumnus Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sederajat yang berminat mengikuti pelatihan di lingkungan industri secara langsung selama 30 hari kerja.

“Kami membuka program ini agar para pencaker muda di Kota Tangerang mendapatkan pengalaman langsung di dunia kerja. Kesempatan ini sangat berharga untuk mengasah pengalaman sebagai daya saing di dunia kerja yang diimpikan,” ujar Yasin, Rabu (18/2/26).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang memastikan program OJT AEON Alam Sutera kali ini dilengkapi berbagai keuntungan yang bisa didapatakan para peserta. Mulai dari uang pengganti transportasi sampai fasilitas sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara langsung.

“Ayo daftarkan diri dan raih mimpi bekerja di perusahaan besar dengan mengikuti program ini. Karena program OJT AEON Alam Sutera ini hanya menyediakan 48 kuota peserta dari tiga angkatan yang akan dibuka secara berkala sepanjang 2026,” tambahnya.

Saat ini, proses pendaftaran program OJT AEON Alam Sutera masih dibuka dengan kuota yang terbatas sampai akhir Februari 2026 mendatang. Untuk akses pranala (link) pendaftaran bisa dilihat melalui media sosial Instagram @blk_kotatangerang dan @disnaker_kotatangerang.

(Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) baru dan Musholla Al-Taubah di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu (18/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan dan renovasi fasilitas tersebut dalam rangka meningkatkan layanan kedaruratan dan mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama para Kepala OPD, Inspektur, para asisten, staf ahli, dan camat menghadiri undangan Direktur RSUD Balaraja untuk meresmikan Musholla Al-Taubah dan IGD. IGD yang sebelumnya hanya memiliki 25 tempat tidur kini menjadi 51 tempat tidur untuk mengakomodir sekitar 100 pasien IGD setiap hari,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas IGD merupakan jawaban dan respons atas meningkatnya jumlah kunjungan pasien di RSUD Balaraja yang mencapai sekitar 700 kunjungan perhari. Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan layanan kesehatan harus diimbangi dengan penyediaan fasilitas yang memadai.

Dia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memastikan prioritas utama pelayanan kesehatan tanpa membedakan status jaminan kesehatan pasien.

“Kalau ada pasien, tangani dulu. Jangan ditanya BPJS atau tidak. Yang penting jiwanya diselamatkan. Setelah itu baru administrasinya diselesaikan. Pemerintah daerah juga masih menganggarkan program Jamkesda untuk membantu masyarakat yang belum terdaftar BPJS,” tegasnya.

Lanjut dia, pembangunan Musholla Al-Taubah dilakukan untuk menyediakan fasilitas ibadah yang lebih representatif bagi pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung rumah sakit. Musholla tersebut dibangun di area yang mudah dijangkau dan memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan musholla sebelumnya.

"Peresmian fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga yang berkunjung ke RSUD Balaraja," jelasnya

Direktur RSUD Balaraja, dr. Corah Usman, menjelaskan bahwa penambahan kapasitas IGD dilakukan karena semakin tingginya kunjungan pasien darurat, sementara kapasitas sebelumnya terbatas.

“Setiap hari sekitar 100 kunjungan pasien IGD, sedangkan kapasitas yang ada hanya 25 tempat tidur. Penambahan ini juga untuk mengantisipasi antrean pasien rawat inap yang sementara harus ditangani di IGD,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa musholla baru dapat menampung sekitar 100 jemaah dan diperuntukkan bagi pasien rawat jalan, keluarga pasien, serta pengunjung rumah sakit. Pembangunan musholla dan renovasi IGD tersebut didanai dari anggaran BLUD RSUD Balaraja. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengunjungi HS, seorang anak berusia 9 tahun penderita Cerebral Palsy dan Organic Brain Syndrome (OBS) di Kp. Tobat RT. 03 RW. 02, Sentul Jaya Kec. Balaraja, Rabu (18/02/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa kunjungannya tersebut menindaklanjuti langsung laporan warga yang disampaikan dan melihat langsung kondisi pasien dan keluarganya, serta memberikan dorongan semangat dan berdialog langsung untuk tindakan medis lanjutkan yang dibutuhkan.

“Hari ini, saya bersama Camat Balaraja, Pak Kades dan tim medis melakukan kunjungan langsung ke kediaman Ananda HS (9 tahun). Selain untuk bersilahturahmi dan memberikan motivasi kepada HS dan keluarganya, kami juga ingin memastikan bahwa HS bisa mendapatkan pelayanan medis secara gratis dan jemput bola untuk penanganan lanjutannya,” ungkap Wabup Intan

Dia juga menandaskan bahwa pemerintah melalui Puskesmas Balaraja telah melakukan langkah proaktif sejak November 2025. Tim medis telah memberikan edukasi serta motivasi agar ananda HS dirujuk ke RSUD Balaraja. Namun, pihak keluarga (Bapak Suheli dan Ibu Masitoh) saat itu menyatakan keberatan untuk membawa anak mereka ke rumah sakit. Orang tua HS (Bapak Suheli dan Ibu Masitoh) saat itu menyatakan keberatan karena berbagai pertimbangan salah satunya, adanya faktor pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Pemerintah bukannya tidak memperhatikan, namun jika orang tuanya yang tidak mau, kita tidak mungkin memaksa. Sekarang kalau kendalanya uang, pemerintah daerah sudah menggratiskan pengobatan. BPJS ananda HS juga aktif di Faskes pertama Klinik Ilanur dan orang tuanya tercatat juga sebagai penerima BLT dari Dinsos," tandasnya

Menurut dia, pelayanan penanganan medis memerlukan sinergi dan persetujuan dari pihak keluarga. Untuk itu, dia juga menginstruksikan kepada camat, kepala desa dan Puskesmas Balaraja untuk terus menonitor kesehatan dan memberikan pelayanan medis yang dibutuhkan Ananda HS.

“Kendala transportasi seharusnya sudah tidak ada lagi. Ada mobil siaga yang disediakan di desa, jadi tidak perlu keluar biaya transport. Tinggal bicara saja dengan pak lurah, nanti diantar ke rumah sakit dan diantar pulang lagi," tambahnya.

Selain itu, dia juga telah menginstrusikan beberapa langkah konkret kepada bidan desa dan Kelapa Puskesmas Balaraja untuk pengobatan HS yang saat ini mengalami demam dan memantau secara berkala perkembangan gizinya.

“Bidan Desa dan Kepala Puskesmas telah memberikan pengobatan awal berupa pemberian obat untuk menangani kondisi demam pasien. Saya juga telah membujuk dan memberikan pengertian kepada orang tua HS agar pasien segera dibawa ke RSUD Balaraja atau dialihkan ke RSU Kabupaten Tangerang yang memiliki peralatan dan dokter spesialis anak lebih lengkap,” ungkapnya.

Pada kesempatan terserbut, Wabup Intan juga memberikan bantuan sembako dan susu. Pihaknya berharap, dengan kunjungannya tersebut orang tua HS bisa lebih paham terkait penanganan lanjutan yang lebih intensif dan menyeluruh. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penanaman pohon trembesi, bambu dan penyiraman ecoenzym di TPA Jatiwaringin, Kec. Mauk, Rabu (18/2/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Mauk, Rajeg dan Sukadiri beserta Forkopimcam, para penggiat sampah, perwakilan PLN Lontar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) beserta jajaran, serta perwakilan perusahaan pengembang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkab bahwa penanaman bambu dan penyiraman ecoenzym ke sumur pantau dalam rangka HPSN tersebut bertujuan untuk penguatan lahan dan menurunkan kadar E.Coli di lokasi TPA Jatiwaringin.

“Penanaman bambu dilakukan sebagai barrier alami untuk membantu menyerap bau dan menahan angin di sekitar TPA. Penyiraman ecoenzym ke sumur pantau bertujuan menurunkan kadar E.Coli serta membantu menetralisir kualitas air tanah yang juga dimanfaatkan masyarakat sekitar,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Ia menambahkan TPA Jatiwaringin telah ditetapkan sebagai lokus pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pemkab Tangerang telah melakukan pembenahan untuk mendukung upaya tersebut, antara lain: menyiapkan lahan seluas 6,5 hektare dengan pematangan dan pemadatan lokasi, memastikan ketersediaan air bersih PDAM, serta menjamin volume pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari, yang saat ini telah mampu dipenuhi sekitar 2.700 ton perhari.

“TPA Jatiwaringin kita siapkan sebagai lokus pengolahan sampah menjadi energi listrik. Lahan sudah kita matangkan, volume sampah mencukupi dan juga tengah menyiapkan kerja sama pengangkutan sampah dengan pihak ketiga. Kita terus mendukung program ini agar bisa terealisasi pada tahun 2026,” ujarnya.

Pihaknya juga telah menginstruksikan kepada para camat agar mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk membuang sampah di TPS yang telah disediakan, tidak lagi di pinggir jalan umum. Menurut dia, penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Masyarakat harus terlibat dan berperan aktif langsung, salah satunya dengan membudayakan perilaku buang sampah pada tempatnya.

“Kami mohon kepada masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan di pinggir jalan umum. Kita angkut satu jam kemudian penuh lagi. Ini perlu kesadaran bersama,” serunya.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam penanganan sampah dan berharap melalui Peringatan HPSN 2026 ini bisa semakin memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas sampah dan lingkungan bersih berkelanjutan.

“Mari kita jadikan momentum HPSN 2026 sebagai titik balik menuju gerakan bersama mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas sampah dan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Ujat Sudrajat melaporan bahwa rangkaian kegiatan HPSN tingkat Kab. Tangerang telah dimulai sejak tanggal 2 Febuari 2026 dengan aksi bersih pantai dan pesisir, dan puncaknya dilaksanakan di TPA Jatiwaringin dengan berbagai aksi nyata pengendalian pencemaran dan edukasi lingkungan.

“Rangkaian kegiatan HPSN ini menjadi refleksi atas pentingnya pengelolaan sampah yang baik agar tidak menimbulkan bencana,” jelas Ujat.

Lanjut dia, pihaknya telah melakukan pembenahan di TPA Jatiwaringin, di antaranya penggunaan teknologi geomembran untuk mengurangi bau dan mengendalikan gas metana, serta penguatan pengolahan air lindi.

“Hasil uji kualitas air tanah di sekitar TPA menunjukkan penurunan signifikan angka E.coli dari 8.300 per 100 ml menjadi 134 per 100 ml setelah aplikasi ecoenzym selama dua bulan. Program tersebut akan dilanjutkan hingga enam bulan ke depan dengan interval pemberian rutin setiap bulan,” ujarnya. (Red)

Published in Banten

Lebak, lensafokus.id – Komandan Kodim (Dandim) Kodim 0603/Lebak, Letkol Inf Mahendra Subrata, menegaskan komitmennya membangun sinergi kuat dengan masyarakat dan insan pers di Kabupaten Lebak. Dalam suasana santai penuh keakraban bersama awak media di Makodim Lebak, Rabu (18/2/2026), ia menekankan peran TNI sebagai garda terdepan penjaga stabilitas wilayah sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.

“Saya hadir untuk membantu rakyat, bukan menggantikan peran siapa pun. Tugas saya jelas, sesuai undang-undang dan fungsi teritorial,” ujar Mahendra.

Lahir di Amlapura, Bali, 30 November 1984 dari keluarga sederhana, Mahendra merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2006. Karier militernya ditempa dari level komandan peleton hingga dipercaya menjabat Komandan Batalyon Infanteri 203/Arya Kamuning di Tangerang.

Sebelum menjabat Dandim 0603/Lebak, ia berpengalaman dalam operasi pengamanan di Ambon serta sejumlah penugasan strategis di lingkungan TNI AD. Ia juga pernah menjadi instruktur di Akademi Militer dan menempuh pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat.

“Dari keluarga petani sederhana, saya bersyukur bisa jadi tentara. Jabatan itu bonus, yang penting bekerja terbaik di mana pun ditempatkan,” katanya.

Meski berdarah Bali, Mahendra menegaskan komitmennya menjadi bagian dari masyarakat Banten. Bahkan, ia menyebut KTP-nya telah beralamat Banten dan keluarganya menetap di Tangerang.

IMG 20260218 WA0061

Sebagai Dandim, Mahendra memprioritaskan penguatan ketahanan wilayah, deteksi dini potensi konflik, serta mitigasi bencana. Ia mengakui karakter geografis Kabupaten Lebak yang rawan longsor dan banjir menjadi perhatian serius.

“Begitu saya masuk, saya minta tiap Koramil siapkan titik pengungsian. Kita harus siap sebelum bencana datang, bukan setelahnya,” tegasnya.

Ia membagi strategi pembinaan teritorial dalam tiga klaster utama, yakni pembinaan wilayah pertahanan, pembinaan perlawanan rakyat, dan komunikasi sosial. Dalam konteks ini, peran media dinilai sangat penting untuk menyampaikan informasi yang utuh dan mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Tak hanya fokus pada aspek keamanan, Mahendra juga menaruh perhatian besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ia berencana menyasar pesantren dan sekolah untuk memberikan edukasi kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta motivasi bagi generasi muda.

“Saya ingin banyak santri dan pemuda Lebak lolos jadi tentara. Kadang gagal hanya karena tidak siap fisik. Ini yang ingin saya bantu siapkan,” ujarnya.

Selain itu, Kodim 0603/Lebak akan mengembangkan kegiatan Pramuka, olahraga bela diri, serta pembinaan karakter generasi muda berbasis kedisiplinan.

Mahendra juga mulai melakukan pembenahan internal markas Kodim, dari kebersihan hingga perbaikan fasilitas sederhana. Ia ingin Makodim menjadi contoh kedisiplinan sekaligus ruang edukatif bagi masyarakat.

“Markas tidak harus megah, tapi harus bersih dan tertata. Dari situ moral prajurit terlihat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Mahendra secara terbuka mengajak media untuk bersinergi menjaga kondusivitas wilayah. Ia berharap pemberitaan tidak hanya fokus pada peristiwa, tetapi juga memberikan konteks agar publik memahami peran TNI secara komprehensif.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor bersama Pemkab Lebak, Polri, dan seluruh stakeholder demi menjaga stabilitas keamanan dan sosial.

“Kalau kita jalan bareng dan komunikasi sehat, yang diuntungkan adalah masyarakat Lebak,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Mahendra menegaskan bahwa penugasannya di Lebak adalah amanah yang akan dijalankan sepenuh hati.

“Saya ingin ketika masa tugas saya selesai, ada perubahan kecil yang dirasakan masyarakat. Entah itu lebih bersih, lebih tertib, atau lebih siap menghadapi bencana. Itu sudah cukup,” pungkasnya. (Cecep)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten, Andra Soni menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek di kediaman tokoh Tionghoa di Desa Situgadung Kec. Pagedangan, Selasa, (17/2/26)

Pada kesempatan tersebut Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kehadirannya bersama Gubernur Banten dan tokoh masyarakat lintas agama tersebut merupakan bentuk penguatan silaturahmi dan saling menghormati serta untuk menguatkan kebersamaan

“Yang pertama selamat merayakan Imlek untuk masyarakat Kabupaten Tangerang yang merayakan, juga Provinsi Banten. Dan kami atas nama Pemerintah Daerah, atas nama masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pak Gubernur yang hadir di salah satu tokoh yaitu Pak Hamdi dan Pak Edi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Situgadung ya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia juga menegaskan bahwa momentum perayaan Imlek menjadi penguat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Tangerang yang hidup dalam keberagaman. Menurut dia, keberagaman merupakan salah satu kekuatan untuk membangun Kabupaten Tangerang yang hamonis dan damai.

“Perbedaan budaya dan keyakinan bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan kita dalam membangun Kabupaten Tangerang yang harmonis, rukun, dan damai. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus menjaga nilai toleransi dan kebersamaan yang selama ini sudah terjalin dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa tradisi toleransi dan kerukunan antarumat beragama telah lama terjalin di Provinsi Banten.

“Sejak lama di Banten, nahkan di Banten Lama itu dekat masjid itu juga ada vihara dan tradisi silaturahmi antar umat beragama di Provinsi Banten yang selalu terjaga dengan baik. Dan hari ini saya mengucapkan Selamat Hari Imlek kepada saudara-saudara kita yang merayakannya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kontribusi masyarakat Tionghoa, khususnya komunitas Cina Benteng, dalam pembangunan daerah.

“Selama ini kontribusi dari teman-teman dari Tionghoa, kalau di sini kan terkenal dengan sebutnya Cina Benteng. Kolaborasi kita selama ini berjalan dengan baik,” tambahnya.

Tokoh Tionghoa Pagedangan, Koh Handi Surya, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur dan Bupati Tangerang dalam perayaan Imlek tersebut.

“Terima kasih atas kedatangan Pak Gubernur, Pak Bupati. Ini adalah ciri-ciri pluralisme yang sangat baik, yang telah kita mulai. Semoga ke depan kita bisa seperti ini, silaturahmi bersama pada saat Imlek, pada saat acara Lebaran dan hari besar keagamaan lainnya," ujarnya. (Red)

Published in Banten
Go to top