Items filtered by date: Thursday, 12 February 2026

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah. Salah satunya, Pemkot Tangerang mulai melakukan penambalan di sepanjang Jalan Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu menuturkan, Pemkot Tangerang terus mendorong proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di Jalan Raden Saleh Karang Tengah dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

Sejauh ini, Pemkot Tangerang menargetkan proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung menyasar sekitar 20 titik kerusakan di Jalan Raden Saleh Karang Tengah menggunakan material paving block dan cold mix menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

”Kami terus menggencarkan proyek perbaikan jalan secara masif. Hari ini, kami mulai melakukan perbaikan kerusakan Jalan Raden Saleh yang sudah cukup parah. Ada banyak bekas galian yang harus ditambal termasuk puluhan titik jalan berlubang yang menganggu keamanan dan kenyaman para pengguna jalan terutama di musim penghujan seperti sekarang,” ujar Iwan, Kamis (12/2/2026).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang memastikan proyek perbaikan Jalan Raden Saleh Karang Tengah sudah mencapai 50 persen dari target total yang ditentukan. Proyek perbaikan jalan ini menjadi salah satu priotitas penanganan sementara karena menjadi salah satu ruas jalan terpadat di wilayah timur karena menjadi akses utama dari Karang Tengah menuju Jalan HOS Cokroaminoto Ciledug menuju arah DKI Jakarta via Kebayoran.

”Sampai siang ini proyek perbaikan jalan sedang berlangsung di sejumlah titik, perkembangannya sudah ada 10 titik yang dituntaskan, sisanya ditargetkan bisa tuntas secepatnya sehingga jalanan bisa kembali dilalui dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga sedang melakukan proyek perbaikan di sejumlah ruas jalan lainnya seperti di Jalan Pajajaran, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, Jalan Poris Indah Cipondoh, Jalan Garuda Neglasari, Jalan Pembangunan III Neglasari, Jalan Husein Sastranegera Benda, dan Jalan Villa Tangerang Indah Periuk. (Red)

Published in Banten

Kota Serang, lensafokus.id - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri kegiatan bedah buku berjudul Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, di Aula Horison TC UPI Serang, Kota Serang, Kamis (12/2/2026).

Ia mengapresiasi terselenggaranya bedah buku yang menghadirkan para akademisi sebagai pembedah.

Hadir sebagai narasumber dalam buku tersebut di antaranya akademisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Retty Isnendes, akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Ade Jaya Suryani, dan penulis buku Uday Suhada.

Menurut Dimyati, buku tersebut memiliki kualitas yang baik dari sisi penulisan, kelengkapan pustaka, maupun hasil kajian empiriknya.

“Alhamdulillah, hari ini ada bedah buku, dan luar biasa yang membedahnya para profesor. Bukunya bagus, dari sisi penulisannya bagus, dari pustakanya juga bagus, dan dari hasil kajian empiriknya juga bagus,” ungkap Dimyati.

Dimyati menilai buku tersebut mampu menjadi referensi bagi kalangan akademisi maupun mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, tesis, dan disertasi.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk menulis karya ilmiah, khususnya yang mengangkat kekayaan budaya lokal Banten.

Keberadaan buku ini juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan literasi mengenai Baduy. Suku pelestari alam ini merupakan masyarakat adat yang ada di Provinsi Banten yang sejak lama menjaga adat istiadat.

“Baduy ini hanya ada di Banten, di dunia ini hanya ada di Banten. Kita juga harus banyak belajar dari masyarakat Baduy,” katanya.

Dimyati menyampaikan terima kasih kepada penulis atas karya yang dinilainya sebagai bukti nyata kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.

Ia berharap buku tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dapat dibaca masyarakat internasional.

“Saya berharap buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris supaya orang-orang luar bisa membaca dan memahami Baduy. Ini juga bisa mendorong kunjungan wisatawan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dimyati menilai kegiatan bedah buku tersebut sekaligus menjadi seruan untuk meningkatkan daya literasi masyarakat.

Ia mengapresiasi proses akademik yang dilakukan secara terbuka dan ilmiah, sehingga memperkaya wawasan serta pemahaman tentang kehidupan masyarakat Baduy.

“Saya yakin buku ini akan banyak dicari orang. Ini bukan hanya untuk Banten, tetapi untuk bangsa dan negara,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Rudi Susilana menyampaikan kegiatan bedah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen UPI untuk membumikan kampus di tengah masyarakat Banten.

UPI tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.

“UPI hadir di Banten harus menyatu dan membumi. Kegiatan ini bagian dari upaya membumikan UPI sekaligus mengangkat komunitas masyarakat yang patut dijadikan contoh dan dibukukan sebagai bahan literasi bagi masyarakat umum,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik gagasan Wagub Dimyati untuk menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Inggris.

Menurutnya, hal itu memungkinkan untuk direalisasikan, mengingat tim editor memiliki kompetensi di bidang linguistik bahasa Inggris.

“Kami akan memfasilitasi agar buku ini bisa diterjemahkan dan dicetak dalam edisi bahasa Inggris. Harapannya bukan hanya membumi, tetapi juga mendunia," katanya.

Ditempat yang sama, Uday Suhada, penulis buku Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, menuturkan kegiatan bedah buku tersebut juga menghadirkan para pakar di bidangnya guna memastikan objektivitas dan kualitas akademik karyanya.

“Saya ingin subjektivitas saya dieliminir melalui bedah oleh para pakar dan merupakan akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman riset tentang Baduy,” ujarnya.

Uday berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan budaya literasi di Banten.

Perguruan tinggi juga dapat mendukung dalam meningkatkan budaya literasi termasuk untuk narasi-narasi kedaerahan.

"Sehingga tidak hanya kampusnya yang megah, tapi juga terasa oleh masyarakat Banten manfaat keberadaannya," katanya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di GSG Kec. Sukamulya

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan GPM yang dilaksanakan tersebut bertujuan membantu meringankan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.

"Alhamdulillah hari ini, saya bersama Pak Camat Sukamulya dan jajarannya memonitoring langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat Sukamulya untuk membantu meringankan mereka mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sangat terjangkau," ujar Wabup Intan

Lanjut dia, ada sekitar 2.000 paket sembako untuk warga di 8 desa di Kecamatan Sukamulya yang bisa ditebus dengan harga Rp.37 ribu rupiah.

"Paketnya berisi 1 Kg beras, gula pasir, tepung terigu dan 1 liter minyak goreng, masyarakat bisa menubusnya dengan harga cukup terjangkau 37 ribu rupiah," jelasnya

Dia menambahkan Pemkab Tangerang akan menggelar GPM secara serentak di 29 kecamatan sebelum bulan suci Ramadan dengan komoditi pokok diantaranya berupa beras, minyak, gula pasir, terigu dan komoditi lainnya. Untuk itu, dia menandaskan agar seluruh kecamatan bisa benar-benar selektif siapa penerima manfaatnya

"Prinsipnya sekali lagi harus jelas. Penerimanya itu harus benar-benar tepat sasaran, mereka yang benar-benar membutuhkan," tandasnya

Selain melakukan monitoring pelaksanaan GPM, Wabup Intan juga meninjau pelayanan adminstrasi kependudukan di Kec. Sukamulya. Dia secara simbolis menyerahkan KTP kepada warga.

"Sepanjang berkas administrasi pendukungnya lengkap, bikin KTP, KK itu, gak ribet, bisa langsung jadi. Tidak perlu lagi ke Tigaraksa, cukup di kecamatan bisa dilayani," ungkapnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Kegiatan tersebut digelar di Wihara Arya Dipa, Kosambi, pada Rabu (11/02/2026).

Kepala Disperindag, Resmiati Marningsih menjelaskan, terdapat 1000 paket sembako yang telah disiapkan pada kegiatan tersebut yang berisi beras premium 4 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2kg, dan tepung terigu 2 kilogram dengan harga pasar paket tersebut yaitu Rp170.600, namun pemerintah daerah memberi subsidi sehingga masyarakat hanya membayar Rp82.272.

"Untuk masyarakat yang ingin mengikuti program ini masing-masing bisa membawa kupon yang dibagikan oleh pemerintah daerah. Target sasaran utama adalah masyarakat yang akan merayakan Imlek, khususnya di wilayah Kosambi dan sekitarnya," ujarnya.

Ia menungkapkan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru Imlek.

"Dengan adanya program ini, masyarakat dapat memperoleh bahan-bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan tepung dengan harga yang lebih terjangkau dan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pada momen-momen penting seperti perayaan Imlek," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memberikan dukungan sosial dan ekonomi selama periode hari raya.

"Semoga dengan adanya GPM, masyarakat dapat merayakan Imlek dengan lebih meriah dan terbantu dari segi ekonomi, dan semoga kegiatan ini dapat berlangsung secara kontinu untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu mereka memenuhi kebutuhan pokok," harapnya.

Pada kesempatan yang sama Cikwa, seorang warga Kosambi, menyampaikan apresiasi atas program GPM yang di laksanakan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dimana Hal ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi warga sekitar.

"Kami senang dengan adanya kegiatan ini, Warga yang sebelumnya harus membeli dengan harga lebih mahal, kini bisa mendapatkan barang dengan setengah harga. Semoga program ini rutin diadakan setiap tahun agar bisa terus membantu semua lapisan masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan semua orang," tutupnya. (Red)

Published in Banten
Go to top