Items filtered by date: Friday, 13 February 2026

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Bojong Nangka Kec. Kelapa Dua, Jum'at (13/02/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan bahwa rencananya GPM secara serentak digelar hari ini (Jum'at) di berbagai kecamatan. Untuk wilayah Kelurahan Bojong Nangka ada 334 paket tersedia yang siap disalurkan kepada masyarakat yang untuk memenuhi kebutuhannya, khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.

"Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Camat dan Pak Lurah hadir untuk monitoring GPM di Kelurahan Bojong Nangka. Hari ini ada 334 paket di Kelurahan Bojong Nangka," ujar Wabup Intan

Dia menjelaskan paket yang disalurkan terdiri dari: 2 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, dan 1 kg tepung terigu yang bisa ditebus masyarakat dengan harga Rp. 41 ribu rupiah

"Harganya 41 ribu itu isinya ada beras 2 kilo, Minyak 1 liter, tepung terigu 1 kg, gula pasir 1 kg. Jadi kalau di luaran bisa sampai 70 ribuan, namun di sini masyarakat bisa menebusnya dengan harga 41 ribu untuk meringankan beban masyarakat terutama menjelang bulan," ungkapnya

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus memonitor dan menjaga kestabilan harga serta stok komoditi pokok, khususnya menjelang bulan suci dan hari raya lebaran.

"Saya kemarin rapat koordinasi Forkopimda. Kita sepakat untuk bersama-sama menjaga agar harga stabil dan stok bahan pokok di pasaran aman, terutamanya menjelang Ramadan dan hari raya nanti. Jadi kalau ada yang naik, lapor sama pak camat dan pak lurah," tandasnya

Pihaknya pun mohon dukungan dan peran aktif seluruh masyarakat agar program-program pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

"Mudah-mudahan nanti mau lebaran ada lagi program GPM, muter di semua kecamatan, desa dan kelurahan. Sekali lagi atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan mohon maaf lahir batin, selamat menjalankan ibadah puasa," pungkasnya

Sementara itu, Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat melaporkan bahwa Kec. Kelapa Dua telah menyiapkan sekitar 2.000 paket yang bisa ditebus dengan harga terjangkau pada pelaksanaan GPM di wilayahnya

"Hari ini Kecamatan Kelapa Dua lakukan Gerakan Pangan Murah, ada 2.000 paket sembako, untuk Kelurahan Bojong Nangka dapatnya 334 paket, untuk warga di 35 RW," ungkap Dadang

Lanjut dia, GPM di Kec. Kelapa Dua tidak hanya dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadan, namun pihaknya juga telah merancang pelaksanaan GPM menjelang hari raya lebaran.

"Nanti di bulan Ramadan, 1 minggu menjelang Idul Fitri akan diadakan lagi, GPM berlanjut tapi bergantian penerimanya," imbuhnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong seluruh Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) untuk mengubah pola kerja dari reaktif menjadi responsif dan terencana untuk meningkatkan kinerja. Hal tersebut, ditegaskan Wabup Intan saat membuka buka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten dan Kecamatan Tahun 2026 di Hotel Vega, Jum'at (13/02/26)

"Saya perlu menyampaikan secara terbuka namun konstruktif, bahwa kita harus mengubah pola kerja dari reaktif menjadi responsif dan terencana untuk meminalisir kinerja yang kurang optimal," tegas Wabup Intan.

Dia menandaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya soal angka dan laporan. Penanganan stunting adalah tentang masa depan anak-anak dan kualitas generasi penerus Kabupaten Tangerang. Selain itu, konvergensi yan mengedepankan pendekatan terpadu dan terkoordinir untuk memastikan bahwa intervensi spesifik dan sensitif benar-benar diberikan pada keluarga sasaran.

"Artinya perangkat daerah kabupaten dan kecamatan harus bergerak dalam satu irama. Mulai dari analisa situasi, pelaksanaan hingga review kinerja atau monev. Peningkatan kinerja ini mencerminkan seberapa besar komitmen dan keseriusan dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang," tandasnya

Dirinya pun mengajak semua pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program percepatan penurunan Stunting untuk terus menguatkan kerja bersama, sinergi yang solid dan niat yang tulus agar apa yang sudah, sedang dan yang akan dilaksanakan benar-benar berdampak dan bermanfaat nantinya

"Mari kita jadikan momentum rapat koordinasi ini sebagai titik awal perbaikan. Kita perkuat komitmen, kita perbaiki tata kelola, kita tingkatkan kualitas data, dan kita pastikan setiap program benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat daerah, para camat serta seluruh pemangku kepentingan atas kerja keras, kolaborasi dan sinergi yang telah dilakukan dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang.

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perangkat daerah, para camat serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini telah bekerja keras berkolaborasi dan berkomitmen dalam mendukung upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang," ucapnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memberikan bantuan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 500 guru ngaji yang tersebar di lima (5) kecamatan wilayah Utara Kabupaten Tangerang, yaitu: Kec. Mauk, Kosambi, Pakuhaji, Teluk Naga dan Kec. Sukadiri. Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Aula Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa para guru ngaji merupakan salah satu kelompok pekerja rentan yang selama ini mengabdikan diri tanpa mengenal waktu, namun belum seluruhnya mendapatkan jaminan perlindungan kerja.

“Alhamdulillah sekarang BPJS dan juga PIK 2 menjamin ini BPJS 500 guru ngaji. Dijamin BPJS-nya karena guru-guru ngaji itu termasuk kelompok rentan. Kerja terus, ngajar ngaji terus enggak kenal waktu tapi belum dijamin,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri telah mengalokasikan anggaran perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 500 ribu pekerja rentan. Para penerima manfaat tersebut meliputi guru ngaji, nelayan, tukang becak, sopir angkot, hingga tukang ojek.

“Pemda baru mampu untuk 500.000 orang. Kalau semuanya dijamin, nanti Pemda enggak bisa bangun jalan, jembatan, sekolah, puskesmas. Jadi dibagi-bagi. Nah sekarang PIK membantu dengan 500 orang. Nggak apa-apa, yang penting bisa berbagi dan membantu masyarakat kita,” ujarnya.

Pihaknya pun mengapresiasi kontribusi pihak ketiga, termasuk PIK 2, yang selama ini telah membantu pembangunan infrastruktur jalan, sarana olahraga, koperasi desa, bedah rumah, hingga bantuan sosial bagi masyarakat. Ia berharap bantuan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tersebut juga dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pekerja rentan di wilayah pesisir Utara Kabupaten Tangerang.

“Saya berharap ini bisa terus berkembang, bukan buat guru ngaji saja. Nanti dibantu juga nelayan-nelayan kami, tukang becak di sini, supaya ini memberikan keberkahan buat masyarakat kami,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang turut menyelenggarakan pelatihan keterampilan tata rias (make-up) bagi masyarakat secara gratis sebagai upaya peningkatan kapasitas dan peluang ekonomi warga.

“Terima kasih juga hari ini dilaksanakan pelatihan make-up. Mudah-mudahan masyarakat kami keterampilannya tinggi, bisa merias, bisa make-up, supaya nanti ada kerjaannya. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ucapnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah sangat mengapresiasi acara Roadshow Kuliner Viral Indonesia, sebuah event kuliner berskala besar sebagai wadah pemberdayaan UMKM kuliner lokal

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat mengunjungi acara Roadshow Kuliner Viral Indonesia yang digelar di Mall Ciputra Citra Raya Kec. Panongan, Jum'at malam (13/02/26)

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Gita Sejahtera Maju atas inisiatif dan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, khususnya kuliner di Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan.

Dia menyebut bahwa rangkaian kegiatan Roadshow Kuliner Viral Indonesia mempunyai nilai sangat positif karena mampu menciptakan suasana yang hidup, sekaligus membuka ruang edukasi, inspirasi, dan promosi bagi para pelaku UMKM kuliner agar semakin kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Acara ini menghadirkan berbagai kuliner viral dan inovatif yang tentunya menarik minat pengunjung, sekaligus memberikan pengalaman kuliner yang berbeda bagi masyarakat. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan beragam acara pendukung seperti live cooking demo, penampilan musik, serta aktivitas interaktif lainnya," ungkapnya

Lanjut dia, Kabupaten Tangerang memiliki potensi UMKM yang sangat besar. Ribuan pelaku usaha bergerak di berbagai sektor, termasuk kuliner, dengan produk-produk lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan produk nasional bahkan internasional. Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pendampingan UMKM, pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi perizinan, serta promosi produk lokal, bantuan permodalan dan pemanfaatan teknologi informasi.

"Kami percaya bahwa kegiatan seperti Roadshow Kuliner Viral Indonesia ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem UMKM agar mampu naik kelas, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing," imbuhnya

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta seperti yang dilakukan PT Gita Sejahtera Maju merupakan contoh nyata sinergi yang sangat kami harapkan. Dengan kebersamaan dan kerja sama lintas sektor, kita dapat menciptakan iklim usaha yang sehat, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk mencintai dan bangga menggunakan produk-produk UMKM lokal. Dengan membeli dan mempromosikan produk daerah sendiri, kita turut membantu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha, menggerakkan roda ekonomi keluarga, serta memperkuat fondasi perekonomian daerah.

Sementara itu, Direktur PT .Gita Sejahtera Maju selaku penyelenggara kegiatan bekerja sama dengan Mall Ciputra, Gita Swarantika menjelaskan bahwa Roadshow Kuliner Viral Indonesia bertujuan sebagai ruang kreatif bagi UMKM lokal untuk berkembang dan naik kelas.

"Even ini digelar mulai tanggal 10-18 Febuari 2026, buka dari jam 10 pagi sampai dengan jam 10 malam. Ada sekitar 200 tenant yang terlibat dengan menghadirkan 1000 varian menu," ungkap Gita.

Menurut dia, Roadshow Kuliner Viral Indonesia juga berperan aktif sebagai penggerak ekonomi daerah karena dihelar tidak hanya di Kabupaten Tangerang namun di kota dan kabuoaten lainnya.

"Seluruh kebutuhan bahan baku dan operasional event diserap dari pasar dan pelaku usaha lokal di setiap kota penyelenggaraan, sehingga mendorong perputaran ekonomi daerah yang cepat dan berkelanjutan," ujarnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id -- Moch. Maesyal Rasyid meresmikan 110 unit rumah layak huni bagi masyarakat nelayan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Habitat for Humanity, koperasi, Komida, serta para donatur lainnya. Peresmian tersebut dilaksanakan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Jumat (13/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan 110 unit rumah sehat dan layak huni yang kini telah ditempati masyarakat nelayan.

“Alhamdulillah hari ini, kami dari pemerintah daerah bersama Habitat, koperasi, Komida dan para donatur meresmikan pembangunan rumah layak huni sebanyak 110 unit yang sudah ditempati masyarakat nelayan di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan 110 unit rumah tersebut telah dimulai sejak 2024 dan diperuntukkan bagi nelayan yang sebelumnya tidak memiliki tanah maupun hunian tetap. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kini para nelayan memiliki rumah yang sehat, aman, dan nyaman untuk dihuni bersama keluarga.

Selain pembangunan rumah, Pemkab Tangerang juga melengkapi kawasan tersebut dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti penyediaan air bersih, pembangunan jalan beton dan paving lingkungan, balai warga, serta Posyandu untuk pelayanan kesehatan.

"Ke depan, pemerintah daerah juga akan membangun penerangan jalan umum (PJU) serta merancang sarana pendidikan apabila jumlah penduduk terus bertambah," imbuhnya

Berikutnya, Pemkab Tangerang juga turut memberikan dukungan melalui program pemberdayaan ekonomi berupa bantuan alat tangkap ikan, cool box, dan sarana penunjang lainnya untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

"Pemerintah juga mendorong para istri nelayan untuk mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah guna meningkatkan pendapatan keluarga," tandasnya

Dia juga menandaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan program-program yang berpihak kepada masyarakat. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, koperasi, dan para donatur juga menjadi kunci terwujudnya program yang bermanfaat kepada masyarakat, salah satunya seperti revitalisasi rumah nelayan.

“Kami turut senang melihat warga begitu gembira. Mereka kini punya rumah, punya tanah, dan punya aktivitas usaha. Inilah kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa program revitalisasi rumah nelayan tersebut merupakan kolaborasi multipihak yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya keluarga nelayan berpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian layak, akses kepemilikan lahan, serta pembangunan infrastruktur dasar yang menunjang lingkungan sehat dan aman.

"Sebanyak kurang lebih 110 keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi tidak layak huni dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan fasilitas dasar lainnya. Kini telah menempati rumah yang lebih aman dan tertata. Selain pembangunan rumah, kawasan ini juga dilengkapi jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, fasilitas umum, dan ruang komunal," jelasnya

Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, menyampaikan bahwa program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, khususnya akan kepastian hunian yang sehat, aman dan nyaman. Pihaknya merasa bangga dan sangat bersyukur bisa mewujudkan keinginan masyarakat nelayan Tanjung Kait.

“Melihat keluarga-keluarga di Tanjung Kait kini memiliki rumah yang aman dan kepastian tempat tinggal adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami berharap revitalisasi ini menjadi fondasi yang kuat bagi masyarakat untuk terus berkembang menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Salah satu warga penerima manfaat, Sutrisno, nelayan Kampung Tanjung Kait, mengaku bersyukur dan terharu karena kini keluarganya memiliki rumah yang layak dan nyaman ditempati.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang sudah membantu. Dulu kami tinggal di rumah yang sangat sederhana, sekarang alhamdulillah sudah punya rumah yang nyaman dan aman untuk keluarga,” ucapnya haru

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, baik dari sisi tempat tinggal maupun penghasilan.

“Kami juga senang karena ada bantuan alat tangkap dan fasilitas lainnya. Mudah-mudahan hasil melaut kami bisa lebih baik dan kehidupan keluarga kami semakin sejahtera,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Mauk, Jumat (13/2/26).

Dalam pemantauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memastikan bahwa sejumlah komoditas utama seperti ayam potong, daging sapi, hingga minyak goreng dalam kondisi relatif stabil harganya dan stok tersedia.

“Dan terkait dengan jelang bulan suci Ramadan, kami datang ke Pasar Mauk menanyakan beberapa komoditi. Yang pertama adalah ayam potong. Harganya masih normal, sekilonya Rp38.000. Alhamdulillah, mudah-mudahan di pasar lain juga sama, Rp38.000 sekilo. Satu ekornya Rp60.000,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, selain ayam yang masih stabil, harga daging sapi juga terpantau stabil berkisar 120 ribu-130 ribu perkilonya. Kenaikan harga ditemukan pada komiditi minyak goreng sebesar Rp1.000 akibat keterlambatan distribusi dari Bulog.

“Hanya memang ada tadi minyak goreng. Minyak goreng ini ada kenaikan Rp1.000 karena distribusinya telat datang ke sini dari Bulog-nya. Tadi saya sudah bicara dengan pegawai Bulog supaya mempercepat datang ke sini. Harganya yang tadinya biasa Rp15.800, sekarang sampai Rp17.000,” jelasnya.

Pihaknya memastikan harga minyak gpreng akan kembali normal saat distribusi kembali lancar dan stok mencukupi, harga minyak goreng dipastikan akan kembali normal.

“Kalau nanti distribusinya lancar, ketersediaannya juga banyak, insyaAllah harganya akan kembali normal Rp15.800 paling tinggi Rp16.000. Yang lainnya, jenis-jenis sembako lainnya enggak ada kenaikan di Pasar Mauk,” tambahnya.

Dia juga mengaskan bahwa untuk ketersediaan bahan pokok saat ini sampai dengan hari raya lebaran dipastikan aman dan terkendali.

“Stok aman, persediaannya bagus, aman. Dan tadi minyak goreng akan segera dikirim oleh Bulog supaya ketersediaan stoknya aman di sini. Yang lainnya aman semua ya,” tegasnya.

Pihaknya berharap kondisi harga yang stabil dan ketersediaannya yang aman dapat terus terjaga sehingga dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan tanpa terbebani lonjakan harga.

“Mudah-mudahan di pasar-pasar lainnya tetap stabil, supaya menjelang bulan suci Ramadan ini masyarakat bisa belanja ke pasar dengan biaya yang tidak terlalu tinggi dan syukur-syukur tidak ada kenaikan. Jadi beban masyarakat bisa terbantu dengan tidak naiknya barang-barang yang ada di pasar,” pungkasnya. (Red)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id – Antusiasme warga membludak dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/2/2026). Situasi yang semula tertib berubah ricuh hingga membuat Camat Cisoka, Sumartono, mengambil langkah tegas, menghentikan sementara pendistribusian dan mengalihkan pelaksanaan keesokan hari.

Program GPM digelar serentak sesuai instruksi Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Cisoka.

Sebanyak 2.000 paket sembako disiapkan untuk warga. Setiap paket berisi: 2 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg terigu dan 1 kg gula.

Warga cukup menebus paket tersebut dengan harga Rp41.000, jauh di bawah harga normal sekitar Rp80.000 berkat subsidi dari Pemerintah Daerah.

Ketua panitia sekaligus Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cisoka, Ismail, menjelaskan bahwa pendistribusian dilakukan melalui sistem kupon dan menunjukkan KTP warga Cisoka.

“Distribusi pembagian sembako ke 10 desa di Kecamatan Cisoka melalui kupon dan KTP, sebanyak 2.000 paket kebutuhan pokok rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menekan inflasi sekaligus mendorong warga yang belum memiliki KTP agar segera melakukan perekaman,” jelasnya.

Namun realita di lapangan jauh dari perkiraan. Warga sudah mulai mengantre sejak pukul 11.30 WIB, sementara pembagian dijadwalkan pukul 13.00 WIB. Sembako yang baru tiba sebagian masih diturunkan dari mobil ketika antrean mulai tak terkendali.

Awalnya barisan tersusun rapi. Namun saat petugas merapikan paket sembako, sebagian warga mulai menerobos antrean. Situasi pun berubah semrawut.

IMG 20260213 WA0043

Camat Cisoka, Sumartono, mengakui lonjakan peserta di luar prediksi. “Program ini rutin tiap menjelang dan saat Ramadan. Biasanya tertib rapi. Tapi kali ini antusias luar biasa. Sekitar 90 persen yang hadir ibu-ibu, banyak yang membawa anak kecil, ibu hamil, lansia, dan disabilitas. Ada dua ibu-ibu dan satu laki-laki yang pingsan,” ujarnya.

Dalam kondisi berdesakan, sejumlah anak kecil dilaporkan menangis karena terpisah dari orang tuanya. Lansia dan penyandang disabilitas pun kesulitan bergerak di tengah kerumunan.

Demi mencegah kejadian lebih parah, Camat Cisoka memutuskan menghentikan sementara GPM hari itu dan menjadwalkan ulang pendistribusian pada Sabtu pukul 13.00 WIB.

“Kita evaluasi diri. Demi keamanan dan kenyamanan warga, hari ini kita stop. Besok kita mulai lagi jam satu siang, mudah-mudahan berjalan lancar,” tegas Sumartono. (Mala)

Published in Banten
Go to top