Membludak dan Ricuh! GPM Cisoka Diserbu 2.000 Warga, Camat Sumartono Hentikan Sementara Pendistribusian

Tangerang, lensafokus.id – Antusiasme warga membludak dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Jumat (13/2/2026). Situasi yang semula tertib berubah ricuh hingga membuat Camat Cisoka, Sumartono, mengambil langkah tegas, menghentikan sementara pendistribusian dan mengalihkan pelaksanaan keesokan hari.

Program GPM digelar serentak sesuai instruksi Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Kantor Bersama Keagamaan Kecamatan Cisoka.

Sebanyak 2.000 paket sembako disiapkan untuk warga. Setiap paket berisi: 2 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg terigu dan 1 kg gula.

Warga cukup menebus paket tersebut dengan harga Rp41.000, jauh di bawah harga normal sekitar Rp80.000 berkat subsidi dari Pemerintah Daerah.

Ketua panitia sekaligus Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Cisoka, Ismail, menjelaskan bahwa pendistribusian dilakukan melalui sistem kupon dan menunjukkan KTP warga Cisoka.

“Distribusi pembagian sembako ke 10 desa di Kecamatan Cisoka melalui kupon dan KTP, sebanyak 2.000 paket kebutuhan pokok rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menekan inflasi sekaligus mendorong warga yang belum memiliki KTP agar segera melakukan perekaman,” jelasnya.

Namun realita di lapangan jauh dari perkiraan. Warga sudah mulai mengantre sejak pukul 11.30 WIB, sementara pembagian dijadwalkan pukul 13.00 WIB. Sembako yang baru tiba sebagian masih diturunkan dari mobil ketika antrean mulai tak terkendali.

Awalnya barisan tersusun rapi. Namun saat petugas merapikan paket sembako, sebagian warga mulai menerobos antrean. Situasi pun berubah semrawut.

IMG 20260213 WA0043

Camat Cisoka, Sumartono, mengakui lonjakan peserta di luar prediksi. “Program ini rutin tiap menjelang dan saat Ramadan. Biasanya tertib rapi. Tapi kali ini antusias luar biasa. Sekitar 90 persen yang hadir ibu-ibu, banyak yang membawa anak kecil, ibu hamil, lansia, dan disabilitas. Ada dua ibu-ibu dan satu laki-laki yang pingsan,” ujarnya.

Dalam kondisi berdesakan, sejumlah anak kecil dilaporkan menangis karena terpisah dari orang tuanya. Lansia dan penyandang disabilitas pun kesulitan bergerak di tengah kerumunan.

Demi mencegah kejadian lebih parah, Camat Cisoka memutuskan menghentikan sementara GPM hari itu dan menjadwalkan ulang pendistribusian pada Sabtu pukul 13.00 WIB.

“Kita evaluasi diri. Demi keamanan dan kenyamanan warga, hari ini kita stop. Besok kita mulai lagi jam satu siang, mudah-mudahan berjalan lancar,” tegas Sumartono. (Mala)

Rate this item
(0 votes)
Go to top