Kota Tangerang, lensafokus.id - Kota Tangerang resmi ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) Banten II yang akan berlangsung pada 7 hingga 10 November 2026.
Ajang bergengsi tingkat provinsi ini menjadi momentum penting bagi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang untuk menggerakkan budaya hidup aktif, sehat dan gembira di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menerangkan, KORMI hadir sebagai penggerak olahraga masyarakat yang terbuka untuk seluruh kalangan.
Dalam sistem perhelatan olahraga masyarakat, terdapat jenjang agenda besar mulai dari tingkat nasional (FORNAS), tingkat provinsi (FORPROV), hingga tingkat kota (FORKOT).
"Festival Olahraga Masyarakat merupakan perhelatan yang menempatkan partisipasi masyarakat sebagai inti kegiatan, bukan semata-mata mengejar prestasi kompetitif. Olahraga diposisikan sebagai bagian dari gaya hidup yang aktif, sehat, rekreatif, inklusif, dan membangun kebersamaan," tegas Kaonang.
Ia menambahkan, keberhasilan festival tidak hanya dinilai dari siapa yang menjadi juara, melainkan dari tingkat partisipasi, antusiasme, interaksi sosial, serta dampaknya terhadap pembentukan budaya olahraga secara berkelanjutan.
"Kami menyiapkan lokasi strategis mulai dari Stadion Benteng Reborn, kawasan Puspem, GOR, hingga beberapa mal agar perhelatan ini mudah diakses dan dapat dinikmati seluruh masyarakat," kata Kaonang.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Tangerang Sulfi Afriadi, menyampaikan kesiapan kontingen Kota Tangerang dalam menyambut perhelatan besar ini. Di bawah naungan KORMI Kota Tangerang, terdapat 45 Induk Olahraga (INORGA) yang terhimpun dan siap berpartisipasi aktif.
"Pada FORPROV Banten II ini, kami menerjunkan sebanyak 745 meliputi Pegiat, Pelatih, Asisten Pelatih olahraga. Setelah sukses meraih juara umum pada 2024 lalu, kami optimis dan memasang target tinggi," terang Sulfi.
Secara filosofis, FORPROV mengusung tiga dimensi utama, yakni aspek sportif yang menjunjung kompetisi sehat, aspek rekreatif yang menghadirkan suasana menyenangkan, serta aspek partisipatif yang membuka ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat.
Ia menyebutkan, ajang ini akan menghadirkan berbagai rumpun olahraga masyarakat yang bervariasi, mencakup olahraga kebugaran, olahraga rekreasi, esports, hingga permainan tradisional seperti bakiak, egrang dan layang-layang.
"Target kami adalah meraih 171 medali emas, 90 perak, dan 70 perunggu. Dengan target yang ambisius ini, kami berharap adanya perhatian dan apresiasi nyata dari Pemerintah Kota Tangerang berupa skema bonus bagi para pegiat olahraga yang berhasil mencetak prestasi," harapnya.
Perhelatan FORPROV Banten II diharapkan menjadi sarana sosial untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup masyarakat yang sehat, aktif, sportif, dan guyub, sekaligus memperkuat jejaring komunitas di daerah. Lebih dari itu, momentum ini juga diproyeksikan untuk mengembangkan potensi olahraga masyarakat agar menjadi akar pembentukan prestasi di tingkat pelajar. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Petugas UPTD Puskesmas Cisoka melaksanakan kunjungan rumah kepada pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di wilayah Kecamatan Cisoka, Kamis (24/09/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Selapajang, Desa Caringin, dan Desa Cisoka.
Kunjungan rumah pasien ODGJ merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulan sebagai bagian dari upaya Puskesmas Cisoka dalam melakukan pemantauan kesehatan pasien secara berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan tekanan darah serta memberikan obat kepada pasien sesuai kebutuhan dan terapi yang telah ditetapkan.
Selain pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat, petugas juga memberikan edukasi serta melakukan pemantauan untuk memastikan pasien mendapatkan pengobatan secara teratur. Kunjungan langsung ke rumah diharapkan dapat membantu petugas dalam mengetahui kondisi pasien dan memberikan pendampingan yang diperlukan bersama keluarga.
Kepala UPTD Puskesmas Cisoka, drg. Reta Rianti, menjelaskan bahwa kunjungan rutin ini merupakan salah satu bentuk pelayanan Puskesmas untuk memastikan pasien ODGJ tetap mendapatkan pemantauan dan pengobatan secara berkesinambungan.
“Melalui kunjungan rumah secara rutin, kami dapat memantau kondisi kesehatan pasien secara langsung sekaligus memastikan obat yang diberikan dapat diterima dan diminum sesuai anjuran. Dukungan dan pendampingan keluarga juga sangat penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan secara teratur,” jelas Reta.
Kegiatan kunjungan rumah ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga kondisi kesehatan pasien ODGJ dapat terpantau dengan baik dan pengobatan dapat berjalan secara optimal. Puskesmas Cisoka juga mengajak keluarga untuk terus memberikan dukungan kepada pasien serta berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila terdapat perubahan kondisi atau kendala dalam pengobatan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan dan Penguatan IKM Padat Karya dalam Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Industri Daerah. Acara yang berlangsung selama dua hari pada 23–24 September 2026 ini bertempat di Hotel Grantage BSD.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, 11 kawasan industri yang telah berizin, serta pelaku usaha untuk memperkuat kepatuhan perizinan, pelaporan industri, pembinaan tenant, dan penyelesaian berbagai kendala di lapangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan penguatan industri padat karya memiliki peran penting terhadap perekonomian daerah. Industri tidak hanya membuka kesempatan kerja, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat rantai industri di Kabupaten Tangerang.
“Keberadaan industri padat karya memiliki arti yang sangat penting, terutama dalam memberikan kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat rantai industri di daerah,” ujar Resmiyati, pada Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, perkembangan industri harus diikuti dengan peningkatan produktivitas, kepatuhan terhadap ketentuan perizinan, tertib administrasi, serta pemenuhan kewajiban pelaporan sektor perindustrian. Karena itu, kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi agar pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha dapat memahami ketentuan sekaligus membahas kendala secara langsung.
Resmiyati berharap kegiatan tersebut menghasilkan solusi yang dapat diterapkan oleh pelaku industri. “Apabila masih terdapat kendala dalam pelaksanaan perizinan, pelaporan, maupun penyelenggaraan kegiatan industri di kawasan, mari kita komunikasikan bersama dan mencari solusi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia juga mendorong pengelola kawasan industri untuk aktif melakukan pembinaan dan koordinasi dengan perusahaan yang berada di dalam kawasan masing-masing. Menurutnya, perusahaan padat karya perlu memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, kendala, maupun kebutuhan informasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan industri.
Sejalan dengan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Industri Disperindag Kabupaten Tangerang, Samsul Romli, menjelaskan kegiatan tersebut melibatkan 11 kawasan industri yang telah memiliki izin. Masing-masing kawasan diminta memaparkan kondisi kawasan, mulai dari aspek perizinan dan utilitas hingga kewajiban dalam melakukan pembinaan terhadap tenant.
“Konsep acaranya kita expose masing-masing kawasan industri, mulai dari aspek perizinan, kemudian juga utilitas, kemudian juga expose terkait masalah dan kewajiban sebagai kawasan industri untuk membina tenant-tenantnya,” jelas Samsul.
Samsul mengatakan forum tersebut juga ditujukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kawasan industri di Kabupaten Tangerang. Dari 11 kawasan yang diundang, masih terdapat kawasan yang belum memenuhi kewajiban pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS), sehingga pembinaan diarahkan agar kewajiban tersebut segera dipenuhi.
“Kita harapkan mereka dengan acara pada hari ini memacu untuk memenuhi kewajiban untuk pelaporan di SIINAS,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga ingin mengetahui keluhan dan kebutuhan tenant agar dapat membantu menciptakan iklim investasi yang mendukung peningkatan produktivitas industri.
Samsul menuturkan Kabupaten Tangerang memiliki sekitar 3.141 industri yang tersebar di 11 kawasan industri. Besarnya aktivitas tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan agar keberadaan investasi tidak hanya berkembang secara jumlah, tetapi juga semakin produktif dan mampu memperkuat daya tarik industri daerah.
Dari sisi pemerintah pusat, Kepala Subdirektorat Sektor Industri Berbasis Agro, Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Cakra Indra Andyanto, menilai forum tersebut penting karena memungkinkan pemerintah memperoleh informasi langsung dari pelaku usaha. Menurutnya, masukan dari lapangan dapat membantu pemerintah memahami persoalan secara lebih detail sebelum menyusun pengembangan sistem maupun kebijakan.
“Forum-forum seperti ini jadi mendatangkan langsung dari pelaku usaha, dapat diketahui titik langsung permasalahannya ada di mana,” kata Cakra. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti diagnosis yang membutuhkan informasi berulang agar pemerintah dapat memahami variasi persoalan dan menentukan langkah pengembangan yang lebih tepat.
Cakra juga mendorong forum penjaringan masukan tersebut dilakukan secara berkala, baik secara tatap muka maupun daring. “Kalau memang menjadi kendala bagi para pelaku usaha maupun dari Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan alokasi pertemuan langsung, bisa dilakukan secara online,” ujarnya. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Dalam Negeri RI
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menerima langsung penghargaan yang disaksikan oleh Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian pada acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia X Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat. Kamis (24/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih tersebut dan berharap penghargaan tersebut dapat memberikan dorong semangat untuk terus meningkatkan transformasi layanan digital keuangan yang lebih cepat, efektif dan efisien serta transparan.
"Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Kategori terbaik Se-Jawa Bali dari Bapak Menko Bidang Perekonomian juga dari Bapak Menteri Dalam Negeri," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maeysal pun mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Bapenda dan OPD lainnya atas sinergi dan kolaborasi yang telah dijalankan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan program digitalisasi transaksi keuangan daerah yang lebih cepat, efektif, efisien dan transparan
"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang kita raih hari ini. Penghargaan ini adalah bukti nyata teman-teman dari Bapenda dan OPD lainnya telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Terima kasih juga atas partisipasi masyarakat yang telah melaksanakan program ini," ujarnya
Menurut dia, berbagai aplikasi program digitalisasi transaksi keuangan daerah, masyarakat bisa mengakses secara langsung tanpa harus datang ke Bapenda. Masyarakat juga bisa melihat langsung kewajiban dan membayar pajaknya melalui kanal-kanal pembayaran yang telah ditentukan pada aplikasi tersebut.
"Alhamdulillah fungsi pelayanan ini bermanfaat. Kecepatan, transparansi dan kemudahan dari sistem kemudahan bisa dirasakan langsung masyarakat. Semoga program digitalisasi transaksi keuangan ini terus ditingkatkan lagi oleh Bapenda dan OPD terkait lainnya," imbuhnya
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa Rakornas Pengendalian Inflasi dan Pencapaian Perluasan Digitalisasi Daerah tersebut merupakan momentum untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara pusat-daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital ke depan.
"Ekonomi kita di semester I, alhamdulillah relatif solid dengan pertumbuhan 5,45% dan inflasi 3,19%. Ini harus terus kita sinergikan antara pusat dan daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, terutama juga untuk mendorong ekspor daripada sektor riil," ujar Airlangga
Pemerintah pusat juga akan terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi, seperti : PKH tahap ketiga, bagi 27,13 juta keluarga penerima manfaat, bantuan beras yang dilanjutkan untuk Oktober sampai dengan Desember 2026 seberat 10 kg perbulan bagi 33,2 juta penerima dan penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan bersama dengan Bank Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Mendagri, Tito Karnavian menambahkan saat ini Kementerian Dalam Negeri sedang mengembangkan penguatan peran daerah dalam rangka memperkuat konsumsi rumah tangga, menjaga belanja daerah dan menstimulasi swasta yang diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi
"Selanjutnya adalah mempermudah perizinan dalam rangka untuk memperkuat investasi, dan bagaimana mendorong hilirisasi daerah dengan ini ide-ide kreatif daerah sehingga ada potensi ekspor kita dari daerah untuk ke luar. Jadi ekspor kita diharapkan lebih tinggi daripada impor agregat dari semua daerah," imbuhnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka stunting membuahkan hasil. Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, resmi terpilih menjadi salah satu dari 30 nominasi Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Tingkat Nasional Tahun 2026.
Pencapaian tersebut ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Pusat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) di Desa Sodong, pada Kamis (24/09/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan capaian Desa Sodong terbilang luar biasa karena berhasil mengalahkan ratusan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk masuk dalam 30 besar nasional.
"Desa Sodong ini luar biasa. Mengalahkan ratusan dan bahkan ribuan desa di wilayah regional barat untuk menjadi salah satu dari 30 desa yang dinilai dalam konvergensi penurunan stunting ini," ujar Soma.
Ia menegaskan, masuknya Desa Sodong ke jajaran 30 besar nasional merupakan cerminan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang berjalan optimal di lapangan.
"Terpilihnya Desa Sodong sebagai nominasi tingkat nasional ini adalah capaian yang patut disyukuri bersama. Ini bukan sekadar keberhasilan satu desa, melainkan cerminan kerja keras dan konvergensi seluruh elemen masyarakat, kader, hingga pemerintah daerah," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas Pemkab Tangerang karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia generasi penerus. Menurutnya, penurunan stunting bukanlah perkara mudah dan harus diselesaikan secara bersama-sama.
"Tidak mudah untuk menurunkan stunting. Ini adalah masalah kita bersama yang harus kita selesaikan juga secara bersama. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi kita semua, bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang, pemerintah kecamatan, dan desa-desa lainnya agar berprestasi seperti Desa Sodong," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan kepala desa dalam merumuskan strategi penanganan stunting yang tepat sasaran. Guna memastikan penanganan berjalan efektif, Pemkab terus memperkuat peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
"Stunting bukan semata-mata persoalan gizi, melainkan menyangkut kualitas SDM generasi mendatang. Kepemimpinan seorang kepala desa itu sangat penting, karena di sinilah bagaimana strategi untuk menuntaskan penanganan stunting bisa dilakukan. Oleh karena itu, TPPS di semua tingkatan terus dioptimalkan agar intervensinya benar-benar terkonvergensi," tambahnya.
Dalam proses verifikasi ini, Pemkab Tangerang telah menyiapkan seluruh data, dokumen administrasi, serta keterlibatan langsung TPPS desa, kecamatan, hingga kader Posyandu dan PKK guna menyajikan gambaran capaian program secara transparan dan komprehensif.
Melalui verifikasi ini, Pemkab Tangerang berharap rekomendasi dari tim penilai pusat dapat menjadi bahan evaluasi berkelanjutan demi mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas dan bebas stunting. (Red)
SERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Tiga perwakilan dari Kabupaten Tangerang sukses memborong penghargaan dalam ajang Anugerah Corporate Social Responsibility (CSR) dan Anugerah Inovasi Radar Banten Awards. Acara penyerahan penghargaan ini dilangsungkan secara meriah di Graha Pena Ballroom, Kota Serang, pada Rabu (23/09/2026).
Penganugerahan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Tangerang, legislatif, hingga aparatur di tingkat Kecamatan dalam menghadirkan inovasi pelayanan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Adapun tiga penghargaan membanggakan yang berhasil diraih oleh perwakilan Kabupaten Tangerang adalah sebagai berikut:
* Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, atas dedikasinya dalam peningkatan infrastruktur publik melalui program rekonstruksi jalan terpanjang di Provinsi Banten, yakni sepanjang 31 KM.
* Camat Tigaraksa ( H. Cucu Abdurrosyid, S.STP., M.Si.), yang berhasil meraih penghargaan pada kategori layanan sektor publik lewat program Inovasi "Mantap Jasa".
* Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Kholid Ismail, atas inisiatif dan dedikasinya dalam berkolaborasi dengan insan media di DPRD untuk melakukan pembinaan serta pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Acara bergengsi ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Banten. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara dan berharap acara penganugerahan ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun mendatang.
"Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang penghargaan. Bagi yang belum mendapatkan penghargaan, terus tingkatkan prestasi. Kemajuan adalah sebuah keharusan yang membutuhkan kolaborasi dan sinergi positif dari semua pihak guna memajukan Banten," ucapnya.
Pencapaian yang diraih oleh DBMSDA, Camat Tigaraksa, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lainnya di Kabupaten Tangerang. Terus berinovasi dan berkolaborasi adalah kunci utama untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang.
Sebagai informasi, Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Radar Banten Awards 2026 diikuti oleh 48 peserta yang terdiri dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perusahaan Swasta, serta Kepala Daerah dan Perangkat Daerah. Adapun dewan juri pada ajang tahun ini diisi oleh para ahli yang kompeten di bidangnya, yakni Sekretaris Bappeda Provinsi Banten, Pemimpin Redaksi Radar Banten serta Praktisi Hukum. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Sebanyak 274 petugas pemulasaraan jenazah dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang mengikuti Pelatihan Kompetensi Petugas Pengurusan Jenazah di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kapasitas petugas agar mampu memberikan pelayanan pemulasaraan yang sesuai dengan syariat agama serta memenuhi standar kesehatan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, menyatakan bahwa pelayanan sosial keagamaan merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang harus diperhatikan di tingkat wilayah.
"Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan administrasi, tetapi juga mencakup pelayanan sosial keagamaan dan pembinaan kehidupan bermasyarakat," ujar Prima.
Ia menjelaskan, pelatihan ini menyasar perwakilan petugas dari desa dan kelurahan yang belum pernah mendapatkan pelatihan serupa. Melalui kegiatan ini, Pemkab Tangerang ingin memastikan tersedianya sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan pengurusan jenazah secara benar sesuai tuntunan agama.
Prima berpesan agar para peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk mendalami aspek teknis maupun praktiknya secara langsung, serta membangun koordinasi yang baik di lapangan.
"Ilmu dan keterampilan yang diperoleh hendaknya tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Bangun juga komunikasi dan koordinasi yang baik, terutama apabila menghadapi kondisi yang memerlukan penanganan khusus," pesan Prima.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tangerang menargetkan lahirnya tenaga pemulasaraan jenazah yang kompeten, amanah, terampil, serta siap siaga memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Sementara itu, salah satu petugas pemulasaraan jenazah asal Desa Sindangasih, Kecamatan Sindangjaya, Jamilatun, menilai kegiatan ini sangat membantu tugas-tugas pelayanan di tingkat desa karena materi yang diberikan disampaikan dengan jelas.
"Kegiatan pelatihan ini sangat baik dan bagus sekali untuk membantu kami khususnya tim petugas pemulasaraan jenazah di desa karena materinya sangat jelas mulai dari awal sampai pengumpulan jenazah. Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan untuk Pemkab Tangerang terkait dengan fasilitas yang diberikan sehingga kami bisa menambah ilmu," ujar Jamilatun. (Red)
TANGERANG, lensatokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang terus gencar mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Literasi Digital dengan tema "Bijak Bermedia Sosial" yang digelar di SMP & SMK Satya Muda Gemilang, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (23/09/26).
Kegiatan ini diikuti secara oleh para siswa/i SMP dan SMK Satya Muda Gemilang. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, Kepala Sekolah SMP Satya Muda Gemilang, Siti Rokayah, serta para jajaran wakil kepala sekolah dan dewan guru.
Dalam sambutannya, Kadis Kominfo, Diyan Mayang Sari, menegaskan pentingnya edukasi literasi digital bagi para siswa di era "dunia dalam genggaman". Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan seperti kecepatan bertukar informasi, namun juga membawa dampak negatif jika tidak disikapi dengan bijak.
"Perkembangan teknologi memiliki dua sisi. Sisi positifnya, semua informasi bisa diakses dengan cepat. Namun, sisi negatifnya ada potensi cyberbullying, penyebaran berita bohong (hoaks), hingga pelanggaran privasi. Oleh karena itu, hadirnya Diskominfo ke sekolah-sekolah bertujuan agar anak-anak sekalian paham dan tidak salah dalam memanfaatkan teknologi," ujar Kadis Mayang.
Lebih lanjut, Kadis Mayang membagikan tips praktis bagi para pelajar dalam menggunakan media sosial yang disingkat menjadi konsep "SARING":
1. Saring Sebelum Sharing: Selalu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya. Beliau juga mengingatkan adanya ancaman pidana dalam Undang-Undang ITE terkait penyebaran data pribadi maupun penyalahgunaan foto/wajah orang lain tanpa izin (seperti membuat stiker bertema olok-olok).
2. Amankan Data Pribadi: Tidak sembarangan memberikan dokumen penting seperti KTP, foto pribadi, maupun identitas sensitif kepada pihak yang tidak dikenal, terlebih dengan maraknya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang rawan disalahgunakan.
3. Ramah dan Beretika: Selalu menjaga norma, kesopanan, dan etika saat berkomunikasi di dunia maya.
"Mari kita bersama-sama bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan asal guna jempol, ingat ada aturan dan konsekuensi hukumnya. Saya berharap materi yang disampaikan hari ini tidak hanya didengar, tetapi dipedomani dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari," tegas Kadis Mayang.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Satya Muda Gemilang, Siti Rokayah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Diskominfo Kabupaten Tangerang yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi sosialisasi program literasi digital.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Ibu Kadis Kominfo beserta tim yang telah memberikan edukasi berharga bagi anak-anak kami. Ilmu tentang cara bermedia sosial yang sehat ini sangat penting dan tidak datang setiap saat. Kami meminta seluruh siswa SMP maupun SMK untuk menyimak dan memperhatikan materi ini dengan baik tanpa bercanda," tutur Siti Rokayah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Diskominfo Kabupaten Tangerang berharap para siswa dapat menjadi agen pembawa perubahan positif di ruang digital, serta mampu memproteksi diri dari berbagai risiko kejahatan siber maupun dampak negatif media sosial. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang segara membuka pelatihan baru di bidang hidroponik sebagai salah satu upaya memperluas keterampilan masyarakat sekaligus menyasar peluang usaha pertanian perkotaan.
Kepala BLK Kota Tangerang Yasin Surya menuturkan, pelatihan hidroponik dirancang untuk memberikan pemahaman dasar dan keterampilan praktis kepada peserta mengenai budi daya tanaman dengan sistem hidroponik.
”Kami menghadirkan pelatihan ini untuk memperluas keterampilan yang bisa dipelajari masyarakat. Targetnya, keterampilan ini nantinya dapat menjangkau pasar tenaga kerja maupun usaha di bidang pertanian perkotaan dengan produk-produk seperti sawi, pakcoy, kangkung, cabai, sampai selada yang cocok dibudidayakan di Kota Tangerang,” ujar Yasin, Selasa (22/9/26).
Ia melanjutkan, pelatihan baru ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan memanfaatkan lahan terbatas untuk kegiatan pertanian perkotaan maupun pengembangan usaha yang produktif.
”Rencananya pelatihan ini akan diselenggarakan selama 20 hari bersama para praktisi berpengalaman. Tunggu informasinya lebih lanjut karena pendaftarannya akan segera dibuka dalam waktu dekat,” tambahnya.
Informasi pendaftaran pelatihan hidroponik dapat dipantau melalui laman media sosial Instagram @tangerangkota, @disnaker_kotatangerang, dan @blk_kotangerang maupun aplikasi Tangerang LIVE.
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Selasa (22/9/26), Bupati mendatangi langsung kediaman bayi berusia 10 bulan, M. Rasyid Arrumi, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, yang tengah menjalani pengobatan akibat penyakit jantung bawaan, Selasa (22/09/26)
M. Rasyid Arrumi merupakan putra pasangan Samsul Bahri dan Heti Restiana, warga RT 03/02, Desa Pasir Gadung. Di usianya yang masih 10 bulan, Rasyid harus menjalani perawatan dan pemeriksaan secara rutin di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, setelah melibat kondisi dan mendengarkan informasi yang disampaikan orang tua Rasyid, Bupati Maesyal memastikan Pemkab Tangerang akan memberikan dukungan agar proses perawatan Rasyid dapat berjalan secara optimal.
“Ini kita semua berusaha untuk berbagi rasa, termasuk untuk bersama-sama membantu apabila ada anak yang sedang dalam proses penyembuhan dan pengobatan. Kita bantu, di mana pun anak-anak yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal juga memastikan kebutuhan susu khusus yang diperlukan Rasyid akan dibantu melalui Puskesmas. Berdasarkan kebutuhan yang disampaikan keluarga, susu Nutrinidrink akan diberikan secara gratis selama satu bulan, dengan kebutuhan sekitar lima kaleng setiap dua minggu atau 10 kaleng dalam sebulan.
“Susunya nanti melalui Puskesmas kita kirim, gratis selama sebulan, 10 kaleng,” imbuhnya
Tak hanya kebutuhan nutrisi, Bupati juga meminta jajaran Puskesmas memberikan pelayanan langsung ke rumah. Hal itu dilakukan karena Rasyid membutuhkan penggantian selang secara rutin yang digunakan untuk memasukkan makanan, minuman, susu, vitamin, maupun obat-obatan.
“Kalau ganti selang seminggu sekali, biasanya harus datang ke Puskesmas. Saya sudah bicara dengan pimpinan Puskesmas, nanti staf Puskesmas yang datang ke rumah untuk mengganti selang setiap seminggu sekali, supaya higienis dan sebagainya,” jelasnya.
Bupati juga menaruh perhatian terhadap kondisi ayah Rasyid, Samsul Bahri, yang harus berhenti bekerja karena fokus mendampingi anaknya menjalani pengobatan secara rutin. Samsul diketahui harus bolak-balik mendampingi Rasyid ke RS Harapan Kita. Untuk membantu keberlanjutan ekonomi keluarga, Bupati meminta Camat Cikupa Supriyadi mengupayakan agar Samsul bisa mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket C. Dengan demikian, Samsul diharapkan dapat memperoleh ijazah yang setara dengan SMA dan memiliki kesempatan untuk kembali bekerja.
“Nanti diusahakan oleh Pak Camat supaya bisa ikut Paket C, sehingga mendapatkan ijazah setara SMA. Nanti diusahakan lagi supaya bisa bekerja kembali, karena sebelumnya dia bekerja tetapi diberhentikan karena harus mengurus anaknya yang sakit dan bolak-balik ke Harapan Kita,” ungkapnya.
Lebih la jut, Ia mengatakan bahwa Pemkab Tangerang memastikan Rasyid akan mendapatkan pendampingan untuk menjalani pemeriksaan rutin ke Rumah Sakit Harapan Kita. Pemeriksaan dijadwalkan secara berkala, termasuk setiap dua minggu, dengan dukungan mobil Siaga Desa dan pendampingan dari pemerintah desa serta kader.
“Semua gratis buat dia, jangan ada pungutan apa-apa,” tegasnya
Bupati Maesyal lun mengapresiasi peran pemerintah desa, kader, Puskesmas, serta masyarakat yang selama ini ikut membantu keluarga Rasyid. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama dan gotong-royong
Sementara itu, Heti Restiana, ibu Rasyid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang, terutama Bupati Maesyal Rasyid yang datang langsung ke rumah untuk melihat kondisi anaknya.
“Alhamdulillah, kami terus dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pak Bupati bahkan datang langsung ke rumah kami. Sebelumnya pihak desa dan terutama Puskesmas juga terus membantu dalam memberikan perawatan,” ujar Heti.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan dan perhatian yang diberikan sangat membantu proses pengobatan Rasyid hingga kondisinya membaik.
“Kami tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi selain rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat untuk kesembuhan anak kami,” tuturnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Selasa (22/9/26), Bupati mendatangi langsung kediaman bayi berusia 10 bulan, M. Rasyid Arrumi, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, yang tengah menjalani pengobatan akibat penyakit jantung bawaan, Selasa (22/09/26)
M. Rasyid Arrumi merupakan putra pasangan Samsul Bahri dan Heti Restiana, warga RT 03/02, Desa Pasir Gadung. Di usianya yang masih 10 bulan, Rasyid harus menjalani perawatan dan pemeriksaan secara rutin di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, setelah melibat kondisi dan mendengarkan informasi yang disampaikan orang tua Rasyid, Bupati Maesyal memastikan Pemkab Tangerang akan memberikan dukungan agar proses perawatan Rasyid dapat berjalan secara optimal.
“Ini kita semua berusaha untuk berbagi rasa, termasuk untuk bersama-sama membantu apabila ada anak yang sedang dalam proses penyembuhan dan pengobatan. Kita bantu, di mana pun anak-anak yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal juga memastikan kebutuhan susu khusus yang diperlukan Rasyid akan dibantu melalui Puskesmas. Berdasarkan kebutuhan yang disampaikan keluarga, susu Nutrinidrink akan diberikan secara gratis selama satu bulan, dengan kebutuhan sekitar lima kaleng setiap dua minggu atau 10 kaleng dalam sebulan.
“Susunya nanti melalui Puskesmas kita kirim, gratis selama sebulan, 10 kaleng,” imbuhnya
Tak hanya kebutuhan nutrisi, Bupati juga meminta jajaran Puskesmas memberikan pelayanan langsung ke rumah. Hal itu dilakukan karena Rasyid membutuhkan penggantian selang secara rutin yang digunakan untuk memasukkan makanan, minuman, susu, vitamin, maupun obat-obatan.
“Kalau ganti selang seminggu sekali, biasanya harus datang ke Puskesmas. Saya sudah bicara dengan pimpinan Puskesmas, nanti staf Puskesmas yang datang ke rumah untuk mengganti selang setiap seminggu sekali, supaya higienis dan sebagainya,” jelasnya.
Bupati juga menaruh perhatian terhadap kondisi ayah Rasyid, Samsul Bahri, yang harus berhenti bekerja karena fokus mendampingi anaknya menjalani pengobatan secara rutin. Samsul diketahui harus bolak-balik mendampingi Rasyid ke RS Harapan Kita. Untuk membantu keberlanjutan ekonomi keluarga, Bupati meminta Camat Cikupa Supriyadi mengupayakan agar Samsul bisa mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket C. Dengan demikian, Samsul diharapkan dapat memperoleh ijazah yang setara dengan SMA dan memiliki kesempatan untuk kembali bekerja.
“Nanti diusahakan oleh Pak Camat supaya bisa ikut Paket C, sehingga mendapatkan ijazah setara SMA. Nanti diusahakan lagi supaya bisa bekerja kembali, karena sebelumnya dia bekerja tetapi diberhentikan karena harus mengurus anaknya yang sakit dan bolak-balik ke Harapan Kita,” ungkapnya.
Lebih la jut, Ia mengatakan bahwa Pemkab Tangerang memastikan Rasyid akan mendapatkan pendampingan untuk menjalani pemeriksaan rutin ke Rumah Sakit Harapan Kita. Pemeriksaan dijadwalkan secara berkala, termasuk setiap dua minggu, dengan dukungan mobil Siaga Desa dan pendampingan dari pemerintah desa serta kader.
“Semua gratis buat dia, jangan ada pungutan apa-apa,” tegasnya
Bupati Maesyal lun mengapresiasi peran pemerintah desa, kader, Puskesmas, serta masyarakat yang selama ini ikut membantu keluarga Rasyid. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama dan gotong-royong
Sementara itu, Heti Restiana, ibu Rasyid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang, terutama Bupati Maesyal Rasyid yang datang langsung ke rumah untuk melihat kondisi anaknya.
“Alhamdulillah, kami terus dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pak Bupati bahkan datang langsung ke rumah kami. Sebelumnya pihak desa dan terutama Puskesmas juga terus membantu dalam memberikan perawatan,” ujar Heti.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan dan perhatian yang diberikan sangat membantu proses pengobatan Rasyid hingga kondisinya membaik.
“Kami tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi selain rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat untuk kesembuhan anak kami,” tuturnya. (Red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
