TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kantor Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Tigaraksa berkomitmen penuh memberikan perlindungan hukum serta menjamin pemenuhan hak-hak sipil bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya legalitas perkawinan.
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui kegiatan Sidang Isbat Nikah Terpadu yang juga digelar dalam rangka HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengapresiasi kolaborasi erat antarlembaga dalam menyukseskan program pelayanan sidang isbat terpadu yang langsung mendekat ke masyarakat
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya atas kolaborasi yang sangat baik dari Pengadilan Agama Tigaraksa, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Bagian Kesra Setda Kabupaten Tangerang, para Camat, para Kepala KUA, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras memfasilitasi kegiatan ini," ujar Wabup Intan di Aula Kantor Kecamatan Sukamulya, Jumat (9/10/26).
Wabup Intan menandaskan ketiadaan dokumen hukum perkawinan sangat berdampak langsung pada perlindungan hak-hak keluarga, khususnya anak-anak, dalam mengakses berbagai layanan publik dan administrasi kependudukan. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antarlembaga seperti menjadi kunci utama tercapainya kesejahteraan serta pemenuhan hak-hak sipil masyarakat Kabupaten Tangerang secara merata
"Ketiadaan dokumen hukum ini tentunya berpengaruh pada perlindungan hak-hak suami, istri, dan terutama anak-anak, seperti dalam pengurusan akta kelahiran, dokumen kependudukan, hingga akses layanan sosial dan pendidikan," jelasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pengadilan Agama Tigaraksa dan Kemenag Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memberikan layanan kepastian hukum secara gratis dan terjangkau hingga ke tingkat kecamatan
"Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pengadilan Agama Tigaraksa serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan pelayanan langsung ke masyarakat melalui Program Isbat Nikah ini," ungkapnya
Pelaksanaan sidang isbat nikah di Aula Kecamatan Sukamulya ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program Isbat Nikah Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang sebelumnya telah digelar di Gedung Serba Guna (GSG)
"Pada tahapan kali ini, sebanyak 176 pasangan dari 5 kecamatan berpartisipasi dan resmi mendapatkan pengesahan pernikahan. Kecamatan Sukadiri: 47 pasangan, Gunung Kaler: 31 pasangan, Mekar Baru: 27 pasanga, Sukamulya: 24 pasangan dan Kecamatan Kresek: 7 pasangan," imbuhnya
Wabup Intan menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada seluruh pasangan peserta yang telah resmi memilki legalitas hukum atas pernikahan mereka. Ia berharap dengan dimilikinya dokumen perkawinan diharapkan dapat membuat rumah tangga semakin bahagia, sakinah, mawadah dan warahmah
"Kepada para peserta Isbat Nikah yang berbahagia, saya mengucapkan selamat karena status hukum pernikahan bapak dan ibu sekalian telah resmi terdaftar. Semoga rumah tangga yang dibina makin sakinah, mawaddah, warahmah, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan anak-anak tercinta," pungkasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa, M. Yusuf. Dia menegaskan dampak pernikahan yang belum tercatat sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengurusan akta kelahiran anak, Kartu Keluarga, hingga hak waris, tunjangan, dan perlindungan hukum bagi istri dan anak-anak.
"Melalui isbat nikah, hak-hak tersebut dapat terjamin dan status keluarga menjadi jelas, sah, dan terlindungi," tandasnya
Ia menambahkan Mahkamah Agung melalui PERMA Nomor 1 Tahun 2015 telah mengatur pelayanan terpadu sidang keliling. Dengan pola ini, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bekerja bersama sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah instansi. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meresmikan bangunan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) di Pondok Pesantren Ishlaahul Ummah, Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/10/26).
Pembangunan asrama tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan keagamaan serta memberikan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman bagi para santri.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan pembangunan asrama pesantren tidak hanya ditujukan untuk menyediakan fasilitas tempat tinggal, tetapi juga untuk mendukung proses pendidikan agar lebih baik dalam membentuk generasi penerus yang berilmu dan berakhlak mulia.
“Harapan kami, gedung ini betul-betul menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak generasi penerus. Di sinilah mereka ditempa menjadi kader-kader pemimpin masa depan, baik pemimpin formal maupun informal, yang memiliki berilmu dan berakhlak mulia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, Pemkab Tangerang terus berupaya memperluas pembangunan Aspontren secara bertahap. Pada 2025, program tersebut telah direalisasikan untuk 44 pondok pesantren. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menetapkan pembangunan asrama untuk 150 pondok pesantren yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan keagamaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, pimpinan yayasan, ustaz, ustazah, serta seluruh pihak yang telah memberikan masukan dan dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut.
“Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah harus terus kita jalankan, kita jaga, dan kita tingkatkan. InsyaAllah, pembangunan sarana pendidikan di Kabupaten Tangerang akan terus kita upayakan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tandasnya.
Melalui program Aspontren, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semakin banyak pondok pesantren yang memiliki fasilitas memadai sehingga para santri dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan sehat, sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Tangerang, Haidir, menjelaskan bahwa program Aspontren merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pondok pesantren, khususnya penyediaan tempat tinggal santri yang layak, aman, dan nyaman guna menunjang kegiatan belajar dan pendidikan keagamaan.
"Pondok Pesantren Ishlaahul Ummah merupakan salah satu penerima program pembangunan Aspontren tahun 2025. Adapun pada 2026, Pemkab Tangerang telah menetapkan 150 pondok pesantren sebagai penerima program pembangunan asrama," ungkap Haidir
Sementara itu, Ahmad Munawar, salah seorang santri Pondok Pesantren Ishlaahul Ummah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pembangunan asrama yang telah memberikan manfaat nyata bagi para santri, terutama dalam menunjang kenyamanan dan keamanan selama menuntut ilmu.
“Alhamdulillah, saya bersama teman-teman sekarang tidak perlu khawatir lagi tidur dalam kondisi yang kurang nyaman. Kami bisa lebih tenang dan merasa lebih terjamin. Kami berharap program seperti ini terus dilanjutkan karena manfaatnya sangat kami rasakan, terutama bagi santri di pelosok daerah,” ungkapnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Tangerang Bersyukur dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang diisi dengan doa bersama tersebut berlangsung di Masjid Al-Amjad, Puspemkab Tangerang, Kamis (8/10/26).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan kegiatan Tangerang Bersyukur menjadi momentum untuk memanjatkan doa bersama agar Kabupaten Tangerang senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam melanjutkan pembangunan.
“Semoga dengan tasyakuran ini, dengan doa ini, mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik buat masyarakat dan wilayah Kabupaten Tangerang. Pelaksanaan HUT Kabupaten Tangerang tanggal 13 Oktober nanti juga semoga berjalan lancar dan semuanya diberikan kesehatan,” ujar Bupati Maesyal
Ia menyebut, pembangunan Kabupaten Tangerang merupakan sebuah proses yang panjang dan berkelanjutan serta tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan pendahulu yang telah membangun daerah. Untuk itu, pembangunan ke depan akan terus dilanjutkan secara bertahap, sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Harus terus kita lanjutkan pembangunan yang telah dijalankan oleh para pendahulu dab para pimpinan sebelumnya. Kita semua ingin memberikan memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat dan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa peringatan HUT Kabupaten Tangerang bukan hanya menjadi milik pemerintah daerah, tetapi merupakan momentum kebahagiaan dan kebersamaan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
“HUT ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik juga masyarakat Kabupaten Tangerang. Saya minta doa dan dukungan dari teman-teman wartawan, dan seluruh masyarakat, agar rangkaian HUT Kabupaten Tangerang berjalan lancar,” ungkapnya.
Selain doa bersama, rangkaian HUT Kabupaten Tangerang ke-394 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Di antaranya sunatan massal, santunan bagi 1.000 anak yatim, khataman Al-Qur’an, donor darah, serta berbagai kegiatan positif yang dapat dirasakan manfaatnya okeh masyarakat.
Untuk sunatan massal, Bupati menyebut ada sekitar 70 anak yang mengikuti kegiatan tersebut di RSUD Tigaraksa dr. Mukhtar Martint. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan dan permohonan dari desa-desa se-Kabupaten Tangerang.
“Yang sunatan massal kurang lebih 70 orang di Rumah Sakit Tigaraksa dr. Mukhtar Martint dari 29 kecamatan. Kalau nanti ada lagi permohonan, kita adakan lagi. Pokoknya untuk kepentingan masyarakat kita akan lakukan,” jelasnya.
Selain kegiatan sosial dan keagamaan, Pemkab Tangerang juga akan menyiapkan hiburan bagi masyarakat. Di kawasan alun-alun akan digelar wahana permainan anak selama satu minggu yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Pihaknya berharap dukungan dan doa seluruh masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang dapat berjalan lancar dan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengingatkan seluruh pihak bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama.
“Semoga semuanya berjalan lancar, masyarakat sehat, dan pembangunan Kabupaten Tangerang secara bertahap terus kita laksanakan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Mengawali puncak acara keagamaan dalam rangkaian Tangerang Bersyukur, para jamaah disuguhkan ceramah agama dan tausiyah yang menyejukkan dari penceramah kondang, KH. Ubaidillah, di ruang utama Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa.
Dalam ceramahnya di hadapan jajaran pejabat Pemkab Tangerang, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai elemen, KH. Ubaidillah menekankan pentingnya memaknai usia ke-394 Kabupaten Tangerang sebagai wujud nikmat besar yang wajib disyukuri bersama. Beliau menyampaikan bahwa rasa syukur sebuah daerah tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui perbuatan nyata, menjaga kedamaian, dan memperkuat keimanan.
"Syukur adalah kunci keberkahan suatu negeri. Ketika pemerintah dan rakyatnya bersatu dalam ketaatan, saling merangkul, dan menjaga ukhuwah Islamiyah serta persatuan, maka Allah SWT akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi untuk Kabupaten Tangerang," tutur KH. Ubaidillah.
Lebih lanjut, beliau juga mengapresiasi kebersamaan seluruh lapisan masyarakat yang hadir melebur tanpa sekat di Masjid Agung Al-Amjad. Momen berkumpulnya ASN, ulama, pengemudi ojek online, hingga warga umum ini dinilainya sebagai wujud keharmonisan yang harus terus dirawat demi kemajuan daerah.
Tausiyah hangat yang diselingi dengan pesan-pesan kebaikan tersebut ditutup dengan doa bersama agar Kabupaten Tangerang senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya, diberikan pemimpin yang amanah, serta dijadikan daerah yang semakin religius, sejahtera, dan penuh keberkahan di usianya yang ke-394 ini. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menekankan kepada para kepala desa untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta meningkatkan tata kelola keuangan yang baik
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal saat membuka sosialisasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) APDESI Kab. Tangerang, Rabu (07/10/26)
"Alhamdulillah kepala desa sudah bagus menjalankan tugas bersama perangkat desa. Kolaborasi dengan BPD-nya juga sudah bagus, sekarang harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Karena dengan kolaborasi bersama-sama itu bisa saling mengayomi, saling bantu dan gotong royong majukan desa dan masyarakatnya," tandas Bupati Maesyal
Bupati Maesyal juga menegaskan pentingnya tata kelola keuangan desa yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penggunaan dan pengelolaan anggaran desa harus sesuai dengan kaidah dan norma-normal hukum yang berlaku.
"Dana desa baik itu dari pemerintah pusat dan daerah maupun kementerian itu harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur, sesuai dengan mekanisme dan dapat dipertanggungjwabkan. Kesadaran hukum harus dipegang teguh termasuk untuk batuan keuangan dari provinsi dan lainnya maupun bantuan bagi hasil keuangan dari pajak retribusi daerah," tegasnya
Selain itu, Bupati Maesyal juga meminta para kepala desa agar merespon cepat dan menindaklanjuti segala permasalahan yang terjadi. Para kepala desa selaku kepanjangan dari pemerintah diharapkan selaku hadir di tengah-tengah masyarakat dan melayani dengan prima sampai paripurna.
"Namanya pelayanan prima itu adalah pelayanan yang betul-betul turun secara ikhlas, dilakukan oleh kepala desa maupun perangkatnya. Merespon cepat, kalau ada hal-hal yang perlu penanganan cepat jangan ditunda, langsung ditindaklanjuti," pintanya
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh kepala desa beserta perangkatnya atas kinerja dan pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat
"Kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepada 246 kepala desa yang ada di Kabupaten Tangerang yang sampai saat ini masih tetap semangat menjalankan tugas di desanya masing-masing. Saya angkat jempol kepada kepala desa," ucapnya
Mengakhiri sambutanya, dia juga mengajak para kepala desa untuk memeriahkan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Tangerang, Maskota melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala desa dan sekretaris desa dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa akan kesadaran hukum dan norma-norma yang berlaku
"InsyaAllah penyampaian materi kegiatan peningkatan kapasitas perangkat desa ini bermanfaat bagi seluruh kepala desa dan para sekdes se-Kabupaten Tangerang," terangnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Jambore Ajang Kreativitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Gedung Diklat Kitri Bhakti Curug, Kamis (08/10/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan kepada seluruh peserta jambore bahwa kehadiran dan keikutsertaan para remaja bukan hanya sekadar untuk mengikuti perlombaan, permainan, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman namun juga merupakan bagian dari pembentukan karakter, mental dan spiritual
"Kalian hadir sebagai bagian dari generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kekuatan besar Kabupaten Tangerang dan Indonesia di masa depan. Karena Indonesia yang bersinar tidak mungkin dibangun hanya oleh orang dewasa," ujar Wabup Intan
Dia mengatakan tema kegiatan "Remaja Sadar, Indonesia Bersinar", sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Menurut dia, Indonesia, khususnya Kabupaten Tangerang yang bersinar harus dipersiapkan sejak dini, melalui remaja yang sadar akan dirinya, potensi, sadar terhadap lingkungan sekitarnya, pengambilan keputusan, dan yang paling penting adalah sadar bahwa setiap pilihan dan keputusan yang dibuat hari ini akan menentukan masa depan nantinya.
"Jambore ini menjadi kesempatan bagi kalian untuk belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Saya ingin kalian pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga daripada piala, bawalah pengalaman, persahabatan, keberanian dan nilai-nilai baik yang kalian dapatkan selama mengikuti jambore ini," tandasnya
Wabup Intan berharap Jambore PIK-R tidak hanya menjadi ajang komunitas semata, tetapi juga mampu menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi dan saling mendukung satu dengan yang lainnya
"Jambore PIK-R ini harus menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi, bertanya, saling menguatkan, saling mendukung dan saling mengingatkan teman seusianya," ujarnya
Dia juga berpesan kepada seluruh peserta jambore agar menjadi remaja yang hebat. Remaja yang berani bersuara dan berani bersikap apabila ada teman dan remaja lainnya yang mengalami perundungan dan kesulitan. Selain itu, Wabup Intan juga meminta seluruh peserta untuk mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, kekompakan dan nama baik diri sendiri, sekolah, keluarga, dan Kabupaten Tangerang.
"Menjadi hebat adalah ketika kita bisa membantu orang lain untuk ikut bertumbuh. Ketika ada teman yang sedang mengalami kesulitan atau perundungan, jangan dijauhi, ketika ada teman yang kehilangan arah, jangan dihakimi, ketika ada teman yang memiliki potensi, jangan merasa tersaingi, justru rangkul, dukung, dan tumbuh bersama," tegasnya
Ketua pelaksana kegiatan, Aisya Anggraini melaporkan bahwa jambore tersebut merupakan sarana bagi seluruh anggota PIK-R untuk dapat mengembangkan kemampuan serta menguatkan relasi pertemanan. Jambore tersebut juga merupakan rangkaian puncak yang mempertemukan 13 finalis terbaik se-Kab. Tangerang
"Jumlah pesertanya 223 orang, dengan 43 kelompok PIK-R. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari ini sampai hari sabtu," ungkapnya
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Muchlis mengatakan jambore tersebut bertujuan untuk memicu inovasi dan kreativitas remaja dalam merespon isu kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta tantangan kontemporer lainnya yang dikemas melalui konsep kebersamaan di alam terbuka.
"Jambore ini akan di isi dengan penyampaian materi yaitu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, HIV/AIDS, dan pelatihan modul PSKS, serta lomba dan permainan yang edukatif bagi remaja," jelasnya
Pihaknya berharap setelah mengikuti kegiatan, seluruh peserta lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alam, rasa solidaritas antar sesama remaja guna menciptakan lingkungan remaja yang sehat, aman, dan produktif serta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari serta terampil merancang perencanaan masa depan yang baik bagi diri sendiri dan masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi melepas tujuh calon mahasiswa berprestasi asal Kabupaten Tangerang untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok. Pelepasan berlangsung di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (7/10/2026).
Ketujuh mahasiswa tersebut merupakan putra-putri daerah dari keluarga kurang mampu yang terdata pada Desil 1 hingga Desil 5 dan merupakan lulusan tahun ini.
Bupati menegaskan, program ini adalah komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjamin akses pendidikan layak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Target mewujudkan Indonesia Emas adalah kebohongan jika tidak dibarengi jaminan akses pendidikan yang layak. Tujuan kami adalah memfasilitasi anak-anak agar tumbuh cerdas dan siap menjadi pemimpin masa depan secara nyata, bukan sekadar angan-angan," tegas Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan SMK Jaya Buana dan DPRD Kabupaten Tangerang yang telah berkolaborasi membuka peluang pendidikan internasional ini. Bupati berpesan agar para mahasiswa fokus belajar, menjaga kesehatan, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
"Jangan risau soal biaya, fokus raih gelar dan bangun keterampilan. Sekembalinya ke tanah air, saya harap kalian bisa langsung bekerja dan menggerakkan sektor industri maju seperti kendaraan listrik di Kabupaten Tangerang," pesannya.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Rapiudin Akbar, menyebut program ini bermula dari undangan SMK Jaya Buana untuk belajar ke Tiongkok yang kemudian mendapat respons dari pemerintah daerah.
"Kami tidak tinggal diam melihat peluang emas ini. Dukungan pendanaan ini menjadi kunci agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa berangkat mengejar mimpinya," jelasnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan lembaga pendidikan ini menjadi terobosan dalam tata kelola pendidikan yang patut dipertahankan.
Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswa, Rahmawati, asal Kampung Koper, Kresek, mengaku siap berangkat. Lulusan SMK Jaya Buana ini akan mengambil Program Studi Teknik Mesin di Liuzhou University, Tiongkok.
"Persiapan yang saya lakukan terutama kesiapan mental dan penguasaan bahasa. Harapan saya bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah serta membanggakan orang tua," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Talkshow Pendidikan Vokasi SMK Penerbangan Dirgantara yang mengambil tema “English for Careers, Government Policy Support for Vocational Excellence in Building Globally Competitive Youth in Tangerang”. Acara tersebut digelar di Gedung Amfitheater Heri Sudharmaji PPI Curug, Rabu (07/10/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang terampil, kompeten, disiplin, dan siap memasuki dunia usaha maupun dunia industri. Namun demikian, lulusan SMK tidak hanya cukup dengan menguasai keterampilan teknis, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, karakter yang kuat serta kemampuan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman, terlebih bagi para siswa-siswi SMK Penerbangan Dirgantara yang dipersiapkan memasuki dunia penerbangan.
“Bagi anak-anak yang ingin berkarier di dunia penerbangan, kemampuan bahasa Inggris harus terus diasah. Selain keterampilan teknis, komunikasi, kedisiplinan, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting untuk meraih masa depan,” ujar Wabup Intan.
Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, peningkatan kompetensi generasi muda serta sinergi dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, lembaga pendidikan dan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Pemerintah daerah dengan berbagai komponen berkomitmen menguatkan kolaborasi dalam rangka mencetak generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, mandiri dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun bangsa
“Kami, pemerintah daerah terus mendorong dan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan dunia agar pendidikan vokasi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industry, dunia usaha dan perkembangan zaman,” tandasnya
Ia juga berpesan kepada para siswa agar terus belajar, meningkatkan keterampilan sesuai bidang yang ditekuni, memperkuat kemampuan bahasa Inggris, serta membangun karakter dan kedisiplinan sejak dini.
“Teruslah belajar, bangun karakter dan kedisiplinan, serta beranilah bermimpi besar. Keberhasilan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan bagi keluarga, masyarakat dan bangsa,” pesannya.
Wabup Intan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi seluruh peserta didik untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja. Pemerintah Kabupaten Tangerang
Kepala SMK Penerbangan Dirgantara, Eva Sulastri mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan generasi muda Kabupaten Tangerang agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik bagi para siswa untuk lebih memahami pentingnya kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal memasuki dunia penerbangan dan membuka peluang karier di tingkat global,” ujar Eva
Kegiatan tersebut turut dihadiri juga oleh perwakilan dari Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara, Pembina Yayasan Dirgantara, Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Ketua Forum Komunikasi SMK Penerbangan Indonesia, Founder Golden English, native speaker dari Australia, para guru dan tenaga pendidik, serta para siswa SMK Penerbangan Dirgantara. (Red)
CIANJUR, lensatokus.id — Praktik peredaran obat keras golongan G jenis Tramadol yang diperjualbelikan secara bebas kembali meresahkan masyarakat. Aktivitas penjualan obat tanpa resep dokter ini terpantau marak di kawasan Jalan Raya Puncak, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Selasa (6/10/2026).
Temuan ini memicu tanda tanya besar di tengah publik mengenai efektivitas pengawasan serta penegakan hukum terhadap peredaran sediaan farmasi ilegal yang menyasar kawasan wisata dan permukiman padat penduduk tersebut.
Berdasarkan ketentuan medis dan perundang-undangan yang berlaku, Tramadol merupakan obat keras yang peredarannya wajib melalui resep serta pengawasan ketat tenaga medis resmi.
Penyalahgunaan obat ini secara bebas sangat berbahaya karena dapat memicu ketergantungan fisik maupun psikologis, serta berdampak langsung pada kesehatan mental dan keamanan sosial, khususnya di kalangan remaja dan generasi muda.
Masyarakat sekitar mengecam keras praktik penjualan bebas ini karena dinilai mencoreng citra kawasan Puncak dan berpotensi memicu peningkatan aksi kriminalitas akibat pengaruh obat-obatan terlarang.
Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran kepolisian setempat, tidak tinggal diam dan segera turun tangan melakukan investigasi mendalam di lokasi yang dimaksud.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun pernyataan klarifikasi dari pihak kepolisian atau instansi kesehatan berwenang di Kabupaten Cianjur. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan akurat sesuai kaidah jurnalistik.
TANGERANG, lensafokus.id — UPTD Puskesmas Cisoka terus memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat melalui transformasi pelayanan kesehatan primer. Hal ini terlihat dari kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diselenggarakan di Posyandu Garuda, Desa Cempaka, pada Selasa (6/10/2026), dengan antusiasme warga yang sangat tinggi.
Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Cisoka, Indah Yuni, menjelaskan bahwa transformasi menjadi Posyandu ILP membuat cakupan pelayanan kesehatan kini jauh lebih luas. Jika sebelumnya posyandu identik hanya bagi bayi dan balita, kini layanan terbuka untuk seluruh siklus kehidupan manusia.
"Kami melayani bukan hanya bayi dan balita, tetapi juga seluruh siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia sekolah, usia reproduktif sampai dengan lanjut usia. Jadi sudah semuanya terintegrasi di dalam posyandu," ujar Yuni.
Yuni memaparkan bahwa penerapan Posyandu ILP bertujuan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Melalui pendekatan ini, pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan kepada warga yang sedang sakit, melainkan juga kepada warga yang sehat guna pencegahan dini.
"Masyarakat yang datang diberikan edukasi dan juga skrining terhadap penyakit, sehingga kebutuhan masyarakat semua dapat terlayani. Jika ditemukan gejala atau risiko penyakit, maka masyarakat akan diarahkan datang ke Puskesmas Cisoka untuk segera penanganan lebih lanjut" tambahnya.
Hingga saat ini, pelayanan Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Cisoka secara bertahap telah diterapkan di berbagai desa lainnya. Meskipun belum mencapai 100%, perluasan ini terus berjalan seiring dengan proses pelatihan bagi para kader posyandu.
Ketua TP Posyandu Desa Cempaka, ibu Prihatini mengatakan, kehadiran layanan ILP menjadi perkembangan penting dalam pelayanan posyandu di wilayahnya. “Kebetulan di Garuda ini kita sudah ada Posyandu SPM dan ILP. Tentunya didukung penuh oleh Puskesmas Cisoka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pelayanan posyandu lebih banyak menyasar bayi, balita, dan ibu hamil. Kini, cakupan layanan diperluas sehingga masyarakat dari berbagai tahapan usia dapat memperoleh pelayanan dalam satu sistem yang lebih terintegrasi.
“Pelayanan posyandu yang sekarang meningkat dari posyandu yang tadinya hanya balita dan ibu hamil, sekarang sudah siklus kehidupan kita layani semuanya,” katanya.
Ia berharap pengembangan layanan tersebut dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong lebih banyak warga Desa Cempaka datang ke posyandu.
Dampak layanan tersebut turut dirasakan masyarakat. Salah satu pengguna layanan, Ibu Ria, mengaku telah mendapatkan pendampingan sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan. “Alhamdulillah dari posyandu ini, dari hamil sampai melahirkan, selalu dilayani oleh Posyandu Garuda,” ungkapnya.
Menurut Ibu Ria, keberadaan posyandu membantu memastikan kesehatan anaknya dapat ditangani dengan baik tanpa membebani masyarakat dari sisi biaya. “Tidak lupa saya terima kasih dengan adanya posyandu, segala kesehatan anak saya ditangani dengan lancar. Alhamdulillah semua biaya pun gratis,” katanya.
Ia pun mengapresiasi pelayanan yang diterimanya dan berharap keberadaan Posyandu Garuda dapat terus berkembang. “Pokoknya Posyandu Garuda is the best. Terbaik buat desa, ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya. (Red)