Wakil Bupati Tangerang Tekankan Pentingnya Karakter dan Adaptasi Bagi Mahasiswa Baru Politeknik Ismet Iskandar Indonesia dan Tanri Abeng University Kampus Tangerang

Tangerang, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Ismet Iskandar Indonesia dan Tanri Abeng University Kampus Tangerang di Sapphire Sky Hotel Karawaci Kelurahan Binong Kec. Curug. Sabtu (03/10/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengatakan bahwa PKKMB bukan sekadar seremoni, melainkan momentum membangun pola pikir, kepemimpinan, karakter, dan pemahaman budaya akademik.

"PKKMB bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan momentum penting untuk membangun pola pikir, menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, serta memperkenalkan budaya akademik yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di perguruan tinggi," ujar Wabup Intan.

Ia mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi, etika, integritas, kemampuan beradaptasi, serta menjaga nama baik almamater. Mahasiswa juga diminta menjunjung toleransi, menghindari perundungan dan kekerasan, serta menjadi teladan di kampus, keluarga, dan masyarakat.

"Saya ingin anak-anak yang berada di Politeknik Ismet Iskandar Indonesia dan Tanri Abeng University ini dapat menjadi contoh yang baik dan sumbangsihnya, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di keluarga dan masyarakat," pesannya.

Wabup Intan juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi, kreativitas, dan inovasi yang bijak untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat.

"Gunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijak, serta jadikan kreativitas dan inovasi sebagai sarana untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang ada di masyarakat," tandasnya.

Wabup Intan juga menegaskan dukungan Pemkab Tangerang melalui Beasiswa Tangerang Gemilang, untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Tangerang. Selain itu, melalui program beasiswa terebut mahasiswa tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

"Selamat belajar, berkarya, berinovasi dan mengukir prestasi. Jadikan masa perkuliahan ini sebagai kesempatan berharga untuk membangun masa depan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, negara, dan Kabupaten Tangerang tercinta," pungkasnya.

Direktur Politeknik Ismet Iskandar Indonesia dan Tanri Abeng University, Zakiah, menyebut perkembangan kampus menunjukkan kepercayaan masyarakat. Politeknik Ismet Iskandar Indonesia telah memperoleh sekitar 100 mahasiswa dalam empat bulan setelah perubahan nama, sedangkan Tanri Abeng University Kampus Tangerang sudah memiliki ratusan mahasiswa. Ia menegaskan kesuksesan juga sangat ditentukan karakter, sikap aktif, tujuan yang jelas, disiplin, konsistensi, dan kemampuan menghargai orang lain.

"Kesuksesan memang ditentukan oleh pembangunan karakter. Mahasiswa harus aktif, memiliki tujuan, disiplin dan konsisten, serta memiliki attitude yang baik dan mampu menghargai orang lain," tegasnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Ismet Iskandar Indonesia, Dr. Zainal Muttaqien, mengingatkan mahasiswa agar senantiasa siap menghadapi perubahan, perkembangan teknologi, dan era kecerdasan buatan. Ia menekankan pentingnya growth mindset, kolaborasi, dan kepemimpinan.

"Di era seperti ini, yang bisa bertahan bukan hanya orang yang kuat atau pintar, tetapi mereka yang memiliki karakter dan mampu beradaptasi dengan keadaan. Karena itu, mahasiswa harus terus belajar dan berani menghadapi perubahan," kata Zainal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pendiri Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, A. Zaki Iskandar, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Ketua Yayasan Pendidikan Ismet Iskandar Indonesia, Direktur Politeknik Ismet Iskandar Indonesia dan Tanri Abeng University Kampus Tangerang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Ketua Harian KORMI Kabupaten Tangerang, jajaran civitas akademika, serta mahasiswa baru. (Red)

Bupati Tangerang Dorong Tiga Bahasa Daerah Jadi Warisan Generasi Muda

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang membuka Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Yayasan Budi Pekerti, Kecamatan Solear, Sabtu (3/10/26).

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan, Kabupaten Tangerang memiliki kekayaan seni, budaya dan bahasa, khususnya yakni Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Ketiga bahasa ini harus kita lestarikan dan abadikan sebagai wujud bahwa masyarakat Kabupaten Tangerang cinta terhadap bahasanya. Ini juga menjadi kebanggaan kita,” ujar Bupati Maesyal

Menurutnya, festival tersebut tidak boleh berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan rancangan Peraturan Bupati agar pelestarian bahasa daerah juga dapat diterapkan secara lebih luas di satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Tangerang

“InsyaAllah nanti akan kita tuangkan dalam bentuk Peraturan Bupati, supaya seluruh sekolah bisa melaksanakan kegiatan lomba sekaligus memelihara dan mengabadikan bahasa yang ada di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilli Windu Rezeki Seganda menjelaskan, Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 diikuti 37 peserta dari jenjang SD dan SMP. Mereka akan mengikuti kompetisi dalam berbagai kategori, di antaranya menulis cerpen, pidato, monolog, hingga berbalas pantun menggunakan bahasa daerah.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun generasi muda yang berkarakter, berbudaya, kreatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah.

“Harapannya, Festival Tunas Bahasa Ibu ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi satuan pendidikan untuk terus mempelajari dan melestarikan bahasa daerah,” jelas Dilli.

Dilli menambahkan, Kabupaten Tangerang telah mencatatkan prestasi pada Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Banten tahun 2025 dengan mengantarkan dua peserta meraih juara pertama.

Saat ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bersama tim teknis juga tengah menyusun rancangan Peraturan Bupati tentang pelestarian budaya dan sejarah Tangerang yang diharapkan dapat menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal di sekolah.

“Ini menjadi bagian dari komitmen bersama agar bahasa, budaya dan sejarah Tangerang tetap hidup serta dikenal oleh generasi penerus,” pungkasnya. (Red)

Bupati Maesyal Gandeng Semua Elemen Masyarakat, Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tangerang dan HSN 2026 Resmi Dimulai

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang resmi meluncurkan (kick-off) rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang pada Jumat (02/10/26).

Kegiatan yang berlangsung penuh kebersamaan ini diisi dengan Pembacaan Khotmil Qur'an 30 Juz, Zikir, Istigasah, serta Doa Bersama yang ditujukan bagi para tokoh pendiri dan mantan Bupati Tangerang yang telah berpulang, hingga keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.

Selain dihadiri secara luring oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, tokoh lintas agama (FKUB), organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, serta badan otonom PCNU, acara ini juga diikuti secara daring (Zoom Meeting) serentak oleh di 29 kecamatan se-Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan doa bersama dan istigasah sebagai awal dimulainya rangkaian Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang.

"Hari ini kita mengawali rangkaian HUT Kabupaten Tangerang ke-394 dengan berdoa dan beristigasah. Bukan hanya untuk kita yang hadir di sini, tetapi mendoakan seluruh masyarakat di 29 kecamatan agar senantiasa dalam keadaan sehat, damai, dan sejahtera," ujar Bupati Maesyal.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Tangerang. Kehadiran tokoh-tokoh dari FKUB (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu) serta organisasi seperti Muhammadiyah dan NU menjadi bukti nyata bahwa semua elemen masyarakat bersatu membangun daerah.

"Kabupaten Tangerang adalah daerah yang multi-umat dan multi-keyakinan. Kita harus saling menghormati, rukun, dan saling merangkul. Pemkab Tangerang berkomitmen untuk selalu memfasilitasi hak beribadah seluruh Umat Beragama sesuai dengan Pancasila dan undang-undang," tegasnya.

Selain itu, Bupati Maesyal menyampaikan beberapa rencana program prioritas Pemkab Tangerang ke depan:

1. Peningkatan Kesejahteraan & Hiburan Rakyat: Pemkab telah menyiapkan berbagai sarana hiburan dan wahana gratis bagi masyarakat di Alun-Alun Tigaraksa selama seminggu penuh, pengajian, serta santunan untuk 1.000 anak yatim pada Kamis (08/10/2026).

2. Pendidikan & Beasiswa Santri/Siswa: Pemkab Tangerang terus merumuskan dan memperluas jangkauan beasiswa secara bertahap, mulai dari SD swasta, SMP swasta, Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga program sarjana (S1) bagi para guru madrasah/agama pada tahun 2027.

Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, Makhmud Jumhur, menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama dan Istigasah ini merupakan kick-off peringatan Hari Jadi Ke-394 Kabupaten Tangerang dan Hari Santri Nasional 2026.

"Alhamdulillah, acara berlangsung sangat khidmat. Kita memanjatkan doa untuk para leluhur dan pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Kabupaten Tangerang, serta mendoakan para pimpinan daerah agar senantiasa diberikan kekuatan dan ketaatan dalam berkhidmat kepada umat," tutur Makhmud Jumhur.

Makhmud Jumhur menambahkan bahwa PCNU tidak hanya fokus pada ritual keagamaan, tetapi juga menghadirkan program-program nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ketua panitia pelaksana hari santri PCNU Kabupaten Tangerang Ujang Sidik, memaparkan bahwa rangkaian kegiatan HSN 2026 berlangsung mulai tanggal 02 - 25 Oktober 2026.

Beberapa agenda utama yang disiapkan antara lain:

• Bidang Olahraga & Seni: Liga Santri serta Perlombaan Festival Hadroh dan Cerdas Cermat IPPNU.

• Edukasi & Sosial: Seminar Fikih Wanita & Kesehatan Reproduksi (pencegahan stunting dan pendampingan KDRT), Bahtsul Masail, serta Gerakan Santri Makan Ikan.

• Pemberdayaan Ekonomi: Gebyar UMKM, Literasi Keuangan Syariah bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), BPR, dan LKM untuk membimbing warga prasejahtera serta melawan praktik rentenir.

• Malam Puncak: Puncak Gebyar Hari Santri Nasional akan diselenggarakan pada 24–25 Oktober 2026 bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Tangerang.

"Perjuangan santri memiliki rekam jejak sejarah yang luar biasa bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Momentum Hari Santri ini menjadi sarana sinergi antara pemerintah dan ulama demi kemaslahatan bersama," pungkas Ujang Sidik. (Red)

Kesbangpol Kota Tangerang Gelar Rakor Kunjungan Kerja Inovasi Sekolah Laboratorium Pancasila

Kota Tangerang, lensafokus.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Kunjungan Kerja Inovasi Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) untuk tingkat SD dan SMP di wilayah Kota Tangerang.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mematangkan persiapan serta menyelaraskan program kunjungan kerja terkait implementasi inovasi Sekolah Laboratorium Pancasila di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Kepala Kesbangpol Kota Tangerang Wawan Fauzi menyampaikan, program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) merupakan langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sejak dini kepada para siswa di Kota Tangerang.

"Rapat koordinasi ini menjadi wadah untuk memastikan seluruh persiapan pelaksanaan kunjungan kerja program Sekolah Laboratorium Pancasila dapat berjalan dengan optimal," papar Wawan, Jumat (2/10/26).

Melalui program ini, diharapkan para pelajar SD dan SMP tidak hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan di lingkungan SD dan SMP di Kota Tangerang dapat terwujud secara efektif dan berkesinambungan," tambahnya.

Program Sekolah Laboratorium Pancasila ini diharapkan, menjadi laboratorium pembelajaran karakter, nasionalisme, serta toleransi bagi para generasi muda di Kota Tangerang, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif, berkarakter dan berintegritas. (Sumarna)

Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Rotasi Pejabat Tinggi Pratama Eselon II

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali melakukan penataan birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Eselon II. Acara pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dan berlangsung di Aula Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tangerang pada Jum’at (02/10/26).

Pelantikan tersebut berlandaskan Keputusan Bupati Tangerang Nomor 1048 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, yang dibacakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang.

Adapun pejabat Eselon II yang dilantik dan mengalami pergeseran posisi (rotasi) antara lain:

1. Ana Supriyatna, S.Pd., M.Si.

- Jabatan Lama: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP)

- Jabatan Baru: Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM)

2. Aji Januardhi Nurogo, SE., MM.

- Jabatan Lama: Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum

- Jabatan Baru: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP)

3. H. Achmad Kasori, S.KM., M.Si.

- Jabatan Lama: Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM)

- Jabatan Baru: Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kegiatan pelantikan dan rotasi jabatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan langkah strategis Pemkab Tangerang untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, responsif, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

"Pelantikan yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis dalam penataan birokrasi. Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan responsif," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati menekankan bahwa rotasi dan mutasi dalam struktur organisasi pemerintahan merupakan hal yang wajar dan merupakan bagian dari penerapan merit system untuk penyegaran serta pemenuhan kebutuhan organisasi.

"Jabatan adalah sebuah kepercayaan dan amanah. Perpindahan atau rotasi ini tidak lain dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Sebagai ASN, kita harus selalu siap ditempatkan di mana saja dan kapan saja sesuai aturan yang berlaku," tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada para pejabat yang dilantik atas dedikasi serta kinerja baik yang telah ditunjukkan di posisi sebelumnya. Beliau berpesan agar para pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri dengan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing tanpa menunda pekerjaan.

Selain itu, Bupati mengingatkan jajaran Sekda dan BKPSDM untuk mengantisipasi dinamika birokrasi ke depan, mengingat pada tahun 2027 mendatang akan ada sejumlah pejabat struktural Eselon II yang memasuki masa purna tugas (pensiun). Hal ini diharapkan dapat memberikan kesempatan karier yang sehat bagi aparatur yang kompeten.

"Saya berharap para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi, merangkul jajaran di unit kerja masing-masing, dan langsung bekerja maksimal. Tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menuju Kabupaten Tangerang yang makin sejahtera," tutup Bupati. (Red)

Hadiri Rebranding Yasmine Hotel Jadi Sapphire Sky Hotel Karawaci, Bupati Tangerang Dorong Direksi Berdayakan UMKM dan Pekerja Lokal

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara rebranding Yasmin Hotel Karawaci menjadi Sapphire Sky Hotel Karawaci yang berlokasi di Kelurahan Binong Kec. Curug, Kamis (01/10/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mendorong kepada segenap jajaran direksi dan manajemen Sapphire Sky Hotel Karawaci agar ikut membantu keberadaan UMKM dan pekerja lokal di Kabupaten Tangerang, khususnya di sekitar Sapphire Sky Hotel Karawaci.

"Dinas-dinas sering ke sini. Makanya saya minta ke Bu Ana dengan Pak Indra nanti coba dirancang hotel ini terus maju. Artinya kebutuhan-kebutuhan untuk mendukung operasional hotel ini bisa memanfaatkan, menggunakan dan memberikan kesempatan kepada UMKM yang ada di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal

Lanjut dia, keberadaan Hotel Yasmine yang sekarang berubah nama menjadi Sapphire Sky Hotel Karawaci telah banyak memberikan kontribusi, bukan hanya kepada pemerintah daerah namun juga masyarakat sekitar. Untuk itu, ia berharap kapada pihak manajemen baru tetap mempertahankan pegawai lama dan mengutamakan masyarakat sekitar untuk mengisi lowongan yang tersedia

"Pegawainya yang ada jangan ke mana-mana supaya mereka bisa juga tetap bertugas di sini. Mereka sebagian besar adalah masyarakat kami. Karena mereka-merekalah yang merintis keberadaan hotel ini sebelumnya," pintanya

Bupati berharap dengan perubahan nama dan manajemen yang baru dengan berbagai inovasinya bisa membuat semangat baru bagi para karyawan dan membuat Sapphire Sky Hotel Karawaci semakin maju dan berkembang lagi.

"Mudah-mudahan begitu dirubah namanya, semakin bertambah semangat dan bertambah rasa memilikinya. Bahkan sebisa mungkin mereka juga akan turut serta memajukan hotel di sini sesuai dengan tugas fungsinya," imbuhnya

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada jajaran direksi Sapphire Sky Hotel Karawaci yang tetap mempertahankan utilitas, infrastruktur, dan sarana lainnya berada di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Indra, khususnya Pak Yudi yang sudah memberikan kesempatan bahwa hotel ini tetap berada di sini dan memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah," ucapnya

Sementara itu, Direktur Utama Saphire Sky Hospitality, Indra Johari mengungkapkan bahwa acara tersebut menjadi tonggak sejarah baru perjalanan Hotel Yasmin yang secara resmi berubah nama menjadi Saphire Sky Hotel Karawaci

"Hari ini tanggal 1 Oktober 2026 menjadi sebuah tonggak baru dalam perjalanan hotel ini. Mulai hari ini Yasmin Hotel secara resmi berubah nama menjadi Saphire Sky Hotel Karawaci dan akan berada di bawah Saphire Sky Hospitality," ungkapnya

Menurut Indra, rebranding Yasmin Hotel Karawaci menjadi Sapphire Sky Hotel Karawaci bukan hanya sekedar mengganti nama bukan hanya mengganti logo dan nama hotel tetapi juga merupakan bagian dari transformasi yang lebih besar, yang akan membawa Sapphire Sky Hotel Karawaci masuk dengan standar yang lebih baik, layanan yang lebih konsisten dan lebih lengkap serta menetapkan arah bisnis yang lebih jelas.

"Rebranding ini merupakan bagian dari transformasi yang lebih besar. Kami ingin membawa hotel ini masuk ke tahap berikutnya dengan standar yang lebih baik layanan yang lebih konsisten pelayanan yang lebih lengkap dan arah bisnis yang lebih jelas," ujarnya. (Red)

Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Bupati Maesyal Tegaskan Pancasila sebagai Benteng Persatuan Bangsa

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Raden Arya Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Tigaraksa, pada Senin (01/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Bupati Tangerang, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema ini menjadi pendorong semangat bagi seluruh abdi negara dan masyarakat untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan nasional dan mendukung tercapainya cita-cita bangsa.

Dalam suasana yang tertib dan penuh khidmat, para peserta upacara bersama-sama mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah gugur demi mempertahankan kedaulatan Pancasila. Pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta Naskah Ikrar turut menggaungkan kembali komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang mengajak seluruh jajaran ASN dan elemen masyarakat untuk menjadikan Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan sebagai pedoman moral dalam memberikan pelayanan publik yang berintegritas, berkeadilan, dan berdampak positif bagi kemajuan Kabupaten Tangerang. (Red)

Lantik Tujuh ASN, Bupati Tangerang Tekankan Kinerja dan Tanggung Jawab

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melantik dan mengambil sumpah/janji tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang bertempat di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (30/9/2026).

Pelantikan tersebut terdiri dari pengangkatan CPNS menjadi PNS dari lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) formasi Tahun Anggaran 2025 dan pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang telah dilantik. Ia meminta para ASN yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik, jujur, terus berinovasi, serta meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

“Selamat kepada seluruh ASN yang telah dilantik. Saya berharap saudara-saudara yang baru saja dilantik dan diangkat menjadi PNS supaya terus berbuat baik, terus juga berinovasi, berkinerja baik dan bertanggung jawab,” ujar Bupati Maesyal.

Adapun tujuh orang ASN yang dilantik terdiri dari tiga orang lulusan IPDN yang diangkat dari CPNS menjadi PNS. Sementara empat orang lainnya merupakan PNS yang diangkat dalam jabatan fungsional.

Bupati Maesyal mengingatkan agar para ASN memahami tugas dan tanggung jawab sesuai dengan unit kerja masing-masing. Ia meminta seluruh ASN untuk mengikuti pembinaan dan arahan dari pimpinan serta membangun komunikasi yang baik dalam menjalankan tugas.

“Jangan lupa melakukan tugas di satu unit kerja. Ada pembinanya di situ, ada kepala seksi, ada kasubbag atau kepala bidang, ada juga sekretaris, dan ada juga kepala dinas. Bangun komunikasi yang baik dengan semuanya,” katanya.

Menurutnya, setiap ASN harus melaksanakan tugas dengan sepenuh hati serta memberikan dukungan terhadap pimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Maesyal juga menambahkan, pemahaman terhadap norma-norma kepegawaian harus terus dijaga oleh setiap ASN. Jika dalam pelaksanaan tugas terdapat persoalan dan hambatan, ia meminta agar terlebih dahulu berkomunikasi, diskusi dan malakukan koordinasikan dengan pimpinan di lingkungan kerja.

“Norma-norma kepegawaian saya kira sudah tahu. Kalau ada apa-apa bisa runding dengan pimpinannya, jangan ke mana-mana, karena keberadaan pemerintah adalah itu dijaga oleh kita,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa status sebagai ASN merupakan amanah yang harus disyukuri dan dibuktikan dengan pelaksanaan tugas yang baik. Rasa syukur tersebut, menurutnya, harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja dan tanggung jawab terhadap tugas dan fungsi masing-masing ASN bekerja

“Kita yang sudah bekerja patut bersyukur dan tentunya rasa syukur ini harus diimbangi dengan kinerja kita, tanggung jawab kita terhadap tugas fungsi,” tandasnya.

Bupati Maesyal berharap tujuh ASN yang telah dilantik dapat segera menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Tangerang. (Red)

DPPPA Kab. Tangerang Gelar Workshop PPE untuk Tingkatkan Kesetaraan Gender

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang menggelar Workshop Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) sekaligus Rapat Koordinasi Pengumpulan Data Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Tangerang, Rabu (30/09/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam pembangunan daerah sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan dalam pelaksanaan verifikasi lapangan Penghargaan Parahita Ekapraya. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengevaluasi implementasi PUG serta mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperkuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang yang diwakili oleh Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Murwani, menyampaikan bahwa PUG merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender.

Menurutnya, PUG dilaksanakan melalui kebijakan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, dan permasalahan perempuan maupun laki-laki. Perspektif tersebut perlu diintegrasikan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi seluruh kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan.

"Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan manusia," ujarnya.

Lebih lanjut, Murwani menyampaikan bahwa Penghargaan Parahita Ekapraya menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang. PPE tidak hanya berkaitan dengan penghargaan maupun penilaian administratif, tetapi juga menjadi cerminan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan memberikan manfaat yang setara, adil, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.

"Dalam implementasi PUG di Kabupaten Tangerang, diperlukan analisis untuk mengetahui sejauh mana kesetaraan dan keadilan gender telah terwujud. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat dituangkan dalam dokumen rekomendasi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam penyusunan kebijakan, program, kegiatan, penganggaran, dan kebutuhan pembangunan lainnya," jelasnya.

Murwani juga menyampaikan bahwa pelaksanaan PUG di Kabupaten Tangerang masih memerlukan penguatan, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender. Karena itu, kegiatan workshop dan pendampingan menjadi momentum refleksi sekaligus perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan capaian PUG di Kabupaten Tangerang.

"Melalui pendampingan ini, diharapkan perangkat daerah mampu mengintegrasikan analisis gender, memanfaatkan data terpilah, serta menyusun program dan kegiatan yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam persiapan verifikasi lapangan PPE, seluruh perangkat daerah juga diharapkan memastikan kesiapan data, dokumen pendukung, bukti pelaksanaan, kelembagaan, program, serta praktik PUG yang telah dilaksanakan. Seluruh bahan tersebut perlu tersedia, terkoordinasi, dan dapat disampaikan secara jelas pada saat proses verifikasi berlangsung.

"Untuk mendukung kesiapan tersebut, rapat koordinasi membahas berbagai kebutuhan, antara lain kesiapan dokumen dan data dukung, pembagian tugas, kesiapan paparan, penyiapan lokasi verifikasi, penentuan personel yang akan mendampingi Tim Verifikasi, serta berbagai hal teknis lainnya. Setiap perangkat daerah juga diharapkan berpartisipasi aktif sesuai tugas dan kewenangannya serta segera mengidentifikasi dan menindaklanjuti apabila masih terdapat kekurangan pada dokumen maupun data dukung," ungkapnya.

Selain kelengkapan dokumen, Pemerintah Kabupaten Tangerang menekankan pentingnya memastikan materi yang disampaikan dalam verifikasi benar-benar menggambarkan kondisi dan praktik pelaksanaan PUG secara objektif, termasuk berbagai inovasi dan upaya yang telah dilakukan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi PUG secara nyata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Melalui Penghargaan Parahita Ekapraya, penguatan PUG juga diarahkan tidak hanya pada pemenuhan dokumen dan indikator, tetapi mencakup kepemimpinan, sinergi lintas sektor, serta konsistensi penerapan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di seluruh perangkat daerah. Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus memperkuat PUG sebagai strategi pembangunan yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber, seperti Davip Arya Bima, S.P., M.M., selaku Analis Kebijakan PUG Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Novi Dwi Remi Asih, S.P., M.M., selaku Pejabat PUG Provinsi Banten untuk memberikan pendampingan dalam penguatan pelaksanaan PUG dan persiapan penilaian PPE Kabupaten Tangerang.

Murwani berharap persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komitmen bersama dapat mendukung kelancaran pelaksanaan verifikasi lapangan PPE sekaligus memberikan masukan positif bagi penguatan PUG di Kabupaten Tangerang. Ia juga berharap kegiatan tersebut menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret dalam memperkuat Pengarusutamaan Gender dan pembangunan yang inklusif.

"Semoga dengan persiapan yang matang, koordinasi yang baik, dan komitmen bersama, pelaksanaan verifikasi lapangan PPE dapat berjalan lancar serta memberikan masukan positif bagi penguatan PUG di Kabupaten Tangerang," tutupnya. (Red)

MONEV Sanitren dan Aspontren 2026: Pemkab Tangerang Pastikan Pembangunan Tepat Waktu dan Tepat Sasaran

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda menggelar rapat persiapan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Program Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren) dan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (30/09/26) di Ruang Rapat Solear, Gedung Bupati Lantai 4 ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Erwin Mawandy.

Rapat ini diselenggarakan dalam rangka menyatukan langkah dan memperkuat pengawasan lintas sektor yang melibatkan unsur Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Agama (Kemenag), Inspektorat, serta Tim Teknis dari Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pemakaman (Perkim) serta Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB).

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Tangerang, Chaidir, menegaskan bahwa kehadiran tim gabungan ini sangat krusial untuk menjamin akuntabilitas seluruh tahapan program.

"Alhamdulillah, hari ini kita hadir bersama untuk mendukung pelaksanaan pengawasan program Sanitren dan Aspontren. Kehadiran unsur Kejaksaan, Kepolisian, Kemenag, Inspektorat, hingga tim teknis DTRB dan Perkim diharapkan menjadi satu kesatuan utuh untuk bersama-sama mengawasi, memberikan bimbingan, melakukan evaluasi, serta menyusun laporan pengawasan yang transparan dan akuntabel di tahun 2026 ini," ujar Chaidir.

Dalam paparannya, Chaidir menyampaikan perkembangan signifikan dari pelaksanaan program Sanitren dan Aspontren di lingkungan Pemkab Tangerang:

1. Program Sanitren (Sanitasi Berbasis Pesantren):

o Realisasi s.d. 2025: Telah terbangun sebanyak 868 unit di berbagai pondok pesantren (rincian capaian: 2019 = 196 unit, 2021 = 150 unit, 2022 = 205 unit, 2023 = 148 unit, 2024 = 94 unit, dan 2025 = 75 unit).

o Target Tahun 2026: Dialokasikan sebanyak 50 titik/unit baru.

o Total Akumulasi 2026: Mencapai 918 unit Sanitren.

2. Program Aspontren (Asrama Pondok Pesantren):

o Realisasi Tahun 2025: Terbangun sebanyak 44 unit.

o Target Tahun 2026: Melonjak menjadi 150 titik/unit.

o Total Akumulasi 2026: Mencapai 194 unit Aspontren.

o Dasar hukum penyelenggaraan Aspontren dipayungi oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2025.

Terkait pemenuhan kebutuhan sarana ke depan, Chaidir menyebutkan bahwa Pemkab Tangerang terus berkomitmen memperhatikan pesantren yang belum terjangkau.

"Berdasarkan data Kemenag, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100 lokasi. Untuk Sanitren, akumulasi kita sudah mencapai 918 unit, sehingga mudah-mudahan tersisa sekitar 200 titik lagi yang akan kita perhatikan pada tahun-tahun mendatang. Bapak Bupati juga berharap ke depan program Aspontren dapat terus ditambah kuotanya," ungkap Chaidir.

Sebaran lokasi pembangunan tahun 2026 meliputi:

• Sanitren (50 Titik di 18 Kecamatan): Balaraja (2), Cisoka (5), Gunung Kaler (2), Jambe (2), Jayanti (2), Kemiri (2), Kresek (2), Kronjo (5), Mekar Baru (1), Pakuhaji (1), Panongan (1), Rajeg (7), Sepatan (2), Sindang Jaya (2), Solear (1), Sukadiri (1), Sukamulya (8), dan Tigaraksa (4).

• Aspontren (150 Titik di 24 Kecamatan): Balaraja (3), Cikupa (6), Cisoka (15), Gunung Kaler (7), Jambe (11), Jayanti (6), Kelapa Dua (1), Kemiri (1), Kresek (8), Kronjo (11), Legok (2), Mauk (2), Mekar Baru (1), Pakuhaji (6), Panongan (7), Pasar Kemis (5), Rajeg (13), Sepatan (3), Sepatan Timur (2), Sindang Jaya (6), Solear (13), Sukadiri (3), Sukamulya (1), Teluknaga (1), dan Tigaraksa (16).

Saat ini, Pemkab Tangerang telah menerjunkan 45 orang tim fasilitator (30 orang untuk Aspontren dan 15 orang untuk Sanitren) guna memverifikasi kelengkapan administrasi para Kelompok Swadaya Masyarakat/Kelompok Masyarakat Pesantren (KPS) serta melakukan verifikasi lapangan.

Chaidir menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam pengerjaan fisik pembangunan di lapangan.

"Pelaksanaan kegiatan konstruksi fisik ditargetkan mulai pertengahan Oktober dan harus selesai dalam kurun waktu 2 bulan. Jika pencanangan dimulai paling lambat tanggal 20 Oktober, maka paling lambat 20 Desember seluruh pekerjaan fisik sudah harus rampung secara 100%. Kita patuhi arahan tim teknis agar pengerjaan ini disiplin dan tidak menyeberang ke tahun anggaran 2027," tegasnya.

Menanggapi dinamika di lapangan seperti adanya kendala keterbatasan lahan atau status tanah, Bagian Kesra bersama tim teknis DTRB dan Dinas Perkim siap memfasilitasi survei kelayakan dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) teknis, khususnya bagi pesantren yang mengusulkan pembangunan secara bertingkat di atas bangunan yang sudah ada.

"Kami berharap melalui koordinasi intensif bersama tim MONEV ini, seluruh kegiatan Sanitren maupun Aspontren di 18 dan 24 kecamatan dapat berjalan lancar, tertib secara administrasi, serta berkualitas secara fisik di lapangan tanpa kendala yang berarti," tutup Chaidir. (Red)

Page 3 of 318
Go to top